
Malam ini Rianda tampak gusar. ia bingung bagaimana nasibnya di hari esok.
"apa aku harus jujur, tapi bagaimana jika dia menjauhiku. aku juga mencintainya"
Rianda memijat keningnya yang berdenyut memikirkan hal itu.
Rianda memikirkan jawaban atas ungkapan dari Eza. di satu sisi Rianda memiliki masa lalu yang menyedihkan di sisi lain ia juga mencintai Eza.
Rianda memandang langit malam, seketika pikirannya kembali mengingat semua peristiwa masalalu di hidupnya.
flashback off
Saat itu usia Rianda masih 10 tahun, ia merupakan anak sematawayang dari seorang pengusaha batu bara.
kedua orang tuanya termasuk orang yang tajir. namun sayang, ayah Rianda nemiliki seorang adik laki-laki yang sangat licik.
ia ingin mengusai harta ayah Rianda. Namun ia berpura-pura baik di depan kedua orang tua Rianda untuk menutupi kebusukannya.
sampai pada akhirnya kedua orang tua Rianda dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami keracunan.
menurut pengakuan sang paman, kedua orang tua Rianda tidak sengaja makan makanan yang sudah kadaluwarsa yang menyebabkan kedua orang tua Rianda meninggal karena keracunan.
Paman Rianda bahkan melakukan hal apa saja demi mendapatkan apa yang di inginkan. pada saat itu keluarga meminta untuk melakukan autopsi pada jenazah kedua orang tua Rianda.
namun paman Rianda lah yang menolak keras perihal autopsi tersebut. dengan alasan ia adik kandung dari ayah Rianda dan semua harus atas persetujuannya.
ia juga memberi kesaksian bahwa kedua orang tua Rianda benar-benar mengalami keracunan. tentu saja ia di bantu oleh dokter bayaran.
padahal pamannya lah yang menaruh racun di sebuah makanan cepat saji sebelum di santap kedua orang tuanya.
saat itu Rianda melihat sendiri, ketika sang paman menabur sebuah bubuk ke makanan tersebut.
karena pada saat itu usia Rianda masih kecil. bahkan kesaksiannya tidak di percayai keluarganya.
Semenjak kedua orang tua Rianda meninggal ia pun tinggal bersama pamannya. tentu saja semua harta kedua orang tuanya di wariskan untuk Rianda.
namun karena Rianda masih sangat kecil dan belum mengerti hal apapun maka sang paman yang mengatakan akan merawat dan mengelola semua perusahaan ayah Rianda hingga Rianda dewasa.
Rianda sangat membenci pamannya . ia tahu sang paman lah yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.
bahkan selama tinggal dengan sang paman Rianda di perlakukan dengan kasar baik dengan pamannya maupun istri dari pamannya. padahal semua fasilitas atas nama Rianda namun sang paman menganggap semua harta tersebut miliknya.
sampai suatu hari Rianda di bawa ke sebuah kota kecil yang letaknya sangat jauh, membutuhkan waktu berjam-jam untuk dapat sampai di kota tersebut.
ketika sudah berada di sebuah kota kecil tersebut. sang paman menurunkannya dari mobil dan melemparkan ransel Rianda yang berisikan baju milik Rianda.
Rianda sangat ingat dengan hal yang di katakan oleh pamannya.
"aku akan membuangmu karena kau hanya parasit, aku akan membuat laporan palsu atas hilangnya dirimu. dengan begitu semua harta kedua orang tuamu mutlak menjadi milikku"
ucapan paman Rianda masih jelas terpahat di pikirannya hingga saat ini.
hal tersebut membuat Rianda menjadi hidup di jalanan tak tentu arah. bahkan sempat menjadi pengamen.
sebelum Rianda tinggal di panti asuhan ia juga pernah mengalami hal menyedihkan. ia menjadi korban pemerkosaan saat ia hidup di jalanan.
kejadian itu membuat Rianda mengalami trauma yang mendalam hingga saat ini.
__ADS_1
Untung saja masih ada orang baik yang menolongnya dan membawanya ke panti asuhan. namun peristiwa pemerkosaan itu masih melekat erat di pikirannya.
butuh waktu berbulan-bulan bagi Rianda untuk sembuh dari rasa takutnya dan tentu saja kesehatan mentalnya juga terganggu.
sang pengurus panti lah yang berperan sanga penting atas kesembuhan Rianda.
hingga akhirnya Rianda bisa kembali ceria.
Flasback On
Rianda menghapus air matanya , kejadian itu kembali mengusik perasaannya.
"ayah pernah mengatakan apapun yang terjadi di hidup ini semua harus di sadari dengan kejujuran. aku harus jujur ke mas Eza"
Rianda kembali menghapus air matanya ia pun meraih ponselnya dan menghubungi Eza.
"hallo"
"kak Eza"
"besok kita ketemuan yah, pas jam makan siang di taman kota"
"oke mas, aku tunggu"
Rianda memutuskan sambungan teleponnya.
ia kembali menghela nafas berat. siapapun yang berada di posisi Rianda akan terasa sangat terpuruk.
Rianda memutuskan untuk masuk ke dalam rumah karena angin malam semakin terasa dingin seakan menusuk ke tulang.
...........
perasaannya tak karuan ia takut jika Eza membencinya namun ia harus berkata jujur sebelum semuanya terlambat.
"Rianda? "
sapa Eza
membuat Rianda menoleh ke sumber suara.
"eh mas"
Rianda menggeser duduknya agar Eza dapat duduk di sampingnya.
"kamu udah makan siang? "
tanya Eza, Rianda hanya mengangguk
Eza yang melihat perubahan Rianda pun terheran. namun ia mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"mas"
Rianda menatap manik mata Eza, ia harus siap untuk mengatakan hal sejujurnya.
"iyah"
Eza pun turut menatap Rianda
__ADS_1
"ak…aku mau kasih jawaban "
Rianda menundukkan pandangannya
sementara Eza paham jawaban yang di maksud Rianda, sebab Eza menunggu hal itu.
"ak…aku ga bisa mas"
ucap Rianda menunduk, jari jemarinya meremas ujung kemejanya.
"kenapa? "
tanya Eza spontan saat Rianda mengatakan kalimat penolakan.
"aku ga bisa mas, aku ga pantas sama mas"
ucapan Rianda semakin membuat Eza bingung
"apa maksud kamu Rianda? "
"kamu pantas untukku, aku tahu kamu juga mencintaiku"
Eza sadar atas perlakuan lembut Rianda ke Eza, Eza termasuk laki-laki yang peka ia dapat merasakan jika Rianda juga memiliki perasaan yang sama padanya.
Rianda hanya terdiam ia bingung harus bagaimana menjelaskan pada Eza
"apa kamu sudah memiliki kekasih? "
tanya Eza penuh selidik
"tidak"
ucap Rianda
"lalu? "
" beri aku penjelasan Rianda? "
Eza tidak paham dengan alasan Rianda menolaknya.
"ak…aku sudah tidak suci mas, aku ga pantas untukmu. aku juga mencintaimu tapi aku sadar diri"
Rianda meneteskan air mata sementara Eza membulatkan mata tidak percaya.
"mas bahkan tahu dulu aku hidup di jalanan dan aku pernah menjadi korban pemerkosaan. itu alasan kenapa aku ga pernah memiliki kekasih . karena aku takut mas akan di vampakkan setelah tahu bagaimana masalalu ku"
Rianda bangkit dari duduknya ia tak sanggup melanjutkan semuanya. baginya sepenggal penjelasan yang di beri sudah membuat Eza paham.
biarlah jika itu yang akan membuat Eza menjauhinya.
Eza hanya terdiam ia bingung bahkan ia tak tahu harus berbuat apa bahkan Rianda pergi Eza tidak memanggil apalagi mencegahnya.
hal itu semakin membuat Rianda yakin jika Eza tak ingin menerimanya.
………………
hai guys Author baru nongol lagi 🙁
__ADS_1
Author harap Zahra lovers masih setia menunggu.