Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
15 alasan


__ADS_3

"jujur aja Ra kenapa kamu ngejauhin aku"


"bukan Zahra ga suka di antar jemput sama kakak. lagian yah kak, kalau pagi Zahra kan harus cepat ke kantor buat bersih-bersih ruangan sebelum semua karyawan datang"


Sesekali Zahra membenarkan rambutnya yang hendak menutupi wajahnya.


"Zahra juga ga enak kak kalau terlalu dekat sama kakak, bagaimanapun juga Zahra disini Cleanning servis kak. masa iyah dekat sama Direktur, kan ga enak di liatin karyawan yang lain. kita juga harus profesional kan kak"


Bagas tertegun mendengar penjelasan Zahra. tatapannya tak lepas dari wajah Zahra. wajah yang setiap malam menghantui pikirannya.


"Oke aku terima alasan kamu, tapi mulai hari ini kamu pulangnya harus sama aku"


Zahra mengerutkan keningnya


"tapi kan kak..? "


belum selesai Zahra perotes ,Bagas memperlihatkan ekspresi se kesal mungkin.


"Zahra kamu bilang tadi harus profesional dalam bekerja, saya boss kamu disini gak ada tapi-tapian alias penolakan. kamu harus mau titik"


"Huuuuuu"


Zahra menghela nafas, dia tak kalah kesal atas perintah Bagas yang terdengar nyeleneh. kenapa bossnya menjadi overprotektif padanya.


"Baik pak saya mau"


Zahra hanya bisa pasrah menuruti ke mauan bossnya, toh bagaimanapun juga Zahra tetap bawahan yang harus patuh akan perintah atasan.


"mulai hari ini kamu pulang bareng aku, dan jangan pulang duluan tanpa aku.

__ADS_1


Bagas menarik sudut bibirnya memandangi Zahra, Zahra hanya meroling bola matanya tanpa menjawab sepatah katapun.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, seperti biasa para karyawan dan Cleanning servis bergegas hendak pulang terkecuali Zahra.


dia masih berdiri di ambang pintu kantor, yah Zahra menunggu Bagas yang tak kunjung keluar.


Zahra celingukkan memperhatikan satu persatu orang yang keluar menuju halaman kantor.


"ayo Ra kita balik"


tiba-tiba Laras menghampiri Zahra


"ehmm Ras kamu balik duluan ajah yah so... soalnya aku ehmmm itu anuuu"


Zahra berpikir sejenak mencari alasan untuk di utarakan pada Laras.


Ia tak mungkin mengatakan kalau dirinya menunggu Bagas untuk pulang bersama. jika Laras mengetahui hal itu di pastikan besok akan ada kehebohan di dapur.


Laras menyikut lengan Zahra yang masih bengong.


"ehmm itu Pak Hendra iyah pak Hendra, tadi minta aku nunggu dia karena ada berkas meeting yang perlu di potocopy sekarang"


Zahra berusaha serius untuk menutupi rasa gugupnya karena berbohong.


"yaudah kalau gitu aku bantuin yah biar Cepat selesai "


Laras berniat membantu, dengan senyum khas dia menggandeng tangan Zahra menariknya untuk kembali masuk ke dalam kantor.


"Ayokkk"

__ADS_1


"ta... tapi Ras, ak.. aku.. bisa sendiri kok gak apa-apa, kamu balik duluan aja ini kan tugas aku, Heheheh "


Zahra terlihat gugup bukan main bahkan ketawanya terlihat garing, dia mencoba melepaskan gandengan tangan Laras.


"bener nih gak apa-apa aku balik dulu"


"iyah beneran Ras"


"yaudah deh kalau gitu aku duluan yah, kalau ada apa-apa kamu kabari aku yah ok"


Laras pun melangkah keluar kantor menuju jalanan, seperti biasa Laras pulang menggunakan angkot.


"Huuuuu selamattt"


perasaan legah dirasakan Zahra mengingat bagaimana heboh teman-temannya jika mengetahui dirinya pulang bersama Direktur idola para karyawan.


Zahra berinisiatif menghampiri ruangan Bagas.


terlihat lorong kantor sudah sepi, para karyawan hanya tersisa karyawan bagian operator dan staff produksi yang hendak berganti shift.


Zahra hendak masuk keruangan Bgas namun di urungkan niatnya karena terlihat pintu ruangan Bagas tidak tertutup rapat.


dari arah luar terlihat beberapa orang masih berada di dalan ruangan itu. Zahra memilih duduk di bangku yang berada di depan ruangan Bagas.


*************


Terimakasih yang masih setia nugguin Zahra 😊😊🤗


Salam manis Author

__ADS_1


~EtyRamadhii


__ADS_2