
Yuda dan Ria sudah berada di bandara mereka diantar oleh Hanan dan Lina . Setelah sampai mereka berdua pun berpamitan dengan kedua orang tuanya .
" Kami pergi dulu ya Ma , Pa ." ucap Yuda pamit .
" Iya nak hati - hati , jaga Ria dengan baik ." balas Lina .
" Iya Ma ." balas Yuda lagi sambil mencium punggung tangan sang ibu . Gantian Ria yang mendekati sang ibu mertua .
" Pergi dulu ya Ma ." pamit Ria .
" Iya sayang hati - hati , semoga pulang dari liburanmu segera ada kabar baik ya ." balas Lina tersenyum sambil memeluk sang menantu .
" Aamiin . . . " balas Ria sambil merona .
" Jaga istrimu baik - baik Yud ." ucap Hanan sambil memeluk sang anak .
" Siap Pa . " balas Yuda . Di ikuti Ria yang mencium punggung tangan Hanan .
Setelah berpamitan mereka pun berjalan ke arah Gate mereka untuk chek in . Setelah menunggu setengah jam , semua penumpang pun di persilahkan untuk menuju ke pesawat .
Yuda membelikan tiket pesawat kelas bisnis agar Ria nyaman .
Tak berselang lama , pesawat itupun mengudara di cakrawala membawa kedua insan pengantin baru yang ingin merajut kehidupan yang baru .
Setelah belasan jam mengudara , mereka pun telah sampai di tujuan mereka Maldive .
Ya , Yuda mengajak Ria ke Maldive untuk honeymoon .
Mereka sudah di jemput oleh orang dari villa tempat mereka menginap . Selama perjalanan tak sekalipun Yuda melepaskan genggaman tangannya dari Ria . Dia selalu menggandeng kemana pun mereka berjalan .
Mereka pun sampai juga di villa . Yuda sengaja mencari sebuah villa di pinggir pantai agar sang istri merasa bahagia . Ria membayangkan pemandangan yang berada di depan villa . Karena mereka sampai di tengah malam jadi hanya deburan ombak saja yang terdengar di telinganya .
Yuda mengajak Ria untuk masuk ke dalam villa . Mereka pun merebahkan tubuhnya yang terasa lelah di atas sofa .
" Sayang mandi lah dulu pakai air hangat agar tubuhmu terasa nyaman ." pinta Yuda kepada Ria .
__ADS_1
" Iya mas aku mandi dulu ." balas Ria patuh .
Ria pun masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya . Ria sudah sangat lelah dan mengantuk . Setelah setengah jam berlalu Ria pun keluar dari kamar mandi .
" Aku sidah selesai mas , gantian mas Yuda sana ." ucap Ria yang masih memakai handuk kimono karena dia lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi .
" Iya sayang aku mandi dulu ." balas Yuda dan langsung masuk ke dalam kamar mandi . Sedangkan Ria sedang berada di depan meja rias untuk memakai skincare untuk merawat wajahnya .
Setelah setengah jam berlalu , Yuda pun keluar dari kamar mandi . Dia hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya . Terlihat tubuh atletisnya yang membuat Ria terpesona .
" Kenapa tidak memakai baju mas ? nanti kedinginan lho ." ucap Ria sambil emmandnag Yuda .
" Aku lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi . Kamu malam ini terlihat berseri sekali sayang ." balas Yuda sambil memeluk Ria dari belakang dengan sedikit membungkuk untuk menyangga kepalanya di bahu Ria .
" Sekarang pintar sekali menggombalnya ya ." ucap Ria lagi sambil menghentikan aktifitasnya .
" Aku tidak gombal memang apa adanya begitu . Kamu memang cantik sayang ." rayu Yuda sambil mencium leher Yuda .
Ria merasa teremang dengan apa yang di lakukan Yuda . Bulu kuduknya terasa naik karena merasakan sentuhan dari sang suami .
" Kalau untuk membuat mu terbang ke surga , tidka ada rasa lelah di diriku ." ucap Yuda yang semakin menggila menciumi leher dan tengkuk Ria . Tangannya yang ia lingkarkan di pinggang Ria pun mulai masuk ke dalam handuk kimono Ria dan bermain dengan dua squisy milik Ria .
" Ah . . . Mas . . . ta - tapi aku lelah ." ucap Ria dengan susah payah .
" Kamu tidak perlu bergerak sayang biarkan aku sjaa yang bekerja ." ucap Yuda yang sudah terbakar dengan gairahnya .
Ria pun membalikkan tubuhnya , dan bibirnya pun langsung di l*m*t oleh Yuda . Ria pun membalasnya .
Yuda mengangkat tubuh Ria ke ranjang mereka dengan tautan bibir yang masih menempel . Sampai di ranjang , ia baringkan sang istri dengna lembut . Bunyi kecapan dari kedua insan itu pun menggema di dalam kamar villa itu .
Tangan Yuda pun tak tinggal diam , kedua tangan itu mulai membuka handuk kimono yang digunakan oleh Ria . Setelah terbuka , tangan itu pun memainkan kedua squisy itu .
Tautan bibir mereka pun terlepas karena kedua orang itu hampir kehabisan nafasnya . Setelah dirasa nafasnya telah kembali Yuda pun memulai menciumi leher dan terus turun ke bawah .
Sampai di kedua squisy tersebut , Yuda pun tanpa aba - aba melahap choco chip yang ada di squisy itu .
__ADS_1
Ria yang merasa begitu panas . Dia sangat menikmati semua sentuhan yang Yuda lakukan . Tanpa sadar dia sampai membusungkan dadanya agar sang suami puas melahap choco chip itu .
Setelah puas dengan choco chip , Yuda pun lalu menciumi Ria di perut sampai ke bawah .
Dan akhirnya pergumulan panas kedua insan itu pun terjadi .
Setelah pergumulan panas yang entah sampai berapa babak mereka lakukan . Yuda dan Ria pun terlelap .
Pagi pun menjelang , sinar matahari masuk dari cela gorden kamar villa itu mengusik tidur dua orang di mabuk cinta itu .
Ria mengerjapkan matanya karena di usik oleh sinar matahari yang mengenai wajahnya . Dia pun segera bangun , namun ada tangan yang melingkar di perutnya .
" Berat sekali . Ah tubuhku sakit semua rasanya ." gumam Ria dalam hati .
" Damai sekali tidurnya . Kalau di lihat lebih dekat begini , suamiku ini memang tampan dan terlihat dewasanya . Aku merasa bersyukur karena bisa menjadi bagian dari hidupnya ." gumam Ria dalam hati sambil mengelus rambut sang suami .
" Sudah puas belum memandangi akunya ?" ucap Yuda dengan suara serak khas orang bangun tidur .
" Eh . . . kamu sudah bangun mas ? " tanya Ria canggung .
" Sudah sejak kamu memainkan rambutku ." ucap Yuda lagi sambil mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah wajah Ria .
Cup
" Selamat pagi sayang . Apa tidurmu nyenyak ?" tanya Yuda dengan suara khas orang bangun tidur .
" Pagi mas . Lumayan tapi badanku rasanya masih pegel sekali ." ucap Ria .
Yuda yang melihat sang istri dengan penuh ke kagumanpun mulai tergoda lagi dan ingin melkaukannya lagi . Dia cium kening Ria dan merambat ke pipi .
" Eh . . . mas mau a ~" ucapan Ria terputus karena lebih dulu bibirnya di bungkam oleh bibir Yuda . Mereka pun saling membelitkan lidah dan suara kecapan pun kembali menggema di dalam kamar itu .
Yuda pun menciumi leher Ria dan terus turun untuk melahap kedua choco chip itu . Ria hanya bisa mengeluarkan suara kenikmatan dari mulutnya . Ia busungkan dadanya dan ia tekan kepala Yuda agar semakin dalam melahapnya .
Permainan panas mereka pun berlanjut lagi .
__ADS_1