
Pagi ini Zahra dan Bagas sudah berada di bandara ,tentunya di antar oleh Bramantio dan juga Adam.
Sementara Eza, ia sudah berangkat malam tadi ke luar kota.
“hati-hati yah nak,"
Adam mengelus kepala Zahra
“iya ayah, ayah jangan khawatir Zahra bisa jaga diri kok. Doain yah biar Zahra pulang dan pergi dengan selamat”
Zahra memeluk sang ayah
“Iyah nak”
“papah ,Zahra berangkat yah”
Ucap Zahra saat bergantian memeluk Bramantio
“Iyah sayang, hati-hati “
“om kita berangkat yah”
Bagas menyalami Bram dan juga Adam.
“Iyah nak Bagas, titip Zahra yah”
“Iyah pak”
Ucap Bagas.
...........
Kini keduanya sudah berada di dalam pesawat. Waktu perjalanan dari kota tempat tinggal Zahra hingga ke Italia membutuhkan waktu kurang lebih 17 jam 55 menit.
Zahra menuju Italia tepatnya di kota Bologna, kota yang terletak di sebelah Utara Italia. Yang jaraknya Sekitar 375 Km dari Roma Italia.
Zahra baru tahu mengapa seminar kali ini diadakan di kota tersebut sebab menurut penuturan pak Yuza , Bologna merupakan kota yang terkenal dengan tour kulinernya yang begitu populer di Italia.
Dan banyak juga hidangan Italia yang lahir di kota tersebut .tercatat sekitar 150 restaurant dan 50 hotel yang terdapat di kota Bologna.
Dan masakan Bologna juga sangat kaya dan beragam. Sebagian besar terdiri dari hidangan daging dan juga pasta telur.
Salah satu makanan pembuka yang di favoritkan masyarakat Italia yakni hidangan brushcetta.
Mungkin ini salah 1 alasan mengapa seminar kuliner ini di adakan di kota ini.
“Kakak sudah pernah ke Italia,? “
Tanya Zahra pada Bagas yang kini tengah asyik membaca sebuah buku.
“Iyah pernah ,tapi kakak waktu itu di kota Turin”
Sahut Bagas
“ kakak sering keluar negri? “
Tanya Zahra sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bagas.
“ga sering sih, Cuma pernah lah. kakak pergi juga karena kerjaan, kalau pergi buat sekedar liburan ga pernah. palingan orang tua kakak sama Kiran yang sering pergi”
Tutur Bagas panjang lebar. Sebab ia termasuk orang yang tidak hobi traveling.
“emang kenapa, hmmm”
Tanya Bagas mengusak pipi Zahra
__ADS_1
“ga apa-apa sih kak “
“entar kalau kita sudah nikah, kita sering-sering deh jalan-jalan keluar negara “
“serius kak? “
Zahra menegakkan posisi duduknya
“Iyah serius, bahkan honeymoon juga keluar negri”
Bagas menaik turunkan alisnya menggoda Zahra.
“ih kakak, belum apa-apa sudah cerita honeymoon “
Zahra memalingkan wajahnya
“hehehe”
“bercanda sayang”
“Lagian kamu belum mau nikah, padahal kuliahnya sudah selesai”
“bukan ga mau kak, coba lihat deh keadaan keluarga Zahra sekarang masih riweh”
“Zahira belum ketemu Alex, kak Eza belum nikah. Jadi entar ajadeh yah kalau situasinya sudah aman gitu”
“yasudah terserah kamu deh,”
Bagas mencubit gemas pipi wanita kesayangannya ini.
.......
Sekitar 2 jam lebih perjalanan, terlihat Bagas tengah terlelap tidur.
Zahra memandangi wajah Bagas dan mengelus lembut rambutnya.
Ia terbayang beberapa tahun yang lalu saat pertama kali bertemu di dekat terminal.
Zahra menoleh ke luar, melihat pemandangan yang terhampar.
Pikirannya jauh melayang ke masa lalu, jika di ceritakan kisah hidupnya sungguh ia tak percaya akan kekuatan hatinya.
Sampai langkah kakinya terhenti di titik ini.
Mata Zahra sudah tak bisa menahan kantuk, perlahan-lahan ia pun ikut terlelap.
.............
Jam menunjukkan pukul 10 malam waktu Roma.
Kini Zahra dan Bagas sudah tiba di Bologna Airport
“selanjutnya kita kemana Ra? “
Bagas menarik koper milik Zahra, sebab Bagas memilih memakai ransel untuk tempat pakaiannya. menurutnya terlalu ribet jika harus menarik koper.
namun sayangnya, ia juga harus menarik koper milik Zahra.
“Kita cari hotel dulu? “
“langsung saja yuk kak ke hotelnya, Soalnya kan setiap 1 anggota seminar dapat 1 kamar hotel free “
“jadi ga mesti pesan kamar lagi”
__ADS_1
“mungkin hanya kakak yang pesan hotel”
Tutur Zahra
“yasudah kalau gitu”
“yuk lah supaya cepat istirahat”
Bagas menggandeng tangan Zahra. Mereka mencari taksi untuk menuju hotel yang di maksud oleh Zahra
.......................
Pagi ini Zahra bangun lebih awal, udara pagi di negara ini sangat dingin.
Seminar akan dilakukan sekitar pukul 9 pagi waktu Italia dan kini masih pukul 5:30 pagi. Masih ada beberapa jam lagi
Zahra melirik Bagas yang masih tertidur di sofa, ia tak tega jika harus membangunkannya .mungkin Bagas kelelahan sebab perjalanan yang panjang dan memakan waktu.
Sebenarnya Zahra kasihan melihat Bagas tidur di sofa. tapi harus bagaimana lagi, tidak mungkin mereka tidur di ranjang yang sama.
Zahra juga harus bisa membatasi diri begitupun Bagas.
Awalnya Zahra megusulkan agar Bagas memesan kamar hotel namun Bagas khawatir jika Zahra sendirian.
Mau tidak mau Bagas mengalah dan harus tidur di sofa
Zahra kembali menikmati suasana pagi di negara ini, dulu ia hanya bermimpi bisa menginjakkan kaki di negara lain selain negaranya.
Namun sekarang ia bersyukur satu persatu impiannya terwujud, walau tidak mudah.
“sudah bangun? “
Tanya Bagas yang kini duduk di sofa sambil mengaruk kepalanya.
“Iyah kak,, “
“kakak aja yang tidurnya nyenyak banget, mentang-mentang disini ga ada ayam berkokok”
Ledek Zahra membuat Bagas tersenyum
“habisnya ngantuk sih”
“yaudah kakak mandi gih abis itu kita cari sarapan di luar”
Perintah Zahra
Dengan langkah gontai Bagas berjalan menuju kamar mandi.
Sementara Zahra, ia sudah selesai bersiap.
........
Kini Zahra sudah berada di ruangan seminar yang masih 1 kawasan dengan hotel tempat ia menginap, ia duduk bersama beberapa temannya yang sama-sama dari negaranya termasuk pak Yuza.
Sementara Bagas memilih menunggu di luar ruangan, Bagas tetap menemani Zahra walaupun ia tak bisa masuk ke dalam.
Ia mengkhawatirkan keselamatan Zahra sebab ia sudah berjanji untuk menjaganya. Lagipula jika ia berada di kamar hotel itu akan sangat membosankan.
Bagas juga sempat berkeliling di halaman hotel megah ini untuk sekedar jalan-jalan.
Seminar pun di mulai, ternyata tidak hanya 1 negara namun ada beberapa negara yang di undang. Dan tentu saja pembahasan kali ini tidak jauh dari bisnis kuliner serta ilmu marketing.
__ADS_1
...