Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
57 senyum-senyum


__ADS_3

Bagas memasukkan motornya ke dalam garasi, ia baru saja pulang dari kencan dadakan dengan Zahra.


wajahnya terlihat ceria, senyum di bibirnya seakan bersifat permanen.


melihat kakaknya masuk dengan ke adaan wajah ceria, Kiran pun menghampirinya.


"ih kakak kenapa senyum-senyum gitu"


Kiran mengerutkan keningnya memperhatikan Bagas.


"kakak lagi bahagia"


ucap Bagas tanpa beban.


"bahagia kenapa kak, kakak menangin tender perusahaan? "


"lebih dari itu"


Bagas semakin tersenyum lebar.


"kakak dapat doorprise ratusan juta? "


Kiran menggaruk kepalanya.


"pokoknya lebih dari doorprise. udah deh kakak mau mandi"


"bye adik manis"


Bagas mengecup kening Kiran, membuat Kiran semakin terheran.


"kesambet setan apaan yah kak Bagas"


Kiran berdiri memandangi Bagas yang menaiki anak tangga dengan bersenandung.


kemudian Kiran menghampiri papah dan mamahnya yang berada di meja makan yang hendak makan malam.


"kakak kamu sudah pulang? "


tanya Wijaya pada putrinya.


"udah pah. tapi aneh"


Kiran menarik kursi dan menghempaskan bokongnya.


"aneh kenapa?"


Hera menghenti tangannya yang hendak mengambil nasi.


"ga tahu deh mah senyum-senyum ga jelas gitu"


ucap Kiran wajahnya di selimut rasa penasaran


Hera hanya menggendik kan bahunya.


mereka pun melanjutkan acara makan malamnya.


beberapa saat kemudian, Bagas menghampiri keluarganya.


"mamah, papah"


sapanya , ia duduk si samping Kiran.


dengan wajah berbinar ia mengambil piring. Hera, Wijaya serta Kiran memandangi Bagas dengan tatapan heran.


"kamu kenapa? "


tanya Wijaya pada putranya.


"kenapa pah, Bagas ga kenapa-kenapa? "


"kok senyum-senyum gitu?


Hera juga ikut penasaran.


"yah kan gak apa-apa mah kalau senyum"


Bagas tertawa nyengir.


"Hahh palingan juga karena kak Zahra"


Kiran menyahut dengan pandangan tetap ke piring makannya.


"hehehe"


Bagas tertawa karena ke tahuan.


"Bagas lagi bahagia mah"


"makasih yah mah"


Bagas tersenyum ke arah Hera.


"buat apa? "


Hera semakin bingung melihat putranya.


"mamah udah ngizinin Bagas sama Zahra. Bagas bahagia banget mah"


Hera yang mendengar hal itu pun ikut tersenyum


"Iyah sama-sama kalau itu yang buat kamu bahagia. mamah berusaha mendukung"


Hera sekarang percaya bahwa Bagas benar-benar mencintai Zahra terlihat dari senyumnya ia sedang terlihat bahagia.

__ADS_1


Wijaya pun ikut tersenyum, akhirnya hati Hera pun luluh dan mengalah demi kebahagiaan Bagas.


"bahagia sih bahagia. tapi jangan kebanyakan senyum entar kelewatan"


ketus Kiran meledek.


Wijaya dan Hera tertawa mendengar penuturan Kiran. Sementara Bagas mengusak lembut rambut Kiran.


...……………………...


Zahra saat ini berada di rumah Eza sebab sepulang dari alun-alun kota Zahra meminta Bagas untuk mengantarnya ke rumah Eza.


"bu, kak Eza kemana yah kok belum pulang? "


Zahra menghampiri Sinta yang berada di dapur.


"mungkin Eza masih ada urusan. sebentar lagi juga balik"


Sinta sedang mengaduk adonan tepung.


"Hemmm lama banget"


keluh Zahra.


"ibu mau buat apa? ".


Zahra melihat Sinta yang sedari tadi berkutat dengan tepung.


"mau buat bolu pisang Ra"


"sini bu Zahra bantu"


Zahra pun membantu Sinta.


"kamu kapan mau ke rumah pak Bramantio? "


tanya Sinta memecahkan keheningan.


"Ehmm belum tahu bu. Zahra masih ragu"


ucap Zahra dengan pandangan masih ke arah adonan tepung.


"niat baik jangan di tunda-tunda nak"


"iyah bu. ibu mau ga menemin Zahra? "


Zahra menatap wajah Sinta


"yah mau donk. "


jawab Sinta dengan tersenyum.


"kalau besok aja bagaimana?. sekalian deh kita buat bolu yang banyakkan buat di bawa besok"


"Wahh kebetulan buk, besok Zahra shift malam"


"oke deh kalau gitu kita tambahin adonannya"


Mereka berdua pun sibuk dengan aktivitas membuat bolu.


Sementara Eza juga baru sampai kini ia terduduk di teras rumah.


Eza melamun mengingat pertemuannya dengan Rianda.


"galak-galak ternyata hatinya baik"


Gumam Eza sambil tersenyum sendiri.


"bu, Zahra dengar suara motor kak Eza deh"


ucap Zahra.


"Yaudah coba kamu lihatin gih biar ini ibu yang ngelanjutin"


Zahra pun beranjak menuju pintu, ia menyibakkan tirai jendela untuk memastikan itu adalah suara motor Eza.


terlihat Eza sedang duduk dengan senyuman menghias bibirnya.


bahkan ia tidak sadar sedang di amati oleh Zahra.


"Dih kenapa tuh kak Eza senyum-senyum sendiri"


Zahra pun membuka pintu dan menghampiri Eza.


"Hayooo ngapain tuh senyum-senyum ga jelas"


Eza berjengit karena terkejut.


"isss kamu ini buat terkejut aja"


Eza mendengus kesal.


"Lagian senyum-senyum sendiri kaya……"


"orang gila gitu! "


Eza menyahut dengan tatapan melirik.


"yee kakak sendiri yang bilang"


Zahra turut duduk di samping Eza.


"kakak kenapa sih? "

__ADS_1


tanya Zahra penasaran


"lah kepo banget, ini urusan orang dewasa"


ucap Eza membuat Zahra merengut.


"Zahra kan juga udah dewasa"


"kamu masih ingusan! "


Eza suka menjahili Zahra, baginya jika Zahra kesal semakin terlihat lucu .


"Hemm kakak tuh ingusan! "


ketus Zahra.


"Hahaha ngambek".


" tadi tuh kakak ketemu cewek , baik banget.yah walau pun sedikit galak"


pandangan Eza menerawang ke atas langit yang cerah sambil tersenyum.


Zahra yang melihat hal itu pun paham.


"Cieee lagi jatuh lopehhh"


ledek Zahra.


"bisa aja kamu. ya ga lah baru juga ketemu "


Eza menepis ucapan Zahra.


"yah siapa tahu kan pertama kali bertemu sudah menimbulkan kecambah cinta"


Zahra terus menggoda membuat Eza melirik tajam.


Zahra hanya menyengir kuda saat di lirik dengan lirikan maut.


"Oh iyah mana sate kambingnya"


tagih Zahra dengan menadah kan tangannya.


"tutup Ra"


Eza menjawab dengan ringan.


"yah kalau tutup di beliin yang lain gitu. ingkar janji terus ih"


Zahra mencebikkan bibirnya kesal.


"yah maaf kakak kamu yang tampan ini lupa"


Eza tidak mengatakan bahwa ia memberikan donat yang di belinya untuk anak-anak jalanan.


"mentang-mentang ketemu cewek, akunya di lupain "


Zahra menggembungkan pipinya seakan sedang emosi..


"uhhhh jangan ngambek deh. iyah besok aku beliin 2 porsi sate buat kamu"


Eza mengusak rambut Zahra dan berlalu masuk meninggalkan Zahra yang masih menggerutu kesal.


"Tring"


notifikasi pesan masuk di ponsel Zahra.


terlihat ada nama bos ganteng di layar handphonenya


"Selamat malam princess"


isi pesan dari Bagas membuat Zahra girang tidak karuan. padahal hanya ucapan selamat malam dengan emoticon hati.


hal itu saja sudah membuat Zahra bahagia dan melupakan kekesalannya karena Eza.


dengan cepat tangannya mengetik balasan pesan tersebut.


"malam juga boss ganteng "


Zahra dengan tersenyum membalas pesan tersebut.


"Selamat istirahat yah untuk malam ini"


balasan pesan Bagas lagi-lagi membuat Zahra salah tingkah.


padahal hanya sebuah pesan yang isinya pertanyaan sederhana.


namun membuat Zahra ke girangan bahkan ia sampai memeluk handphonenya .


jika sedang jatuh cinta terkadang membuat siapapun bisa menjadi salah tingkah.


.......................


kalau para Readers pengalaman jatuh cintanya segreget apa??? 😅


kalau Author sih biasa ajah palingan sekedar jingkrak-jingkrak manja 😂😂😂


wkwkwkwkkwwk


jangan lupa like dan votenya yah


Salam Manis Author


~EtyRamadhii

__ADS_1


__ADS_2