
Tiga hari sudah Ria berada di dalam kamar kos untuk beristirahat agar badannya bisa sehat 100% lagi sebelum dia mulai berangkat kerja . Ria mulai merasa jenuh dan bosan karena tidak di ijinkan Arin untuk melakukan pekerjaan apapun .
Hari ini Arin pulang lebih awal karena toko tutup lebih awal . Bu Kartika si bos mendadak harus keluar kota untuk mengunjungi orang tuanya yang sedang sakit parah .
Arin berencana mengajak Ria untuk berjalan - jalan di taman dekat kos an . Arin tahu kalau sahabatnya itu pasti merasa bosan dan jenuh . Makanya dia berencana mengajak jalan - jalan agar Ria merasa terhibur .
" Assalamualaikum Ri " Arin mengucapkan salam saat masuk ke dalam kamar kos .
" Waalaikumsalam Rin , lho kok jam segini udah pulang ? " tanya Ria heran .
" Iya , tadi bu Kartika mendadak harus ke luar kota karena dapat kabar kalau ibunya sakit dan masuk rumah sakit . Semua karyawan di suruh pulang semua dan toko tutup . Makanya aku bisa pulang lebih awal deh " jelas Arin .
" Ooo begitu " balas Ria singkat dengan wajah yang masam .
" Kenapa mukamu asem begitu Ri ? kamu ga seneng aku pulang lebih awal ? " heran Arin .
" Bukan begitu Rin , aku seneng kamu pulang lebih awal aku jadi ada temennya . Cuman aku udah bosen banget nih di kamar engga bisa ngerjain apa - apa " ucap Ria .
" Aku tahu Ri , maafin aku ya yang udah ngelarang kamu ngapa - ngapain . Ini kan juga buat kebaikanmu sendiri biar cepat pulih lagi . Sekarang buat menebus kesalahanku , aku mau mengajak kamu jalan - jalan ke taman dekat kos sini kamu mau tidak ? " ucap Arin .
" Yang bener Rin ? kamu mau ajak aku keluar ? pasti aku mau lah . Bosen banget aku di kamar terus " ucap Ria antusias .
" Tapi bagaimana kondisi kamu sekarang ? aku ga mau gara - gara aku ajak keluar kamu jadi sakit lagi " tanya Arin .
" Alhamdulillah aku sudah sehat Rin . InsyaAllah aku sudah kuat . Rancananya besok aku mau mulai kerja " balas Ria .
" Alhamdulillah syukurlah kalau begitu . Ya udah sekarang kamu siap - siap dulu . Aku mau mandi sebentar setelah itu kita berangkat " pinta Arin .
" Aasshhiiap " Ria begitu bersemangat .
Arin pun segera mandi . Ria bersiap - siap engan riang gembira . Senyumnya tidak hilang dari wajahnya yang manis itu . Tak berselang lama Arin pun selesai membersihkan badannya dan berganti pakaian . Mereka memakai pakaian santai yang nyaman agar tidak mengganggu acara jalan - jalan mereka . Arin dan Ria pun tak lupa memoleh wajahnya dengan riasan tipis yang natural yang biasa mereka lakukan saat bekerja . Walaupun hanya jalan - jalan di taman tapi mereka tidak mau terlihat kucel .
Setengah jam berlalu mereka pun sudah siap untuk keluar dadi kamar kos .
" Kamu sudah siap Ri ? " tanya Arin .
" Sudah nih " jawab Ria dengan senyum yang terus berkembang .
" Kalau begitu ayo kita berangkat " ajak Arin .
" Let's go " seru Ria .
Arin tersenyum bahagia melihat sahabatnya begitu senang diajak jalan - jalan .
Mereka berdua berjalan riang melewati jalan yang mereka lalui . Mereka jalan berdampingan sambil berpegangan tangan dengan senyum yang terus mengembang di wajah mereka berdua .
Setelah 20 menit berjalan akhirnya mereka sampai di taman yang menjadi tujuan mereka .
Di taman begitu ramai , banyak orang yang datang ke sini apalagi ini hari sabtu pasti banyak orang yang menghabiskan waktu santai mereka berkumpul dengan orang terkasih .
" Ramai sekali ? kita mau duduk dimana Rin ?" tanya Ria .
" Ramai lah inikan hari sabtu pasti orang - orang menghabiskan waktu libur mereka di sini . Kita duduk di sana saja masih ada tempat duduk kosong dan ada pohonnya pasti sejuk kalau duduk di bawah pohon itu " ajak Arin .
" Oke " seru Ria .
Mereka pun berjalan menuju tempat yang akan mereka duduki .
Setelah sampai mereka langsung duduk dan melihat sekeliling mereka . Banyak orang berlalu lalang di depan mereka . Ada yang s3dang jalan santai dengan teman dan pasangannya , ada yang sedang jogging dan ada pula satu keluarga yang sedang duduk sambil mengawasi anak - anak nya yang sedang berlarian .
Ria yang melihat keluarga itu teringat akan keluarganya yang ada di kampung . Tiba - tiba hatinya terasa sedih saat mengingat kenangan bersama keluarganya itu . Sampai tak terasa air matanya mengalir begitu saja .
" Kamu kenapa Ri kok malah menangis ?" tanya Arin yang tidak sengaja melihat Ria menangis .
" Gapapa Rin , aku hanya rindu saja sama keluatgaku setelah lihat keluarga itu . Aku juga sudah lama juga tidak berkomunikasi dengan keluargaku itu " jawab Ria .
__ADS_1
" Kenapa sekarang kamu telepon saja keluargamu . Apalagi sekarang kamu sudah sehat kan " jelas Arin .
" Iya juga kenapa ga kepikiran " ucap Arin sambil nyengir .
" Dasar kamu Ri pelupa banget " ujar Arin sambil menggelengkan kepalanya .
Ria pun langsung mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya dan segera menekan nomor salah satu keluarganya . Beberapa kali ia coba tapi tidak ada satu pun nomer keluarganya yang di angkat .
" Kenapa semua ga ada yang mengangkat telepon dariku sih ?" Ria telihat takut dan panik .
" Mungkin mereka sedang sibuk Ri " hibur Arin .
" Tapi biasanya ibuku tidak pernah lepas dari ponselnya . Ponselnya selalu beliau bawa kemana pun " ucap Ria lagi .
" Mungkin ibu kamu sednag di kamar mandi jadi ponselnya tidak di bawa " Arin masih mencoba menghibur Ria .
" Iya juga , aku coba hubungi nanti lagi saja " ucap Ria .
Walaupun sebenarnya hatinya masih merasa gelisah .
Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang melihat interaksi mereka berdua .
" Akhirnya aku bisa melihatmu lagi "
" Kenapa kamu terlihat murung ? "
Arin melihat ada penjual es krim yang sedang mangkal di taman itu . " Ri , kamu mau es krim tidak ? aku lagi pengen es krim nih " ucap Arin .
" Boleh Rin , yang rasa coklat saja " jawab Ria .
" Oke aku beli dulu ya , kamu tunggu di sini sebentar " pinta Arin dan di balas anggukan sama Ria . Arin pun beranjak pergi meninggalkan Ria seorang diri .
Ada seorang laki - laki tidak di kenal mendekati Ria .
" Eh , maaf tapi itu tempat duduk sahabat saya apalagi saya juga tidak kenal dengan anda . Kalau boleh silahkan cari tempat lain " tolak Ria halus .
" Kalau belum kenal , ayo kita kenalan " pinta laki - laki itu .
" Maaf saya tidak terbiasa berkenalan dengan laki - laki asing . Kalau anda masih memaksa mau duduk di sini silahkan anda pakai saja saya yang akan pergi " ucap Ria tegas . Ria pun beranjak dari tempat duduknya .
Saat dia berdiri tiba - tiba tangannya di pegang oleh laki - laki asing itu .
" Ga usah pergi di sini saja sama saya cantik " ucap laki - laki itu sambil memegang erat pergelangan tangan Ria .
" Lepaskan tangan saya , jangan kurang ajar ya . Beraninya pegang tangan saya tanpa ijin dari saya " teriak Ria sambil berusaha melepaskan tangannya .
" Maaf saya kan cuma mau berkenalan sama kamu tapi kamu malah ketus sama saya " ucap laki - laki itu sambil melepaskan tangan Ria .
" Saya sudah bilang kan kalau saya tidak bisa dengan mudah kenal dengan laki - laki asing . Dan satu lagi saya tidak mau kalau di paksa " kesal Ria .
" Kenapa Ri , aku dengar kamu dari tadi teriak - teriak terus ? " tanya Arin yang tiba - tiba datang menghampiri Ria .
" Ini Rin ada laki - laki kurang ajar yang maksa buat kenalan sama aku dan sok akrab denganku . Dan dengan beraninya dia pegang - pegang tanganku tanpa seijin ku " adu Ria sangat kesal .
" Apa berani nya ? " seru Arin .
" Tidak seperti itu , saya cuma mau kenalan saja . Kalau tidak mau ya sudah , tidak perlu berteriak - teriak seperti itu . Jangan sok suci pasti kalian juga wanita - wanita murahan . Jangan sok jual mahal deh " ucap laki - laki itu .
" Apa yang anda katakan ? seenaknya menilai kami seperti itu . Anda itu yang kurang ajar seenaknya menilai kami seperti itu " emosi Ria
" Kurang ajar laki - laki ini . Dia yang salah malah ngatain kita " Arin mulai tersulut emosinya .
" Udah Rin ga usah di ladeni kita pergi aja dari sini . Bikin moodku ilang aja . Ayo kita pergi aja" ajak Ria .
" Mau kemana kalian , saya cuma mau kenalan saja malah kalian ngegas begitu . Sekarang saya mau kalian minta maaf sama saya dulu baru saya lepaskan kalian " ucap laki - laki itu sambil meraih tangan Ria lagi dan memegangnya sangat erat sampai Ria terlihat meringis kesakitan .
__ADS_1
" Lepasin tangan saya . Jangan bikin saya tambah marah ya , lepasin " berontak Ria yang membuat laki - laki itu semakin kencang memegang tangan Ria .
" Minta maaf dulu baru saya lepaskan " jawab laki - laki itu .
" Lepasin tangan sahabat saya , atau saya akan teriak biar orang - orang di sini menangkap anda " seru Arin sambil memukul - mukul tangan laki - laki itu .
" Teriak saja saya tidak peduli . Saya cuma mau kalian minta maaf dengan saya , baru saya lepaskan " ucap laki - laki itu sambil menyeringai .
" Lepas , sakit ini tangan saya . Yang salah itu anda kenapa kami yang harus minta maaf , lepas " ucap Ria .
" Tidak akan saya lepaskan "
Terjadilah tarik menarik antara Ria dan laki - laki asing itu dan tiba - tiba BUG BUG . . . .
Laki - laki itupun langsung tersungkur di tanah .
" Jangan kasar pada wanita dan jangan kurang ajar pada wanita ini . Beraninya pegang - pegang tangan wanitaku " seru laki - laki yang memukul laki - laki kurang ajar itu .
Ria dan Arin pun terkejut . Mereka memilih menghindar dari dua laki - laki yang sedang baku hantam itu .
" Kurang ajar beraninya kamu memukulku " seru laki - laki kurang ajar itu . Dan membalas pukulan dari sang pahlawan . Terjadilah perkelahian antara kedua laki - laki itu .
" Mas Hendri sudah mas " Ria mencoba melerai perkelahian kedua laki - laki itu .
" Mas sudah mas . Mas Hendri " Arin mencoba membantu Ria juga .
Hendri pun mendengar suara Arin akhirnya menghentikan aksinya yang sedang menghajar laki - laki itu . Ria dan Arin lega karena ada Hendri yang membantu mereka mengatasi laki - laki kurang ajar itu .
" Sudah mas , sudah " ucap Ria menenangkan .
" Laki - laki seperti ini tidak perlu di bela Ri , dia sudah seenaknya memperlakukanmu seperti itu . Minta maaf kamu sekarang sama wanita ini " ujar Hendri pada laki - laki itu yang sudah babak belur dibuat nya . Di tariknya kerah baju laki - laki itu dan segera ia dekatkan di depan Ria agar laki - laki itu bisa minta maaf kepada Ria .
" Maafkan saya ya mbak , saya tidak tahu kalau anda sudah mempunyai pasangan . Maafkan saya ya " ucap laki - laki kurang ajar itu .
" Iya mas saya maafkan , lain kali tolong hormati wanita lain yang baru anda kenal " jawab Ria bijak .
" Enak aja tidak semudah itu ferguso ini aku kasih hadiah kalau Ria tidak memberi hadiah BUG dan satu lagi BUG udah sekarang impas " ucap Arin sambil memukul wajah dan menendang di area pribadi laki - laki itu .
" Iuh pasti ngilu tuh , garang juga wanitaku ini " gumam Hendri dalam hati .
" Udah ih Rin kamu kasar banget " ucap Ria .
" Biar kapok Ri dan besok - besok lagi biar bisa memghargai wanita " jawab Arin .
" Sana pergi kamu jauh - jauh dari sini " ucap Hendri smabil menghempaskan badan laki - laki itu .
Hendri pun langsung terduduk di bawah saat kepalanya terasa agak pusing karena terkena pukulan laki - laki tadi .
" Mas Hendri , mas gapapa ? " tanya Ria panik .
" Engga apa - apa Ri , cuma agak pusing sedikit tadi kena pukulan laki - laki itu " jawab Hendri sambil memijat kening kepalanya .
" Aku belikan air minum dulu ya Ri " pamit Arin dan di balas anggukan Ria .
" Mas Hendri sedang apa di sini ? kok bisa pas ya " tanya Ria .
" Aku tadi sedang jalan - jalan aja Ri . Setiap libur kerja aku selalu menyempatkan waktu datang ke sini buat nyari suasana baru . Bosen di apartemen terus " jawab Hendri .
" Ini Ri air minumnya " ucap Arin yang tiba - tiba muncul .
" Terimakasih Rin , ini mas diminum dulu biar cepet ilang pusingnya " ujar Ria .
Hendri pun meminum air yang sudah di belikan Arin tadi sambil tersenyum .
" Perhatian juga wanitaku ini " gumamnya dalam hati .
__ADS_1