
Hari ini Ria begitu bersemangat untuk bekerja . Tak terasa sudah 1 bulan ia dan Arin bekerja dan ini waktunya mereka gajian untuk pertama kalinya . Saking bersemangatnya , sejak dari kos Ria bersenandung dan tak lupa senyum terus berkembang dari bibir manisnya itu .
" Kamu kenapa Ri dari tadi pagi aku perhatiin kayak yang bahagia banget ? ada apa sih ? cerita dong sama aku " tanya Arin yang sedang menyapu yang merasa heran dengan tingkah sahabatnya itu .
" Ah tidak ada apa - apa kok Rin , aku hanya lagi senang aja " jawab Ria asal sambil tangannya sedang mengelap etalase .
" Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita denganku " ucap Arin yang cemberut melihat tingkah sahabatnya itu .
Ria pun melihat ke arah Arin , " jangan marah dong Rin , aku dari tadi terlihat bahagia karena hari ini adalah hari gajian pertama kita . Aku sudah menunggu lama momen ini " hibur Ria .
" Ooo cuma karena itu . Aku kira ada apa " balas Arin .
" Iya , emang kamu kira apa yang bikin aku sebahagia ini ?" heran Ria .
" Aku kira kamu bahagia karena lagi jatuh cinta apalagi sudah 1 minggu ini ada yang datang menemuimu , mengajakmu jalan dan makan bersama " balas Arin asal sambil tangannya yang masih memegang sapu bergerak maju dan mundur serta ke kanan dan kiri .
" Apa maksud kamu ? aku sedang jatuh cinta ? sama siapa ? Mas Hendri ? " tanya Ria bingung .
" Ya iya sama siapa lagi kamu pergi sepulang kerja , kalau siang siapa yang mengajak makan siang bersama . Aku rasa kalian berdua ada hubungan . Benarkan yang aku katakan ini ?" balas Arin .
" Oh itu , mungkin benar mungkin juga salah . Aku memang sering jalan berdua dengannya cuma yang aku rasain biasa saja " jawab Ria datar .
" Tapi aku lihat dari raut wajah Mas Hendri dia menyimpan kekaguman kepadamu Ri " ucap Arin .
" Kok kamu tahu ? hayo kamu sering memperhatikan Mas Hendri ya ? " goda Ria .
" Ehh eng-nggak kok Ri ini hanya perkiraanku saja . Mana ada aku sering memeperhatikannya memang siapa aku ?" kilah Arin .
" Jangan bohong deh Rin . Dari raut wajahmu terlihat kok kalau kamu sedang cemburu ya " Ria menggoda Arin lagi . Yang di goda pura - pura menyapu dan menunduk agar tak terlihat raut wajahnya yang memerah menahan malu .
" Siapa juga yang cemburu , aku tidak tertarik dengan laki - laki seperti itu . Dia bukan tipeku lah Ri " jawab Arin yang masih menundukkan kepalanya .
" Bener nih ga ada rasa ? berarti kalau aku dan Mas Hendri jalan atau ada hubungan jangan marah ya " goda Ria lagi .
" Silahkan saja aku ga ada masalah tuh . Aku malah seneng kalau kamu jadian sama Mas Hendri kalian berdua pasangan yang cocok kok . Sudah ah aku selesaiin kerjaan di dapur dulu " jawab Arin sambil melangkah pergi masuk ke dapur .
Ria yang ditinggalnya hanya bisa memandang kepergian Arin . " Tidak Rin , aku tidak akan merebut laki - laki yang kamu suka . Apalagi Mas Hendri juga lebih menyukaimu ketimbang aku . Kami melakukan drama seperti ini hanya untuk membalas dan menghukum laki - laki dingin itu saja . Jika nanti tepat waktunya dan tujuan kami sudah tercapai akan kami jelaskan kepadamu . Maafkan aku Rin , semoga kelak kamu akan paham " Ria berkata dalam hati sambil memandangi kepergian Arin ke dapur .
Ria pun melanjutkan pekerjaannya . Tepat pukul 08.00 toko sudah siap menerima tamu . Ria dan Arin pun sudah siap di posisinya masing - masing .
Tak berselang lama , tamu pertama hari ini pun datang . Dia memesan beberapa kue dan puding untuk di bawa pulang . Setelah selesai tamu itupun keluar dari toko . Setelah itu tamu pun silih berganti keluar masuk seperti hari - hari sebelumnya .
Ria dan Arin pun di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing - masing . Saat jam makan siang tiba kesibukan mereka pun bertambah sibuk . Ria dan Arin sudah mulai terbiasa dengan keadaan itu .
Saat suasana agak sepi , Arin dan Ria pun memanfaatkan itu untuk beristirahat sebentar . " Ri , nanti kalau boleh aku dulu ya yang istirahat " pinta Arin membuka percakapan antara mereka .
" Tumben Rin , kenapa kamu tidak apa - apa kan ?" tanya Ria .
" Aku ga kenapa - kenapa kok Ri . Cuma hari ini ga tau kenapa badanku kurang enak aja . Mungkin pengaruh lagi hari pertama haid jadi rasanya ga enak aja " jawab Arin lemas .
" Ya udah nanti kamu dulu aja istirahat . Sekarang aja istirahat Rin , muka kamu kelihatan lesu banget . Udah sana istirahat aja dulu mumpung toko lagi sepi " bujuk Ria .
__ADS_1
" Ya sudah aku istirahat dulu ya Ri . Kamu tidak apa - apa kan aku tinggal sendirian ? " tanya Arin .
" Aku ga apa - apa Rin , santai saja . Udah sana istirahat " ucap Ria . Arin pun hanya membalas dengan anggukan kepala saja .
Ria pun menunggu tamu sambil beres - beres meja yang sudah dipakai oleh tamu . Sesaat kemudian pintu toko terbuka .
" Selamat siang selamat datang di toko kami silahkan ada yang - " ucapan Ria terputus karena yang masuk adalah 2 laki - laki yang Ria kenal . Yang 1 Yuda dan yang 1 lagi adalah Hendri .
Hendri yang tidak menghiraukan Yuda pun langsung mendatangi Ria yang sedang mengangkat nampan yang berisi piring dan gelas kotor .
" Siang Ri , sini aku bantu " sapa Hendri sambil merebut nampan yang di pegang Ria .
" Eh ga usah mas " tolak Ria .
" Ga apa - apa Ri lagian ini berat . Aku kasian lihat kamu " bujuk Hendri .
" Ya udah deh terimakasih ya Mas ku " ucap Ria sambil menggoda Hendri . Ria pun mengikuti Hendri untuk mengambil buku menu . Ria mau beranjak untuk menemui tamu nya itu untuk menanyai pesanan yang Yuda inginkan .
Tiba - tiba dari belakang , Hendri dengan sengaja merangkul bahu Ria saat berjalan menuju meja yang Yuda duduki . Dan mereka berdua pun terlihat saling pandang dan tertawa bersama entah apa yang mereka bicarakan .
Saat sampai di meja Yuda , Hendri pun melepaskan tangannya dari bahu Ria .
" Selamat siang tuan , silahkan ini menunya . Mau pesan apa ? " tanya Ria sopan .
" Aku pesan Espresso coffe 1 sama Cake Tiramitsu nya 1 potong ya Ri " pinta Hendri .
" Baik mas , anda pesan apa tuan ?" ucap Ria .
" Americano 1 sama Croisant Butter 2 " jawab Yuda datar .
" Oh itu aku minta salad buah nya 1 ya " pinta Hendri .
" Baik Masku " balas Ria sambil tersenyum kepada Hendri . " Kalau sudah tidak ada tambahan lagi saya permisi dulu dan mohon tunggu sebentar ya " ucap Ria .
" Terimakasih ya Ri " balas Hendri sedangkan Yuda hanya fokus dengan ponselnya saja .
Ria pun menyiapkan pesanan Yuda dan Hendri . Setelah siap Ria pun mengantarkan ke meja Yuda dan Hendri . Ria pun meletakkan pesanan Yuda dan Hendri di atas meja mereka .
" Silahkan tuan - tuan . Selamat menikmati " ucap Ria .
" Terimakasih cantik " balas Hendri . Yuda hanya memandang jengah dengan sikap Hendri ke Ria . Ria pun hanya membalas dengan senyuman .
Saat Ria akan balik ke tempatnya masuk seorang wanita dan memandnag tak suka kepada Ria . Wanita itu langsung menuju ke meja Yuda dan Hendri .
" Hai Yud , hai Hen apa kabar kalian ? " sapa wanita itu .
" Kabarku baik Al " balas Hendri . Yuda hanya menghela napasnya panjang .
" Ngapain kamu di sini ? " tanya Yuda ketus .
" Aku tadi ke kantor kamu terus sekretaris kamu bilang kamu ada di sini . Aku kangen sama kamu Yud . Aku mau ajak kamu nonton bioskop dan jalan - jalan saja . Kita sudah lama lho ga jalan " ajak Alma memaksa sambil tangannya merangkul lengan Yuda .
__ADS_1
" Aku sedang sibuk Ma . Banyak kerjaan yang harus aku selesaiin " jawab Yuda datar .
" Ayolah Yud , temani aku . Kita sudah lama lho tidak bertemu , apa kamu tidak kangen denganku ?" tanya Alma .
" Tidak " jawab Yuda singkat .
" Aku tunggu di sana ya Yud , males di sini aku cuma jadi nyamuk " Hendri beranjak dari duduknya dan meninggalkan Yuda yang hanya diam saja . Hendri memilih pindah dan duduk menemani Ria yang sedang duduk menunggu tamu yang datang .
" Aku boleh duduk di sampingmu Ri ? " tanya Hendri .
" Oh mas Hendri , silahkan mas . Kenapa pindah mas ?" tanya Ria .
" Males di sana ada nenek lampir . Bikin selera makanku hilang " jawab Hendri , Ria tertawa mendengar ucapan Hendri .
" Mas Hendri bisa aja sih . Nenek lampir kok cantik dan seksi begitu " balas Ria .
" Cantik darimananya , kelihatan tua begitu . Apalagi sifatnya itu bikin orang darah tinggi Ri " ucap Hendri lagi .
" Hahahaha mas Hendri ih jangan begitu ga baik " ucap Ria sambil tertawa kencang . Hendri pun ikut tertawa .
Tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka berdua yang malah asyik bersendau gurau . 2 pasang mata itu adalah Arin dan Yuda . Ria dan Hendri terlihat saling bercanda dan tertawa bahagia .
" Ri , nanti malam kan malam minggu aku pengen mengajakmu keluar malam mingguan kamu mau tidak ? " ajak Hendri .
" Mau ngajak kemana dulu nih ? " tanya balik Ria .
" Aku pengen mengajak kamu nonton bioskop terus jalan - jalan dan makan malam , bagaimana kamu mau kan ? " jawab Hendri .
" Hhmm boleh mas tapi nanti pilangnya jangan malam - malam ya kasihan Arin kalau sendirian di kos " jawab Ria balik .
" Iya iya aku tahu kok " balas Hendri lagi .
" Kalau begitu nanti aku jemput jam 7 ya . Jangan lupa kamu dandan yang cantik biar aku bahagia " goda Hendri .
" Ah mas Hendri bisa saja . Aku ga suka dandan mas " ucap Ria sambil memukul pelan bahu Hendri . Dengan seiring waktu hubungan Hendri dan Ria semakin dekat . Bahkan orang - orang yang melihat mereka berdua pasti akan menilai kalau mereka berdua memiliki hubungan .
Arin yang masih terdiam memperhatikan Ria dan Hendri akhirnya tersadar dan keluar dari dapur . Arin pun menghampiri Ria dan Hendri .
" Ri , aku sudah selesai istirahatnya sana gantian kamu yang istirahat " ucap Arin .
" Kamu belum makan siang Ri ? " tanya Hendri .
" Belum mas , tadi Arin dulu yang istirahat baru kita gantian istirahatnya " jawab Ria .
" Ya sudah sana kamu istirahat dan makan siang dulu aku tunggu di sini " balas Hendri .
" Ga apa - apa mas aku istirahatnya nanti saja . Lagian aku juga belum capek kok " tolak Ria .
" Ga boleh begitu kamu harus makan dan istirahat " balas Hendri lagi .
" Ga ah mas aku - " ucapan Ria terpotong karena tiba - tiba Hendri menyuapi Ria dengan sepotong roti yang ia ambil dari dlaam etalase .
__ADS_1
" Nih di makan kamu kalau hanya di suruh bisanya hanya melawan saja " sambil tangannya dengan lembut menyuapi Ria . Ria pun dengan senang hati menerima suapan dari Hendri itu .
Entah kenapa membuat mata Yuda yang dari tadi memandangi interaksi Ria dan Hendri menjadi merah menahan amarah . Karena merasa kesal Yuda pun tiba - tiba beranjak dari duduknya , mengeluarkan uang dan segera meninggalkan meja dan keluar toko . Kejadian itu mengagetkan semua orang yang ada di situ . Tak terkecuali Alma , Hendri , Ria dan Arin . Alma yang terkejut di tinggal sendirian pun berlari mengejar Yuda keluar ke toko . Arin yang sedang mengelap meja di sebelah Yuda tak luput dari keterkejutannya . Sedangkan Hendri dan Ria hanya terkejut sebentar setelah itu sikap mereka biasa saja . Di dalam hati Ria hanya berkata " Ini baru permulaan anda sudah terbakar emosi . Tunggu pembalasanku selanjutnya " . Melihat Yuda keluar dengan amarah , Ria hanya tersenyum tipis dan sinis melihatnya .