Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Kumpul Keluarga


__ADS_3

Setelah sampai di kantor Yuda di sambut oleh Hendri sahabatnya sekaligus asisten pribadinya . Hendri sedikit heran dengan Yuda karena sahabatnya itu dilihatnya senyum - senyum sendiri . Hendri penasaran dengan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu .


" Sepertinya hatimu sedang senang ya Yud ? aku perhatikan dari tadi kamu senyum - senyum sendiri . Ada apa cerita dong . " tanya Hendri penasaran sambil mereka berjalan ke arah ruangan Yuda .


" Iya Hen , pagi ini aku lagi bahagia sekali . Hubunganku dengan Ria sudah membaik bahkan Ria sekarang sudah mau menerimaku jadi suaminya . Sejak pagi dia melayaniku dengan baik , aku senang sekali Hen . " ucap Yuda sambil tersenyum .


" Syukurlah kalau hubunganmu dengan Ria membaik aku ikut senang . " ucap Hendri .


"Terimakasih ya Hen kamu selalu membatuku dan mendukungku dalam keadaan apapun . " ujar Yuda .


" Sama - sama Yud kita kan sudah seperti saudara jadi kalau membutuhkan apapun tak perlu sungkan bilang aja kepadaku . " balas Hendri . Yuda pun hanya membalas dengan anggukan saja . Mereka pun telah sampai di ruangan Yuda .


Hendri mulai membacakan agenda Yuda hari ini . Setelah selesai membacakan jadwal Yuda , Hendri pun kembali ke ruangannya . Mereka berdua mempersiapkan berkas - berkas untuk di bawa dalam pertemuan dengan klien di ruang meeting 10 menit lagi .


Yuda yang sudah siap pun berdiri dari meja kerjanya dan berjalan keluar dari ruangannya . Hendri pun segera menyusul Yuda . Mereka pun berjalan ke arah ruang meeting untuk menunggu kliennya yang belum datang .


Sedangkan di kediaman Hanandi . Ria sedang sibuk di dapur . Karena bosan tidak ada kegiatan , Ria memilih membuat kue untuk keluarganya . Sedangkan Lina sedang menemani Hanan yang sedang merapikan tanaman di kebun belakang .


Semenjak pensiun Hanan memiliki hobi berkebun untuk mengisi waktu luangnya . Walaupun sesekali Hanan masih pergi ke kantor hanya sekedar mengecek saja .


" Bi , ini kue untuk Bibi dan pelayan yang lain . Silahkan di cicipi , semoga suka . " ucap Ria yang sudah selesai membuat kue dan meminta Bi Sari untuk mencicipi rasa kue itu .


" Baik Neng biar Bibi coba . " balas Bi Sari sambil mengambil pisau untuk memotong kue yang Ria bikin . Bi Sari pun mencoba kue itu .


" Bagaimana Bi enak tidak ? " tanya Ria penasaran .


" MasyaAllah enak sekali ini Neng . Nama kue ini apa Neng dari rasanya hampir mirip klepon tapi ini kan kue jadi kombinasi ya ? " tanya Bi Sari .


" Iya betul Bi , ini tuh namanya kue klepon Bi . Aku kemarin lihat di ponsel resepnya aku jadi pengen nyoba . Alhamdulilah Bi kalau enak soalnya ini baru pertama kali aku bikinnya . " ucap Ria .


" Wah Neng Ria speertinya punya bakat bikin kue juga ya kayak Nyonyah Lina " puji Bi Sari lagi .


" Wah jauh kalau di bandingkan Mama Bi . Aku masih butuh belajar . " ucap Ria malu .


" Ah , Neng Ria sukanya merendah . Bener lho Neng , Neng Ria itu istri yang pas buat Den Yuda . Selain cantik Neng Ria itu juga baik , rendah hati , sama kami para pekerja juga menghargai dan pinter masak lagi . Kami para pelayan dan penjaga sangat suka sama Neng Ria . Beda tuh sama temen Den Yuda yang namanya Non Alma suka tidak menghargai kami para pelayan . " ucap Bi Sari yang ingat dengan perlakuan Alma yang selalu tidak menghargai atau memghormati para pekerja di rumah ini .


" Hush Bibi kok jadi menggosipkan orang lain . Tidak baik lho . " tegur Ria tersenyum dan dibalas senyum nyengir oleh Bi Sari .


" Sudah ah aku amu antar ini dulu ke Mama dna Papa dulu . Dihabiskan saja Bi kue itu . Jangan bergosip lagi ya . " ucap Ria sambil membawa nampan berisi kue buatannya dan 2 cangkir teh hangat .


Ria pun pergi dari dapur itu dan berjalan ke arah kebun belakang rumah dimana kedua mertuanya berada .


Saat sampai di teras belakang terlihat Lina dan Hanan sedang beristitahat di bangku teras itu sambil mengelap keringat yang mengucur deras di wajahnya .


" Panas sekali ya Pa hari ini . " keluh Lina .


" Iya Ma tidak seperti biasanya , hari ini sangat panas sekali . " balas Hanan .


" Biar seger nih Ria bawakan teh manis sama kue buatan Ria sendiri . " timpal Ria saat sampai di hadapan kedua mertuanya .


" Wah ada kue asyik nih . " ucap Hanan sambil mengambil piring berisi kue yang sudah Ria siapkan untuknya .


" Kamu yang bikin ini sayang ? " tanya Lina yang juga mengambil piring berisi kue .


" Iya Ma , kemarin Ria lihat resep - resep kue di ponsel . Ria tertarik sama kue ini , akhirnya Ria coba deh bikin kue ini . Dan ini hasilnya semoga Mama Papa suka . " ucap Ria yang sudah ikut duduk di teras belakang itu .


" Papa suka rasanya Ri enak sekali . Seperti makanan tradisional tapi ini di buat modern . " puji Hanan yang sudah mengahabiskan setengah kue yang di bawakan Ria untuknya .


" Hhmm iya sayang ini enak sekali . Rasanya kayak klepon tapi ini di buat cake wah inovasi baru ini . " ucap Lina menimpali .


" Alhamdulillah kalau Papa dan Mama suka . Berarti percobaanku berhasil dong . " ucap Ria .


" Iya berhasil , ini rasanya enak banget " ucap Lina . Ria pun bahagia mendengar pujian dari kedua mertuanya .

__ADS_1


" Ini bisa Ma di masukin ke menu toko kue Mama kan jadi tambah pilihan lagi pelanggannya . " ucap Hanan memberi ide .


" Betul juga ya Pa " balas Lina .


Ria yang mendengar kedua mertuanya membahas tentang toko pun teringat untuk meminta ijin kepada kedua mertuanya untuk bekerja di toko kue itu lagi .


" Pa Ma ada yang ingin Ria bicarakan . " ucap Ria gugup .


" Ada apa sayang katakan saja tidak perlu sungkan ? " balas Lina .


" Pa Ma , Ria ingin meminta ijin kepada Papa dan Mama untuk tetap bekerja di toko kue Bu Kartika setelah menikah apakah boleh ? " tanya Ria takut .


" Kenapa sayang kamu ingin tetap bekerja di sana ? kamu tidka betah ya di rumah ini ? " tanay Lina bingung .


" Bukan seperti itu Ma , Alhamdulillah Ria di sini betah - betah saja . Cuma Ria akan bosan kalau tidak memiliki kegiatan Ma . Apalagi Bi Sari tidak pernah mau Ria bantu bersih - bersih rumahnya . Jadi dari pada Ria bosan jenuh tidak memiliki kegiatan , lebih baik Ria tetap kerjakan Pa Ma biar Ria ada kegiatan . " jawab Ria menjelaskan .


" Kalau Papa sih terserah Ria bagaimana baiknya . Asal Ria sudah ijin juga dengan Yuda ." ucap Hanan .


" Iya Pa , Ria tahu itu makanya Ria tadi subuh sudah meminta ijin sama Mas Yuda . Dan mas Yuda sudah mengijinkan Ria dengan catatan Ria harus sudah ada di rumah sebelum mas Yuda pulang . " ucap Ria .


" Kalau begitu Papa juga ijinkan asal kegiatannya positif Papa dukung . " ucap Hanan .


" Mama juga ijinkan kamu bekerja lagi " jawab Lina sambil tersenyum .


" Terimakasih banyak Pa Ma , Ria senang sekali . " ucap Ria senang .


" Sama - sama nak . " jawab Hanan dan Lina bersamaan .


" Kalau begitu Ria masuk dulu ya Pa Ma , Ria mau menelepon Bu Kartika untuk memberi kabar baik ini . " pamit Ria .


" Iya sana . " balas Lina senang .


Ria pun pergi dari teras belakang menuju kamarnya . Di dalam kamar Ria segera menelepon Bu Kartika tentang kabar ini .


Setelah mengobrol kurang lebih setengah jam , Ria pun menutup teleponnya . Hari ini hatinya begitu bahagia . Banyak hal baik yang ia terima hari ini .


" Ya Allah hamba sangat bersyukur atas nikmat kebahagian yang engkau beri untukku di hari ini . Semoga di hari - hari yang akan datang akan sama seperti ini juga . Aamiin . " Ria berdoa dalam hati saking bahagianya .


Sore pun datang , setelah sholat ashar Ria masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya . Setelah mandi Ria keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam . Rumah terlihat sepi , Lina dan Hanan tidak terlihat keberadaannya . Ria berpikir mungkin kedua mertuanya sedang berada di dalam kamar mereka .


Tak berselang lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah . Terlihat Yuda dan Hendri keluar dari mobil itu .


" Assalamualaikum " sapa kedua laki - laki dewasa itu .


" Waalaikumsalam " jawab Ria .


" Mas sudah pulang ? mas Hendri ikut ke sini juga . " sapa Ria sambil menghampiri sang suami dan salim kepada Yuda dan mengambil tas kerja suaminya itu .


" Iya aku mau numapng makan . Lagi amals makan di luar . " jawab Hendri asal .


" Dasar alasan saja . Bilang aja biar irit tidak perlu keluar uang buat beli makan kan . " jawab Ria menggoda Hendri .


" Betul 100 untukmu Ri . " balas Hendri lagi yang duduk di sofa ruang tengah .


Yudan dna Ria hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hendri .


" Mas Yuda mandi dulu gih , aku mau masak dulu buat makan malam . " ucap Ria .


" Iya aku mandi dulu . Papa sama Mama kemana Ri kok rumah sepi ? " tanya Yuda sebelum pergi .


" Kayaknya ada di kamar Mas . " jawab Ria dan di balas anggukan oleh Yuda .


" Ya sudah aku mandi dulu . " pamit Yuda sambil berjalan ke kamarnya . Ria hanya membalas dengan anggukan kepala saja .

__ADS_1


" Aku juga mau mandi dulu ah , bau asyem nih badan . " ucap Hendri tapi tidak di gubris oleh Ria .


Ria pun melanjutkan acara memasaknya . Setelah 1 jam berlalu semua masakan pun telah siap semua . Ria dan Bi Sari pun menyiapkannya di meja makan .


Terdengar langkah kaki mendekat .


" Wah harumnya masakanmu Ri . Pasti enak nih rasanya . " ucap Hendri memuji .


" Iya dong siapa dulu kokinya . " ucap Ria bangga .


" Dih sombong amat . " seloroh Hendri .


" Biarin sombong buat diri sendiri karena bangga mah tidak apa - apa . " balas Ria .


Tak berselang lama Yuda pun turun dari lantai dua .


" Kamu kalau ada makanan semangat sekali Hen . " goda Yuda .


" Takut kamu habiskan . " balas Hendri asal . Yuda hanya menggelengkan kepalanya .


" Mas mau minum apa ? " tanya Ria .


" Jus saja sayang . " jawab Yuda .


" Suit . . . suit panggilnya sudah sayang sayangan nih . Jiwa lajangku meronta bro . " goda Hendri .


Ria yang mendengar godaan Hendri pun berjalan ke arah dapur dengan menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu . Sedangkan Yuda hanya tersenyum bahagia .


" Aku jus juga ya Ri sekalian biar kamu tidak bolak balik . " teriak Hendri kepada Ria yang sednag menyiapkan minuman untuk suaminya .


" Ish kau ini seperti di hutan aja teriak - teriak ." kesal Yuda sambil menepuk punggung sahabatnya karena kesal atas teriakan Hendri yang memekak kan telinganya .


" Kamu kayak di hutan aja Hen teriak - teriak begitu . " ucap Lina tiba - tiba mengagetkan semua yang ada di meja makan .


" Eh Tante maaf Tan , aku teriak biar Ria dengar ." jawab Hendri takut .


Lina dan Hanan pun menempati kursinya .


" Tidak perlu teriak , aku juga dengar mas . Emangnya aku tuli apa . " timpal Ria yang datang membawa nampan berisi 3 gelas jus . Hendri yang mendengar ucapan Ria hanya bisa mengacungkan dua jarinya berbentuk V smabil nyengir .


" Papa sama Mama mau minum apa ? " tanya Ria .


" Jus semua aja Ri . " jawab Lina .


" Oke Ria ambilkan dulu ya Ma . " balas Ria di balas anggukan oleh Lina .


" Wah ini kamu semua yang masak Ri ? " tanya Lina takjub .


" Iya Ma , kebanyakan ya ? " tanya Ria sambil datang membawa nampan berisi 2 gelas jus untuk mertuanya .


" Engga sayang Mama hanya takjub aja asakan sebanyak ini kamu masak sendiri . " ucap Lina .


" Ah Mama jangan memujiku terus nanti aku terbang lho . Aku tidak sendiri kok Ma , aku di bantu sama Bi Sari juga . " jawab Ria .


" Kamu pantas di puji Ri . Mama sekarang bisa istirahat nih biar semua urusan kamu saja yang tangani . Bolehkan Mama pensiun masak ." ucap Lina menggoda sang menantu .


" Boleh Ma , biar urusan rumah Ria yang urus . Mama sama Papa nikmati saja masa pensiun kalian . Biar kami yang menjaga , merawat dan melindungi kalian serta rumah ini . Iyakan Mas ? " ucap Ria yang sudah duduk di samping Yuda dan melihat ke arah Yuda .


" Benar Ma yang di katakan Ria . Sekarang Mama bisa istirahat tidak perlu masak atau membereskan setiap masalah di rumah ini . Biar semua dihandel Ria . Biarkan gantian kami yang menjaga kalian dan merawat kalian . Untuk tanda bakti kami sebagai anak Pa Ma ." ucap Yuda .


" Huuu Mama terharu kalian memang anak - anak yang baik dan berbakti kepada ornag tua . Mama bangga menjadi ornag tua kalian . " ucap Lina berkaca - kaca .


" Sudah - sudah terharunya nanti lagi . Sekarang waktunya makan dulu . Papa udah laper nih Ma . " ucap Hanan membuyarkan suasana .

__ADS_1


" Ish Papa merusak suasana saja . " keluh Lina membuat Yuda , Ria dna Hendri tertawa melihat tingkah kedua orang paruh baya itu .


__ADS_2