Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
63 mendali


__ADS_3

Sinta bangkit dari duduknya ketika mendengar suara seseorang berteriak dari dalam ruangan dimana ayah Zahra di rawat.


"pak, itu suara siapa? "


tanya Sinta pada Bramantio


"Kayaknya itu suara ayahnya Zahra bu"


ucap Bagas


"yuk kita lihat, kenapa dia berteriak"


mereka bertiga pun bergegas masuk ke dalam ruangan.


terlihat Adam sedang menangis begitupun dengan Zahra.


"kenapa nak? "


ucap Sinta pada Zahra.


"ayah bu, di…dia memanggil ibu"


Zahra memperhatikan sang ayah.


mata Adam tertuju pada semua orang yang saat ini berada di ruangannya.


"siapa kalian? "


tanya Adam memperhatikan wajah mereka satu persatu.


"yah, ini bu Sinta Bagas, serta papannya Zahra, pak Bramantio "


ucap Zahra dengan ragu menjelaskan


"Bram? "


mata Adam membulat saat ia melihat wajah seseorang yang ia benci


"kau, beraninya kau datang di hadapanku. dasar biad*app!!"


teriak Adam berusaha untuk bangkit dan menghampiri Bramantio.


"ayah…ayah. tenang yah, ayah baru saja sadar kan diri yah kondisi ayah belum sepenuhnya pulih"


Zahra berupaya untuk menenangkan ayahnya.


"kau…"


tunjuk jari Adam mengacungkan ke arah Bramantio.


"apa mau mu! "


Adam terlihat emosi.


"Adam. tenang lah aku kesini hanya ingin meminta maaf padamu"


ucap Bramantio.


"maaf…setelah apa yang kaulakukan pada istriku dengan mudahnya kau meminta maaf"


"kurang ajar! "


Adam sangat murka bayangan kelam dan sakit hatinya kembali terasa di relung hatinya.


"ayah, Zahra mohon maaf kan papa Zahra yah. dia sudah berusaha meminta maaf yah"


Zahra memegangi lengan Adam.


"kau dan dia sama-sama menjijikkan bagi ku "


"pergi kalian…pergi !"


Adam terlihat kacau, emosi dan rasa dendamnya menjadi satu.


"pah… papah sebaiknya keluar dulu yah, Zahra takut ayah semakin tidak bisa mengontrol emosinya"


ucap Zahra saat ia mendekati Bramantio.


"iyah sayang papah mengerti. papah nunggu di luar yah"


Bramantio pun pergi dari ruangan tersebut di ikuti oleh Sinta dan Bagas.


Zahra kembali duduk di samping Adam


"kenapa kau masih disini, sudah aku bilang pergi! "


Adam mengusir Zahra.


"gak ayah"


"Zahra gak akan pergi dari sini, Zahra tetap di samping ayah"


Zahra tidak perduli walau Adam mengusirnya , ia tidak akan meninggalkan Adam.


"apalagi yang kau tunggu di sini, ibu mu sudah tiada kau sudah menemukan siapa ayahmu. jadi pergi lah"


ucapan Adam melemah kini ia merasa seorang diri putri kesayangannya dengan tega meninggalkannya.


"sudah Zahra bilang ke ayah. Zahra ga akan pergi tanpa ayah"


"ayah itu tetap ayah Zahra"


giliran Zahra berbicara dengan nada tinggi ia marah dan benci ketika Adam merasa hidupnya seorang diri.


"biar kan Zahra di sini menemani ayah"


Adam hanya terdiam saat melihat Zahra marah.


Zahra menunduk merasa bersalah saat ia berbicara dengan nada yang tinggi.


"ayah, maafin Zahra. bukan maksud Zahra buat marah ke ayah"


"ayah sekarang ga sendiri, ayah punya Zahra. jadi tolong biarkan Zahra menemani ayah"


Zahra mengelus tangan Adam, terlihat Adam mengalihkan pandangannya enggan menatap Zahra.


air matanya kini menetes.



jam sudah menunjukkan pukul 12 siang terlihat Adam masih tertidur.

__ADS_1


"permisi mbak"


ucap salah satu perawat dengan membawa nampan.


"saya bawa kan makan siang untuk pak Adam"


"Ouh iyah sus terimakasih"


ucap Zahra.


Bagas pun turut masuk ke dalam ruangan.


"Ra, kamu belum ada makan dari pagi tadi"


ucap Bagas mengelus kepala Zahra.


"Zahra ga laper kak"


"sstt… kamu harus makan sayang nanti kamu sakit. "


Bagas khawatir sebab beberapa hari ini pola makan Zahra tidak teratur.


"kamu tunggu disini yah, aku mau cari makan siang dulu "


ucap Bagas


"Hemm iyah kak…hati-hati "


terlihat Bagas melangkah keluar


Zahra bangkit dari duduknya, ia menghampiri Adam.


"yah…ayah "


"bangun yuk makan siang dulu"


Zahra membangunkan Adam terlihat Adam membuka mata.


Zahra beralih mengambil nampan yang di antar oleh perawat tadi.


Zahra membenarkan posisi Adam agar bisa sedikit terduduk.


"ayah makan dulu yah soalnya sudah jam makan siang, ayah juga harus minum obat"


Zahra meraih gelas yang berisikan air putih


"ayah minum dulu"


Zahra membantu Adam untuk minum terlihat tangan Adam masih sedikit gemetar.


Zahra kemudian menyuapi Adam dengan telaten.


Adam terdiam memperhatikan wajah Zahra, terbersit rasa bersalah di hatinya.


mengingat sikapnya dahulu yang sangat keras terhadap Zahra. tapi justru kini gadis itu lah yang merawatnya.


air mata Adam menetes saat suapan demi suapan dengan lembut di berikan Zahra.


"ayah jangan nangis"


Zahra melihat bulir bening menetes di pipi Adam. Zahra mengelap air mata tersebut.


"ayah jangan sedih lagi yah, ibu sudah tenang di surga. kalau ayah masih terus-terusan sedih kasihan ibu disana"


"pokoknya ayah harus sembuh yah"


Zahra kembali menyuapi Adam.


Adam kembali mengingat kejadian yang menimpanya beserta sang istri. dimana kala itu Zahira dengan tega meninggalkannya dan kabur membawa uang hasil penjualan rumahnya.


Adam tidak menyangka putri kesayangannya yang sejak dulu ia manja kan kini dengan tak punya hati bersikap demikian.


Adam merasa bersalah , ia sangat memanjakan kan Zahira sehingga Zahira tumbuh besar menjadi seorang gadis yang sikapnya keras kepala.


"Zahira"


bibir Adam tanpa sengaja menyebut nama itu membuat hati Zahra merasa pedih.


"Zahira bakalan pulang kok yah. yang penting ayah sembuh dulu"


Zahra berusaha tersenyum walau hatinya berasa sangat pedih, ketika Zahira yang menjadi penyebab semua ini justru nama dia lah yang selalu di sebut Adam.


...…………………………...


Malam ini Bagas dan Bramantio memilih untuk kembali ke kota, mereka ingin melihat rumah serta membantu membereskan barang-barang milik Zahra.


kini hanya Eza serta Sinta yang masih berada di rumah sakit menemani Zahra.


"ibu istirahat di sofa yah,ibu pasti capek"


Zahra meminta Sinta untuk beristirahat sementara Adam sudah tertidur.


Semenjak kedatangan Zahra pertama kali ke rumah sakit Adam sudah di pindahkan ke ruangan VVIP.


semua itu atas permintaan Bramantio sebab semua biaya di tanggung oleh Bramantio.


Bramantio ingin fasilitas yang nyaman serta pengobatan yang memadai.


"yasudah ibu istirahat dulu yah, kamu cepatlah tidur jangan bergadang nanti kamu sakit"


ucap Sinta. Zahra hanya mengangguk.


zahra memilih keluar ruangan untuk mencari angin segar. terlihat Eza sedang duduk di bangku yang terletak di depan ruangan Adam.


"kakak ngapain disini"


tanya Zahra pada Eza.


"Eh Ra, sini duduk"


Eza menepuk bangku di sebelahnya agar Zahra turut duduk.


"terimakasih kak"


ucap Zahra tersenyum


"nah gitu donk senyum kan manis"


goda Eza.


"kakak bisa aja"

__ADS_1


"Oh iyah Ra aku punya sesuatu loh"


Eza merogoh sakunya


" apa kak? "


Zahra memperhatikan Eza yang sedang mengambil sesuatu di dalam saku celananya .


"ini milik kamu? "


Eza menyerahkan dua mendali emas dengan pita berwarna biru.


"Wahhh, dari mana kakak mendapatkannya? "


Zahra meraih mendali tersebut.


"di bawah lemari kaca kamu , yang ada di ruang tamu . tadi pas mau angkat lemari itu, buat di bawa ke mobil aku melihat ini"


Eza menjelaskan


"itu punya kamu kan? "


tanya Eza.


"iyah kak ini punya Zahra. sudah lama hilang "


Zahra menatap mendali emas itu.


Mendali itu memiliki kenangan terindah baginya. dahulu Zahra adalah atlet Bela diri ia selalu menang dalam kompetisi.


banyak mendali yang ia raih sebagian mendali sudah ia bawa ke kota, namun dua mendali ini paling berharga baginya.


"itu mendali bela diri bukan? "


tanya Eza


"iyah kak"


"Wiiihhhh berarti kamu jago berantem donk buktinya bisa sampai dapat mendali"


Eza antusias ingin mendengarkan cerita Zahra


"Hahaha ga jago lah kak. Zahra juga masih ada menyimpan 4 mendali lagi cuma ini kemarin itu hilang, jadi ga Zahra bawa ke kost"


Zahra masih memperhatikan 2 mendali itu.


"bagi Zahra 2 mendali ini yang paling mengesankan buat Zahra"


Zahra terus membolak balik mendali tersebut.


"mengesan kan gimana? "


tanya Eza penasaran.


"ini tuh dulu mendali yang Zahra raih sewaktu kompetisi antar provinsi kak. dulu itu Zahra sering banget ikut pertandingan bela diri tapi cuma nenek yang menemani Zahra bertanding"


"nah sewaktu Zahra kepilih untuk menjadi peserta mewakili provinsi, Zahra meminta untuk ayah ibu serta Zahira turut ikut menemani Zahra"


Eza menopang dagunya ia dengan serius mendengar cerita Zahra.


"nenek yang memaksa ayah untuk ikut menemani Zahra, yahh walaupun harus dengan paksaan meminta mereka untuk hadir tapi Zahra sudah senang kak. Zahra semangat banget waktu itu dan sampai akhirnya Zahra menang kak "


"disitulah pertama kali Zahra berfoto keluarga di saat kemenangan Zahra"


Zahra tersenyum mengingat kenangan itu.


"Ouh iyah aku juga tadi nemuin foto itu Ra, tapi aku masukin ke lemari kacanya"


ucap Eza


"serius kak, fotonya juga ada? "


Zahra berbinar


"iyah serius tapi udah di bawa mobil bareng lemari"


ucao Eza sambil nyengir.


"wah terimakasih yah kak, buat kenang-kenangan Zahra"


Zahra memeluk mendali tersebut.


sulit bagi Zahra menghapus kenangan indah itu, walau sedari dulu hidupnya selalu tidak di anggap namun ia tetap bersyukur bisa hadir di tengah-tengah keluarga Adam.


"kapan-kapan bisa dong? "


Eza menarik turunkan alisnya


"bisa apa kak? "


Zahra mengernyitkan keningnya


"bisa ajarin aku bela diri lah biar jago kayak kamu"


Eza tersenyum, membuat Zahra tertawa lepas.


"lah kakak bisa aja, entar encok tu yang ada pinggangnya kalau ikutan belajar bela diri"


Zahra kembali tertawa membuat hati Eza legah saat melihat tawa Zahra.


ia berharap adik kesayangannya ini bisa terus tertawa bahagia.


…………………


Author juga jago bela diri. apalagi pas ketahuan emaknya author kalau Author lagi abisin makanan di lemari.


pasti Author bela diri.


"makanan buatan emak enak banget sih jadi sampe abis deh di makan"


begitulah contoh bela diri ala Author.


ga lupa yah pake ekspresi nyengir-nyengir manjalisasi.


tapi tidak untuk di contoh yah . nama lain dari bela diri yang seperti Author contohin adalah 'ngeles'😆😆😆


lah jadi curhat ...😂😂😂


Krik…krik…krik


lah garing banget candaannya 😢

__ADS_1


yaudah deh jangan lupa like and vote yah guys


Salam Manis dari Author bobrok 😆😆😆


__ADS_2