Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
10 awal kerja


__ADS_3

Pagi telah hadir, dengan sinar matahari yang cerah di sertai kicauan burung menjadi pelengkapnya.


Hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu, membuat aku susah tidur memikirkan hari ini (kek jatuh cinta 😂) bagaimana tidak hari ini hari perdana aku kerja di kantor yang sama dengan Bagas.


Aku mengenakan kemeja putih dan celana hitam lengkap dengan sepatu ,serta polesan bedak dan sedikit lipstik di wajahku.


Aku duduk di depan kamar kostku menunggu kedatangan Bagas.menatap arloji kecilku di pergelangan tangan, jam menunjukkan pukul 06:45.


sambil menunggu aku memainkan ponselku.


"Pagi Zahra, "


Bagas tersenyum menyapa dengan penampilan yang rapi, menggunakan celana kepper hitam, baju kemeja biru tosca dan dasi hitam yang melingkar di lehernya


"Pa... pagii kak, "


aku gugup karena melihat penampilannya yang terlihat beda dari kemarin aku bertemu. aku pun terpukau melihatnya , Bagas terlihat rapi dan pastinya tampan.


"hai Zahra kamu udah siap?.kok malah bengong gitu"


Bagas mengibaskan tangannya di depan wajahku menyadarkan aku dari lamunan.


"eehhh Udah kok kak. "


"kenapa kamu bengong gitu ?"


"kakak rapi banget, keliatan tampannya"


spontan kalimat itu terlontar dari mulutku. "Astaga Zahra mulutnya gak ada remnya" aku bergumam dalam hati .


"haa kamu bilang aku tampan? "


tanya Bagas sambil membulatkan matanya.


"eng... enggak ko kak, ehmm itu ahh anu ak...aku udah siap maksudnya. hehehe"


aku tersenyum garing dan melangkah cepat menuju gerbang kost, meninggalkan Bagas yang sedang memandangiku dengan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Pagi ini Bagas mengendarai sepeda motornya, Bagas mengendarai motor dengan kecepatan santai sehingga kami bisa mengobrol sesekali tertawa lepas.


Ntahlah aku mengenalnya masih hitungan hari tapi setiap obrolan di antara kami selalu sejalur.


"kamu tadi udah mandikan Ra? "

__ADS_1


Bagas bertanya


"haahhh apa kak Ga dengar"


Aku sama sekali tak mendengar pertanyaannya, aku berusaha mendekatkan wajahku ke bahunya. indra penciumanku menangkap aroma parfum milik Bagas.


"kamu udah mandi tadikan? "


ulang Bagas sedikit berteriak agar aku bisa mendengarnya.


"udah kak emang kenapa? "


lahh ini orang nanya mandi segala, aku pun terheran.


"tapi kok masih berasa bau asem yah ra? "


aku membulatkan mata spontan aku menciumin bajuku


"enggak kok kak aku beneran udah mandi, bahkan wangi parfum "


aku terus mencium dan mengendus aroma tubuhku


"ahahahahahahahha. becanda doang ra biar ga serius banget kamunya kalau di boncengin"


tak lama kami pun sampai di sebuah bgedung megah dengan bangunan yang menjulang tinggi bak menembus langit, aku mendongakkan kepalaku mengamati bangunan ini.


"gilee bener dah nih gedung tinggi banget, kalau aku di gedung paling atas rumahku keliatan ga ya"


aku bergumam pelan dan tertawa dengan pemikiran ku yang absurd.


ternyata Bagas sedari tadi memperhatikan ku


"woi bocah ngapain senyum-senyum sendiri "


Tangannya menyapu wajahku. entah bagaimana ceritanya aku dan Bagas bisa se akrab ini bahkan dengan mudahnya dia memanggilku bocah.


"isss kakak"


aku mengkrucutkan bibir ku melihat ke jahilan anak manusia yang satu ini. namun dia hanya tertawa.


"udah yuk masuk"


aku hanya membuntuti Bagas masuk ke gedung itu. namun , belum sampai kami melangkah masuk, kami di hampiri oleh seorang wanita muda dengan penampilan sexy.

__ADS_1


wanita itu mengenakan kemeja berwarna biru muda namun, kedua kancing bagian atas tidak di kancingkan sehingga bagian dadanya hampir terlihat jelas.


dipadukan dengan rok span ketat berwarna hitam ,seatas lutut menampilkan kaki jenjangnya yang putih.dengan rambut terurai, dia menghampiri aku dan Bagas.


"Selamat pagi pak Bagas"


logat bicaranya di buat se imut mungkin, bahkan senyum yang di tampilkan ke Bagas terkesan genit.


"Pagi juga Mora"


Bagas hanya menyapa sekedarnya


"Oh iyah pak nanti siang setelah makan siang ada meeting di Resto Mulia Indah"


lagi-lagi nada suaranya seperti menggoda.


aku meroling mataku jengah melihat wanita ini, oh My God di perusahaan sebesar dan semegah ini terselip makhluk sepertinya.


Bahkan pakaiannya seminim itu, apakah di kantor ini tidak memiliki S. O. P .aku bergumam kesal.,


"Oke pastikan On Time sampai di tempat dan jangan lupa berkas kemarin yang di rekap ulang segera di bereskan" pinta Bagas


"baik pak"


wanita itu menatapku dengan pandangan yang sulit di artikan


Bagas yang melihat hal itu seperti tau apa yang di pikirkan Mora


"oh iyah Mora kenalkan ini Zahra ,dan Zahra ini Mora sekretarisku"


"what Sekretaris? "


batin ku berteriak, Makhluk sepertinya menjadi sekretaris Bagas.


berarti setiap hari Bagas di suguhin pemandangan seperti ini, sungguh tak pantas.


Ntah mengapa hatiku merasa kesal, mungkin karena aku juga seorang wanita yang tak terima jika penampilan seperti ini di anggap biasa di kantor ini.


******


di gantung season ini guys (kayak perasaan)😂


dont forget like and vote.. kasih komentar yang membangun juga para readers 💞💞

__ADS_1


__ADS_2