
Sudah lima hari Ria kembali bekerja . Dia begitu bersemangat dan lebih segar kembali . Setiap hari ia lewati dengan riang gembira bersama Arin . Arin pun ikut bahagia karena sahabatnya sudah mulai bekerja dan menemaninya . Mereka berdua selalu kompak dlaam mengerjakan apapun . Itu semua membuat Bu Kartika begitu senang dan sangat terbantu .
Jam makan siang telah tiba , toko roti pun mulai terlihat ramai akan pengunjung . Ria dan Arin pun sangat sibuk melayani pelanggannya . Dengan tidak lupa mereka selalu memasang senyum manis mereka untuk menyambut para pelanggannya .
"Halo semua selamat siang , Hendri is coming " sapa pria tampan itu .
" Siang Hen , apa kabar hari ini ?" tanya bu Kartika membalas sapaan Hendri .
" Alhamdulillah tante Hendri sehat . Ih tante makin tambah cantik saja " goda Hendri .
" Kamu ini suka bercanda aja . Kamu ke sini mau makan siang atau ada yang mau kamu temuin ?" tanya Bu Kartika lagi .
" Ya makan siang lah Tan , sekalian menyapa bidadari - bidadari yang ada di sini " jawab Hendri sambil tersenyum menggoda .
" Dasar bocah gemblung , ya udah sana " jawab Bu Kartika .
" Makasih tante , tante baik deh " seloroh Hendri lagi sambil mengedipkan matanya dan meninggalkan Bu Kartika yang sedang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .
Ria dan Arin saking sibuknya tidak menyadari kedatangan Hendri . Mereka terkejut saat tiba-tiba ada Hendri di hadapan mereka .
" Doooor hai Ri , hai Rin , apa kabar ? " ucap Hendri kencang .
" Astagfirullah Mas Hendri nganggetin aja " balas Ria sambil mengusap dadanya .
" Untung ga jatuh ini pesanan orang kalau sampai jatuh huh bisa amsyong aku " keluh Ria lagi . Arin hanya diam dan fokus melayani pelanggan - pelanggan nya .
" Hehehehe maaf deh emang sengaja mau ngagetin kalian . Udah lama nih ga ketemu kalian kangen juga . Wajah kamu itu membayangi ku terus Ri " goda Hendri .
" Dasar gombal , udah ah Ria kerja dulu . Ria antar pesanan ke pelanggan dulu ya mas " ijin Ria . Hendri pun hanya menganggukkan kepalanya .
" Kok dari tadi diam saja Rin , lagi sariawan ya ?" tanya Hendri .
" Ah enggak mas lagi fokus melayani saja . Mas Hendri mah pesan apa biar aku siapin " jawab Arin datar .
" Aku pesan Americano latte sama sandwich smokebeef 2 saja Rin " ucap Hendri .
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya aku siapin pesanan nya dulu " balas Arin sambil meninggalkan Hendri . Hendri hanya bisa memandanginya dan melangkah menuju meja yang ingin ia duduki .
" Udah pesan mas ?" tanya Ria yang mendekati meja Hendri .
" Sudah Ri , tadi aku pesen sama Arin . Ri , sini sebentar deh aku mau tanya sesuatu sama kamu " ajak Hendri sambil menarik pergelangan tangan Ria .
" Maaf mas , tapi itu masih banyak tamu yang belum di layani aku ga enak sama bu Kartika kalau ninggalin kerjaan buat ngobrol sama mas di sini . Kalau mas Hendri sabar aku selesaiin kerjaanku dulu baru nanti kita ngobrol . Tapi kalau sekarang maaf mas aku ga bisa " jawab Ria sopan .
" Iya deh Ri , aku tungguin aja . Santai aja kamu selesaiin dulu kerjaan kamu nanti baru kita ngobrol ya . Ada hal penting yang mau aku sampekin ke kamu " jawab Hendri .
" Ya sudah aku kerja dulu ya mas " balas Ria . Hendri hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum . Ria pun meninggalkan meja Hendri dan melanjutkan melayani para tamu toko nya .
Arin keluar dari dapur dengan membawa pesanan Hendri di tangannya . Arin mengantarkan pesanan itu ke meja Hendri . Hendri yang tengah fokus melihat ponselnya tidak menyadari kedatangan Arin .
" Silahkan mas ini pesanannya " ucap Arin yang membuat Hendri terkejut . Tanpa sadar Hendri menyenggol gelas kopi yang di pegang Arin dan kopi itupun mengenai tangannya .
" Aw panas panas " Hendri mengaduh sambil mengibas - ngibaskan tangannya dan meniupinya supaya tidak terasa panas lagi .
" Astagfirullah mas , maaf maaf aku tidak sengaja . Sini aku bantu " ucap Arin yang panik melihat Hendri kepanasan .
" Tidak apa - apa Rin , kamu ga salah . Yang salah aku yang ceroboh tidak sadar kamu datang " jawab Hendri yang masih mengibas-ngibaskan tangannya .
Arin pun membantu Hendri memegang tangannya agar terkena air . Hendri yang sadar di pegang Arin pun tersenyum bahagia dan melupakan kesakitannya .
Ria yang melihat Hendri pun hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah Hendri yang tidak berkedip sedikitpun memandangi Arin sahabatnya . Ria pun mendekati Arin dan Hendri .
" Tangan mas Hendri kenapa Rin ?" tanya Ria yang membuyarkan lumunan Hendri .
" Ini Ri , tadi tidak sengaja tangan mas Hendri menyenggol gelas yang aku sodorkan dan kopi panas itu mengenai tangannya mas Hendri " jelas Arin sambil masih berusaha memegangi tangan Hendri yang sedang dikucuri air tersebut .
" Ooo kena air panas . Sini biar aku bantu " ucap Ria sambil melirik Hendri yang sedang melihatnya . Ria tahu ini hanya trik Hendri agar dia bisa berdekatan dengan Arin .
" Ga usah Ri ini juga sudah agak mendingan " tolak Hendri . " Ganggu aja sih Ria ini awas ya nanti aku balas kamu " umpat Hendri dalam hati . Hendri pun menarik tangannya dari genggaman Arin .
" Lho mas katanya tangannya panas ? sini aku bantu biar cepat sembuh " balas Ria menggoda .
__ADS_1
" Terimakasih Ri , udah agak mendingan kok " jawab Hendri sambil tersenyum kecut kepada Ria . Arin yang mendengar percakapan Ria dan Hendri pun hanya terdiam mematung . Ia bingung dengan apa yang terjadi .
Hendri kembali menuju meja nya . Ria dan Arin pun melanjutkan pekerjaannya .
Setelah menunggu hampir 1 jam akhirnya oko mulai terlihat agak sepi . Ingat akan janjinya , Ria meminta ijin Bu Kartika untuk beristirahat sejenak dan menemui Hendri . Bu Kartika pun mengijinkan . Ria yang sudah mendapatkan ijin langsung menuju ke meja duduk Hendri .
Ria duduk berseberangan dengan Hendri .
" Apa yang mau di bicarakan mas ?" tanya Ria tanpa basa - basi .
" Pekerjaanmu sudah selesai Ri ?" tanya Hendri .
" Sudah mas , aku juga sudah ijin ke bu bos kalau mau istirahat sebentar dan menemuimu " jawab Ria .
Tanpa mereka sadari ada yang masuk ke toko . Seorang pria dewasa yang memakai jas rapi dengan sepatu yang mengkilap dan tatanan rambut yang sangat rapi menggunakan pome sangat sempurna . Pria tersebut langsung menuju meja yang ingi ia duduki .
Arin yang melihat pun langsung menghampirinya dan menanyakan pesanannya . Sedangkan Hendri dan Ria terlihat serius sednag membicarakan sesuatu hal penting yang rahasia . Ria terlihat mendengarkan Hendri dan sesekali terlihat ia menggelengkan kepalanya . Saat Ria menggelengkan kepalanya , Hendri tanpa sungkan memegang punggung tangan Ria . Dan tanpa sadar Ria terlihat menikmati tangannya yang di pegang oleh Hendri . Membuat si pria dewasa itu terlihat kesal dan geram .
Tanpa dia sadari , ia pun beranjak berdiri dan langsung menghampiri meja Hendri .
" Dari tadi saya mencarimu ga ketemu , ternyata disini lagi asyik pacaran dan meninggalkan kerjaan " ucap keras pria itu membuat Hendri dan Ria pun terkejut dan menoleh ke sumber suara itu .
" Yuda "
" Tuan Yuda " ucap Hendri dan Ria berbarengan .
" Bagus ya Hen , mentang - mentang kamu saudaraku kamu seenaknya ninggalin pekerjaan begitu saja . Apa lebih penting pacar kamu daripada pekerjaan kamu . Kalau kamu sudah tidak bersemangat kerja bersamaku silahkan ajukan surat pengunduran diri kamu jangan asal tinggal begini " ucap Yuda marah .
" Maksud kamu apa Yud ? aku kesini juga untuk makan siang . Inikan waktunya makan siang kenapa jadi kamu yang marah ? Terserah aku mau ketemu siapa dan mau di mana . Yang terpenting pekerjaanku selesai . Aku sama sekali tidak melanggar aturan di perusahaan camkan itu dan aku ga perlu tuh mengundurkan diri " jawab Hendri tegas .
" Berani ya kamu sekarang jawab perkataanku . Apa karena wanita ini kamu jadi tidak menghormati aku dan menjadi laki-laki yang bodoh seperti ini ? " kesal Yuda lagi .
" Jangan berani kamu menghina Ria . Dia wanita yang sangat baik . Wanita yang sangat terhormat jaga mulutmu " balas Hendri yang tidak kalah kesal .
" Terhormat ? wanita ini terhormat ? di lihat darimananya ? " jawab Yuda mengejek .
__ADS_1
" Cukup , berhenti " teriak Ria . Hendri yang akan menjawab perkataan Yuda pun terhenti .
" Jaga mulut anda tuan . Anda tidak berhak menilai saya seperti itu . Apa anda kurang puas sudah menghina saya waktu makan malam dulu ? saya punya salah apa sama anda sampai anda menilai saya seperti itu ? apa karna saya tidak berpendidikan tinggi ? apa karena saya dari kampung jadi anda bisa seenaknya menghina saya seperti ini ? " ucap Ria kencang .