Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
19 kepikiran


__ADS_3

Jam makan siang tiba, saat ini Zahra memilih makan siang di warteg seberang jalan tepatnya di depan kantor.


Moodnya berantakkan membuat dirinya memutuskan makan sendirian di warteg.


dia memilih duduk di bangku yang mejanya menghadap ke jalanan.


"anak pak Bramantio itu yang di gadang-gadang di jodohin sama pak Bagas"


perkataan Erma pagi tadi masih terbayang di kepala Zahra. Entah mengapa hatinya tak terima dengan perkataan Erma.


namun, Zahra tersadar siapa dirinya? mengapa hatinya memberontak mendengar kenyataan bahwa Bagas di jodohkann?


walaupun Zahra hanya mendengar dari Erma dan belum tentu kebenarannya namun Zahra sudah percaya jika hal itu bakal terjadi.


tak dapat di pungkiri jika Bagas di jodohkan dengan anak pak Bramantio ,mengingat kedua orang tuanya memiliki kedekatan bahkan hubungan bisnis yang erat.


Lantas apa hak Zahra tak terima dengan kenyataan tersebut, Zahra hanya sebuah Cleanning servis di kantor tersebut yang sama sekali tak memiliki peranan penting di dalam perusahaan ini.


Zahra terlampau baper dengan sikap dan perlakuan Bagas selama ini. membuat Zahra lupa akan posisinya dengan Bagas yang sangat jauh berbeda. Zahra terus melamun dengan tangan yang terus-menerus mengaduk Es teh yang di pesannya.


"Hai"


Sapa seseorang yang membuat lamunan Zahra menjadi buyar.


"Ehhh hai juga"


Zahra terkejut karena di depannya ada seorang laki-laki yang sudah duduk. laki-laki itu mengenakan stelan baju kemeja biru dengan dasi hitam melingkar di lehernya, dabn lengan baju yang di gulung sampai siku.


Zahra mengenali laki-laki tersebut, dia adalah salah satu karyawan juga di perusahaan Bagas.


"Kok tumben makan sendirian disini?. biasanya di dapur bareng anak-anak yang lain"


tanya laki-laki itu pada Zahra .Memang benar adanya setiap makan siang Zahra selalu berkumpul di dapur kantor untuk makan siang bersama teman-temannya.

__ADS_1


"iyah kak lagi pengen nyobain makan disini ajah"


Jawab Zahra sekenanya.


"Ohh iyah namaku Eza"


laki-laki itu mengulurkan tangan memperkenalkan dirinya pada Zahra.


"saya Zahra kak"


Zahra membalas uluran tangan Eza.


"Ohhh nama kamu Zahra"


"iyah kak. Emang kenapa kak? "


"ehmm gak apa-apa soalnya setiap hari ketemu tapi gak tau nama kamu siapa"


"ehh iyah ya kak hanya kenal wajah, Oh iyah kak Eza anak operator kan?


"Ahh siapa bilang aku anak operator? "


"loh bukannya kakak anak operator yah? "


Zahra mengulang pertanyaannya.


"aku itu anak dari ibuk ku lah, buka anak operator Ra"


Eza bercanda membuat Zahra tertawa sampai memperlihatkan gigi ginsulnya.


"hahahahaha. Maksud aku kakak karyawan bagian operator kan? "


"bilang dong dari tadi gitu, iya aku bagian operator "

__ADS_1


Eza tersenyum lagi-lagi wajah manisnya terlihat.


"kenapa makanannya belum di makan, tuh lagi Esnya kasian pusing"


Eza menunjuk Es teh yang di depan Zahra.


"Kos esnya pusing kak? "


Zahra keheranan sambil melihat Esnya.


"iyah kan dari tadi kamu aduk-aduk terus ga di minum, kan kasian ntar pusing Esnya"


Zahra tertawa kera mendengar candaan yang di lontarkan Eza.


"kakak ini bisa juga Stand up Comedy"


Siang ini Zahra makan siang bareng Eza dan mereka banyak mengobrol menghabiskan waktu istirahat berdua.


Tanpa di ketahui Zahra dari kejauhan ada yang memperhatikan mereka berdua.


******


Hay Guys Author minta like dan votenya donk biar semangat 😊.


kasian Zahra likenya seret banget 😭😭😭.


buat Author hilang semangat untuk up.


jangan lupa yah guys... di vote juga


Salam manis Author


~EtyRamadhi 🤗

__ADS_1


__ADS_2