
Sore ini Zahra dan Kiran jalan-jalan ke mall, gadis itu memaksa Zahra untuk menemaninya .
karena semenjak Kiran sakit ia belum pernah keluar walau hanya sekedar jalan-jalan .
mereka berdua mengendarai taksi menuju mall.jarak tempuh dari kantor ke mall sekitar 10 menit.
"Haduhhh bakalan kena potongan gaji nih kerjanya ga full"
Zahra melirik Kiran yang duduk di sampingnya.
"ih kak Zahra. kakak tenang aja Kiran udah bilang ke pak Hendra kalau kakak hari ini kerjanya di hitung full"
"ohh yah"
Zahra menjahili Kiran
sementara Kiran hanya mengangguk
"Yaudah deh hari ini kakak Kiran traktir. sebagai ucapan terimakasih Kiran ke kakak, karena kemarin sewaktu Kiran dirumah sakit Kakak udah menemin Kiran"
Kiran mengerjapkan matanya membujuk Zahra.
hari ini ia ingin menghabiskan waktu bersama Zahra.
"Wahh serius nih kalau gitu kakak ga protes lagi deh"
Zahra dan Kiran tertawa bersama.
Kiran menyandarkan kepalanya di bahu Zahra ,ia mendapatkan kenyamanan saat dekat dengan Zahra.
padahal ini pertemuan keduanya dengan Zahra tapi dirinya sudah merasakan dekat dengan Zahra sejak lama.
Zahra tidak merasa keberatan saat Kiran bermanja dengannya. sebab sedari dulu Zahra ingin memiliki saudara yang menyayanginya.
bahkan dahulu pun Zahra tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang dari seorang kakak. wajar saja terbesit di hatinya ingin memiliki saudara lebih tepatnya seorang adik.
…
10 menit berlalu taksi yang mereka kendarai pun berhenti tepat di depan salah satu mall terbesar di kota ini.
Kiran dan Zahra melangkah masuk ke dalam mall.
Kiran sama sekali tidak melepaskan gandengan tangannya dengan Zahra.
Zahra pun tidak merasa risih akan hal itu.
"kak kita ke situ yuk"
Zahra menunjuk salah satu booth yang menjual makanan cepat saji.
"Yaudah yuk"
Zahra mengikuti Kiran dengan posisi tangannya masih di gandeng erat oleh Kiran.
Zahra memilih duduk sementara Kiran memesan makanan dan minuman di booth yang berbeda, sebab makanan dan minuman di jual terpisah.
setelah itu Kiran pun kembali menyusul Zahra yang sedang duduk.
mereka berdua menunggu makanan yang mereka pesan.
"kak Zahra"
panggil Kiran
Zahra yang tadinya melihat suasana mall pun mengalihkan pandangannya ke Kiran
"iyah"
"sebenarnya Kiran ajak kakak ke sini tuh Kiran mau Cerita"
__ADS_1
ekspresi wajah Kiran berubah sendu.
"Kiran mau cerita apa? "
Zahra mengerutkan keningnya ketika melihat Kiran memasang raut wajah sedih.
"Haaaaa"
Kiran menghela nafasnya yang terasa berat
"Kak Kiran kesel sama mamah, mamah terus memaksa Kak Bagas untuk melanjutkan perjodohan itu"
Zahra paham kemana arah pembicaraan Kiran.
"sama kak Vera yah? " tanya Zahra
Kiran menganggukkan kepalanya.
"kak Bagas itu gak suka sama kak Vera, tadi malam kak Bagas menolak perihal perjodohan itu. bahkan tadi malam mamah sama kak Bagas berdebat karena masalah itu."
"Kiran juga dengar om Bramantio akan menarik modalnya di perusahaan papah"
Tangan mungil Kiran menyibakkan rambutnya yang menutupi wajahnya.
"Kiran tahu papah tidak mempermasalahkan soal modal itu, karena Kiran tahu papah lebih mementingkan kebahagiaan anaknya" .
"tapi mamah kak, mamah bersih keras buat ngejodohin kak Bagas dengan alasan balas budi. Lagian yah balas budi kan ga harus menikah"
Kiran merasa tidak nyaman karena hal itu.
"mungkin mamah ingin jodoh yang terbaik buat kak Bagas"
Zahra mencoba memberi pengertian pada Kiran. Zahra tidak mencoba memanasi Kiran, sebab Zahra tidak ingin memperkeruh suasana.
Bahkan Zahra tidak mengatakan sejujurnya pada Kiran bahwa ia dan Bagas memiliki hubungan.
Kiran menggerutu kesal mengingat mamahnya yang sangat memaksa Bagas untuk menyetujui perjodohan dengan Vera.
Zahra hanya terdiam mendengarkan curahan hati Kiran.
"Kak, Kiran tuh curiga deh sama tante Yura dan kak Vera. kenapa kok mereka ngebet banget untuk melanjutkan perjodohan ini padahal sudah jelas kak Bagas ga setuju"
"Curiga kenapa? "
Zahra menaikkan satu alisnya dan menatap Kiran
"yah curiga donk kak ,kalau bukan karena ada niatan lain ga mungkin kan Om Bramantio sampai mengancam untuk membatalkan kerja samanya dengan papah"
apa yang di katakan Kiran benar, tidak mungkin seorang pengusaha sukses dan berpendidikan tinggi seperti Pak Bramantio akan melakukan tindakan bodoh yang akan merugikan perusahaannya sendiri.
Zahra yakin pak Bramantio melakukan semua itu pasti karena desakan dari anak dan istrinya.
Obrolan keduanya terhenti saat makanan pesanan mereka datang. keduanya menikmati makanan tersebut.
pembahasan mereka seketika berubah karena mereka berdua sibuk merivew makanan yang mereka pesan.
Kiran yang sedang minum tiba-tiba menyemburkan minumannya.
"Brrrrrpppppppp"
"Ehhh Kiran kenapa? "
Zahra yang melihat Kiran pun terkejut.
"maaf kak, Kiran ga sengaja"
Kiran mengelap mulut dan bajunya yang basah.
"itu kak, lihat"
__ADS_1
Kiran menunjuk ke salah satu toko yang menjual tas, dia melihat Vera dan Yura sedang shopping.
hal itu yang tadinya membuat Kiran menyemburkan minumannya.
Zahra pun memfokuskan pandangannya.
"Vera?"
Zahra menanyakan kebenarannya pada Kiran.
Kiran hanya mengangguk.
"itu yang satunya siapa? "
"itu tante Yura Momynya kak Vera "
Kiran memberitahu Zahra sebab sebelumnya Zahra belum pernah melihat istri pak Bramantio.
"ayo kak kita ikutin mereka "
Kiran sudah beranjak dari tempat duduknya
"eehhh Kiran tunggu dulu. buat apa kita ngikutin mereka? "
Zahra menarik tangan Kiran yang hendak berlari mendekati Vera.
"kak, Kiran curiga sama mereka kak. siapa tahu kita bisa dapetin informasi kalau mengikuti mereka"
Kiran benar, Zahra juga curiga dengan Vera. apakah semua ini ada motif lain selain soal perasaan.
"tapi Kiran, kalau kita ketahuan bagaimana? " ucap Zahra
Kiran pun terdiam sejenak dan mengedar kan pandangannya.
tiba-tiba senyum gadis cilik ini merekah.
"ayo kak ikut Kiran, Kiran ada ide"
Kiran menggandeng tangan Zahra dan mengajak ke salah satu toko pakaian yang ada di mall ini.
Zahra membulatkan kedua matanya saat Kiran malah memborong dua hoodie serta hijab dan masker.
"loh kok jadi belanja? "
tanya Zahra ke heranan
"kita pakai ini kak supaya ga di kenali sama mereka"
Zahra yang paham pun akhirnya menurut.
Zahra mengenakan stelan hoodie dengan hijab yang senada dengan warna hoodienya. tak lupa masker untuk menutupi sebagian wajahnya .
sementara Kiran mengenakan stelan hoodie dan memakai topi , serta tak lupa kacamata dan masker menghias wajahnya.
Kiran rela menggelontorkan banyak uang demi sebuah penyamaran yang totalitas.
…………
Kiran yang bocah idenya cemerlang banget 😂
Ohh iyah guys Author mau umumin
jangan lupa mampir ke karya Author yang lain yah yang judulnya 'Jebakan Hidup berujung Cinta'. ada Andra yang menanti kalian semua.
terimakasih
Salam manis Author
~EtyRamadhii 🤗
__ADS_1