Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
31 foto


__ADS_3

Bagas berlari menuruni anak tangga, ia terkejut melihat mamah dan papah berada di kamar Kiran.


"apa yang terjadi sama Kiran mah? "


tanya Bagas panik melihat wajah Kiran yang pucat dan hampir tak sadarkan diri.


"Mamah gak tau Bagas, dari tadi Kiran muntah terus sampai lemas"


Hera mamahnya Bagas terlihat khawatir tangannya gemetar melihat putri kesayangannya terkulai lemas


"Bagas cepat ayo bawa adik kamu kerumah sakit"


Wijaya pun tak kalah panik dan khawatir.


Bagas membopong tubuh Kiran menuju mobil diikuti oleh Hera dan Wijaya.


Bagas meletakkan sang adik di kursi penumpang dan kemudian di pangku oleh mamah dan papanya, sementara Bagas yang membawa mobil.


Bagas memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali ia melirik sang adik dari kaca yang terdapat di plafon mobil.


Kiran sudah tak sadarkan diri membuat Bagas menambah kecepatan laju mobilnya.


sesampainya di rumah sakit Kiran di rujuk ke ruangan Intensif Care Unit (ICU) dan langsung di tangani oleh dokter.


setelah beberapa saat kemudian dokter yang memeriksa Kiran pun keluar.


"apa yang terjadi sama anak saya dok? "


Hera bertanya pada dokter perempuan yang memeriksa Kiran


"anak ibu alergi susu sapi, ia meminum susu sapi dalam jumlah yang banyak"


Dokter cantik itu pun menjelaskan pada Hera dan Wijaya.


Bagas terkejut bagaimana bisa Kiran meminumnya bahkan sejak dulu ia sudah tahu kalau dirinya tak bisa meminum susu sapi.


Dokter cantik itu pun beranjak pergi sementara Kiran di pindahkan keruang rawat inap kelas VVIP.


karena kondisinya yang belum stabil membuatnya belum bisa di bawa pulang.


sementara Wijaya ia keruangan administrasi untuk langsung membayar biaya perawatan Kiran dan menebus obat.


"Bagas kamu jaga Kiran dulu yah, mamah mau ke Minimarket depan, mau beli roti kasihan Kiran belum ada makan sedikitpun"


"iyah mah Bagas jagain Kiran"


Hera keluar kamar untuk ke Minimarket sementara Bagas duduk di samping tempat tidur Kiran.


terlihat wajah Kiran sudah tak sepucat tadi namun ia belum membuka mata.


selang infus menghiasi tangan mungil Kiran.

__ADS_1


sesaat kemudian , perlahan Kiran mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya.


Kiran menoleh melihat Bagas ada di samping tempat tidurnya.


"Kakak"


panggil Kiran lirih


Bagas yang mendengar suara sang adik pun langsung bangkit dari duduknya


"Kiran"


"kamu sudah sadar? apa yang sakit? "


Bagas begitu khawatir dengan adik kesayangannya ini


"Kiran gak apa-apa kok kak, cuma masih lemas ajah"


Bibir Kiran mengulas senyum meyakinkan sang kakak


"Kiran"


"Kamu kok bisa minum susu sapi? kamu kan udah tahu kamu gak bisa minum susu sapi"


Bagas mengelus kepala adiknya yang masih terbaring.


"Maafin Kiran kak, kiran lakuin ini supaya mamah sama papah batalin acara makan malam itu"


"Kiran gak mau kak kalau sampai kakak di jodohin"


matanya yang sendu menatap wajah Bagas


"Kiran dengerin kakak. kamu gak perlu ngelakuin hal ini kakak bisa kok obrolin baik-baik sama mamah dan papah"


Bagas menekan kan ucapannya merasa sedikit marah pada adiknya


"kamu tahu gak, apa yang kamu lakukan ini membahayakan diri kamu sendiri "


Bagas tak menyangka sang adik akan melakukan hal sejauh ini demi dirinya.


"Maafin Kiran kak, Kiran cuma gak mau kakak sedih "


"justru hal yang kamu lakukan ini yang buat kakak sedih Kiran"


Bagas menatap Kiran


"Karena Kiran tahu kakak sebenarnya sukanya sama kak Zahra bukan kak Vera"


Bagas membulatkan matanya bagaimana adiknya bisa tahu soal Zahra bahkan dia tak pernah bercerita.


"bagaimana kamu tahu soal kak Zahra? "

__ADS_1


"Kiran nemuin foto seorang gadis kak di bawah kasur kakak, di balik foto itu ada namanya Zahra Andriani"


Bagas mengingat-ingat. ia pernah memfoto Zahra secara diam-diam sewaktu di warung nasi uduk dan Bagas menyimpannya.


ia merasa foto itu hilang sekitar 1 minggu yang lalu


"sekarang dimana foto itu? "


"ada kok kak di kamar Kiran di dalam laci dekat buku"


Kiran yakin kakaknya menyukai gadis manis yang ada di foto itu


"Kak Zahra itu siapa kak? "


Kiran penasaran siapa gadis manis itu, mengapa bisa ia membuat kak Bagas menyukainya.


"sudah-sudah, nanti bakal kakak kasih tahu kamu ,setelah kamu sembuh"


Kiran memanyunkankan bibirnya kecewa karena tak kunjung di beri tahu siapa gadis manis yang ada di foto itu.



Pagi ini Zahra saat tak bersemangat untuk masuk kerja, kepalanya terasa pusing karena semalaman susah tertidur.


ia berjalan gontai sambil membawa wiper dan cairan pembersih kaca.


tangannya membersihkan kaca sementara pikirannya berkelana tak tentu arah.


terlihat mobil hitam milik Bramantio memasuki area parkir. ia turun dan berjalan memasuki kantor.


Zahra yang sedang mengelap kaca di dekat pintu masukpun melihat kedatangan Bramantio.


"pagi pak"


Zahra menyapa sambil mengangguk kan kepalanya.


"pagi juga"


Bramantio membalas sapaan Zahra dan berlalu untuk masuk.


ada perasaan legah di hatinya sudah melihat gadis itu bisa sedikit tersenyum di pagi ini.



Maaf yah guys Up nya sedikit mata Author lagi sakit ga bisa natap monitor lama"😭😭😭😭😭 kalau besok udah baikan bakal up lebih bnyak dari ini kok.


Terimakasih yang masih setia buat nunggu Zahra.


jgan lupa vote and likenya


salam manis Author

__ADS_1


~EtyRamadhi 🤗


__ADS_2