
Zahra dan Kiran in mencari keberadaan Vera. ternyata Vera masih berada di toko itu.
Beberapa saat kemudian Vera dan momy nya berjalan ke sebuah Caffe yang berada di dalam mall tersebut.
membuat Zahra dan Kiran terpaksa ikut masuk ke dalam Caffe.
Kiran dan Zahra memilih tempat duduk yang terletak di sebelah meja Vera dan Mommynya.
Posisi Zahra membelakangi Vera dan Yura, terdengar jelas jika mereka mengobrol karena jaraknya yang sangat dekat.
Kiran masih sempat memesan makanan ,bukan Kiran namanya jika luput dari yang namanya makanan, bahkan dalam keadaan mengintai pun dia sempat memilih menu makanan kesukaannya.
"Kak Zahra mau makan apa"
Kiran sedikit berbisik
"Sssttttt"
Zahra menempelkan jarinya di depan bibir mengisyaratkan untuk tidak bersuara.
Kiran hanya mengangguk.
Zahra tetap menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan obrolan anak dan ibu yang berada di belakangnya.
Kiran sekilas melirik Vera dan Yura sementara Zahra terus mendengarkan apa yang di bicarakan oleh mereka.
Beberapa saat kemudian dugaan Kiran dan Zahra benar ternyata Vera dan Yura akhirnya membahas perjodohan itu.
Zahra dengan cepat mengambil ponselnya dan merekam semua percakapan Vera dan Yura yang terdengar sangat jelas.
sementara Kiran juga mencondongkan tubuhnya ke kiri agar dapat mendengarkan obrolan mereka, dengan tangan kanan mencomot kentang goreng pesanannya.
"papi kemana mi? "
Tanya Vera pada Yura yang sedang menyeruput jusnya.
"papi tadi ke kantor pak Wijaya "
sahut Yura
"ngapain mi? "
"yah cuma mau kasih tau pak Wijaya kalau papi bakal menarik modalnya lebih tepatnya mengancam"
Yura dengan santai menjawab pertanyaan anaknya.
"kenapa mesti di ancam sih mi, kenapa ga sekalian aja langsung di cabut modalnya. Lagian Bagas ga akan pernah mau setuju sama perjodohan ini. "
"Vera juga yakin mi ancaman itu tidak akan membuat mereka merubah keputusannya"
Vera menyuapkan spaghetti ke mulutnya.
"pokoknya gimanapun caranya kamu harus tetap nikah smaa Bagas"
Yura menekan kan ucapannya
"mi Bagas ga bakalan mau sama Vera, Lagian kenapa sih mommy ngebet banget supaya Vera nikah sama Bagas. Vera udah capek mi"
Vera kesal selalu di atur-atur oleh Mommynya supaya bisa nikah dengan Bagas.
"Haduuuh Vera kamu lupa kamu itu bukan anak kandung papi kamu"
Yura kesal dengan anaknya yang selalu mengeluh.
sementara Zahra dan Kiran saling menatap mendengar kalimat yang keluar dari mulut Yura.
"jadi suatu saat nanti kalau papi kamu mengetahui hal ini dan rahasia ini terbongkar ,sudah jelas kamu tidak mendapatkan harta warisannya karena kamu bukan darah dagingnya. bahkan mungkin saja di usir"
"issss mommy, Vera juga udah tahu kalau soal itu, yang jadi pertanyaan Vera hubungannya sama perjodohan ini apa? "
__ADS_1
Vera sudah mengetahui sejak lama kalau dirinya bukan anak kandung Bramantio, melainkan anak dari suami sirih sang mommy.
Yura sudah menceritakan semua kepada Vera, saat usia Vera masih 17 tahun. Bagaaimana pun juga Vera harus tahu kebenaran itu.
namun Yura meminta Vera untuk menjaga rahasia itu agar mereka tidak di usir dan bisa mendapatkan harta warisan dari Bramantio.
Sebelum Yura menikah dengan Bramantio , sebenarnya Yura udah menikah dengan Pacarnya tetapi secara sirih dan menetap di luar negri.
Namun, suami Yura meninggalkan Yura dalam keadaan hamil. saat itu usia kehamilan Yura baru menginjak 2 minggu dan Yura memutuskan kembali pulang ke rumah ibunya.
saat Yura menikah,bahkan tidak di ketahui sanak saudara dan keluarganya, oleh sebab itu untuk menutupi kehamilan Yura ,orang tua Yura sengaja menjodohkan Yura dengan Bramantio yang notabenya adalah anak dari teman orang tuanya Yura.
Sebab itu pernikahan Bramantio dan Yura terbilang cepat, semua itu di lakukan sebelum perut Yura semakin membesar.
supaya keluarga Bramantio tidak curiga sama sekali.
Pada saat itu Bramantio mengalami prustasi di saat kekasih hatinya memutuskan menikah dengan pria lain, itu sebabnya Bramantio menerima jika dirinya di jodohkan dengan Yura.
Bahkan Bramantio sama sekali tidak menyadari jika Yura sudah hamil.
Yura tidak menolak di jodohkan dengan Bramantio selain demi menutupi kehamilannya, alasannya juga karena Bramantio dari keluarga yang tajir.
sehingga Yura menerimanya dan berharap anaknya bisa memiliki kehidupan yang layak.
"Mi kok bengong, Vera nanya apa hubungannya kalau Vera bukan anaknya papi sma perjodohan ini"
Vera mengguncang lengan Mommynya yang masih melamun
"Haduhhhh Vera, kamu tu yah sekolah sampai ke luar negri bahkan sudah lulus tapi masih aja tetap ****"
Yura kesal dengan putrinya, sementara Vera memanyunkan bibirnya ketika di katain ****.
"ini untuk menjaga-jaga, kalau misalnya rahasia ini di ketahui papi kamu, bisa jadi kamu tidak mendapatkan hartanya, yang lebih parahnya lagi dia bisa saja mengusir kita".
"Nah kalau kamu menikah dengan Bagas yang notabenya orang kaya, suatu saat jika rahasia ini di ketahui papi kamu dan dia mengusir kita kan kitanya ga jadi gembel karena kamu sudah menikah dengan orang kaya. "
Yura menjelaskan pada Vera, sementara Vera mengangguk paham maksud dari rencana Mommynya.
"tapi mih soal ancaman papi untuk menarik modal itu bagaimana? "
Vera teringat dengan hal yang di lakukan Bramantio.
"Vera kita juga harus cari cara lain, kita ga bisa hanya mengandalkan ancaman itu. Kita harus membuat rencana untuk mendesak tante Hera supaya dia bisa memaksa Bagas untuk menikahi kamu"
Yura tidak ingin jika perjodohan putrinya dengan Bagas gagal.
"Kamu lupa Pak Wijaya itu bukan cuma punya 1 perusahaaan saja, yah mungkin ia akan mengalami kerugian besar di perusahaan yang saat ini modalnya akan di tarik sama papi kamu. "
"tapi perusahaan dia yang lain masih banyak Vera. bahkan dia bisa saja menutupi kerugian perusahaannya menggunakan dana dari perusahaan dia yang lain"
Yura menegaskan pada putrinya.
Tanpa mereka sadari semua perkataan mereka sudah di rekam oleh Zahra.
tangan Zahra mengepal erat ia tak menyangka betapa liciknya dua perempuan itu, mereka melakukan berbagai cara demi mendapatkan apa yang mereka mau.
"aku akan balas semuanya"
Zahra menggerutu dalam hati.
Kiran tidak habis pikir dengan kelicikan yang di lakukan tante Yura. selama ini tante Yura bersikap manis dan lembut ternyata di balik sifat itu dia adalah wanita yang jahat.
Saat pembahasan kedua anak dan ibu itu sudah tergantikan barulah Zahra dan Kiran beranjak pergi dari Caffe tersebut.
……………
malam ini Wijaya baru saja pulang dari kantor seorang diri sementara Bagas masih di kantor sedang meeting.
Ia menceritakan semua pada Hera istrinya perihal Bramantio yang akan mencabut modalnya jika perjodohan itu gagal.
__ADS_1
hal itu membuat Hera sangat marah, terlebih saat Wijaya mengatakan Bagas tetap enggan di jodohkan sebab Bagas telah memiliki kekasih.
Siang tadi Bagas menceritakan soal dirinya yang telah memiliki kekasih kepada papahnya.
Bagas bahkan tidak menutupi hal pribadi Zahra, Bagas menceritakan semuanya pada Wijaya siapa sebenarnya Zahra.
Bahkan Wijaya tahu gadis yang di cintai putranya adalah seorang Cleanning servis di kantornya sendiri .
Wijaya sama sekali tidak mempermasalahkan status gadis yang di cintai putranya.
bagi Wijaya siapapun gadis itu yang bisa membuat anaknya bahagia ,Wijaya tidak akan melarangnya .
lain halnya dengan Hera ia sangat marah besar mendengar hal itu
"apa pah? "
"Cleanning servis? "
Hera membulatkan matanya saat Wijaya menceritakan semuanya.
"bahkan gadis itu bekerja di kantor kita? "
"Mamah ga salah dengar pah? "
Hera memastikan apa yang di dengarnya.
"Mah emangnya kenapa kalau Cleanning servis, bagi papah itu ga masalah asal Bagas bahagia mah"
tutur Wijaya berusaha memberi pengertian pada istrinya.
"engga pah, ga bisa mamah ga setuju. Apa kata orang nanti pah ,terlebih teman-teman mamah jika mengetahui anak mamah yang seorang Direktur memiliki pacar seorang Cleanning servis "
Hera tidak terima ia sangat tidak setuju.
"Mah status itu ga penting bagi papah. Asal dia baik dan bisa membahagiakan Bagas itu udah cukup, mamah sendiri tahukan Bagas itu orangnya susah untuk dekat dengan seorang perempuan".
" baru kali ini papah mendengar ia mencintai seorang gadis mah, papah yakin pilihan Bagas tidak salah mah papah juga yakin gadis itu gadis yang baik"
Wijaya dan Hera berdebat soal itu, sementara Kiran sudah tertidur lelap sejak sore tadi sepulang dari mall.
"pah mamah ga yakin dia itu perempuan baik-baik, bisa saja dia cuma memanfaatkan Bagas dan dia cuma memorotin uang Bagas pah"
Hera tidak menyangka selerah anaknya serendah itu, bahkan jika di bandingkan dengan Vera sangatlah jauh berbeda.
"mahh jangan berburuk sangka, kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja"
Wijaya tetap membela pilihan anaknya.
"pokoknya mamah ga mau pah, bagaimanapun juga Bagas harus tetap menikah dengan Vera"
Hera pergi ke kamarnya dan meninggalkan Wijaya. Hera tetap teguh dengan pendiriannya untuk menikahkan Bagas dan Vera.
…………
Hai…hai…hai guys
banyak yang tanya kenapa Author upnya lama bahkan cuma 1 part sehari.
Maaf yah Author kesehatan matanya masih belum baik ga bisa lihat monitor lama-lama 😥😭😭😭😭. Author juga berusaha buat up kok walaupun cuma sedikit.
terimakasih yang masih setia terus pantengin Zahra..
Ohh iyah jangan lupa yah mampir juga ke karya Author yang kedua judulnya 'Jebakan hidup berujung Cinta'
jangan lupa like dan vote yah.
Salam manis Author
~EtyRamadhii 🤗
__ADS_1