Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Hanandi Family


__ADS_3

Yuda Hanandi Saputro pria 30 tahun adalah putra tunggal pemilik perusahaan property terkenal di negeri ini . Yuda adalah putra dari sepasang suami istri Hanan Sanjaya dan Sarlina Hendi . Hanan Sanjaya adalah pendiri Hanandi Jaya Group . Hanan merintis usahanya itu dari nol . Dengan kegigihan dan keuletannya , Hanan berhasil mendirikan perusahaan yang sukses dalam waktu singkat . Dukungan dari istri yang ia nikahi 31 tahun yang lalu itu menambah semangat yang tinggi dalam merintis usahanya itu . Sarlina Hendi adalah seorang wanita cantik , sopan , sederhana dan mandiri . Hanan dan Lina bertemu pertama kali di sebuah taman . Saat itu Lina yang sedang berjualan makanan , mencuri perhatian Hanan . Hanan yang mencuri pandang pada Lina merasa terpesona dengan kecantikan Lina muda itu . Rambut yang panjang tergerai indah mengikuti angin yang berhembus , kulit putih yang bersih dengan tinggi badan di atas rata - rata wanita Asia dan tubuh yang langsing seperti model menambah kesempurnaan di mata Hanan .


" Cantiknya gadis itu " gumam Hanan dalam hati . Hanan pun membuat misi agar bisa berkenalan dan dekat dengan Lina . Hanan berpura - pura menjadi pembeli di lapak Lina .


" Selamat siang , selamat datang silahkan tuan mau beli apa ? " ramah Lina . Di sini Lina berjualan bermacam - macam makanan tradisional .


" Ini kue apa mbak ? " tanya Hanan


" Ini kue lapis tuan " jawab Lina


" Boleh saya coba dulu ?"


" Boleh tuan , asal nanti di bayar saja "


" Pasti saya bayar " janji Hanan


Hanan pun mencoba kue yang ia tunjuk tadi , sambil melirik - lirik Lina yang sedang melayani pembeli yang lain .


" Hmmm enak , manis . Saya mau ini 15 biji ya . Sama risol mayo nya 10 dan brownies nya yang itu 10 ya " Hanan sambil menunjuk - nunjuk kue yang di inginkannya .


" Oke tuan saya siapkan dulu " ucap Lina


" Jangan panggil tuan dong saya masih muda lho " pinta Hanan


" Lhah saya harus panggil apa ? saya ga tau nama tuan , dan kalau saya hanya memanggil nama saja , saya rasa kurang sopan tuan "


" Kalau belum tahu namaku sekarang kita kenalan saja . Namaku Hanan , namamu siapa ?" tanya Hanan


" Nama saya Sarlina dan biasa di panggil Lina tuan " jawab Lina


" Jangan panggil tuan dong , coba cari yang lain " pinta Hanan


" Mau dipanggil apa dong abang , mas , kakak atau uda ? saya juga bingung " bingung Lina


" Hhhhmmmm panggil mas aja ya kedengarannya lebih baik " pinta Hanan .


" Yes , misi pertama berhasil " gumam Hanan dalam hati .


" Ya udah deh terserah , ini pesanannya jadi semuanya 80 ribu " Lina sambil memyerah kan kantong plastik .


" Oke , ini " Hanan menyerahkan 1 lembar uang berwarna merah .

__ADS_1


" Ini kembaliannya " Lina menyerahkan iang kembaliannya .


"Buat kamu aja "


" Tidak tuan eh mas saya jualan tidak meminta - minta , ini kembaliannya . Kalau tuan eh mas mau memberi uang itu silahkan berikan pada orang lebih berhak saja " tolak Lina


Hanan tertegun dengan penolakan Lina . Dia merasa salut dengan prinsip yang Lina miliki .


" Ini tuan " ucap Lina lagi


" Kok manggil tuan lagi , ya udah saya terima . Besok - besok kalau saya butuh kue , saya pesan di tempatmu saja ya , boleh ga saya minta no handphone mu biar gampang kalau mau pesan kue " modus Hanan selanjutnya


" Eh maaf saya belum terbiasa . Boleh ini ada kartu nama ku sudah ada no hp nya juga " jawab Lina polos .


" Oke terimakasih , sampai jumpa " Hanan meninggalkan lapak Lina dengan sumringah .


" Sama - sama " jawab Lina sambil tersenyum


Hanan berjalan sambil terus tersenyum . Akhirnya misi yang ia buat untuk mengenal lebih dekat wanita itu pun berhasil .


Lina yang tidak tau modus dari Hanan hanya mengikuti saja apa maunya Hanan .


Setelah 6 bulan , mereka pun semakin dekat . Sekarang Hanan lebih mengenal sifat Lina yang penuh keceriaan dan candaan sangat melengkapi sifat Hanan yang kaku dan dingin . Dan dalam waktu 1 tahun pun , Hanan memantapkan hatinya untuk melamar Lina . Dan setelah mengenal Hanan lebih dalam , Lina pun menerima lamaran Hanan itu .


" SAH " seru semua orang


Ijab kabul yang Hanan ucapkan pun meresmikan hubungan mereka .


Setelah 2 bulan menikah , kabar gembira kehamilan Lina menambah kebahagiaan di hidup Hanan . Walaupun waktu itu kehidupan mereka pas - pasan tapi tidak membuat Lina menyerah . Ia memahami keadaan suaminya yang sedang merintis usahanya . Setelah menikah Lina masih membuka lapak jualannya untuk membantu Hanan dalam segi ekonomi . Tak lupa ia selalu menyemangati suaminya agar tidak putus asa . Inilah yang membuat Hanan terus bersemangat mencari nafkah untuk keluarganya .


Dalam waktu singkat 8 bulan , usaha Hanan mulai terlihat hasilnya . Hanan pun sudah bisa memenuhi semua kebutuhan istrinya . Dan Lina memutuskan untuk berhenti berjualan kue seiring dengan perutnya yang semakin membesar . Ini pun dengan persetujuan Hanan . Hanan tidak mau istrinya kecapekan , apalagi sudah mendekati waktu kelahiran . Hanan ingin jika Lina hanya fokus untuk memikirkan waktu kelahirannya saja .


1 bulan sudah Lina menghabiskan waktu di rumah saja . Ia menikmati setiap detik - detik terakhir kehamilannya itu . Dan saat ia menikmati sore hari di teras rumah bersama suaminya , tiba - tiba perutnya terasa tidak nyaman dan ada air yang keluar dari antara pahanya . Dia tahu kalau air itu adalah air ketuban , Lina pun meminta Hanan segera mengantarkannya ke rumah sakit .


Hanan segera menggendong Lina masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan . Di dalam mobil taksi itu , Hanan tidak melepas genggaman tangan Lina . Lina yang sedang meringis kesakitan menjadi pemandangan yang menyakitkan untuk Hanan .


" Mas perutku sakit sekali " teriak Lina


" Sabar sayang , sebentar lagi sampai " jawab Hanan menenangkan istrinya . Sambil di usapnya punggung istrinya itu untuk membantu agar istrinya itu lebih tenang .


" Sakit mas " teriak Lina lagi . Air mata dan keringat berlomba keluar dari wajah Lina .

__ADS_1


" Sabar sayang , sabar ya sebentar lagi sampai . Pak agak cepat sedikit istri saya kasihan ini sudah kesakitan terus " pinta Hanan panik . Pikirannya sangat kacau .


" Mas , aku udah ga kuat , sakit sekali ini " Lina terus berteriak dan akhirnya tak sadarkan diri . Melihat istrinya yang tak sadarkan diri membuat Hanan semakin ketakutan dan panik .


" Sayang hei sayang , bangun sayang . Pak cepetan ini istri saya pingsan " teriak Hanan pada supir taksi itu .


" Iya pak ini sudah mau sampai itu rumah sakitnya sudah kelihatan " supir taksi itupun ikut panik . Dari rumah taksi itu sudah berusaha berjalan sangat kencang , supir taksi juga tak lupa menyalakan lampu hazard tanda darurat .


Akhirnya taksipun memasuki rumah sakit . Mereka langsung menuju ke IGD . Setelah mobil taksi berhenti , Hanan langsung menggendong sang istri yang masih tak sadarkan diri . Hanan langsung meletakkan istrinya dengan hati - hati di tempat tidur brankar yang sudah di sediakan .


" Dokter tolong selamat kan istri dan anak saya , tadi di dalam mobil iya sudah tak sadarkan diri " pinta Hanan kepada dokter yang memeriksa Lina .


" Tenang ya pak , saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri dan anak bapak . Silahkan bapak tunggu di luar dulu " Dokter berusaha menenangkan Hanan . Dokter itu adalah dokter kandungan yang selama ini memeriksa Lina . Hanan pun menuruti permintaan dokter itu . Tak berselang lama dokter itu menghampiri Hanan , ia memberi tahu kondisi istrinya ,


" Bagaimana kondisi istri saya dok ?" tanya Hanan tak sabar


" Kondisi istri dan anak bapak kurang baik pak . Saya sarankan istri anda untuk dilakukan operasi cecar secepatnya karena kondisi rahim istri anda ada masalah . Tidak memungkinkan istri anda untuk melahirkan normal karena bisa mengancam keselamatan istri dan anak anda . Air ketubannya pun juga sudah hampir habis jika tidak segera di tindak saya takut akan membahayakan mereka berdua pak . Dan satu lagi yang harus saya sampaikan , karena kondisi rahim istri anda yang bermasalah karena ada nya penebalan yang di akibatkan oleh hormon maka harus saya sampaikan juga kalau kemungkinan rahim istri anda akan kami angkat " penjelasan dokter yang langsung membuat Hanan tercekat .


" Untuk itu saya minta persetujuan dari anda untuk melakukan tindakan untuk istri anda " .


Hanan yang masih termenung pun tersadar , "baik dok , lakukan apapun yang terpenting anak dan istri saya selamat " jawab Hanan


" Doakan yang terbaik saja ya pak , saya akan berusaha semaksimal mungkin " ucap Dokter menenangkan lagi .


" Silahkan pak ikut saya untuk mengurus surat - surat yang di perlukan . Biar sementara dokter dan yang lainnya menyiapkan istri anda untuk tindakan selanjutnya " ajak perawat itu . Hanan pun mengikuti langkah perawat itu dengan tatapan kosong . Hatinya saat ini sangat kacau .


Setelah semua surat siap , tindakan operasi pun dilakukan . Hanan hanya menunggu di ruang tunggu ruang operasi . Sudah hampir 45 menit menunggu akhirnya ada seorang perawat yang mendorong tempat tidur bayi + inkubator keluar dari ruang operasi .


" Suami nyonya Sarlina ! " panggil si perawat


Hanan yang mendengar pun mendekat , " Iya saya sus , ada apa ya ?" tanya Hanan sambil melirik bayi mungil yang ada di dalam inkubator itu .


" Selamat pak , ini putra bapak . Alhamdulillah putra bapak selamat dan sehat . Silahkan ikut saya kalau anda mau melihat dan menyentuhnya " ajak si perawat kepada Hanan


" Ini anak saya sus ? " tanya Hanan sambil tersenyum sendu


" Iya pak " balas perawat itu


Hanan pun mengikuti perawat yang membawa putranya . Perawat itu membawa mereka ke ruang bayi . Di ruangan itu Hanan di perkenankan melihat dan menyentuh putranya . Hanan pun mengadzani putra nya tersebut . Ingin rasanya Hanan menggendong putra nya itu tapi perawat melarangnya .


" Putranya mau di kasih nama siapa pak biar saya tulis di papan box bayinya ? " tanya si perawat

__ADS_1


" YUDA HANANDI SAPUTRO " jawab Hanan yakin . Ia dan Lina sudah sepakat untuk menamai anaknya ini . Waktu periksa kandungan di bulan ke enam dokter sudah memastikan jenis kelaminnya laki - laki .


__ADS_2