
Setelah sampai rumah Yuda dan Ria pun di sambut oleh sang Mama di teras .
" Assalamualaikum ." ucap salam Yuda dan Ria bersama .
" Waalaikumsalam , darimana saja kalian kenapa Ria tidak langsung pulang ? " tanya Lina khawatir .
" Maaf Ma , tadi Ria menemani mas Yuda di kantor . Karena lelah akhirnya ketiduran deh di sana . Ponsel Ria pun kehabisan baterai jadi mati deh . Maaf ya Ma ." balas Ria berbohong sedikit .
" Ya sudah engga apa - apa sayang yang terpenting kamu baik - baik saja . " balas Lina lagi .
" Iya Ma , kalau begitu Ria ke kamar dulu ya Ma mau bersih - bersih dulu ." pamit Ria .
" Aku juga mau ke kamar dulu ya Ma ." timpal Yuda .
" Ya sudah sana . " balas Lina .
Mereka berdua pun berjalan naik ke lantai atas untuk ke kamarnya . Sampai di kamar , Ria langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya . Yuda hanya diam memandang ke arah sang istri . Setelah 30 menit berlalu , Ria pun telah selesai .
" Kenapa engga mandi bareng aja sih sayang ?" tanya Yuda .
" Eh , emang kenapa mas ? aku tadi buru - buru masuk kamar mandi karena kebelet tahu . " ucap Ria .
" Kan kalau kita mandi bareng bisa menyingkat waktu . " balas Yuda lagi .
" Yakin menyingkat waktu ? yang ada mah malah makin lama karena mas Yuda pasti meminta macam - macam . " ucap Ria curiga .
" Minta macam - macam sama istri sendirikan boleh - boleh sjaa kan . Kita kan sudah sah ." ucap Yuda menggoda sambil memeluk sang istri dari belakang .
" Udah ih sana mandi , aku mau sholat dulu tadi belum sempat sholat ashar . " keluh Ria .
" Sun dulu , baru aku mau melepaskanmu ." goda Yuda lagi .
" Aku sudah wudhu mas jangan aneh - aneh deh . Aku mau masak juga buat makan malam . Cepat ih lepasin . " ucap Ria sambil mencoba melepaskan pelukan sang suami .
" Sekali aja sayang . " ucap Yuda lagi .
" Engga ya engga . " tolak Ria dan dia pun berhasil lepas dari pelukan sang suami .
Segera ia mengambil mukena dan menggelar sajadahnya . Yuda yang melihat tingkah sang istripun hanya bisa pasrah dan berjalan dengan gontai masuk ke kamar mandi .
Ria yang melihat tingkah sang suami pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum . Setelah Yuda hilang dari pandangannya , ia pun memulai sholatnya .
Setelah hampir 1 jam berlalu Yuda pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya . Ria pun telah selesai sholat dan sedang mengambilkan pakaian untuk sang suami . Setelah Yuda selesai bepakaian , mereka pun memilih keluar kamar . Ria langsung menuju ke dapur sedangkan sang suami langsung menuju ke ruang kerjanya .
__ADS_1
Di dapur terlihat sang Mama mertua dan Bi Sari yang sedang mempersiapkan bahan untuk memasak .
" Mau masak apa Ma buat makan malam ? " tanya Ria saat sampai di dapur .
" Mama mau bikin sup kacang merah , ayam bumbu woku , tempe goreng sama ikan goreng sayang ." jawab Lina .
" Wah komplit sekali makan malam ini . Boleh Ria bantu ? atau kalau tidak Mama istirahat saja biar ini semua Ria yang masak sama Bi Sari . " ucap Ria .
" Iya nih , semua permintaan Papa mu . Tumben saja Papa minta dimasakin menu banyak banget begini . Kamu pasti juga masih capek . Biar Mama yang masak saja Ri atau Mama bantu menyiapkan bumbunya . " ucap Lina .
" Engga capek kok Ma . Ya sudah kita masak barsama - sama aja ya . " balas Ria .
" Ya sudah kalau begitu . " balas Lina lagi .
Mereka pun melanjutkan memasaknya dengan saling bercerita . Ria menceritakan acara bulan madu kemarin dan mengadukan kelakuan sang suami kepada sang Mama . Lina yang mendengar keluhan sang menantu pun hanya bisa tersenyum . Ia merasa bahagia karena sekarang sang anak sudah hidup bahagia dengan istrinya . Dan yang lebih membahagiakan lagi saat sang menantu sudah jatuh cinta dan menerima putra nya itu .
Saat sedang asyik bercerita terdengar seseorang masuk ke dalam rumah .
" Assalamualaikum , Hendri is coming . " ucap salam Hendri sambil berkalan ke arah dapur .
" Waalaikumsalam , Eh ada jomblowan datang . Tumben kamu ke sini Hen ?" balas Lina menggoda .
" Ih Tante teganya ngatain aku jomblowan . Maaf ya aku sekarang udah punya pacar . Aku mau ikut makan malam sekalian minta oleh -oleh sama yang baru pulang honeymoon ." ucap Hendri sambil melirik Ria yang sedang mengaduk makanan di wajan .
" Pas sekali kamu datang malam ini Tante masak banyak permintaan Om kamu . " ucap Lina .
" Di ruang kerja mas ." balas Ria .
" Ya sudah Hendri nyusul Yuda ke ruang kerja dulu ya para ladies masak yang enak ya ." ucap Hendri sambil terkekeh dan berjalan menjauh ke arah ruang kerja .
" Dasar bocah gendheng ." balas Lina kesal . Sedang Ria hanya tersenyum melihat kelakuan Hendri dan Mama mertuanya .
Semua makanan telah selesai di masak dan sekarang mereka bertiga sedang menyusunnya di atas meja makan . Setelah semua telah selesai mereka pun memanggil semua anggota keluarga untuk makan bersama . Yuda dan Hendri berjalan beriringan keluar dari ruang kerja . Sedangkan Hanan berjalan bersama Lina keluar dari kamar mereka .
Sampai di meja makan mereka pun menduduki kursi mereka masing - masing . Hanan duduk di bagian ujung meja tempat khusus kepala rumah tangga . Sedangkan lina duduk di samping kanannya bersebelahan dengan Hendri . Sedangkan Yuda dan Ria duduk di sebelah kiri Hanan . Merekapun memulai makan malamnya dengan di selingi obrolan dan canda tawa dari anggota keluarga .
Setelah makan malam selesai mereka pun berkumpul di ruang keluarga . Sedangkan Ria pergi ke kamarnya untuk mengambil oleh - oleh yang sudah ia siapkan untuk semua keluarga dan para pekerja di rumahnya . Ria membawa 3 paper bag yang akan dibagi .
Sampai di ruang keluarga semua orang sudah menunggunya . Bi Sari pun menghidangkan cemilan dan teh hangat untuk mereka semua .
Ria pun memilih duduk di samping sang suami . Ria memulai membagikan oleh - oleh yang di bawanya .
" Ini untuk Papa , dan yang ini untuk Mama ." ucap Ria sambil menyodorkan kotak yang sudah ia bungkus dengan cantik kepada kedua mertuanya .
__ADS_1
" Terimakasih sayang ." balas Lina sambil menerima kotak oleh - oleh dari tangan Ria .
" Terimakasih Ri , Papa kebagian juga ." ucap Hanan .
" Iya dong Pa , nah ini buat mas Hendri . " ucap Ria sambil menyodorkan paper bag kepada Hendri .
" Wah asyik aku kebagian ." ucap Hendri .
" Bi Sari , Bi sini sebentar . " panggil Ria .
" Iya Non , ada yang bisa Bibi bantu ?" tanya Bi Sari .
"Ini ada oleh - oleh untuk para pekerja di rumah ini . Saya mau minta tolong Bibi untuk membagikan nya untuk semua orang ya . Semua sudah saya beri nama masing - masing . Bibi tinggal membagikannya saja . Bisakan Bi ?" ucap Ria lembut sambil menyerahkan 1 paper bag besar kepada Bi Sari .
" Bisa Non setelah ini langsung Bibi bagikan ." balas Bi Sari .
" Terimakasih ya Bi . Maaf jadi merepotkan Bibi ." ucap Ria lagi .
" Sama - sama Non . Bibi juga ucapkan banyak terimakasih karena Non Ria ingat dengan kami para pekerja ." balas Bi Sari .
" Bagiku kalian juga bagian dari keluarga ini Bi ." balas Ria.
Bi Sari yang mendengarkan ucapan Ria pun merasa terharu .
" Sekali lagi terimakasih banyak ya Non . Bibi permisi ke belakang dulu . " ucap Bi Sari lagi .
" Iya Bi silahkan . " balas Ria . Bi Sari pun pergi ke arah belakang .
" Istriku ini memang berhati malaikat , aku bahagia memilikimu di sampingku sayang ." puji Yuda sambil merangkul bahu Ria .
" Jangan memujiku mas , aku juga dari kalangan bawah jadi aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan . Aku tidak mau tinggi hati terhadap orang lain ." ucap Ria .
" Jangan merendahkan dirimu seperti itu Ri . Derajat kita sama saja di mata Allah . Jadi kamu jangan pernah berkata seperti itu lagi . Kita ini sama saja , yang membedakan adalah mala ibadah kita , ingat itu ya nak . " ucap Hanan .
" Iya sayang apa yang dikatakan Papa itu benar . Mama bangga dengan sikapmu . Inilah salah satu alasan Mama menyukaimu dan menginginkanmu menjadi menantu Mama . Terimakasih sayang kamu sudah mau menjadi anggota keluarga kami . " timpal Lina .
" Iya Ma Pa , maaf jika ucapan Ria menyinggung . Tapi bukan maksudku untuk membandingkan . Aku cuma mengatakan yang sebenarnya saja . Aku juga berterimakasih karena Mama Papa dan Mas Yuda sudah menerimaku masuk di keluarga ini . Aku bahagia memiliki kalian . Dan jangan sungkan menegurku kalau aku mengatakan atau berbuat yang salah . " ucap Ria .
Cup
Yuda mengecup kening snag istri tanda ia begitu bangga dan bahagia memiliki Ria di sampingnya .
" Terimakasih sayang . " ucap Yuda singkat penuh kelembutan . Ria pun hanya tersipu malu dan tersenyum .
__ADS_1
" Udah ah melow - melow nya . Ini oleh -oleh boleh tidak aku buka sekarang ? " ucap Hendri mengalihkan pembicaraan dengan mata yang berkaca - kaca . Hendri memang paling tidak tahan di dalam pembicaraan yang melow karena itu bisa membuatnya teringat dengan kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal .
" Papa Mama , Hendri kangen . Apa kabar kalian di sana ? Hendri sayang kalian . " ucap Hendri dalam hati .