Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
Aku memecatmu !!


__ADS_3

" Maaf saya tidak bisa dok...".


" Panggil aku Rian please tidak perlu terlalu formal !!" .pinta Rian langsung memotong jawaban Rika.


" Baiklah Rian, maaf aku tidak bisa menerima lamaran kamu..kamu terlalu sempurna untuk aku raih dan aku terlalu naif jika berharap bisa bersamamu".jawab Rika jelas tegas.


" Kamu belum tau siapa aku Rian ,aku gadis yatim piatu yang tidak jelas siapa orang tuaku dan aku mulai dari kecil berada di panti. Aku gadis biasa, apa kata orang jika kita bersama, dan terlebih lagi apa pandangan orang tuamu terhadap ku jika mereka tau aku siap".jawab Rika dengan mata yang berkaca-kaca.


" Aku sudah tau semuanya tentang kamu Rik semuanya, dan aku pastikan aku bisa menerima mu, tidak perduli dengan orang lain meskipun itu orang tuaku sendiri".potong Rian dengan ucapan Rika.


" Please Rian jangan membuat aku berharap sesuatu yang tidak bisa aku harapkan, kamu melambungkan anganku dan suatu saat kamu juga yang akan menghempaskan impian itu. Aku tidak ingin terluka lagi dengan hinaan karena status ku (cukup hinaan dari orang tua Raka batinnya)". sambil berkata akhirnya air mata keluar dari mata Rika.


" Jangan ganggu aku lagi biarkan aku dengan hidup ku yang sekarang, aku berharap suatu saat Tuhan mempertemukan aku dengan seorang pria biasa, bukan seorang pangeran seperti mu Rian. Carilah wanita lain yang lebih pantas untuk mu. Maaf".


" Kalau kamu ingin pria biasa aku juga siap menjadi pria biasa itu untukmu Rik, akan aku tinggalkan semuanya".

__ADS_1


" Heh jangan bodah Rian".jawab Rika padahal didalam hatinya meleleh dengan ucapan Rian.


" Kenapa kamu keras kepala dan terlalu sulit untuk aku raih Rik".


" Karena aku terlalu hina untuk bisa bersamamu Rian".jawab Rika yang mampu menusuk hati Rian.


" Baiklah jika itu jawabanmu, kalau begitu kamu tidak usah lagi bekerja di rumah sakit tempat ku Rika".jawab Rian tegas.


" Apa ??"...


" Aku memecatmu Rika".


" Karena kamu juga egois Rik tidak mau menerima ku dan tidak mau berusaha berjuang bersama dengan ku".


" Dan cintaku juga menuntut aku untuk bersikap egois, maaf Rika".jawab Rian tegas dengan wajah dingin sambil pergi meninggalkan Rika sendirian di cafe.

__ADS_1


" Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, sakit sangat sakit apa salah ku, tidak bisakah kamu mengerti maksud ku?? teriak Rika kencang di belakang punggung Rian sambil bergetar.


" Oh my God what should i do now ??...keep me strong God please, i need you God !!... pinta Rika sambil menangis.


Ternyata ada dua pasang mata yang melihat Rika dari diluar cafe ,sambil bergumam maafkan aku Rika akupun terluka dengan kamu seperti ini, aku akan tetap berjuang untuk mu dan akan membuat kamu lebih dekat lagi dengan ku.


Setelah selesai menangis dan merasa sudah tenang Rika keluar dari cafe melangkahkan kakinya ke kamar dan melanjutkan tangisnya disana, sampai dia tertidur dan melupakan rencana makan jagung bakarnya .


Ketika alarm shubuh berbunyi Rika bangun melaksanakan kewajiban nya dia menangis kembali mengadukan semua pada Rob nya. setelah puas menangis dengan segera dia bergegas membereskan barang barang berniat pergi dari resort tersebut seorang diri, tapi tiba tiba Linda terbangun karena suara gerakan Rika dan bertanya ada apa dengannya, akhirnya mau tak mau Rika menceritakan semuanya pada Linda.


" Tunggu Rik gue juga ikut balik ama loe kita balik sama sama, jangan sedih ya ada aku, kita lewatin ini semua sama sama, Oke ".


Tanpa ada yang tau mereka berdua meninggalkan resort dengan menaiki kereta api, setelah bertanya pada bagian resepsionis dimana mereka bisa menjumpai station di kota itu.


" Sabar ya Rik loe pasti bisa kuat kok, tenang aja gue bantu loe cari kerjaan yang lebih bagus lagi sudah ya tenangin diri loe dulu. Orang kaya selalu seenak nya sendiri main pecat gitu aja gak mikir apa cari kerjaan susah ". omel Linda mendukung sabahat nya itu.

__ADS_1


" Hemm iya makasi Lin". jawab Rika singkat sambil kembali memejamkan mata berharap yang terjadi hanyalah mimpi buruk yang gak pernah dia sangka.


Harus se egois itukah cinta mampu membuat yang di cintai menderita ,tidak bisakah dia mengerti dengan keadaan yang tidak bisa dirubah karena sudah menjadi takdirNya. Tidak cukup kah bagi Rian hanya mencintai tanpa harus memiliki??, dan haruskah aku menerima nya?? , haruskah aku menjadi naif bermimpi menjadi seseorang yang diinginkan nya?? , apakah aku siap dengan hinaan dan juga rasa sakit yang pasti datang memelukku ??...


__ADS_2