
Di sepanjang perjalanan hanya keheningan yang tercipta di antara Bagas dan Zahra.
pikiran Zahra berkecamuk, di satu sisi dirinya mengkhawatirkan kondisi ibunya sementara di sisi lain ia memikirkan ayahnya.
Bagas yang sedari tadi mengemudi sesekali melirik Zahra.
"kamu gak apa-apa kan Ra? "
Bagas memberanikan diri bertanya, sebab Zahra hanya melamun menatap ke depan tanpa bersuara sedikitpun.
"Zahra gak apa-apa kak"
"ibu kamu dirumah sakit? "
"kemarin kata temen Zahra ibu udah di bawa pulang kak, cuma beberapa hari di rumah sakitnya kambuh lagi".
terlihat dari wajah Zahra ia sangat mengkhawatirkan ibunya.
"emangnya kamu ga nelpon ayah kamu? "
Zahra hanya menjawab dengan gelengan kepala, membuat Bagas enggan bertanya lebih banyak lagi.
suasana jalanan tidak terlalu ramai sehingga kemungkinan meteka akan sampai lebih cepat.
Setelah beberapa jam mengemudi perut Bagas terasa lapar, mengingat belum ada sesuatu apapun yang masuk ke mulutnya selain angin pagi.
"Masih jauh lagi gak Ra? "
Di liriknya wanita di sampingnya
"enggak kok kak palingan sekitar 1 jam lagi"
"kita makan dulu yuk, aku lapar"
Bagas memegangi perutnya yang mulai berdendang ria.
Zahra melihatnya hanya tersenyum.
"kita makan di warung pinggir jalan aja yuk kak. ada warung yang menunya enak banget "
Zahra merekomendasikan warung langganannya .dulu ia sering ke kota ini pada saat libur sekolah dengan neneknya, sekedar jalan-jalan dan kulineran.
"emang menunya apaan Ra? "
"Sop buntut sama sate kambing kak. kakak suka gak? "
__ADS_1
"oke boleh deh. masih jauh ga"
"enggak kok kak sedikit lagi. udah laper banget yah kak? "
Zahra tertawa melihat ekspresi Bagas.
Tak berapa lama mereka sampai di sebuah warung yang cukup besar, Bagas memarkirkan mobilnya di area parkir tepat di sebelah kanan warung.
Suasana warung terlihat cukup ramai sebab sudah masuk jam makan siang. Aroma sop dan bakaran sate kambing menyeruak ke hidung membuat seisi perut tak bisa di kendalikan.
"Ayok kak"
Zahra melangkah terlebih dahulu.
baru beberapa langkah handphone Bagas berdering.
"Eh Ra kamu duluan aja masuk sekalian pesan menunya yah, aku mau angkat telepon dulu"
"kakak pesan apa? "
"samain ajah sama kayak kamu"
Bagas mengangkat handphonenya yang berdering sementara Zahra sudah melangkah masuk ke dalam warung.
Bagas sedikit menjauh dari warung agar tak terlalu berisik akan riuhnya keramaian di warung.
"Halo mah"
"Halo Bagas kamu lagi dimana? di kantor kok kamunya gak ada"
terdengar suara mamahnya Bagas
"Ehmm ini mah Bagas lagi di luar kota ada kerjaan sedikit"
Bagas terpaksa berbohong ,jika ia jujur mamahnya akan menghujaninya dengan seribu pertanyaan yang tak akan usai dalam waktu sekejap.
"kira-kira kamu kapan pulang? "
"sekitar 3 sampai 4 hari mah. Emang ada apa mah? "
Bagas penasaran tak biasanya mamahnya datang ke kantor untuk mencarinya.
"duhhh kok lama banget sih. mamah minta kamu buat jemput Vera di bandara dia udah balik ke Indo"
"kan dia bisa naik taksi mah kenapa mesti Bagas yang jemput? "
__ADS_1
"kamu gimana sih gak ada perhatiannya sedikit pun sama calon mantu mamah. yaudah deh mamah aja yang jemput. pokoknya 3 hari kamu harus udah balik"
Bagas terlalu pusing di buat mamahnya jika sudah menyangkut Vera.
Vera adalah anak Pak Bramantio rekan bisnis papahnya Bagas. yah mamah dan papahnya Bagas menjodohkan Bagas dengan Vera.
namun Bagas enggan tak ada ketertarikan sedikitpun di hati Bagas pada gadis itu.
Vera termasuk gadis yang cantik perawakan langsing dengan kulit putih bersih, serta karirnya di dunia model terbilang cukup membanggakan dan ia baru saja menyelesaikan pendidikan S1 nya di Jerman.
karena Vera anak sematawayang dan kehidupannya yang serba berkecukupan membuat dirinya terbilang manja dan angkuh.
alasan kedua orang tuanya menjodohkan Bagas karena Pak Bramantio adalah teman dekat mereka, yang sudah pasti kedua orang tuanya tau bagaimana bibit, bebet, bobot keluarga Pak Bramantio.
"halo Bagas, Bagas, kamu dengerin mamah kan"
Bagas melamun samapai lupa handphonenya masih tersambung
"I..i iyah mah, mamah tadi bilang apa? "
"kamu itu kalau mamahnya ngomong ga di dengerin"
omel mamahnya
"maaf mah tadi Bagas ga dengar"
"mamah bilang pokoknya 3 hari kedepan kamu harus pulang. mamah mau adain makan malam buat nyambut kepulangan Vera"
Mamahnya terlalu over antusias
"iyah mah Bagas bakal pulang. udah yah mah Bagas masih ada kerjaan. Assalamualaikum "
"walaikum salam"
Bagas menyudahi sambungan telepon dengan Mamahnya. ia memijat keningnya.
Bagas tak ingin di jodohkan dengan berbagai alasan. namun sangat sulit baginya membantah permintaan kedua orang tuanya.
*****
jangan lupa like yah guys 😊😊
salam manis Author
~EtyRamadhii 😍
__ADS_1