
Setelah selesai memakamkan , orang - orang kembali ke rumah mereka masing - masing . Mereka akan datang lagi ke rumah Ria nanti malam untuk acara tahlilan mendoakan Pak Satria .
Randi yang dari makam berjalan berdampingan dengan Hendri . Wajahnya terlihat sendu dengan tatapan kosong di matanya . Hendri melihatnya merasa kasihan . Hendri merasa iba karena di usia Randi yang masih sangat muda harus memiliki tanggung jawab yang besar menggantikan sang ayah yang telah tiada .
" Ran , mas tahu apa yang sedang kamu pikirkan . Jika mas boleh memberi saran . Selesaikan sekolahmu dengan sebaik - baiknya . Setelah sekolahmu selesai silahkan kamu mencari pekerjaan yang sesuai keinginanmu dan bakatmu . Jika perlu silahkan kamu datang menemuiku , aku akan membantumu mendapatkan pekerjaan yang sesuai di bidangmu . Kamu juga bisa langsung ke kakak iparmu . Aku yakin kakak iparmu tidak akan membiarkan kalian dalam kesulitan . Jadi bangunlah semangatmu lagi , sekolahlah dengan baik , raih cita - citamu . Mas Yuda dan Mas Hendri akan siap membantumu kapanpun kamu butuhkan . Kamu percayakan dengan kami ? " Hendri mencoba memberi semangat kepada Randi . Sambil merangkul bahu Randi , Hendri mengucapkan kalimat - kalimat penyemangat yang membuat Randi merasa sedikit lega .
" Terimakasih Mas , aku akan berusaha sebaik mungkin dan aku akan memikul tanggung jawab ini sebagai anak laki - laki ayah . Aku ingin membuat ayah dan ibu bahagia . Mas Hendri dan Mas Yuda sudah sangat baik kepada kami . Mana mungkin aku tidak percaya dengan kalian . Mas Yuda juga sudah membantu meringankan aku dalam bertanggung jawab atas diri mbak Ria . Tugasku sedikit berkurang dengan kehadiran Mas Yuda di dalam keluarga kami " Randi membalas perkataan Hendri dengan senyum tipis dan melihat ke arah mata Hendri . Hendri tidak dapat menutupi keharuan dari perkataan Randi .
Mata Hendri sampai berkaca - kaca , tapi dia mencoba menahannya agar tidak sampai menangis .
" Hebatnya orang tua Ria , mereka sangat berhasil mendidik anak - anaknya . Aku sangat kagum dan malu . Randi yang umurnya jauh lebih muda dariku sudah memiliki pemikiran yang sangat dewasa dan mandiri . Ria pun juga menjadi seorang gadis yang mandiri , rendah hati dan sangat baik . Sungguh sangat beruntung diriku bisa mengenal keluarga ini " gumam Hendri dalam hati .
" Mas aku hanya ingin meminta tolong kepadamu " ucap Randi .
" Kamu mau minta tolong apa Ran ? " tanya Hendri .
" Setelah 3 hari kepergian ayah , mbak Ria pasti akan pergi jauh dari kami dan ikut ke rumah Mas Yuda . Aku ingin minta tolong mas Hendri untuk menjaga mbak Ria " ucap Randi lemah sambil menunduk .
__ADS_1
Hendri yang mendengar ucapan Randi sedikit terkejut . Dia menghentikan langkahnya , "Maksud kamu apa Ran ? " tanya balik Hendri .
" Sebelumnya maaf ya mas , kami sekeluarga kan sama sekali belum terlalu mengenal mas Yuda dan tiba - tiba mas Yuda menikahi mbak Ria tanpa kami tahu sifat baik buruknya . Bukannya aku ingin berburuk sangka mas tapi ada yang mengganjal dihatiku . Aku takut kalau nanti mbak Ria akan disakiti atau di lukai hati dan tubuhnya . Jika sampai itu terjadi kasihan mbak Ria mas , di sana mbak Ria hanya sendirian tidak ada yang membela atau membantu nya . Jadi aku mau meminta bantuan mas Hendri untuk mengawasi mbak Ria . Aku tidak mau mbak Ria menangis karena disakiti laki - laki lain mas " ucap Randi tentang keresahan hatinya beberapa hari ini . Dari luar Randi memang terlihat biasa saja dan menerima semua apa yang terjadi tapi tidak dengan hatinya . Hatinya merasa resah akan kehidupan masa depan kakak perempuannya .
" Kamu tenang saja Ran , walaupun Yuda terlihat tidak seperti orang sewajarnya . Tapi aku sangat mengenal karakternya . Aku dan Yuda sudah bersahabat dari kecil . Jadi aku tahu sifat baik dan buruknya . Yuda memang terlihat kaku dan kurang menyenangkan tapi aku jamin dia memiliki sifat yang sangat baik . Orang tuanya pun juga sangat baik hati . Dan asal kamu tahu sebenarnya Yuda dan Ria itu sudah di restui kedua orang tua Yuda jauh sebelum kejadian ini . Ibu Lina mama dari Yuda sudah sangat sayang kepada Ria . Bahkan ibu Lina sendiri pernah menjodohkan Yuda dengan Ria . Ya anggap saja mereka berdua memang di jodohkan untuk bersama . Jadi kamu tidak perlu khawatir . Mas jamin mbakmu itu akan hidup bahagia bersama Yuda dan keluarganya " Hendri menjelaskan kepada Randi tentang keluarga Yuda . Hendri memahami keresahan yang dirasakan Randi .
" Kalau apa yang mas Hendri katakan itu benar aku akan sangat bahagia mas " jawab Randi lega .
" Tidak perlu kamu khawatirkan tentang Ria Ran , Yuda dan keluarganya akan membahagiakannya . Satu lagi aku juga sudah menganggap Ria sebagai adikku sendiri jadi tanpa kamu minta aku akan melindungi Ria dimanapun dia berada . Jadi sekarang kamu fokus saja dengan apa yang sudah aku sarankan tadi . Tidak perlu kamu memikirkan yang lain - lain . Fokus saja dengan tujuan , aku yakin kamu akan mampu dan berhasil ke depannya . Oke ! ! ! " ucap Hendri menyemangati sambil mengangkat ibu jarinya . Randi yang mendengar dan melihat tingkah Hendri pun tersenyum .
Ibu menemani Dinda yang masih saja menangisi kepergian sang ayah . Sedangkan Ria berada di dalam kamar nya sambil di temani sang suami .
Setelah sadar dari pingsannya tadi , Ria hanya diam membisu dengan air mata yang terus mengalir dan tatapan kosong di matanya . Yuda yang berada di sampingnya memandangi Ria dengan sendu sambil menggenggam tangan Ria dengan lembut .
" Ri , sudah jangan terus kamu tangisi . Kasihan ayah jika kamu tangisi terus . Ikhlaskan kepergiannya Ri , kamu tahu kan mungkin ini yang terbaik untuk ayah . Sekarang ayah tidak merasakan sakit lagi jadi jangan kamu tangisi terus . Doakan saja ayah di sana . Kamu tidak perlu takut Ri , ada aku di sini . Aku mohon jangan seperti ini Ri " Yuda mencoba mengajak berbicara Ria yang masih diam membisu .
Hendri yang mendengar suara Yuda pun masuk ke dalam kamar .
__ADS_1
" Kondisi Ria bagaimana Yud ? katanya tadi sempat pingsan lagi ? " tanya Hendri sambil melangkah mendekat ke sahabatnya .
" Begini saja dari tadi Hen , setelah sadar dari pingsannya tadi dia hanya diam saja dan terus menangis . Entah apa yang sedang Ria pikirkan . Aku sudah berusaha mengajaknya berbicara tapi tidak ada respon darinya . Bagaimana ya Hen , aku takut kalau terus - terusan begini , mental psikisnya akan terganggu ? " Yuda menjelaskan dengan lesu sambil sedikit tertunduk .
" Aku rasa tidak akan kenapa - kenapa Yud , aku yakin dia akan berhasil melewati cobaan ini . Ria bukanlah wanita yang mudah menyerah . Jadi kita harus selalu mendukungnya dan kita harus terus mengajaknya berinteraksi . Kau harus sabar Yud , dia baru saja kehilangan seorang yang sangat berharga di hidupnya jadi bersabarlah . Jika waktunya tiba nanti dia akan pulih dengan sendirinya . Jadi sabarlah demi wnaita yang kau cintai " balas Hendri .
" Aku akan selalu sabar menunggu dan merawatnya Hen . Aku akan membantunya keluar dari dukanya karena aku tidak mau kehilangan dirinya " jawab Yuda .
" Bagus jadi bindinglah dia terus . Ajak dia berbicara terus , perlakukanlah dia dengan lembut aku yakin dia akan cepat pulih dari traumanya ini " ucap Hendri dan di balas anggukan oleh Yuda .
" Terimakasih Hen , kamu selalu membantuku dalam suka maupun duka . Kamu memang sahabat yang penuh pengertian " puji Yuda .
" Jangan memujiku nanti aku bisa terbang . Aku keluar dulu ya , pengen rebahan sebentar nih badanku pegel semua . Kamu istirahat juga , nanti ada acara tahlilan jangan sampai kamu ikut sakit bisa amsyong aku kalau kau ikut sakit juga " ujar Hendri sambil melangkah keluar dari kamar Ria .
" Ya sudah sana , Aku juga mau istirahat " jawab Yuda singkat .
Hendri pun keluar kamar Ria . Dia melangkah di ruang tengah dan memilih merebahkan tubuhnya yang terasa lelah diatas tikar di pojok ruangan tersebut . Dengan berbaring dia mengecek ponselnya . Banyak pesan masuk dari orang tua Yuda , dari kantor dan satu lagi dari pujaan hatinya Arin .
__ADS_1