Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Undangan Dadakan 2


__ADS_3

" Hah undangan dadakan ? jadi laki - laki tadi datang untuk mengundangmu makan malam ?" Arin terkejut dengan perkataan Ria .


" Aku harus gimana ya Rin ?" tanya Ria .


" Ya datang aja emang apa yang kamu pikirin ?" tanya Arin balik .


" Hhmm aku takut Rin . Disana tidak ada yang aku kenal " jawab Ria .


" Kan ada nyonya Lina yang kamu kenal . Dan aku lihat selama ini orangnya baik kalau sama kamu " hibur Arin .


" Iya sih tapi - "


" Tapi apa lagi ? " Arin memotong perkataan Ria .


" Aku ga punya pakaian yang pantas untuk aku pakai di acara itu " jawab Ria malu .


" Ya ampun Ria aku pikir kenapa , kalau masalahnya itu aku bisa bantu kamu . Aku ada beberapa pakaian yang bisa kamu pinjem buat acara nanti . Badan kita kan sama pasti ukuran baju kita juga sama . Kalau kamu mau pakai aja , nanti aku bantu deh dandanin kamu " Arin menawarkan bantuan untuk sahabatnya itu .


" Kamu gapapa pakaianmu aku pakai ? " tanya Ria ga enak .


" Ya gapapa lah emang kenapa , lagian kan aku sendiri juga yang nawarin ke kamu " jawab Arin menghibur .


" Bener nih ? " tanya Ria sambil tersenyum .


" Mau ga kalau ga mau juga gapapa " jawab Arin menggoda sahabatnya itu .


" Ya udah aku terima deh bantuan sahabat baikku ini " Ria sambil tersenyum menjabat sahabatnya itu .


" Nah gitu dong , ga usah malu - malu . Kamu tuh malu - malu tapi mau juga " goda Arin sambil tertawa terbahak - bahak .


Jam menunjukkan pukul 5 sore mereka berdua pun sudah selesai dengan pekerjaannya . Saat berjalan menuju pulang ke kosan , Arin memandangi Ria yang sedang tidak fokus berjalan .


" Lagi mikirin apa Ri ? " tanya Arin penasaran .


" Aku bingung Rin , kenapa ya bu Lina


mengundangku makan malam , padahal kita juga baru aja kenal ? apa ada sesuatu ya ? jawab Ria bingung .


" Akupun juga penasaran Ri , emang sih kalau di lihat - lihat bu Lina itu kayaknya suka deh sama kamu . Apa jangan - jangan bu Lina mau jadiin kamu menantunya kali " goda Arin .


" Hush ngaco kamu , emang siapa aku sampai bu Lina mau jadiin aku menantunya . Dari latar belakang keluarga aja udah beda jaaaaauuuuuuhhhh banget " kesal Ria .


" Jauh sih jauh ga usah pakai gaya juga . Ini tangan sampe ke muka ku lho " kesal Arin balik


" Habis kamu godain aku terus dari tadi " ucap Ria .

__ADS_1


Tak terasa mereka pun sampai juga di kosan . Mereka langsung masuk ke kamar dan duduk selonjor di lantai untuk beristirahat sejenak .


" Kamu mandi dulu aja Ri , udah jam 5 lebih nih . Biar ga buru - buru nanti siap - siapnya " pinta Arin . Ria pun mengangguk tanda setuju dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi .


Arin yang selesai beristirahat pun membuka lemari baju untuk memilihkan baju yang cocok untuk Ria .


" Hhhmmm yang ini , yang ini dan yang ini aja kayaknya pas deh kalau dipakai Ria " Arin memilih - milih pakaian miliknya . Dia mengambil ada 3 baju yang menurutnya cocok untuk Ria . " Biar Ria coba dulu lah ".


Setelah 15 menit berlalu akhirnya Ria keluar dari kamar mandi dengan memakai baju rumahan dan handuk yang ia lilitkan di kepalanya yang basah .


" Ini Ri baju yang mungkin kamu suka dan bisa kamu pakai nanti . Di coba satu - satu dulu cari yang nyaman buat kamu " pinta Arin .


" Banyak sekali Rin , apa aja lah yang penting sopan . apa ga kelamaan kalau aku coba satu - satu " keluh Ria .


" Ini cuma 3 baju Ria ga akan lama , cepetan coba baju yang ini dulu " paksa Arin .


Dengan malas Ria pun menurut dengan permintaan sahabatnya itu . Ria masuk ke dalam kamar mandi dnegan membawa baju pertama . Selang 10 menit Ria sudah keluar


" Gimana Rin cocok ga ? " tanya Ria .


" Menurutku kurang pas Ri , ganti coba pakai yang ini " Arin tidak cocok dengan baju pertama . Baju pertama itu berwarna hitam dengan panjang baju yang hampir menutupi kaki Ria dengan lengan panjang , yang membuat kurang pantas baju tadi mempunyai model pasa badan jadi semua bentuk tubuh Ria terlihat .


Ria pun keluar dengan memakai baju kedua ,


" Ini bagus Ri , tapi aku tahu pasti kamu ga nyaman kan " tebak Arin .


Arin yang melihat tingkah sahabatnya tertawa "hahaha kamu lucu Ri , kalau masuk angin tinggal di kerokin aja beres " goda Arin .


" Ish kamu ini . Ada lagi ga ? cepetan malu ini pakai kayak gini " pinta Ria kesal .


Baju kedua ini memang terlihat lebih sexy . Dengan panjang baju yang diatas lutut , serta lengan yang hanya seutas tali membuat pundak si pemakai terlihat jelas . Dan warna merah membuat baju terkesan menantang . Jelas ini bukan baju selera Ria , seorang gadis tomboy dan sederhana .


" Ini satu lagi , mudah - mudahan yang ini cocok dan nyaman buat kamu Ri " menyodorkan baju terakhir Arin sambil menahan tawa melihat tingkah sahabatnya itu . Ria pun langsung menyambar baju itu dan lari ke dalam kamar mandi . Arin sudah tidak tahan lagi untuk tertawa .


Tak berselang lama Ria keluar lagi dengan memakai baju ke 3 .


" Ga perlu kamu tanya , aku sih Yess " seru Arin sambil menunjukkan 2 jempol di tangannya .


" Aku juga cocok Rin , nyaman juga di pakainya" ucap Ria . Baju ketiga ini mempunya model A mirip babydoll berwarna merah muda dengan panjang di bawah lutut , dengan aksen bunga kecil - kecil dan manik - manik di dada , dan lengan panjang 3/4 yang mengikuti bentuk lengan Ria yang ramping menambah manis di lihat . Ria terlihat lebih segar , dewasa , anggun dan cantik .


" Sini aku dandanin kamu sedikit biar tambah cantiknya " goda Arin lagi .


" Ga usah dandan Rin , gini aja terus bedakan aja dah cukup " tolak Ria .


" Ya ga cocok lah , kelihatan kucel dong Ri , pokoknya harus dandan . Sini aku dandani " paksa Arin .

__ADS_1


Ria pun hanya bisa pasrah " ya udah deh aku nurut kamu aja , tapi dandanannya jangan tebel - tebel ya Rin yang tipis natural aja . Aku ga mau terlihat menor " pinta Ria . Arin pun hanya menjawab dengan anggukan kepalanya .


Arin dan Ria pun duduk berhadapan . Arin mengeluarkan perlengkapan make up yang ia miliki . Pertama yang dilakukan Arin adalah membersihkan muka Ria terlebih dahulu . Setelah itu Aris memoles wajah Ria memakai foundation yang tipis sekali . Setelah foundation selesai Arin mulai menyapuhkan bedak ke wajah Ria , bedak pun sama tipis tidak terlallu tebal . Tak lupa Arin mengoleskan eye shadow yang warna senada ke kelopak mata Ria , serta maskar dan eyeliner . blas on pun iya sapuh - sapuh kan ke pipi Ria yang sudah terbedaki . Dan terakhir Arin mengoles bibir mungil Ria memakai lipcream warna pink muda menambah manis tampilan Ria malam ini . Rambut Ria hanya di gerai dan di luruskan sedikit supaya rapi dan hanya memakai jepitan rambut yang sesuai dengan bajunya itu .


Akhirnya selesai sudah Arin merubah wajah polos Ria menjadi wajah yang sangat cantik dan manis .


" Selesai , lihat deh Ri kamu kalau dandan begini cantik juga ya " puji Arin . Ria terlihat lebih dewasa , anggun dan manis .


" Eh iya juga ya Rin , tapi aku paling ga tahan kalau pakai riasan begini lama - lama suka ga percaya diri " keluh Ria .


" Menurut aku sih gapapa lah Ri sekali - kali dandan begini " ucap Arin .


" Udah ah jangan ngobrol terus , udah jam 6 lebih nih . Mendingan aku berangkat sekarang kali ya biar ga terlambat " .


" Iya Rin mendingan berangkat sekarang , eh iya kamu jangan naik angkot mendingan kamu pesan mobil online saja , sayangkan usahaku kalau harus berantakan karena naik angkot , apalagi biar gampang kamu nyari alamatnya " saran Arin .


" Iya memang rencananya aku pakai mobil online . Aku kan belum hafal daerah sini bisa - bisa nyasar nanti kalau pakai angkot mah " jawab Ria .


Akhirnya Ria pun berdiri dan merapikan bajunya lagi , " aku pergi dulu ya Rin , doain biar lancar " pamit Ria sambil tangannya meraih sepatu wedges yang sudah Arin persiapkan . Ria terbiasa memakai sepatu kets , ia memang tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi . Supaya aman makanya Arin meminjami sahabatnya itu sepatu wedges yang cocok juga dengan baju nya itu .


" Ya udah kamu hati - hati di jalan , semoga lancar acaranya " jawab Arin .


" Terimakasih ya Rin kamu udah mau membantuku hari ini " sambil memeluk Arin , Ria berterimakasih kepada sahabatnya itu .


" Iya sama - sama " jawab Arin membalas pelukan Ria .


Ria pun keluar dan menunggu mobil online yang sudah ia pesan , tak berselang lama mobil itupun datang . " Selamat malam nona " sapa supir mobil online itu .


" Malam juga pak " balas Ria ramah .


" Alamat tujuan sesuai aplikasi ya Non ?" tanya si supir lagi


" Iya pak sesuai aplikasi " jawab Ria singkat . Mobil pun mulai melaju .


Untung Ria tidak terkena macet . Dalam waktu 30 menit akhirnya ia sampe di sebuah perumahan elite . Rumah - rumahnya besar dan mewah . Dan akhirnya mobil online pun berhenti di sebuah rumah yang sangat besar tak jauh dari pintu masuk perumahan . Ria pun turun dari mobil dan menghampiri pintu gerbang yang begitu tinggi .


Ria mengintip dan mencoba membunyikan bel yang tersedia di pintu gerbang yang lebih kecil mungkin di gunakan untuk tamu - tamu yang hanya jalan kaki . Tidak berapa lama bel di pencet ada seorang satpam yang menghampiri .


" Selamat malam Nona , ada perlu apa dan mencari siapa ?" tanya satpam itu sopan .


" Selamat malam pak , saya datang kesini dapat undangan makan malam dari ibu Lina pak " jawab Ria tak kalah sopan .


" O ya tamu Nyonya , silahkan masuk non Saya sudah dikasih tahu nyonya kalau bakalan ada tamu datang . Tunggu sebentar nanti saya antar ke dalam . Nyonya sudah menunggu didalam " ucap satpam lagi .


" Ah terimakasih pak sudah mau mengantarkan , maaf jadi merepotkan bapak " sungkan Ria .

__ADS_1


" Tidak apa - apa non sudah jadi kerjaan saya " jawab satpam lagi .


#### maaf reader terkasih episode 14 ini seharusnya sudah update dari tadi siang . Tapi karna terjadi sesuatu hal yang tanpa di sengaja episode ini terhapus . Makanya ini otor usahain nulis lagi biar pada ga kecewa ya . Selamat membaca . . . . . #####


__ADS_2