Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Pertemuan Malam Part 2


__ADS_3

" Enak aja ngatain orang sableng , situ engga ngaca apa , situ lebih sableng dari kita " balas Ria membuat Hanan dan Lina tertawa terbahak - bahak .


Yuda yang ikut mendengar pun tersenyum samar mendengar pujaan hatinya berkata bar - bar seperti itu .


" Malam ini kau terlihat lebih cantik seperti biasanya . Dan sekarang kau lebih santai dengan sikap aslimu . Aku sekarang yakin akan hatiku hanya untukmu " gumam Yuda dalam hatinya .


Lina yang tanpa sadar melihat anaknya tersenyum sambil memandang kagum ke arah Ria .


" Semoga apa yang sedang aku rencana kan membuahkan hasil sesuai dengan keinginanku" gumam Lina dalam hati .


" Sudah - sudah jangan bertengkar . Karena semua sudah hadir bagaimana kalau kita mulai makan malamnya , Om sudah lapar nih " ajak Hanan .


" O iya Mama sampai lupa , ya sudah ayo kita makan malam dulu nanti kita lanjutin lagi ngobrolnya " timpal Lina .


Mereka semua pun beranjak menuju ruang makan . Di atas meja sudah tersaji berbagai macam masakan rumahan . Walaupun keluarga Hanandi adalah orang kaya tapi mereka lebih menyukai masakan rumahan apalagi kalau yang memasak Bu Lina langsung . Tapi sudah menjadi peraturan rumah itu walaupun asisten rumah tangga di rumah itu banyak untuk urusan makanan Lina pasti akan turun tangan sendiri . Dia hanya akan meminta bantuan asisten rumah tangganya untuk membantu menyiapkan bahannya saja . Untuk urusan masak Lina akan memasaknya sendiri .


Seperti acara malam ini , Lina sudah mempersiapkannya dari tadi pagi . Dari pagi dia sibuk untuk menyiapkan hidangan malam ini . Malam ini Lina sudah memasak Sop Buntut , Ayam woku , Empal daging , Tumis sayur dan yang tak akan ketinggalan yaitu Tempe dan Tahu goreng kesukaan sang suami .


Mereka pun menduduki tempat masing - masing . Hanan duduk di tempatnya di ujung meja seperti biasanya terus Lina duduk di samping kiri nya dan Yuda duduk di samping kanan Hanan . Sedangkan Hendri memilih duduk di samping Yuda . Sedangkan Ria dan Arin memilih duduk di samping Lina .


" Wah makanannya komplit sekali . Ini pasti Tante sendiri yang masak ya ? " tanya Hendri .


" Iya dong , Tante dari pagi lho mempersiapkan ini semua " ujar Lina sambil tangannya menyendokkan nasi untuk suaminya .


" Memang kalau masalah masak memasak Tante is the best " puji Hendri .


" Iya ini terlihat menggiurkan . Saya kagum kepada ibu , bisa membuat berbagai macam makanan . Ingin rasanya saya belajar supaya bisa seperti ibu yang bisa membuat segala macam makanan " puji Ria .


" Ah kalian bisa saja , dulu ibu belajar dari orang tua ibu jadi ibu bisa memasak . Dulu sebelum menikah dengan si Om , ibu jualan kue di pinggir jalan , di taman juga " ucap Lina .


" Oh pantas saja ya bu , saya juga bisa sih masak tapi ya masak ala kadarnya saja . Soalnya saya dulu sebelum bekerja sering membantu ibu saya membuat kue untuk di jual juga di warung - warung " ucap Ria dan tiba - tiba raut wajahnya berubah sendu dan sedikit menundukkan wajahnya .


" Lho kenapa nak kamu kok tiba - tiba raut wajahmu berubah begitu ? " tanya Lina yang menyadari perubahan mimik muka Ria . Tidak hanya Lina , Yuda dan Hendri juga menyadari perubahan mimik wajah Ria itu .


" Fix ini ada masalah yang sedang Ria sembunyikan . Nanti aku harus menanyainya " gumam Hendri dalam hati .


" Ada apa dengannya kenapa wajahnya berubah tiba - tiba ? aku tidak sanggup melihatnya bersedih tapi bagaimana caranya aku bisa menghiburnya " gumam Yuda dalam hati .


Ria yang di tanyai Lina segera merubah mimik wajahnya lagi , " ah tidak ada apa - apa kok bu saya hanya rindu saja dengan keluarga saya " bohong Ria .


" Tapi kamu seringkan berkomunikasi dengan keluargamu ? " tanya Lina lagi .


" Iya kok bu , saya hanya kangen saja sudah lama tidak bertemu " kilah Ria sambil tersenyum terpaksa yang ia buat .


Tanpa curiga Lina pun menerima alasan yang Ria katakan . Tapi tidak dengan dua laki - laki itu . Yuda dan Hendri melihat gelagat aneh dari diri Ria .


" Ya sudah sekarang kita makan dulu ya , nanti kamu bisa menghubungi mereka " ajak Lina dan Ria pun hanya menganggukan kepalanya dengan senyum kaku yang dibuat - buatnya .


Mereka pun menikmati makan malamnya dengan khidmat . Semua menikmatinya dengan riang . Hanya Ria yang terlihat gusar . Dalam hatinya memendam kegelisahan akan pesan yang dia terima .


Setelah selesai acara makan malam nya , Hanan mengajak semuanya untuk duduk mengobrol lagi di ruang tamu . Sedangkan Lina sedang membersihkan meja makan dibantu oleh asisten rumah tangganya . Setelah selesai membersihkan meja makan , Lina pun menyusul dengan membawa nampan beri puding untuk hidangan penutupnya .


" Ini hidangan penutupnya silahkan di makan " ucap Lina sambil menyodorkan satu per satu piring puding yang ia bawa .

__ADS_1


" Wah ibu sudah jangan repot - repot kami sudah kenyang " tolak Ria .


" Sudah ayo di makan rejeki tidak baik kalau di tolak " ucap Lina .


Akhirnya Ria pun menerima puding itu dan langsung memakannya .


Setelah semua selesai memakan puding , mereka melanjutkan mengobrol lagi .


" Om dan Tante di sini Hendri ingin berbicara sesuatu dengan Om dan Tante , tapi Hendri mohon agar Om dan Tante jangan marah dengan Hendri " Hendri membuka pembicaraan serius . Ria , Yuda dan Arin yang mendengar Hendri berbicara merasa berdebar .


" Apa yang mau kamu katakan ? InsyaAllah kalau memang itu baik Om dan Tante tidak akan marah Hen . Kamu tahu sendiri kamu sudah Om anggap seperti anak Om sendiri jadi tidak perlu sungkan " balas Hanan .


Hendri yang duduk di hadapannya Hanan pun terlihat gugup . Sedangkan Lina duduk bersebelahan dengan suaminya . Sedangkan Yuda duduk di sofa tersendiri di pojok ruangan dan Ria dan Arin duduk bersebelahan dengan Hendri tapi beda sofa .


" Hendri ingin mengatakan tentang sebuah kebenaran . Tentang hubungan percintaan Hendri dan - " tiba - tiba ucapannya terpotong dengan seseorang yang tiba - tiba datang tak di undang .


" Ria yakan Hen " ucap Alma keras .


" ALMA !! "


" ALMA " Yuda dan Hendri terkejut dengan kedatangan Alma .


Semua yang mendengarnya pun menengok ke arah sumber suara itu .


" Selamat malam Om dan Tante . Oh maaf sedang ada tamu toh . Maaf ya kalau aku datang tiba - tiba kemari . Alma sudah sedikit mendengar apa yang akan di ucapkan Hendri . Alma sudah tahu tentang hubungan percintaannya . Iya kan Hen ? " ucap Alma sambil wajahnya menatap ke arah Hendri dengan senyum liciknya .


" Maksud kamu apa ? tentang hubungan percintaanku ? jangan membuat cerita bohong deh Al " balas Hendri .


" Seharusnya kamu yang jangan berpura - pura Hen . Katanya kamu teman , sahabat Yuda dari kecil tapi ternyata kamu hanya bersandiwara . Di belakang Yuda kamu merebut wanita yang ingin di jodohkan Tante Lina dengan Yuda kan " ucap Alma lagi .


" Begini Om , Alma ceritakan dari awal saja ya . Beberapa waktu yang lalu Tante Lina kan ingin menjodohkan Yuda dengan wanita itu . Otomatis kan wanita itu akan menjadi calon menantu Om dan Tante kan . Eh engga tahunya Om , aku melihat wanita itu dan Hendri sedang makan siang di restoran . Dan asal Om tahu di sana mereka itu berpegangan tangan dan saling mengusap bahu bahkan sampai mengusap kepala juga Om . Lalu untuk mendapatkan bukti beberapa kali aku sengaja mengikuti Hendri kemana pun ia pergi . Dan aku akhirnya memiliki bukti itu . Dan parahnya lagi yang aku lihat mereka sampai berpelukan Om . Kalau begitu apa dong namanya kalau bukan teman makan teman " Alma menjelaskan secara detail .


Hendri , Ria dan Lina berpura - pura terlihat tenang .


" Mana buktinya kalau aku merebut Ria dari Yuda " tanya Hendri santai .


" Ini beberapa foto yang sudah aku dapatkan " Alma mengeluarkan beberapa foto yang sudah ia cetak . Ia lemparkan foto - foto itu di atas meja .


Yuda , Hanan , Lina , Ria , Arin dan Hendri pun mengambil foto - foto yang Alma berikan . Ria yang melihat foto - foto itu sedikit gusar . Sedangkan Arin yang melihat foto itu terlihat menahan emosinya agar tidak terlihat kalau dia sedang marah . Sedangkan Yuda terlihat marah . Sedangkan Hanan dan Lina terlihat datar tanpa ekspresi di wajahnya . Dan Hendri sendiri merasa puas karena ada yang terpancing oleh rencana nya .


" Bagaimana menurut Om , apakah seorang teman akan merebut wanita temannya sendiri ? apa itu baik Tante ? " tanya Alma kepada Hanan dan Lina .


Yuda yang sudah di liputi dengan amarah menatap tajam ke arah Hendri .


" Apa - apaan ini Hen ? " tanya Yuda keras kepada temannya itu .


" Ya bukan apa - apa . Memang kenapa kalau aku memeluk Ria toh tujuanku hanya untuk menenangkan dia tidak ada tujuan yang lain " ucap Hendri santai .


" Alasan kamu saja Hen , tega ya kamu mengambil wanita temanmu sendiri . Dan kamu wanita murahan senang kan kamu sudah membuat hubungan mereka rusak . Kamu tidak malu datang ke sini setelah apa yang kamu perbuat oleh Hendri . Seharusnya kamu ngaca level kamu dengan kami itu berbeda jauh sekali . Apa kamu sengaja ya mengincar Yuda dan Hendri agar kamu bisa menguras harta mereka ? " hina Alma kepada Ria . Alma mendekati Ria dengan tangannya menunjuk - nunjuk ke arah wajah Ria . Ria yang mendengarnya dan melihatnya pun merasa sakit di hatinya .


" Alma jangan pernah kamu menghina Ria seperti itu . Ria lebih terhormat daripada kamu . Hatinya baik tidak sepertimu yang memiliki hati yang busuk " Hendri membela Ria yang tidak terima melihat kelakuan Alma dan hinaan yang sudah Alma lontarkan . Hendri menarik Ria ke arah belakang tubuhnya agar Ria terlindungi oleh dirinya . Arin yang melihat adegan itupun hanya terdiam dengan perasaan yang campur aduk . Sedangkan Yuda amarahnya semakin memuncak . Matanya sudah memerah menahan amarah di lubuk hatinya .


" Tuh kan Om Tante dan kamu Yuda bisa lihat sendiri apa yang Hendri lakukan untuk wanita murahan ini . Tidak mungkin kalau mereka tidak memiliki hubungan kenyataannya Hendri melindungi wanita kampung ini sebegitunya " hinaan demi hinaan terus di lontarkan Alma . Ria yang sudah tidak kuat mendengar hinaan itu hanya bisa meneteskan air matanya .

__ADS_1


" CUKUP ALMA !!!! " teriak Lina .


" Tapi Tan - " ucapan Alma terpotong dengan teriakan Lina lagi .


" TANTE BILANG CUKUP , DIAM KAMU SEKARANG " teriak Lina lagi membuat yang berada di sana terkejut dengan teriakan Lina itu . Mereka semua memandang ke arah Lina yang sedang berjalan ke arah Alma .


" Dari dulu Tante memang tidak suka denganmu karena sifat kamu dan hati kamu yang tidak baik ini . Sekarang dengarkan Tante baik - baik . Hendri dan Ria terlihat mesra dan terlihat memiliki hubungan karena permintaan Tante . Tante yang menyuruh mereka bersandiwara . Tante yang meminta mereka berpura - pura mesra di depan umum agar hati Yuda terbuka . Dan asal kamu tahu kalau anak Tante ini sudah menyadari kalau wanita yang Tante pilihkan untuknya adalah wanita yang dia pilih juga karena hatinya . Tapi karena anak Tante itu memiliki ego yang sangat tinggi makannya Tante membuat sebuah rencana agar bisa menyadarkan anak Tante kalau dia sudah jatuh cinta dengan wanita yang Tante pilihkan itu . Rencana Tante itu bertujuan agar Yuda cemburu dengan Ria . Kalau pasti sudah cemburu kamu pasti tahu artinya kan . Seorang laki - laki kalau sudah cemburu dengan seorang wanita yang dia kasihi itu artinya dia sudah jatuh cinta kepada wanita itu . Iya kan Yud ?" tanya Lina kepada putranya sambil menengok ke arah putranya yang sedang di liputi kebingungan .


"Dan Tante mau mengucapkan terimakasih kepada kamu karena kamu sudah membantu Tante menyelesaikan rencana ini dengan sangat baik . Tante tidak menyangka kamu akan terjebak juga ke dalam rencana kami ini " ucap Lina di depan wajah Alma . Alma yang mendengarkannya merasa di bohongi . Dia terlihat tidak terima dengan apa yang Lina lakukan .


" Pasti Tante hanya berbohong agar Hendri dan wanita itu selamatkan ? " balas Alma tidak terima .


" Terserah kamu mau percaya atau tidak yang jelas itu semua benar adanya " ucap Lina datar sambil ia membalikkan posisinya menuju ke arah sang suami .


" Kamu berhutang penjelasan denganku sayang" bisik Hanan di telinga sang istri .


" Nanti akan aku jelaskan kepadamu " jawab Lina kepada sang suami .


" Kalian pasti senang melihatku seperti orang bodoh seperti ini " kesal Alma .


" Aku akan membuat perhitungan denganmu " ancam Alma sambil memandang garang kepada Ria .


" Jangan pernah kamu menyentuh Ria sekali pun . Kalau tidak kamu akan berhadapan langsung denganku " Hendri mencoba melindungi Ria dan berbalik mengancam Alma . Alma hanya memandang jengah kesemua orang yang berada di situ lalu pergi begitu saja tanpa pamit .


Ria yang masih syok mendengar semua hinaan dari Alma tadi . Ia hanya bisa menangis . Ria pun ingin segera pergi dari rumah itu . Dadanya terasa sesak jika terlalu lama berada di rumah itu .


" Maaf Om dan Ibu karena acara makan malam ini sudah selesai saya mohon pamit dulu . Terima kasih atas semuanya . Maaf kalau kejadian ini terulang kembali gara - gara saya hiks hiks " Ria berpamitan dengan Hanan dan Lina .


" Aku antar ya Ri " bujuk Hendri .


" Tidak perlu mas , aku tahu mas Hendri masih ada urusan lagi dengan Arin . Aku bisa kok pulang sendiri engga usah khawatir " tolak Ria . Lina menghampiri Ria yang masih menangis .


" Ria maafkan ibu ya nak , karena rencana itu kamu jadi di hina begini . Ibu mohon maaf ya nak " Lina memeluk Ria sebagai tanda permintaan maaf tulus darinya .


" Hiks hiks ti - tidak a apa - apa bu . Sa - saya hanya masih kaget saja dengan yang mbak Alma ucapkan . Sa - saya pamit dulu ya Bu terimakasih untuk malam ini " pamit Ria lagi dengan sesenggukan karena menangis sambil dia melepaskan pelukan dari Lina .


" Kamu di antar supir ibu saja ya , ini sudah malam Ri ibu khawatir kalau terjadi apa - apa denganmu " ucap Lina membujuk .


" Tidak perlu bu terimakasih . Saya bisa pulang sendiri kok . Lagian ini saya sudah pesan mobil online nya InsyaAllah aman bu " tolak Ria halus . Ria pun menghampiri Hanan untuk berpamitan . Ria mencium tangan Hanan .


" Saya pulang dulu ya Om . Terimakasih untuk semuanya . Maaf gara - gara saya suasananya jadi tidak enak begini . Saya permisi dulu " pamit Ria .


" Hati - hati di jalan ya nak . Malah Om yang jadi tidak enak denganmu . Maafkan kejadian tadi ya " ucap Hanan dan hanya di balas anggukan oleh Ria . Ria sudah merasa lelah dengan semua yang terjadi .


" Rin , nanti kamu pulang dengan mas Hendri saja ya . Mas Hendri ada perlu denganmu jadi sekarang aku pulang ke kos duluan ya " pamit Ria dengan Arin .


" Yakin kamu tidak apa - apa Ri , aku temani saja ya ? " bujuk Arin .


" Tidak Rin , urusanmu dengan mas Hendri lebih penting . Selesaikanlah dulu " tolak Ria . Ria pun melangkah menuju pintu keluar .


" Tapi Ri - " ucapan Arin terpotong karena Hendri memegang tangannya tiba - tiba . Arin sedikit terkejut .


" Biarkanlah dulu . Ria butuh waktu untuk sendiri " ucap Hendri lirih kepada Arin . Arin hanya membalas dengan anggukan kepala .

__ADS_1


Yuda dari tadi hanya duduk dengan menundukkan wajahnya . Dia merasa bersalah dan dia merasa tidak pantas untuk wanita sebaik Ria . Yuda bersalah karena sudah berpikiran nengatif dengan Ria . Dia merasa tidak pantas karena Ria memiliki hati yang begitu luas selerti samudera . Yuda terngiang - ngiang setiap ucapan Mamanya .


" Jadi selama ini mereka bersandiwara hanya untuk menyadarkanku kalau aku sudah jatuh cinta kepadanya . Bodoh nya aku sampai tidak sadar akan permainan mereka . Aku sudah menyakitinya berulang kali . Apa masih pantas diri ini untuk bersanding di sampingnya " gumam Yuda dalam hati .


__ADS_2