
Acara pesta resepsi pernikahan Yuda dan Ria pun telah selesai . Semua para tamu undangan telah berpamitan untuk pulang ke rumahnya . Begitupun para keluarga . Tuan Hanan , Bu Lina , Bu Dewi dan adik - adik Ria memilih untuk pulang ke rumah . Mereka tidak ingin menginap di hotel tersebut . Sedangkan Hendri mengantarkan Arin pulang ke kos nya .
Sedangkan pengantin baru memilih untuk menginap . Dengan langkah gontai , Ria dan Yuda berjalan dari ballroom ke kamarnya . Ria merasa lelah sekali begitupun dengan Yuda . Di kamar president suite kini mereka berada .
Sesampainya di kamar , Yuda langsung masuk ke dalam kamar mandi . Sedangkan Ria seperti ritual biasanya sambil menunggu yuda selesai , Ria memilih untuk membersihkan riasan di wajahnya dan melepaskan sanggul dan hiasan yang ada di kepalanya .
Setengah jam berlalu , Yuda pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang ia lilitkan di pinggangnya . Yuda lupa mengambil pakaian gantinya di koper .
Ria yang masih duduk di meja rias melirik sang suami . Ria sedikit terdiam melihat tubuh kekar sang suami yang tanpa sengaja dilihatnya . Ria hanya bisa menelan ludah dengan kasar .
Setelah membersihkan make upnya . Ria pun beranjak ke kamar mandi . Dia ingin segera mandi dan melepas gaun yang berat ini .
Sesampainya di kamar mandi Ria sedikit kesulitan untuk membuka gaunnya .
" Mas . . . mas Yuda , aku ingin minta tolong apa bisa ? " seru Ria memanggil sang suami .
Yuda yang sedang membuka koper pun menjeda sebentar karena ia mendengar panggilan dari Ria . Yuda pun yang masih menggunakan handuk saja menghampiri Ria di kamar mandi .
" Iya ada apa Ri ? aku baru mau membuka koper . " balas Yuda .
" Aku butuh bantuan membuka gaun ini mas . Aku kesulitan membuka pengait gaun ini yang berada di belakang tubuhku . Bisa kah mas Yuda membukakan pengait itu ? " tanay Ria sungkan .
" Oh cuma itu , bisa . . . sini aku bantu . " balas Yuda sambil mendekat ke arah Ria . Ria pun segera membelakangi sang suami .
Yuda pun membuka pengait gaun itu lalu perlahan punggung putih Ria terlihat di matanya . Yuda dengan menahan hasratnya hanya bisa menelan ludah dengan kasar .
Apalagi rambut Ria di kesampingkan , terlihat leher jenjang Ria yang menggoda kelelakian Yuda .
Semakin ke bawah Yuda membuka pengaitnya semakin terpampang punggung putih nan mulus sang istri . Yuda yang sudah merasa panas pun dengan refleks mengelus leher Ria sampai ke punggung .
__ADS_1
Ria yang sedang memegangi rambutnya ke samping sedikit tersentak oleh kelakuan suaminya . Mata yang tadinya terpejam kini terbuka lebar karena terkejut .
Dengan reflek Ria ingin menjauhkan tubuhnya , namun tangan kekar Yuda lebih dulu meraih bahu Ria .
Yuda merangkul Ria dari belakang dengan pelan ia mendekatkan kembali tubuh Ria agar menempel padanya .
Yuda mendekatkan wajahnya di telinga Ria dan bertanya kepada Ria .
" Apakah aku sudah boleh meminta hakku sebagai suami ? " tanya Yuda . Ria masih terdiam dalam pikirannya sendiri .
" Aku tidak akan memaksamu . Jika memang kamu belum juga siap aku akan menunggumu ." ucap Yuda lagi di dekat telinga Ria membuat nafasnya berhembus mengenai telinga Ria membuat Ria merasa teremang . Ria masih diam terpaku dengan nafas yang naik turun .
" Baiklah aku akan melepaskanmu . Segera lah mandi hari sudah larut malam . Aku takut kamu sakit jika kelamaan di sini . " ucap Yuda pasrah . Yuda pun perlahan melepas rangkulan di bahu Ria .
Setelah terlepas Yuda pun berbalik dan akan keluar dari kamar mandi . Namun tangannya ada yang memegangnya . Ria yang masih membelakanginya dengan kuat menggenggam tangan Yuda tanpa memandangnya .
Yuda yang merasa tangannya di pegang pun menghentikan langkahnya dan berbalik lagi melihat ke arah Ria .
Ria pun sedikit mendongakkan wajahnya untuk bisa memandang manik mata suaminya .
" Aku belum menjawab pertanyaanmu kenapa kamu buru - buru untuk pergi meninggalkanku ? Memberikan hakmu adalah kewajibanku . Di haramkan bagiku menolak keinginanmu . Jadi lakukanlah aku sudah ridho dan siap melayanimu . " ucap Ria sambil menatap ke arah Yuda .
" Benarkah ? " tanya Yuda dan langsung di balas anggukan oleh Ria .
" Terimakasih sayang aku sangat bahagia karena memiliki istri sepertimu . Sekarang kamu mandilah dulu lalu kita sholat dulu dan berdoa semoga kelak kita di anugerahi anak-anak yang sholeh dan sholehah . Aku tunggu di kamar . " ucap Yuda sambil mengecup kening Ria . Ria pun hanya patuh dengan pengaturan suaminya .
Yuda pun keluar dari kamar mandi , ia akan menunggu Ria untuk sholat berjamaah untuk pertama kalinya dengan Ria .
Setelah setengah jam berlalu , Ria pun telah seleaai membersihkan diri . Ria sudah memakai baju ganti yang tadi sudah di bawanya . Dia pun juga sudah mengambil air wudhu .
__ADS_1
Ria mengambil mukenanya dan sajadah . Ia bentangkan sajadah nya itu di belakang sajadah suaminya . Sedangkan Yuda sedang mengambil air wudhu . Setelah semua siap mereka pun melakukan sholat berjamaah .
Setelah selesai sholat , Yuda memegang kening istrinya dan berdoa untuk istrinya dan rumah tangganya . Akhirnya semua pun telah selesai . Mereka merapikan perlengkapan sholatnya .
Ria pun berjalan ke arah ranjang . Dan segera naik ke ranjang itu . Yuda yang baru selesai melipat sarungnya segera menyusul sang istri .
Setelah berdekatan mereka saling berpandangan . Dengan lembut Yuda membelai wajah istrinya dan memegang dagu sang istri untuk diciumnya . Ria yang belum pernah merasakan berciuman pun hanya diam tidak membalas . Yuda pun menggigit sedikit bibir istrinya itu . Saat mulut terbuka , Yuda pun semakin dalam mencium istrinya itu .
Ria yang sudah mulai belajar cara berciuman pun membalas sang suami . Lidah mereka saling membelit . Yuda pun semakin m*l*m*t mulut istrinya itu . Sampai akhirnya ciuman itu berhenti karena mereka hampir kehabisan nafas . Yuda pun memulainya lagi saat nafasnya sudah kembali normal .
Kini tangannya pun sudah mulai memainkan jelly besar di balik pakaian Ria . Jelly itu dengan lembut ia mainkan dan meremasnya . Membuat sang pemilik sedikit mengeluarkan suara yang membuatnya terbakar .
Yuda dengan perlahan menanggalkan satu per satu pelindung di badan istrinya . Kini Ria sudah setengah polos . Yuda pun leluasa memainkan kedua jelly itu . Ria hanya bisa memejamkan matanya karena merasakan rasa yang belum pernah ia rasakan . Ia menikmati setiap sentuhan sang suami .
Yuda terus bermain dengan kedua jelly itu sampai ia pun menyesapnya . Membuat Ria semakin mabuk kepayang . Mereka berdua sudah terbakar gairah . Mereka menyalurkan semua rasa yang mereka rasakan kini . Kini mereka sudah menjadi satu .
( Silahkan Reader semua membuat imajinasinya sendiri . Maafkan emak , sengaja emah skip agar tidak menjadi dosa jariyah untuk emak ataupun reader semua . maaf ya )
Pagi pun datang , Yuda dan Ria masih terlelap di dalam tidurnya . Setelah malam pertama yang indah itu berakhir menjelang pagi karena Yuda yang tidak pernah kenyang memakan istrinya . Membuat Ria sangat kewalahan apalagi ini yang pertama baginya .
Pada awal Ria sangat merasa kesakitan . Tapi lama kelamaan dia pun bisa menahannya untuk memuaskan snag suami .
Yuda bangun terlebih dahulu . Ia merasakan tangannya sedikit kram karena sang iatri yang ingin tidur di lengannya . Dan sampai bangun pagi pun , Ria masih tidur di lengannya itu . Dengan lembut Yuda pun mengecup kening istrinya penuh kelembutan .
Setelah mengecup kening sang istri , Yuda pun memindahkan kepala istrinya itu dengan pelan - pelan . Ria yang sangat merasa kelelahan pun tidak terusik sama sekali saat kepalanya di pindah oleh Yuda .
Yuda pun dengan hati - hati turun dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Hatinya begitu bahagia karena akhirnya sang istri benar - benar sudah menerimanya sepenuh hati . Sejak bangun tidur senyum lebar terus ia perlihatkan .
Setelah selesai mandi , Yuda pun memesan untuk sarapan mereka . Yuda meminta sarapan itu di antar ke kamarnya . Setelah semua selesai , Yuda memilih duduk di sofa sambil membuka ponselnya yang memang sejak malam ia matikan .
__ADS_1
Banyak pesan yang masuk , kebanyakan yang mengirim pesan hanya mengucapkan selamat atas pernikahan kami . Aku senang akhirnya bisa mengenalkan Ria ke depan umum .