Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Selamanya Bersamamu


__ADS_3

Sudah 3 hari ini Ria hanya di rumah saja setelah kejadian diikuti orang malam itu . Ria masih merasa takut kalau keluar rumah sendirian . Yuda memahami kecemasan sang istri . Dia dan Hendri masih berusaha untuk mencari orang yang mengikuti istrinya itu .


Hari ini adalah peringatan 40 hari ayah Ria . Sudah sejak pagi Ria sibuk mempersiapkan keperluannya dan sang suami . Rencananya Yuda , Ria dan kedua orang tua Yuda akan berangkat pagi ini setelah sholat subuh . Sedangkan Hendri akan menyusul siang harinya memakai mobil pribadinya sendiri .


Mereka tidak bisa datang di hari sebelumnya karena pekerjaan Yuda yang masih banyak itu . Yuda sengaja menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum dia mengambil cuti . Yuda ingin saat dia cuti tidak terganggu dengan pekerjaan nya .


Terhitung mulai hari ini Yuda sudah libur kerja . Yuda mengambil cuti selama 3 minggu . Dia ingin membantu persiapan acara pernikahan dan setelahnya dia akan mengajak Ria berlibur .


Pagi ini , setelah sholat subuh Ria memasukan baju gantinya dan sang suami ke dalam koper kecil . Sedangkan Yuda sedang mengecek kendaraan yang akan dia bawa . Sedangkan kedua orang tua Yuda juga masih bersiap - siap di dalam kamar mereka .


Setelah semua persiapan telah selesai , Yuda pun membantu Ria untuk membawa koper ke dalam mobil . Yuda dan Ria menunggu kedua orang tuanya di meja makan . Bi Sari sudah menyiapkan saralan untuk mereka semua .


Tak berselang lama Lina dan Hanan pun keluar dari kamar mereka dan menghampiri kedua anaknya .


" Selamat pagi anak - anak kesayangan Mama ." sapa Lina sambil menarik kursi untuknya duduk .


" Selamat pagi Ma , Pa ." balas Yuda dan Ria bersamaan . Mereka menunggu kedua orang tuanya .


" Kalian sudah siap ? " tanya Lina .


" Sudah Ma , koper kami sudah ada di dalam mobil . Koper Mama dan Papa mana biar Yuda masukkan ke dalam mobil sekalian ? " tanya Yuda . Ria sedang mengambilkan makanan untuk suaminya .


" Mama engga bawa koper Yud , Mama hanya membawa 1 tas sedang saja . Itu sudah di masukan sama Bi Sari . Mama kan cuma menginap 1 malam saja di sana . Jadi tidak perlu bawa banyak baju . " balas Lina sambil mengambilkan makanan untuk sang suami .


" Kalian rencana mau menginap berapa hari di sana ? " tanya Hanan sambil memakan sarapannya .


" Kami paling 2 malam saja di sana Ma . Nanti kami pulang ke sini sekalian bersama - sama ibu dan adik - adik . " balas Yuda .


" Iya jangan lama - lama nanti Mama pusing sendiri di sini . " timpal Lina .


" Iya Ma . " jawab Yuda . Ria hanya mendengarkan percakapan suaminya dengan kedua mertuanya itu sambil fokus dengan makanannya .


Mereka pun melanjutkan sarapannya sampai selesai . Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat ke kampung halaman Ria . Kali ini Yuda sendiri yang akan mengendarai mobilnya .


Yuda , Ria dan kedua orang tuanya pun keluar rumah menuju mobil setelah berpamitan dengan Bi Sari . Mereka pun masuk ke dalam mobil , Ria duduk di depan di samping sang suami yang menyetir sedangkan Lina dan Hanan duduk di bangku belakang penumpang .


Setelah semuanya siap , Yuda pun menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Hanandi . Dengan kecepatan sedang mobilpun melaju dengan santai .


Di dalam mobil mereka saling bercerita dan bersendau gurau . Ria merasa senang karena memiliki mertua yang begitu menyayanginya . Ria pun juga merasa beruntung karena dicintai oleh seorang Yuda Hanandi Saputro yang terkenal dingin , tegas dan kaku .


Ria menatap sang suami yang sedang fokus melihat jalan di depannya . Ria terpesona melihat penampilan Yuda hari ini . Walaupun setiap hari melihatnya tapi tidak membuatnya bosan terpesona dengan tampilan sang suami . Hari ini Yuda memakai pakaian santai . Kaos berkerah dipadu padankan dengan celana jeans panjang . Tak lupa Yuda juga memakai jam tangan bermerk kesayangannya serta topi . Walaupun umur Yuda sudah dewasa tapi dengan tampilannya yang seperti itu membuatnya terlihat lebih muda .


Tak mau kalah dengan sang istri . Diam - diam Yuda melirik ke arah istrinya curi - curi pandang ke arah istrinya itu . Yuda selalu terpesona dengan sang istri yang sederhana itu . Itu adalah salah satu sifat Ria yang disukai oleh Yuda . Saat ini Yuda juga merasa terpesona dengan pakaian yang di kenakan oleh Ria . Di rasa apa yang dikenakan Ria hari sangat pas dan tidak berlebihan . Hari ini Ria juga mengenakan pakaian santai . Kemeja panjang kotak - kotak berwarna coklat tua dipadu padankan dengan celana kain berwarna krem . Ria juga menggerai rambut panjangnya yang berponi dan hanya di hias memakai bando berwarna putih tak lupa Ria juga memoles wajahnya dengan riasan natural kegemarannya membuat wajahnya lebih segar .


" Cantik sekali istirku ini . " gumam Yuda dalam hati .


" Mas nanti kalau sudah mau sampai kita mampir ke toko kue sebentar ya , aku ingin membelikan kue kesukaan ibu sebagai oleh - oleh . " pinta Ria .


" Iya sayang . " jawab Yuda .


Setelah menempuh perjalanan hampir 6 jam mereka pun telah sampai di batas wilayah kampung Ria . Yuda pun menghentikan laju mobilnya saat sampai di toko kue yang Ria tunjukkan . Ria dan Yuda pun keluar sebentar untuk membeli kue , sedangkan Hanan dan Lina menunggu mereka di dalam mobil .


" Mama senang sekali melihat hubungan mereka semakin hari semakin mesra seperti itu . Mama sempat takut hubungan mereka tidak akan pernah baik . " ucap Lina kepada sang suami sambil melihat ke arah Ria dan Yuda yang berjalan masuk ke arah toko kue .


" Iya Ma , Papa juga melihat kalau sekarang mereka bahagia dengan pernikahannya . Papa sempat khawatir Ria tidak akan pernah menerima Yuda sebagai suaminya . Tapi sekarang Papa melihat mereka begitu mesra dan bahagia menjalani kehidupan mereka . Papa sangat bersyukur dan bahagia sekali . " balas Hanan .


" Iya Mama pun juga sangat bersyukur sekali akhirnya memiliki menantu sesuai dengan kriteria Mama . Semoga pernikahan mereka samawa ya Pa . Mama selalu berdoa untuk kebahagiaan anak - anak kita itu . Semoga mereka selalu hidup bahagia dan rukun . " ucap Lina lagi .

__ADS_1


" Aamiin . . . " Hanan mengamini ucapan sang istri . Bersamaan dengan itu Ria dan Yuda selesai membeli kue dan berjalan ke arah mobil mereka lagi . Mereka pun membuka pintu mobil dan masuk .


" Maaf ya Pa Ma jadi menunggu lama . " ucap Ria sungkan . Yuda pun menjalankan mobilnya lagi .


" Ah tidak apa - apa sayang , tidak lama kok kalian pergi jadi santai saja . Kamu membeli kue apa ? " tanya Lina .


" Ini ada kue brownis kesukaan Dinda sama kue Marmer kesukaan ibu Ma . " balas Ria .


" Wah pasti mereka senang . " ucap Lina lagi .


" Iya Ma . " balas Ria singkat .


Tak berselang lama mereka pun telah sampai di kampung halaman Ria . Ria merasa sudah tidak sabar bertemu dengan sang ibu dan kedua adiknya . Senyum bahagia terus terukir di bibirnya .


" Kamu bahagia sayang ? " tanya Yuda yang melihat senyuman Ria .


" Iya mas , aku sudah tidak sabar bertemu mereka . Rasanya sudah lama sekali tidak bertemu mereka . Padahal baru 40 hari kami berpisah . " ucap Ria terkekeh .


" Aku senang kalau melihatmu terus tersenyum seperti ini . " ucap Yuda lagi dan membuat Ria tersipu malu .


Mobil Yuda pun berhenti tepat di depan rumah orang tua Ria . Tanpa menunggu yang lain , Ria pun segera keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumahnya sambil membawa plastik berisi kue yang tadi ia beli . Yuda dan kedua orang tuanya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ria .


" Sebegitu kangennya istrimu dengan keluarganya sampai lupa sama kita . " ucap Lina tersenyum .


" Maklumi saja Ma , dia tidak pernah jauh dengan keluarga jadi ya begitu . " balas Yuda .


Yuda , Lina dan Hanan pun berjalan menyusul Ria . Bu Dewi yang melihat kedatangan Ria pun menyambut menantu dan besannya di teras rumah .


" Assalamualaikum bu , apa kabar ? " tanya Yuda setelah mengucapkan salam sambil mencium punggung tangan sang mertua .


" Alhamdulillah seperti yang ibu lihat aku sehat bu . " balas Yuda .


" Syukurlah . Selamat datang Tuan Hanan dan ibu Lina . " ucap Bu Dewi menyambut sang besan .


" Terimakasih Bu , apa kabar ? " tanya Lina sambil cipika cipiki .


" Alhamdulillah baik bu . Ayo silahkan masuk , kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh . Monggo silahkan masuk . " ajak Bu Dewi kepada Yuda dan kedua orang tuanya .


" Terimakasih bu . " balas mereka bersamaan .


Yuda , Lina dan Hanan pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tengah . Bu Dewi menemani mereka . Ria yang sudah masuk terlebih dahulu pun keluar dengan membawa minuman serta makanan kecil untuk suguhan sang mertua .


" Silahkan Pa , Ma di minum tehnya . " ucap Ria sambil menaruh cangkir - cangkir berisi teh di depan Hanan dan Lina .


" Terimakasih sayang . Kamu tadi lari duluan karena mau membuatkan kami minuman dulu ?" tanya Lina menggoda Ria .


" Tidak Ma , Ria tadi tidak sabar ingin segera bertemu ibu . " balas Ria malu sambil merangkul sang ibu dari samping .


" Oh mentang - mentang sekarang dekat sama ibu jadi lupa sama Mama ya . " goda Lina lagi sambil menahan senyumnya .


" Eh . . . bukan begitu Ma , tapikan Ria - ." ucapan Ria terpotong .


" Jangan kamu masukkan ke dalam hati Ri , Mama kamu ini lagi menggodamu saja . " ucap Hanan memotong ucapan Ria sambil tersenyum .


" Hahaha . . . muka kamu kalau panik lucu sekali . " ucap Lina tertawa sambil menunjuk ke arah Ria .


"Mama . . . ih . " ucap Ria sedikit kesal karena di goda oleh ibu mertuanya .

__ADS_1


Yuda dan Hanan pun ikut tersenyum melihat kedekatan ibu mertua dan menantu itu .


" Makanya jangan suka menggoda orang . Sekarang gantian kan kamu yang di goda . Kamu suka jahil sih . " ucap Bu Dewi .


" Siapa juga yang suka jahil , hanya perasaan ibu saja . " ucap Ria membela diri .


" Iya bu , Ria jahil banget . Suka menggoda saya kalau di rumah . " ucap Yuda menimpali .


" Maaasss . . . " ucap Ria geram sambil melotot ke arah suaminya . Yuda hanya terkekeh melihat reaksi sang istri .


" Heee . . . ga boleh melotot ke suami begitu ." ucap Bu Dewi sambil membasuh wajah Ria memakai tangannya .


" Ibu jangan bela mas Yuda terus dong . " keluah Ria .


" Siapa yang membela ? wong kenyataannya emang kamu jahil . " ucap Bu Dewi menambah kekesalan di hati Ria . Yuda , Hanan dan Lina pun tertawa melihat wajah Ria yang menahan kesal .


Ria yang kesal pun ngambek lalu berjalan ke arah belakang . Yuda yang melihat sang istri lagi marah memilih mengejarnya .


" Sebentar Pa , Ma dan ibu , Yuda mau ngejar Ria dulu . Berabe kalau tidak di kejar bisa - bisa Yuda di suruh tidur di luar nanti . " ucap Yuda sambil berdiri .


" Ya sana kejar dia biar engga ngambek lagi . " balas bu Dewi . Yuda pun pergi dan mengejar Ria ke belakang .


Bu Dewi , Hanan dan Lina melihat kepergiaan anak - anaknya .


" Alhamdulillah ya Bu , saya lihat hubungan Ria dengan nak Yuda sudah mencair . " ucap Bu Dewi yang melihat ke arah punggung Yuda .


" Iya bu saya juga bersyukur mereka bisa seperti itu . Di rumah juga mereka seperti itu bu mesra dan harmonis . Semoga hubungan mereka terus seperti ini sampai tua nanti ya bu . " ucap Lina berharap .


" Aamiin . . . kita doakan saja mereka terus ya bu . " balas Bu Dewi lagi .


Di belakang rumah , Ria sedang duduk di atas bale . Dia sedang memandang ke depan kebun milik sang ibu dengan fikiran entah kemana . Di dalam hati nya terbesit rasa rindu kepada sang ayah .


" Ayah , Ria kangen sekali dengan ayah . Sekarang di sini tidak ada yang akan membelaku seperti ayah . Ria rindu duduk di sini bersama ayah . " ucap Ria lirih tak terasa air matanya menetes . Ungkapan hati Ria itu masih bisa di dengar Yuda yang sudah berada di samping belakang Ria .


" Sayang . . . " panggil Yuda kepada Ria sambil memegang bahu Ria .


Dengan cepat Ria menyeka air matanya dan melihat sebal ke arah sang suami .


" Kenapa mas kesini ? " tanya Ria tanpa melihat ke arah Yuda . Yuda pun berjalan ke depan Ria dan berjongkok untuk bisa menatap wajah sang istri .


" Maafkan aku , aku tadi hanya menggodamu saja . Supaya kamu tidak terlalu teringat oleh ayahmu . Aku tidak mau kamu bersedih lagi karena mengingat ayah Satria lagi . " ucap Yuda lembut .


" Aku tidak marah jadi tidak perlu meminta maaf ." balas Ria sambil melihat ke arah suaminya .


" Sampai kapanpun aku akan tetap mengingat ayahku . Walaupun terasa sesak di dada tapi aku sudah mengikhlaskan kepergiannya . Jadi jangan takut aku tidak akan bersedih lagi . " ucap Ria meyakinkan .


" Aku percaya kamu wanita yang kuat , tangguh dan tegar . Tapi harus selalu kamu ingat , ada aku di sampingmu yang siap menghapus semua air matamu . " ucap Yuda sambil menghapus air mata Ria dengan tangannya .


Ria pun tersenyum , " terimakasih . " balas Ria .


" Sekarang gantian aku yang akan menemani mu duduk di sini . " ucap Yuda sambil berdiri dan duduk di samping Ria .


Ria pun tersenyum . Yuda dengan lembut merangkul bahu Ria dan Ria pun membalasnya dengan menyandarkan kepalanya di dada sang suami . Mereka menikmati suasana kebun di siang itu . Walaupun terasa panas tapi tidak mengganggu kedekatan mereka .


" Semoga kita akan selalu seperti ini sampai maut memisahkan kita ya . " ucao Yuda berharap sambil membelai keoala Ria dengan lembut .


" Aamiin . . . " balas Ria .

__ADS_1


__ADS_2