
"Ra"
sebut Bagas saat ia melihat Zahra berada di ambang pintu. sementara Vera belum melepaskan pelukannya.
Zahra melangkah menuju meja kerja Bagas dan meletakkan rantang kecil yang di bawanya.
kemudian Zahra melangkah mendekati Vera. sekuat tenaga Zahra menarik bahu Vera sampai Vera tertarik mundur.
Zahra memasang badan di depan tubuh Bagas.
"jangan terlalu murahan memeluk seseorang sembarangan"
ucap Zahra dengan bersidekap dada.
"kau! "
tunjuk Vera ke arah Zahra sementara Bagas mengacak rambutnya ia takut jika Zahra salah paham padanya.
"iyah kenapa? "
Zahra sedikit pun tidak takut dengan wanita yang di hadapannya.
"apa mau mu, Bagas itu milikku dan kau cuma anak har*m yang merebut semuanya dari ku"
Vera mengepalkan tangannya geram.
"kau menyebut ku anak har*m. apa kau lupa justru aku yang berhak atas semua yang ku miliki sekarang"
"kau lupa Bagas bukan calon tunanganmu lagi .bahkan tidak pernah menjadi calonmu sampai kapanpun"
Zahra berusaha tenang menanggapi Vera.
"keterlaluan kau Zahra! "
Vera mengangkat tangannya hendak menampar Zahra. namun dengan sigap Zahra mencekal lengan Vera dengan kuat.
"jangan main-main denganku"
ucap Zahra sambil mencekal tangan Vera.
Bagas yang melihat itu pun berusaha melerai keributan.
"Ra. udah ya ini kantor"
bisik Bagas memegangi pundak Zahra.
Zahra pun menarik tangan Vera dan membawanya keluar ruangan Bagas.
"pergilah, jangan ganggu Bagas"
Zahra melepaskan cekalan tangannya dengan kasar dan meninggalkan Vera.
"kurang ajar kau Zahra, lihat apa yang akan ku lakukan padamu. kau sudah merusak kebahagiaanku. bahkan kau merebut papi ku"
teriak Vera, membuat Zahra menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
"aku tidak pernah merebut orang tua mu. itu sudah takdir ku menjadi anak kandung dari papimu. dan ingat aku tidak pernah merebut apapun dari siapapun"
Zahra melangkah masuk ke dalam ruangan Bagas.
sementara Bagas menghampiri Vera
"pergi lah Vera jangan membuat keributan disini, ini kantor"
"sekali lagi aku ingatkan padamu, aku mencintai Zahra dan tetap Zahra . lupakan aku"
Bagas pergi meninggalkan Vera yang masih kesal
"Zahraaaaaa. aku benci kau"
Vera berteriak geram.
Bagas sudah masuk dan menutup pintu ruangannya. terlihat Zahra berdiri membelakanginya.
"Ra"
panggil Bagas lembut, ia tahu kini Zahra sedang emosi.
"apa kakak masih mencintainya? "
Zahra bertanya tanpa berbalik badan.
Bagas mendekati Zahra.
"kakak ga pernah mencintai Vera percayalah , kamu tahukan dari dulu kakak tetap memilihmu"
Zahra berbalik badan
"kalau kakak mencintai Zahra lalu kenapa kakak membiarkan Vera memeluk kakak"
ucap Zahra menatap Bagas.
"demi apapun kakak tidak mengetahui kedatangannya Ra"
Bagas berusaha menjelaskan pada Zahra.
namun bukan wanita namanya jika tidak ada acara ngambek.
"kakak bohong "
Zahra pergi meninggalkan ruangan Bagas.
"Sayang tunggu"
__ADS_1
Bagas meraih rantang kecil milik Zahra yang terletak di meja kerjanya.
Zahra terus melangkah, ia kesal saat melihat Vera dengan erat memeluk tubuh Bagas.
siapapun akan merasa cemburu melihat hal itu.
"Ra"
panggil Bagas sedikit berlari.
Eza yang kini berada di depan pintu ruangannya melihat Zahra berjalan dengan wajah cemberut.
"loh Ra kamu disini? "
tanya Eza namun Zahra tak menjawab ia memilih melewati Eza begitu saja.
"itu bocah kenapa ya"
Eza menggaruk kepalanya ia bingung melihat Zahra.
sesaat kemudian Eza melihat Bagas.
"pak, Zahra kenapa? "
Eza memanggil dengan sebutan bapak sebab masih dalam lingkup kantor.
"ada masalah sedikit"
ucap Bagas sambil melewati Eza . Eza hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepasang kekasih itu.
Bagas terus berlari ia menghampiri mobilnya sejenak untuk meletakkan rantang kecil yang di bawa Zahra tadi.
kemudian ia berlari mengejar Zahra.
"sayang dengarin kakak"
Bagas meraih tangan Zahra membuat Zahra otomatis terhenti.
"kakak ga ngerti gimana perasaan Zahra lihat kakak di peluk wanita lain"
mata Zahra berkaca-kaca membuat Bagas merasa bersalah.
"maaf sayang. beneran kakak ga bohong kakak gak tahu kalau dia datang dan tiba-tiba meluk kakak "
Bagas berusaha sejujurnya mengatakan hal itu.
Zahra hanya diam, raut wajahnya terlihat cemberut.
Tanpa aba-aba Bagas menggendong tubuh Zahra.
membuat Zahra memberontak .
"kakak !. apaan sih turunin Zahra"
Bagas menggendong Zahra menuju mobilnya .
dengan susah payah Bagas membuka pintu mobil dan mendaratkan tubuh Zahra di dalam mobil.
"kakak, Zahra mau di bawa kemana? "
protes Zahra saat Bagas memasangkan sabuk pengamannya.
Bagas tidak menjawab sama sekali ia menutup pintu mobil dan beralih ke bangku kemudinya.
"kakak! "
bentak Zahra saat Bagas diam tak menjawab pertanyaannya.
membuat Bagas menoleh ke arahnya. terlihat raut wajah Zahra terlihat emosi.
Bagas kemudian menangkupkan kedua tangannya ke pipi Zahra.
"jangan marah-marah terus. "
ucap Bagas sambil menatap manik mata Zahra membuat hati Zahra seketika dingin.
Zahra memilih diam dan membenarkan posisi duduknya. sementara Bagas menjalankan mobilnya meninggalkan halaman kantor.
Zahra sama sekali tidak mengerti ,dirinya akan di bawa kemana oleh Bagas.
sepanjang jalan Bagas memilih diam ia tidak ingin berbicara lagi .
takut jika salah berbicara akan membuat Zahra semakin ngambek.
sekitar 15 menit kemudian mobil Bagas berhenti di parkiran taman kota. ia keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Zahra.
"Ayok Ra, "
Bagas mengulurkan tangannya membuat Zahra mau tidak mau keluar dari mobil.
tak lupa Bagas mengambil rantang di dalam mobilnya.
"yuk"
Bagas menggandeng tangan Zahra mengajaknya ke sebuah bangku kecil. yang berada di taman.
"kamu tunggu disini. jangan kemana-mana "
tanpa menunggu jawaban Zahra Bagas pergi membuat Zahra semakin bingung.
"maksudnya apa coba, orang lagi marah malah di minta buat nunggu"
gerutu Zahra kesal.
__ADS_1
Zahra pun memilih memandangi danau kecil di depannya yang mengkilap karena pantulan sinar matahari tepat mengenai air danua tersebut .
pikirannya mengingat Vera , Zahra yakin Vera sangat membencinya.
"aku sangat kesal padanya di sisi lain aku juga merasa bersalah atas kehancuran rumah tangga orang tuanya., "
Zahra bergumam sendirian
"tapi, aku juga berhak bahagia bukan!? . papa Bram juga papa kandungku "
"Haaaaa aku lelah memikirkannya"
Zahra memijat keningnya yang berasa sakit.
"sayang"
panggil Bagas yang kini sedang membawa dua botol air mineral serta snack di tangannya.
Bagas duduk di samping Zahra.
"masih marah sama kakak?. masih ga percaya kalau kaka ga ada hubungan sama Vera? "
tanya Bagas.
Zahra memandang wajah Bagas ia menatap lekat-lekat lelaki yang di cintainya.
Zahra tidak menemukan kebohongan dari sorot mata Bagas.
"maaf kak Zahra cemburu "
Zahra menunduk
"iyah. ingat yah sayang kakak sudah punya kamu jadi ga mungkin kakak macem-macem di belakang kamu "
Bagas menggenggam tangan Zahra.
"kamu bawak in makan siang buat kakak kan? "
tanya Bagas
Zahra mengangkat pandangannya dan mengangguk.
"Yaudah kita makan disini aja yah. biar beda suasananya. kamu senyum dong jangan cemberut lagi"
Zahra pun tersenyum, ia juga tidak ingin memperbesar masalah.
"gitu kan manis"
Bagas mengusak lembut kepala Zahra.
sementara Zahra membuka rantang yang berisikan nasi beserta lauk dan sayur.
"kamu yang masak? "
tanya Bagas
"iya kak"
"kenapa kok ga bilang kalau mau datang? "
Bagas membuka tutup botol air mineral yang di belinya.
"yah ga apa-apa kak, sekalian ngasih kejutan ga tahunya Zahra yang terkejut "
ucap Zahra sambil tangannya mengambil sayur.
"udah dong sayang jangan di bahas ya"
Bagas tidak ingin melihat wajah manis Zahra terlihat cemberut.
"iya kak. Yaudah ni di makan kak udah Zahra ambilin sayurnya"
ucap Zahra.
"suapin"
rengek Bagas dengan ekspresi wajah menggemaskan.
"manja ih"
"biarin sama pacar sendiri"
sahut Bagas santai membuat Zahra mau tidak mau menyuapi Bagas.
"kamu ga makan? "
tanya Bagas
"Zahra udah makan kak"
Zahra kembali menyuap kan nasi ke mulut Bagas. sesekali Zahra mengelap sisa nasi di sudut bibir Bagas.
mungkin jika karyawan Bagas melihat adegan ini banyak dari mereka yang baper bahkan banyak yang tidak percaya.
karena Bagas, seorang bos yang terkenal cuek, dan tegas bisa se manja ini seperti anak kucing jika di depan Zahra.
..........………………
Tuh Bagas lagi marahan tapi rantangnya ga di lupain. 😅😅😅😅
jangan lupa like and vote yah guys
Thankyou
__ADS_1