Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
12 kekeluargaan


__ADS_3

Siang ini Zahra makan siang bersama teman-teman barunya, mereka makan secara lesehan di dapur kantor. mereka saling berkenalan satu sama lain.


Dan ternyata salah satu dari mereka memiliki tempat tinggal yang lumayan dekat dari tempat kost Zahra.


"Zahra, entar kamu baliknya naik apa? "


Laras bertanya kepada Zahra.


"kayaknya aku naik angkot Ras"


"kita baliknya bareng yah, kan kita deketan "


Laras tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Zahra yang melihat pun hanya tertawa dan mengangguk setuju, menyatakan iya atas ajakan Laras.


Bukan hanya ada Laras dan mbak Jumi disini namun masih banyak lagi para Cleanning servis baik perempun maupun laki-laki. mereka semua disini sangat akrab, ramah, dan tidak merasa senior, mereka meperlakukan Zahra selayaknya teman dekat.


Zahra merasakan rasa solidaritas dan kekeluargaan yang kental disini, Bahkan tak pernah Zahra rasakan sebelumnya di dalam keluarganya sendiri. Zahra merasakan kenyamanan disini.


bahkan ada beberapa dari mereka makan 1 piring berdua,


" Ya allah aku benar-benar betah berada di tengah-tengah mereka" gumam batin Zahra menyaksikan teman-temannya.


tiba-tiba Zahra teringat dengan Mora, ia pun memberanikan diri bertanya pada mbak Jumi.


"mbak Jumi, ehmmm mbak Mora itu sekretaris Pak Bagas yah? "

__ADS_1


"iyo emange ono opo, kamu di apain sama mak lampir itu? "


Mbak Jumi yang tadinya hendak memasukkan nasi ke mulut seketika menghentikan suapannya karena penasaran dengan pertanyaan Zahra.


"enggak kok mbak, aku cuma penasaran ajah kenapa kok di kantor ini di izinkan mengenakan pakaian seminim itu, apa mbak Mora ga kena teguran? "


"hadehh Ra, kita nih ya disini udah kagak heran liat tingkah tuh makhluk. nih kantor yang segede gaban ini udah kayak punya bapaknya, pakaian kurang bahan di pake seenak giginya"


tutur Erma yang tiba-tiba menyahut, dengan ekspresi kesal dia menuturkan isi hatinya.


"hati-hati dah kalau sama tu orang ykan Erma. mulutnya lemes banget kayak kresek bawang, suka ngadu ke atasan udah berasa dia nyonya besar disini"


timpal Diza tak kalah heboh.


Zahra yang melihat ekspresi temannya itu tertawa terbahak. dia tak menyangka pertanyaan sekecil kuman yang di lontarkannya menjadi topik ghibahan siang ini.


masih mengunyah makanan Laras pun ikutan nimbrung.


"Dihh kelakuan kayak Jangkrik Alergian, laki mana yang ga geli gue aja yang cewek merinding liat tingkahnya, walau tak menampik dia sedikit cakep sih dari gue"


Erma bergidik mengingat tingkah Mora


ternyata mereka tak menyukai sifat Mora, yang menurut penuturan mereka Mora tak pernah menghargai bawahan apalagi para Cleanning servis seperti kami ini, bahkan teman-teman Zahra seperti memiliki dendam kesumat pada Mora.


"Pantas saja tadi pagi Mora menatapku dengan tatapan tajam seakan tak suka jika aku dekat dengan kak Bagas,mungkin karena Mora menyukai kak Bagas" gumam ku.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, semua karyawan dan karyawati termasuk para Cleanning servis pada bersiap hendak pulang.

__ADS_1


Pasalnya kantor ini jarang memberlakukan waktu lembur setiap harinya kecuali pada karyawan bagian Operator dan ke amanan karena mereka memakai sistem shift.


Zahra dan Laras baru selesai menyusun gelas di Pantry dan mengepel lantai. Hari ini Zahra banyak bekerja bareng Laras dan mbak Jumi walaupun kerjaan sangat banyak dan menguras tenaga.


tapi karena di barengi dengan humor dan teman kerja yang seperti mereka lelah Zahra seketika hilang.


Zahra dan Laras pulang menggunakan angkot, pasalnya mereka searah.


berbeda dengan Bagas, Sore ini Bagas baru pulang dari meeting mengendarai mobil kantor, dia tak langsung kembali kerumah melainkan ke kantor untuk mengambil motornya dan alasan utama hendak menjemput Zahra.


Bagas mencari ke seluruh ruangan namun tak menemukan Zahra di sana.


"kemana bocah ini, apa dia sudah pulang. tapi kenapa dia tak menungguku"


Bagas celingukkan mencari keluar kantor.


"Maaf pak Bagas mencari siapa? "


tanya seorang Security bernama pak Yono.


"itu pak cewek yang tadi pagi saya boncengin, bapak liat ga? "


"oh dia sudah pulang pak sekitar 10 menit yang lalau menggunakan angkutan umum" tutur pak Yono.


"oh kalau begitu makasih pak, saya duluan mari pak"


Begitulah sikap Bagas walau dia direktur disini dia tetap sopan memperlakukan bawahannya yang umurnya lebih tua darinya. itu yang membuat para karyawan disini menyukai sifat Bagas.

__ADS_1


__ADS_2