Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
101 ungkapan hati


__ADS_3

Malam semakin larut, bahkan jam menunjukkan pukul 2 dini hari.


Semua sudah datang dan berkumpul di dalam ruangan dimana Zahira di rawat.


tidak ada yang bersuara setelah ayah mencoba bertanya tentang apa yang terjadi pada Zahira.


saat ini Zahira telah siuman, dengan tatapan menerawang ke langit-langit ruangan. ia mencoba menceritakan kejadian sebenarnya.


flashback off


Siang itu Zahira sedang asyik memainkan gawainya, ia sedang berselancar di dunia maya. sesaat kemudian ia menghentikan scrollan tangannya, ia melihat sebuah pengumuman di internet mengenai sekolah model yang berada di negara yang sangat di gandrungi banyak wisatawan itu.


hal itu membuat dirinya langsung bergegas menghampiri Adam, sang ayah .untuk memintanya mendaftarkan Zahira ke sekolah tersebut.


Namun sayang, Adam menolak keras permintaan sang putri dengan alasan keterbatasan biaya dan jarak yang sangat jauh.


Pada saat itu Venti, ibu Zahira tengah sakit sehingga membutuhkan biaya


"ayah bilang, ayah sayang sama Zahira. Tapi buktinya ayah gak mau nurutin kemauan Zahira"


ucap Zahira kesal.


"nak,ayah ga punya uang untuk biays kamu kesana lagipula ibumu sedang sakit"


Adam mencoba memberi pengertian, namun Zahira enggan mendengarnya lebih lanjut.


ia memilih masuk ke dalam kamar meninggalkan Adam yang masih berbicara.


Adam hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putrinya. Sifat Zahira sedari kecil tidak berubah. ia akan marah ketika kemauannya tidak di turuti.


Zahira berdecak kesal, padahal ia sangat ingin pergi ke negara itu.


Terlintas sebuah cara di kepalanya, seketika wajah Zahira berbinar. ia ingat akan sertifikat rumah ini yang di simpan sang ayah di dalam lemari.


"kalau ayah gak bisa menuruti kemauanku, aku akan berusaha dengan caraka sendiri"


bibirnya mengulas senyum seiring dengan rencana yang ia pikirkan.


Malam ini Zahira menjalankan misinya. setelah makan malam ia berjalan mengendap-endap menuju kamar ayah dan ibunya.


ia melirik sekilas, Adam dan Venti masih berada di ruang makan.saat ini kondisi Venti sudah membaik.


Zahira melangkah menuju lemari milik Adam, ia tahu persis dimana sertifikat rumah itu di letakkan. Dan benar saja dalam hitungan detik kertas berharga milik Adam kini sudah berada di tangan Zahira.


"maafin Zahira ya ayah, Lagian ayah ga mau nurutin kemauan Zahira"

__ADS_1


dengan langkah cepat Zahira keluar.Namun saat hendan keluar ia berpapasan dengan Venti sang ibu.


untung saja sertifikat tersebut dengan cepat ia selipkan ke dalam bajunya.


"Zahira?"


"sedang apa kamu nak? "


Venti terheran kala melihat Zahira baru saja keluar dari kamarnya.


"Aaaaa.. Ehmmmm. i.. itu bu a.. aku tadi sedang mencari aa sapu Haa Iyah sapu "


"sapu? "


Venti mengernyitkan keningnya


"Iyah bu so... soalnya lantai kamar Zahira banyak semut"


"Oh, lain kali kalau makan jangan di dalam kamar yah nak. kan jadi banyak semut. "


" Lagian sapunya biasa ibu letakkan di dapur"


Venti sama sekali tak menaruh rasa curiga pada Zahira


"oh iyah bu. tadi Zahira lihat ga ada makanya Zahira cari di kamar ibu"


Zahira melangkah cepat meninggalkan Venti, yang sudah melangkah masuk ke dalam kamar.


"Haaa hampir saja"


Zahira menghembuskan nafas legah karena aksinya tidak di ketahui sang ibu


Ke esokan harinya, Zahira menawarkan bangunan rumahnya melalui media sosial. karena letak rumah Zahira tidak terlalu jauh dari jalan lintas membuat tawaran tersebut dengan cepat di tanggapin oleh banyak orang.


bahkan dalam hitungan beberapa jam rumah tersebut sudah terjual.


......


Adam yang baru pulang dari kerja merasa terkejut, saat mendengar penuturan dari tetangga bahwa rumah miliknya akan di jual.


hal itu membuat ia bergegas untuk pulang dan memastikannya.


Sementara setengah jam sebelum kepulangan Adam, Zahira sudah merapikan semua pakaian miliknya yang akan di bawa. tentunya tanpa sepengetahuan Venti.


Dengan langkah cepat dan berhati hati, ia berhasil keluar dari dalam rumah. Zahira sudah memesan taksi Online yang kini sudah menunggunya di persimpangan dekat rumahnya.

__ADS_1


Kini Zahira sudah berada di dalam taksi setelah beberapa menit berjalan menuju persimpangan.


saat taksi yang ia tumpangi mulai meninggalkan daerah tersebut, tiba-tiba ia sadar bahwa ia sedang di kejar oleh taksi lain. yang ia yakini adalah orang tuanya.


"Pak lebih cepat pak, soalnya saya sedang di ikutin sama taksi yang di belakang"


perintah Zahira pada sang supir.membuat sang supir menurutinya.


Kondisi malam itu sedang hujan deras, hal itu tak membuat Zahira mengurungkan niatnya.


sampai akhirnya taksi yang mengikutinya tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


............


Sesampainya Zahira di negara tersebut, ia langsung di sambut oleh kekasihnya Alex.


bukan hanya karena sekolah model Zahira nekat ke negara ini tapi juga karena ia ingin menyusul Alex.


Yah Alex adalah pacar Zahira yang kini menempuh pendidikan dan menjalankan bisnis milik orang tuanya disini. Alex merupakan sosok laki-laki yang 1 tahun belakangan ini dekat dengan Zahira.


Alex adalah anak pengusaha kaya dan kedua orang tuanya juga memiliki rumah di negara ini.


Hal yang membuat Zahira terpesona oleh Alex adalah, selain ia putra pengusaha kaya yang tajir melintir Alex juga mempunyai pesona yang dapat memikat hati banyak wanita karena parasnya yang tampan


Tak hanya mencarikan rumah sewa untuk Zahira ia juga mendaftarkan Zahira ke sekolah model tersebut. Bahkan tak sedikit Alex mengeluarkan banyak uang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup Zahira di negara tersebut.


Hari demi hari, bahkan tahun telah berganti. Zahira menjalani hidup di negara orang. pergaulan serta pakaianya kini tidak ada yang memperhatikan dan membatasi.


Tak jarang Alex menginap di rumah Zahira, sampai pada akhirnya hal yang tidak di inginkan pun terjadi.


jika dua orang yang bukan mahrom berada dalam 1 ruangan maka akan menghadirkan setan yang tak hetinya memberi hasutan.


Alex dan Zahira melakukan hal yang terlarang.dan pada saat itu Alex berjanji


akan bertanggung jawab atas perbuatannya.


sebenarnya Alex sangat menyayangi Zahira terlihat dari sikap lembutnya pada Zahira bahkan tak segan membiayai hidup Zahira.


Namun, Alex turut kalap. sebuah nafsu yang terbungkus rapi yang di manipulasi dengan kata cinta, sehingga membuat keduanya melakukan hal yang tak seharusnya.


awalnya Zahira percaya dengan kata-kata Alex,namun beberapa bulan semenjak kejadian itu Alex hilang tanpa kabar.


dan lebih mirisnya, Zahira tengah positif hamil.


Hal itu membuat Zahira kebingungan. ia juga memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya. kehidupannya sangat miris, kondisi keuangannya sangat menipis. terkadang ia juga harus menahan lapar demi menghemat uang.

__ADS_1


Biasanya Alex lah yang memberikannya uang untuk biaya hidupnya. tapi kini Alex menghilang tanpa jejak dan kabar.


__ADS_2