
terdengar suara hentakan highelss Zahra serta sepatu Bramantio memenuhi ruangan.
seketika banyak pasang mata melihat kehadiran anak dan ayah tersebut yang kini menuruni anak tangga.
bak putri raja dengan sang raja menuruni tangga istana. Zahra dengan erat menggandeng lengan Bramantio.
"duh…duh. sudah seperti Cinderella dengan ayahnya"
ucap Yuda adik Bramantio
"emangnya mas tahu siapa ayahnya Cinderella? "
tanya Mike sang istri
"kan ibarat kata loh honey. kamu ini"
Yuda terlihat memasang wajah kesalnya membuat semua orang tertawa.
"semua sudah siap? "
tanya Bramantio pada keluarganya
"kita sudah siap kok mas, tinggal berangkat saja"
Ucap Mike
terlihat Bagas juga berada Disana. ia berniat hendak menjemput Zahra. matanya tak berkedip saat menyaksikan Zahra.
betapa cantik dan anggunnya Zahra saat berpenampilan seperti ini.
"Bagas sudah dari tadi? "
tanya Bramantio
"ah, su…sudah pah, ehh pak"
Bagas terlihat gugup karena sedang memandangi Zahra, namun lamunannya buyar karena pertanyaan Bramantio.
Zahra terkikik geli saat melihat ekspresi Bagas.
"Hahahaha. jangan lupa berkedip nak Bagas"
ledek Bramantio.
Bagas hanya nyengir kuda dan menggaruk tengkuknya.
"Yasudah kita berangkat yuk"
ajak Bramantio
"Zahra kamu mau ikut papah atau mau ikut Bagas? "
tanya Bramantio pada putrinya
"Zahra mau ikut sama pa…"
"kamu sama Bagas saja ya, papah biar bareng sama om Yuda"
"Bagas bapak titip putri cantik bapak yah"
Bramantio melangkah pergi sementara Zahra mencebikkan bibirnya kesal.
"tadi disuruh milih"
sungut Zahra sambil melipat tangannya di depan dada.
"Jangan cemberut ih entar luntur tuh make upnya. terima aja deh kalau kamu harus bareng sama kakak"
Bagas menyenggol lengan Zahra.
"Hmm, yaudah yuk kak. jangan bercanda lagi entar kita telat "
Zahra meninggalkan Bagas yang masih berdiri memandanginya.
………
Suasana di gedung sudah ramai, acara pernikahan yang di gadang-gadang sederhana kini menjelma menjadi mewah.
sangat sulit bagi Bramantio menyelenggarakan acara sederhana. sebab ia memiliki banyak rekan kerja yang harus ia undang.
"mengapa tanganmu begitu dingin Ra? "
tanya Bagas saat menggandeng tangan Zahra.
"Ehmm aku hanya gugup kak"
ujar Zahra
"Hei, yang menikah papa kamu kenapa kamu yang gugup"
Bagas mengernyitkan keningnya
"entahlah kak"
jawab zahra
"sudahlah semua akan berjalan dengan lancar"
Bagas mengeratkan genggaman tangannya
"iyah kak"
Bagas dan Zahra kini berbaur dengan yang lain. terlihat Kiran beserta kedua orangtuanya juga sudah hadir.
Sinta terlihat anggun mengenakan pakaian pengantin serba putih dengan hiasan hijab di kepalanya. bahkan wajahnya kini tampak lebih muda.
ia tak hentinya mengulas senyuman kepada para tamu yang hadir.
.....
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.
acara akad berjalan dengan lancar, kini para tamu undangan menikmati setiap hidangan yang tersedia.
terlihat Eza dan Rianda sedang makan berdua di meja tamu.
Sementara kini Zahra bersama Bramantio dan Sinta.
"Selamat ya pah mah semoga bahagia"
Zahra memeluk keduanya.
"iyah sayang terimakasih"
ucap keduanya dengan senyuman. kini Zahra pun berfoto ria dengan keduanya.
"Zahra mau ke kak Bagas dulu ya mah"
Pamitnya pada Sinta setelah berfoto
"iyah Ra, kamu jangan telat makan"
__ADS_1
Sinta begitu perhatian pada Zahra sedari dulu bahkan di hari bahagianya ini ia tak lupa mengingatkan Zahra.
"iyah mah"
Zahra pun menghampiri Bagas yang sedari tadi duduk dengan rekan bisnisnya.
"kamu ga lelah dari tadi jalan terus"
ucap Bagas saat Zahra menghampirinya.
"Hahaha lelah sih kak. cuma ga bisa duduk aja"
Zahra kini mendaratkan bokongnya di sebuah kursi di samping Bagas.
"Pak Bagas, kita kesana dulu yah ingin berbaur dengan yang lain"
ucap rekan bisnis Bagas. mungkin ia tidak ingin mengganggu waktu Bagas dan Zahra
"ah iyah pak, silahkan "
jawab Bagas ambil tersenyum
"mari mbak Zahra"
sapa orang tersebut
"iyah pak"
jawab Zahra ramah.
"kamu itu ga bisa diem, jalan terus "
Bagas terlihat sedikit marah
"yah gimana kak namanya juga banyak keluarga ,juga teman yang datang masa iya sih Zahra ga temuin mereka "
jawab Zahra
"jangan ngambek dong baru juga di tinggal sebentar"
Zahra mencolek dagu Bagas
"mulai nakal yah colek-colek"
Bagas menatap Zahra dengan tatapan serius.
Zahra hanya tertawa. tangan Bagas terulur menyeka keringat di kening Zahra.
"kamu keringetan"
ucapnya
"iyah kak"
"Ehem, Ehem"
suara deheman yang berasal dari Kiran
"lah sih bocil"
ucap Bagas
"ish kakak "
Kiran mencebikkan bibirnya kesal
"Kiran sini "
"kakak hari ini cantik banget sih"
ucap Kiran saat ia duduk di samping Zahra
"cantik dong namanya juga pacar kakak"
sahut Bagas
"Kiran bicara sama kak Zahra yah, ga sama kakak"
Kiran sedikit meninggikan nada suaranya karena kesal.
Zahra yang melihat kelakuan kakak beradik ini hanya menggelengkan kepalanya.
"iyah terimakasih Kiran. kamu juga cantik banget kok"
mereka bertiga pun mengobrol banyak hal.
…
Jam menunjukkan pukul 7 malam, kini Zahra harus kembali ke gedung karena malam ini masih ada acara yang di hadiri teman-teman Bramantio dan juga teman-temannya.
acara di bagi dua gelombang agar para tamu yang hadir tidak berdesakan. itu sebabnya acara diadakan siang dan malam.
Zahra sudah selesai dandan, ia malam ini mengenakan dress pendek berwarna merah yang panjangnya di atas lutut.
penampilan Zahra malam ini sangatlah sexy, entah mengapa Zahra ingin berpenampilanseperti itu.
namun masih terkesan cantik dan anggun yang terpancar dari dirinya.
sekitar 10 menit berlalu,mobil Bagas sudah terlihat di halaman rumah Bramantio.
ia hendak menjemput Zahra. sebab malam ini hanya Zahra yang kembali kerumah sementara papa dan mamahnya tetap berada di gedung.
Zahra melangkah keluar rumah, hells yang ia kenakan senada dengan dressnya.
Bagas tak berkedip saat Zahra melangkah menghampirinya. bahkan ia sangat sulit menelan salivanya saat melihat penampilan kekasihnya itu.
ada hal aneh yang menyeruak di sekujur tubuhnya saat melihat wanita yang di cintainya berpenampilan seperti itu.
Bagas lelaki normal, siapapun yang melihat penampilan Zahra pasti akan terpukau.
"ayo kak"
ajak Zahra
"kak"
Zahra mengibaskan tangannya di depan wajah Bagas
"Ehhh, ah iya ayo"
ucap Bagas
"kakak kenapa? "
tanya Zahra
"kamu sexy banget Ra"
tanpa sadar Bagas mengucapkan hal itu
"Hahaha Zahra juga sebenarnya belum terbiasa berpenampilan seperti ini kak"
__ADS_1
jawab Zahra sambil mengamati dressnya
"yaudah yuk kak"
ajak Zahra sambil menggandeng tangan Bagas.
Bagas hanya menurut saja. ia membukakan pintu mobilnya untuk Zahra.
setelah itu ia pun masuk.
saat ia sudah berada di kursi kemudinya ,sesaat kemudian Bagas menggelengkan kepalanya saat di lihat Zahra tidak segera memasang seat belt.
Bagas pun berinisiatif mematangkan seatbelt untuk Zahra.
"eh kak"
ucap Zahra terkejut
"di pake seatbeltnya"
Bagas merangkak memasangkan seatbelt untuk Zahra.
Zahra hanya terdiam, bahkan ia tak bisa mundur sebab tubuhnya sudah mentok dengan kursi mobil.
Bagas menghirup aroma parfum dari tubuh Zahra. bahkan ia dapat merasakan hembusan nafas Zahra.
"Chupp"
Bagas mengecup leher jenjang Zahra.
"kakak"
ucap Zahra
Bagas kini menatap Zahra, Bagas juga lelaki normal yang akan tergoda dengan penampilan Zahra.
"chup"
beralih Bagas mengecup bibir Zahra.
Zahra membulatkan matanya.
perlahan Bagas ******* bibir mungil Zahra dengan lembut. Zahra berusaha melepaskan ,namun akhirnya ia turut menikmati apa yang di lakukan Bagas.
Beberapa saat kemudian Bagas melepaskan pagutan bibirnya. terlihat bibir Zahra basah karena ulahnya.
"maafin kakak Ra, kakak ga bisa kontrol diri kalau kamu berpenampilan kaya gini"
Bagas mengelap bibir Zahra yang basah dengan jemarinya.
"udah ya kak"
ucap Zahra polos, dengan nafas sedikit terengah.
"Haha oke iya udah"
"yuk kita berangkat"
Bagas membenarkan posisi duduknya.
Zahra hanya memandangi Bagas . ia mencerna hal yang baru saja terjadi.
…
Suasana gedung resepsi ini di malam hari terlihat mewah dengan hiasan lampu berwarna warni.
Banyak para tamu sudah hadir, tak terkecuali Eza dan Rianda sudah terlebih dahulu duduk manis di kursi tamu.
banyak pasang mata memperhatikan Zahra dan Bagas saat kedua sepasang kekasih tersebut memasuki gedung.
terdengar kasak kusuk suara para tamu berbisik.
"itu anak kandung pak Bramantio "
ucap salah seorang wanita
"iyah cantik yah, sangat anggun"
bisik mereka saat memandangi Zahra. Bagas dan Zahra menghampiri Bramantio dan juga Sinta.
mereka sedang berbaur dengan para tamu undangan.
"papah"
ucap Zahra
"baru sampai "
tanya Bramantio
"He'em "
jawab Zahra
"wah ini anak pak Bramantio yah? "
ucap seorang pemuda yang sedari tadi sedang mengobrol dengan Bramantio.
"Oh iyah pak"
"Zahra kenalin ini Pak Arga, anak rekan bisnis papah yang di luar kota"
Bramantio memperkenalkan anak temannya tersebut
"hallo pak, saya Zahra"
Zahra dan Arga bersalaman. Arga yang melihat paras cantik serta penampilan anggun Zahra seakan terhipnotis.
membuat ia tidak melepaskan jabatan tangannya.
"Ehem. …Ehem "
dehem Bagas saat tangan Zahra tak kunjung di lepaskan.
"Pak Arga kenalan ini kak Bagas. putra Pak Wijaya"
Zahra turut memperkenalkan Bagas
"Arga"
"Saya Bagas calon suami Zahra"
ucap Bagas dengan penuh penekanan.
Zahra yang melihat hanya tersenyum ia yakin Bagas saat ini sedang cemburu.
acara malam ini berjalan lancar. hari ini hari yang melelahkan bagi Zahra dan keluarganya.
…………
maaf guys Author telat up.. semoga masih banyak yang setia menunggu 😌
__ADS_1