Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
105. Undangan seminar


__ADS_3

3 bulan telah berlalu dan tepat hari kemarin Zahira melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan. kulit putihnya dan juga hidungnya yang mancung sangat mirip dengan Zahira.


Namun sayangnya Zahira terserang Syndrom baby blues.ia enggan memberi anaknya ASI. Syndrom baby blues adalah gangguan suasana hati yang terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan.


Mood seseorang yang mengalami baby blues akan mempengaruhi produksi ASI.


dan lebih parahnya lagi, ia juga lebih banyak melamun dengan tatapan kosong.


Zahra yakin kini Zahira tengah memikirkan keberadaan Alex, ia harus melahirkan tanpa di dampingi sosok suami.


"Bagaimana ini mah, Zahra takut Zahira kenapa-kenapa"


Zahra masih menatap Zahira yang terus melamun.


"mamah juga bingung sayang, padahal anak yang baru dilahirkan sangat membutuhkan ASI"


Sinta sudah berada dirumah sakit sejak kemarin pagi, ia juga menemani persalinan Zahira.


"Zahira "


"anak kamu nangis terus, dia butuh ASI"


"susuin sebentar yah"


bujuk Sinta pada Zahira


Sekilas Zahira menoleh bayi mungil yang berada di gendongan Sinta, air mata di pelupuk matanya menetes.


entah apa yang sedang dipikirkan olehnya, sampai pada akhirnya dia menggeleng.


"Buang saja dia, aku tak menginginkannya"


"Buang!! "


Zahira berteriak sambil memegang kepalanya.


"Zahira! "


"Sadar Zahira sadar"


Zahra meraih tubuh Zahira yang tengah meringkuk di atas tempat tidur dan memeluknya. mencoba untuk menenangkannya


"apa yang kau pikirkan? "


"dia anakmu, anak yang kau lahirkan dengan bertaruh nyawa. lihatlah dia menangis, dia kehausan"


Zahra menelangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Zahira yang kini tampak kusut.


"kau sudah berjanji untuk tidak menyakitinya kan? "


"Bagaimana aku bisa menerima anak yang tak tahu dimana ayahnya Ra"


isak Zahira , membuat Zahra seketika geram. apakah lelaki itu tak sedikitpun memikirkan Zahira.


ia melirik bayi mungil yang masih terus menangis namun masih dalam gendongan Sinta.


"aku sudah berjanji akan mencarinya Ra"


"beri aku waktu,bumi ini luas tak mudah mencari keberadaannya. dia juga punya kaki yang membuatnya mudah berpindah"


Zahra menghela nafasnya.


"Papa juga sudah mencarinya melalui rekan bisnis papa yang ada di negara itu tapi sampai sekarang belum ada kabar"


"aku mohon jangan egois, kasihan anakmu"


Zahra memegang kedua bahu Zahira dan menatap lekat manik matanya seakan memberikan pengertian.


"tolonglah jangan sakiti bayimu"


"bagaimana aku bisa fokus mencari Alex sementara kau disini seperti ini"


keluh Zahra


"Iyah nak, Zahra juga sedang berusaha mencari Alex, ibu yakin Zahra tak pernah mengingkari janjinya"


"sekarang berilah anakmu asi, anakmu sangat kehausan dan ibu harap kau jangan terlalu stres itu akan mepengaruhi produksi ASImu"


Sinta mendekati tubuh Zahira dan membujuknya.


sekilas mata Zahira menatap bayinya yang masih menangis, ia pun akhirnya menganggukkan kepalanya.


Sinta pun menyerahkan bayi tersebut agar di beri ASI oleh ibunya, Namun Sinta tak beranjak ia takut jika Zahira tiba-tiba mengamuk. bisa-bisa bayi itu akan terpental di buatnya.


Beberapa menit kemudian, tak terdengar lagi suara tangisan bayi, sepertinya bayi tersebut sudah terlelap tidur.


"Mah,Zahra mau ke restoran sebentar yah. mau ngecek restoran soalnya dari kemarin Zahra ga kesana"

__ADS_1


ucap Zahra saat dirasa kondisi Zahira membaik.


"yasudah kamu pergilah, biar Zahira mamah yang jagain"


mendengar ucapan sang mamah Zahra pun bangkit dari duduknya


"terimakasih mah, Oh Iyah ntar bi Darmi kesini kok bawain kain bersih"


"Iyah Ra"


ucap Sinta.


Zahra pun pergi setelah berpamitan pada Sinta.


........


Sekitar 30 menit berlalu akhirnya Zahra sudah berada di restorannya. ia melirik sekilas arloji kecil yang melingkar di pergelangan tangannya.


jam menunjukkan pukul 11 siang kini Zahra mempercepat langkahnya.


"Siang mbak"


sapa Seorang karyawan Zahra


"Siang"


"Gracia ada dimana? "


tanya Zahra mencari karyawan andalannya


"Gracia ada di dapur bu"


"oke terimakasih, Oh Iyah agak cepetan yah kerjanya soalnya sudah jam 11"


Jam makan siang akan tiba itu artinya restoran ini akan segera di serbu para pengunjung yang hendak makan siang.


"baik mbak"


ucap Karyawan tersebut


Zahra melangkahkan kaki ke dapur terlihat beberapa karyawannya sedang berbenah.


"Gracia "


"stok bahan sudah masuk? "


Gracia yang tengah memasak segera menghampiri Zahra.


"ini listnya mbak beserta rincian harga , saya juga kemarin memasukkan beberapa alat dapur, soalnya kan ada menu baru jadi ga mungkin memakai penggorengan yang sama jadi saya masukkan aja"


tutur Gracia, ia termasuk bijak dan cekatan sehingga Zahra sangat terbantu.


"oke terimakasih yah, lain kali kalau ada kebutuhan yang kurang atau habis sebelum tanggal stok kamu bisa langsung hubungi agen pemasok ajah ga perlu tunggu saya asalkan ada bukti liastnya seperti ini"


"baik mbak "


"dan 1 lagi mbak kemarin Glamour restoran menitipkan undangan Seminar buat resto kita"


Gracia berlari menuju lemari tempat penyimpanan barang pribadi karyawan seperti tas handphone dan lain sebagainya


ia kembali sambil membawa secarik amplop


"ini mbak"


Zahra memperhatikan dan membukanya


"Seminar ke Itali? "


Zahra mengernyitkan keningnya heran. bagaimana bisa sampai ke luar negri .


"Iyah mbak, mbak kan kemarin ikut seminar mengenai restoran atau apalah saya ga paham yang di kota C"


"nah bagi anggota yang ikut seminar kemarin otomatis di undang di seminar ini, itu juga yang anter kesini Pak Yuja pemilik restoran Glamour. dan beliau yang menjelaskan .sebab mbak tidak masuk jadi saya yang menerima undangannya"


tutur Gracia memberi penjelasan


"dan yang lebih menarik lagi mbak, narasumbernya seorang pengusaha muda di bidang kuliner juga loh mbak,namanya Yohana Alex Chandra. keturunan Indonesia juga mbak"


oceh Gracia membuat Andra sontak membuka kembali undangan tersebut


dan benar saja nama narasumber tersebut adalah Yohana Alex Chandra.


"Nama ini? "


Zahra teringat nama lengkap Alex pacar Zahira


"apa mungkin? "

__ADS_1


Zahra menerka-nerka. Ia ingat jika keluarga Alex juga memiliki beberapa bisnis kuliner yang terkenal.


"mbak kenapa? "


tanya Gracia saat melihat Zahra melamun


"ah enggak. saya ga kenapa-kenapa"


"Grac, tolong kamu handle yah sebentar lagi jam makan siang.saya harus kembali lagi kerumah sakit. "


"pastikan semua menu aman, dan jangan lupa si Fahri suruh bawa air mineral yang di depan. "


perintah Zahra, ia harus segera menemui Zahira dan menanyakan kembali informasi tentang Alex.


"baik mbak"


tanpa bertanya lagi, Gracia pun kembali ke dapur. Sementara Zahra ia harus kembali lagi kerumah sakit.


"aihh sungguh melelahkan"


ucapnya kesal saat teleponnya tak di angkat oleh Zahira. berulang kali ia mencoba menelpon namun tak ada jawaban, begitu juga dengan mamanya.


"Kak Zahra"


"Eh anak ayam!!"


Zahra terkejut saat tiba-tiba Kiran sudah berada di belakangnya. sampai ia hendak melompat.


"ini Kiran kak bukan anak ayam"


Kiran mencebikkan bibirnya karena di sebut anak ayam


"maafkan kakak Kiran, kakak terkejut "


ucap Zahra sambil nyengir kuda karena malu.


"kakak kenapa terlihat panik begitu? "


tanya Kiran


"ada masalah sedikit"


"Oh yah Kiran kesini sama siapa? "


Zahra celingukan


"sendiri kak, Kiran baru saja pulang sekolah jadi mampir ke sini"


"kakak mau keman?"


tanya Kiran sembari memperhatikan Zahra


"kakak harus ke rumah sakit soalnya kak Zahira kemarin baru saja lahiran "


"apa Kiran mau ikut? "


tawar Zahra


"ga deh kak,Kiran mau makan saja"


"lagipula kak Zahira sombong"


Kiran memanyunkan bibirnya mengingat sikap Zahira yang enggan menjawab pertanyaan Kiran bahkan tidak ada senyum di bibirnya. waktu itu Kiran datang kerumah Zahra dan kebetulan ada Zahira disana.


"Oh yasudah, maaf yah kakak ga bisa nemenin kamu makan"


"kalau kamu butuh apa-apa ada kak Gracia kok"


Zahra mengelus kepala Kiran yang kini sudah menjadi gadis dewasa.


"baiklah kak"


"kakak hati-hati yah salam buat kakak Zahira"


ucap Kiran


"oke"


Zahra mengacungkan jempol dan beranjak menuju parkiran.


...................


Hai..


gimana kabar para readers nih, semoga sehat selalu yah.


Oh Iyah Author mau tanya dong sampai di part ini apakah ceritanya masih seru??

__ADS_1


dan jika ada yang ingin menyampaikan unek" perihal cerita ini boleh langsung cus ke coment yah dan jangan lupa likenya.


__ADS_2