
Hai Para Reader yang setia nunggu Zahra....
banyak yang nanya knpa Author jarang up. buat para reader maaf soalnya Author kesehatan matanya lagi bermasalah 😭😭 ga bisa natap monitor lama-lama.
tapi tenang Author usahain buat munculin Zahra sesering mungkin. 😁
Happy Reading 🤗
********
Satu persatu orang yang berada di dalam ruangan Bagas pun keluar, masing-masing mereka membawa beberapa Map di tangannya.
"Zahra"
Suara Panggilan Bagas yang mengejutkan Zahra membuat Zahra refleks menoleh ke sumber suara.
"ehh kak, udah selesai? "
Zahra bangkit dari duduknya dan menghampiri Bagas.
"Maaf yah Ra ehmm aku sore ini masih ada meeting sama klien-klien yang tadi"
"kalau gitu Zahra balik duluan yah kak"
pinta Zahra
"eehh enggak-enggak kamu pulangnya harus sama aku, kamu tunggu di dalam ruangan ku"
"haduuuhh punya boss gini-gini amatt dah, kesambet apaan nih si boss ngebet banget minta pulang bareng"
batin Zahra berteriak Ia mengusap wajahnya mengekspresikan kekesalannya.
Bagas menarik tangan Zahra untuk masuk keruangannya, dengan terpaksa Zahra harus melangkah mengikuti Bagas.
Zahra dan Bagas sudah berada di dalam ruangan. Jika di perhatikan ruangan Bagas seperti ruangan pada umumnya. terdapat meja kerja, sebuah sofa dan sebuah lemari berwarna cokelat muda yang berukuran cukup besar.
ruangan bernuansa putih yang setiap sudutnya terdapat sebuah pot besar yang berisikan tanaman membuat ruangan ini terlihat asri.
Namun siapa sangka, ternyata ada ruangan pribadi di balik dinding datar itu, dinding putih yang semula datar bisa bergeser layaknya sebuah gerbang.
Zahra yang melihat hanya bisa terperangah melihat ruangan bak hotel mewah di dalamnya.
sungguh tak ada yang mengetahui di balik dinding putih itu tersimpan ruangan mewah di dalamnya.
terdapat tempat tidur berukuran king size, lengkap dengan sofa dan televisi yang berukuran cukup besar. sama seperti di ruangan sebelumnya ruangan ini juga terdapat pot berisikan tanaman di setiap sudut.
ruangan ini juga memiliki kamar mandi di dalamnya ,terdapat di sebelah kiri ruangan ada sebuah jendela yang menghadap ke jalanan kota, terlihat jelas pemandangan di luar jika di lihat melalui jendela.
__ADS_1
Zahra masih mengedarkan pandangannya mengamati ruangan senyaman ini.
"ini ruangan pribadiku , ruangan ini hanya di ketahui sopir pribadiku serta Pak Ujang Cleanning servis senior disini, dia org yang aku percayakan untuk membersihkan ruangan ini setiap harinya"
tutur Bagas menjelaskan kepada Zahra.
"berarti kakak sering nginap disini donk? "
"kalau lagi lembur males buat balik kerumah yah aku nginap disini"
Zahra mengangguk, namun seketika mulutnya terbuka
"ehmmm kalau Mor... "
"Mora juga ga tau ruangan ini kok"
Bagas menyambung kalimat Zahra dia mengerti apa yang akan di katakan Zahra.
"gak ada perempuan selain kamu yang mengetahui ruangan ini, bahkan mama aku sendiri ga tau"
Bagas berbicara sambil memandangi Zahra.
"kenapa gitu kak? "
Zahra mengerutkan kening mencari tau alasan Bagas.
Bagas menjawab singkat
"tapi kenapa kakak memberitahukan ruangan ini ke Zahra? "
"Haaaaaa"
Bagas menghela nafas dirinya berasa gemas dengan gadis yang ada dihadapannya itu. pasalnya Zahra tak henti bertanya.
" kalau kamu terus-terusan nanya ntar kamu aku tempelin ke dinding"
"Upppsss, heheheheh maaf kak"
Zahra tertawa mendengar ancaman Bagas yang menurutnya lucu.
"yaudah aku tinggal dulu yah, ntar kalau aku udah selesai meeting aku jemput kamu kesini"
"iyah kak, ehmm Zahra boleh menonton televisi ga kak soalnya hal yang membosankan adalah menunggu"
Zahra memasang wajah melas.
"jangankan menonton televisi kamu mau lompat-lompat di tempat tidur juga silahkan, asal jangan lompat jendela aja"
__ADS_1
Bagas tertawa menuturkan
Zahra hanya mengkrucutkan bibirnya kesal.
Zahra duduk di sofa menonton televisi sementara Bagas sudah keluar ruangan.
"Haduuuhhh Horangg kaya bebas yahh mau buat ruangan di atas pohon juga sah-sah aja"
Zahra bergumam sendiri karena takjub dengan ruangan mewah ini.
Zahra sedang menikmati siaran televisi. terdengar pintu ruangan bergeser terlihat Bagas kembali dengan membawa kan bungkusan di tangannya.
" ini Ra aku bawain nasi uduk, tadi aku delivery nasi uduk nih sama Es jagung"
Bagas menyodorkan bungkusan yang di bawanya ke Zahra.
"kok cuma 1 bungkus buat kakak mana? "
tanya Zahra keheranan pasalnya hanya 1 bungkus nasi yang di bawa Bagas.
"aku udah makan tadi, ini khusus buat kamu"
"ehm makasih ya kak"
"iyah sama-sama cepat di makan yah nanti keburu dingin ga enak, yaudah aku mau meeting dulu, jangan lupa nasinya di abisin yah bocah"
tangan Bagas mengusap kepala Zahra dengan gemas membuat pipi Zahra bersemu merah.
Bagas pun berlalu pergi meninggalkan Zahra yang masih tertegun dengan perlakuan Bagas.
Zahra mulai membuka bungkusan nasi tersebut dan menyantapnya sambil menonton televisi.
Zahra seketika mulai berpikir.
"kenapa Bagas baik banget sama aku, kalau dia melakukan semua kebaikan ini hanya karena Bagas pernah menabrakku bukan kah ini sangat berlebihan? "
Zahra terus menerka-nerka.
"atau jangan-jangan, Bagas suka sama aku? , ahh enggak-enggak, Zahra jangan ngawur jangan GR, mana mungkin Bagas suka sama Cleanning servis.
Zahra memukul-mukul kepalanya sendiri berusaha membuang pemikiran konyol yang di buatnya.
"Hoaaaaaammm. !!!!!"
" begini nih kalau perut kenyang, pikiran berpetualang jadinya mata juga redup"
Zahra pun merebahkan badannya di sofa, hitungan menit dirinya tertidur pulas. Mengingat badannya terlalu lelah dengan kerjaan hari ini yang membuatnya ingin beristirahat.
__ADS_1