Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Bercanda Bersama


__ADS_3

Mobil Hendri pun sudab hilang dari pandangan Ria dan Yuda yang masih menatap ke arah gerbang . Di wajah Ria terlihat sendu karena harus berpisah dengan sang ibu .


" Sudah sayang jangan bersedih lagi . Kapan - kapan kita kan bisa datang ke sana dan bertemu dengan ibu lagi ." ucap Yuda menghibur sambil merangkul bahu Ria .


" Iya mas aku ." ucap Ria sambil meletakkan kepalanya di dada sang suami .


" Sudah kita masuk yuk , kita juga butuh mempersiapkan keperluan kita ." ajak Yuda dan Ria pun mengangguk patuh .


Mereka berduapun masuk ke dalam rumah dan menghampiri kedua orang tua mereka . Bu Lina dan Tuan Hanan sedang duduk santai di ruang keluarga .


" Sini sayang duduk sama Mama ." pinta Lina , Ria pun mengiyakan permintaan sang ibu mertua . Sedangkan Yuda memilih duduk di samping Ria .


" Kenapa wajahnya cemberut begitu ? Hemm masih marah ya sama kami karena sudah mengerjaimu ? " tanya Lina yang melihat wajah sendu Ria .


" Tidak Ma , Ria tidak apa - apa . Hanya masih merasa sedih saja karena ibu pulang ." jawab Ria .


" Oh begitu , jangan sedih lagi ya kan di sini juga ada Mama yang bisa kamu anggap seperti ibumu sendiri . Mama kan juga sayang denganmu . Jadi jangan sedih lagi ya ." hibur Lina sambil mengelus puncak kepala Ria .


" Iya Ma , terimakasih karena sudah menyayangi ku seperti anak Mama sendiri ." balas Ria .


" Sama - sama sayang , jangan pernah merasa jika kamu sendiri di sini ya . Karena ada Mama di sini pengganti ibumu . " balas Lina . Ria pun berhambur memeluk sang ibu mertua .


" Wah kalau sudah begini , kita bakalan di lupain ya Pa ." ucap Yuda bercanda .


" Iya nih , wanita kalau sudah begini lupa kalau punya suami . Tak patut . . . tak patut . . ." balas Hanan yang ikut mencandai sang istri dan menantunya .

__ADS_1


" Kalian kalau ingin berpelukan , pelukan saja engga ada yang melarang ." ucap Lina acuh sambil masih memeluk sang menantu .


" Hah meluk Papa , iuh engga deh . Gini - gini Yuda normal ya Ma engga suka jeruk makan jeruk ." balas Yuda tersenyum .


" Heh . . . bocah gemblung jadi kamu tidak mau meluk Papa sebagai Papa mu . Oke engga Papa , nanti saham Papa akan Papa tarik dan akan Papa berikan ke Ria saja yang sayang sama Papa . Engga kayak kamu ." ucap Hanan pura - pura kesal .


" Wah bercandanya bawa - bawa saham engga lucu ah Pa . Saham Papa di perusahaan paling besar kalau itu di tarik bisa oleng perusahaan kita ." balas Yuda sambil mendekati sang ayah .


" Biarin aja terserah Papa dong saham - saham Papa ini kenapa kamu yang ngatur ." ucap Hanan menahan senyum .


" Jangan ngambek dong Pa , aku kan cuma bercanda . Aku sayang banget kok sama Papa ." ucap Yuda merayu sambil merangkul sang Papa .


" Ih sana jauh - jauh , nanti di kira Papa doyan jeruk makan jeruk lagi ." ucap Hanan bercanda .


Yuda pun semakin mengeratkan rangkulannya .


Ria dan Lina yang sedang melihat ke arah 2 laki - laki itu pun hanya tersenyum . Ria sampai mendelik saat mendengar ucapan Yuda tentang bidadari surga itu .


" Mas !!!" panggil Ria menahan malu .


" Suami kamu sekarang lagi mabuk Ri , lihat saja tingkahnya seperti ini ." ucap Hanan .


" Mabuk ? mabuk apa Pa ? " tanya Ria polos .


" Mabuk cinta . . . Hahahaha . . . " teriak Hanan dan Yuda bersamaan membuat Ria malu setengah mati . Ria pun sampai menenggelamkan kepalanya di pelukan sang ibu mertua .

__ADS_1


" Mama mereka mengerjaiku ." adu Ria . Lina pun tersenyum melihat keharmonisan keluarganya .


" Kalian ini . " ucap Lina singkat .


" Sudah sayang tidak perlu malu , mereka memang suka seperti itu ." hibur Lina kepada sang menantu .


Ria pun mengangkat wajahnya menatap ibu mertuanya .


" Sayang kenapa malu , kan memang benar aku sedang mabuk cinta denganmu . Bahkan sudah menjurus ke bucin . Aku bucin denganmu sayang ." ucap Yuda lantang membuat Ria merona . Sedangkan kedua orang tua Yuda saling pandang karena tidak percaya dengan perubahan sikap Yuda yang drastis ini . Mereka senang dengan apa yang mereka lihat sekarang karena putra mereka lebih ceria dan terbuka .


" Mama bahagia melihat kalian seperti ini . Apalagi kamu Yud , sekarang kamu lebih bisa memperlihatkan suasana hatimu . Tidak seperti dulu kaku dan dingin ." ucap Lina senang .


" Iya Ma , Yuda sekarang banyak berubah karena menantu Mama ini yang sudah memotivasi Yuda untuk berubah ." balas Yuda .


" Tidak mas , bukan aku tapi mas sendiri yang mau merubah sikap mas . Aku juga lebih suka mas yang sekarang , mas yang dulu itu nyebelin banget orangnya ." ucap Ria mengejek .


" Apa kamu bilang ? aku nyebelin ? " tanya Yuda .


" Iya nyebelin , weeekk . " ejek Ria lagi sambil menjulurkan lidahnya .


" Awas ya ~ " ucap Yuda terpotong .


" Sudah - sudah mau sampai kapan kalian bertengkar . Kalian mau jadi liburan tidak ? apa kalian tidak butuh bersiap - siap sudah jam 9 ini . " potong Lina .


" Iya jadi Ma . Ya sudah kami ke kamar dulu mau siap - siap ." ucap Yuda .

__ADS_1


" Ya sudah sana . " balas Lina .


Yuda dan Ria pun beranjak pergi ke kamar mereka untuk bersiap - siap .


__ADS_2