Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
30 menjauh


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 5 sore, itu artinya jam kerja sudah usai.


saatnya semua karyawan beranjak pulang tak terkecuali Zahra. ia hari ini tak ingin lagi pulang dengan Bagas ia berusaha menjaga jarak.


Zahra tak ingin semakin jauh menaruh hati pada Bagas yang akhirnya akan membuat hatinya semakin terluka.


Zahra kemudian berjalan menuju pintu, ia melihat Eza yang baru keluar dari ruangannya.


"kak Eza"


Zahra sedikit berlari menghampiri Eza


"iyah Ra ada apa? "


"kakak mau pulang? "


Zahra ingin menumpang dengan Eza, sebab rumah Esa melewati kostnya.


"iyah Ra kakak mau pulang"


"Zahra boleh ikut gak kak, Ehmm menumpang maksudnya"


Zahra nyengir, ia sedikit ragu pasalnya baru kali ini ia meminta tumpangan pada Eza.


"kamu pulang, sama aku"


tiba-tiba Bagas sudah di belakang Zahra


"dan kamu Eza, kamu boleh pulang"


Eza hanya mengangguk dan beranjak hendak pergi


"kak Eza, Zahra ikut sama kakak"


Zahra berjalan namun tangannya di pegang oleh Bagas.


"kamu pulang sama aku Ra, aku anterin kamu"


"enggak pak terimakasih, Zahra bisa pulang sama kak Eza"


Zahra sedikit menghempas tangan Bagas


Zahra melangkah hendak pergi,tapi Bagas kembali menarik tangan Zahra


"Awwwwhhh"


Luka di jari Zahra tergenggam oleh Bagas, dengan cepat Bagas melepaskan genggaman tangannya.


"Maaf Ra"


Zahra meringis memegangi jarinya yang masih terbungkus plaster.


"Ra kamu harus pulang sama saya. saya udah janji sama ibu kamu buat jagain kamu Ra"


Bagas berusaha membujuk Zahra agar mau pulang dengannya.


Eza yang menyaksikan hal itu kebingungan melihat bossnya bersikap demikian pada Zahra.


"maaf pak Zahra ga bisa"


Zahra berjalan pergi meninggalkan Bagas


"ayo kak Eza, Zahra ikut sama kakak"


Eza hanya menganggukkan kepala pada Bagas, mengisyaratkan dirinya pamit.


Bagas mengacak rambutnya kasar, ia tak suka melihat Zahra dekat dengan laki-laki lain.


"kenapa gadis itu seperti menjauhiku"


Bagas menduga Zahra bersikap seperti itu karena kejadian tadi pagi.

__ADS_1


Zahra saat di bonceng motor dengan Eza hanya terdiam


"Ra"


panggil Eza


"iyah kak"


"sebenarnya kamu sama pak Bagas kenapa? "


Eza heran apa yang sebenarnya terjadi


"apa kak? Zahra ga dengar"


Zahra tak mendengar apa yang dikatakann Eza sebab suara knalpot motor Eza cukup keras.


"kaaaammuuu kenapaaaa sama pak Bagasssss"


Eza berteriak membuat Zahra tertawa di belakangnya.


bukan membahas pertanyaan Eza justru mereka berdua tertawa melihat tingkah mereka di atas motor.


Bagas berjalan gontai menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya dengan jas yang di sampirkan di bahu.


wajahnya kusut karena moodnya berantakan hari ini.


Kiran yang melihat sang kakak tak bersemangat seperti biasanya pun berinisiatif mengikutinya sampai ke kamar.


"kakak kenapa? "


tanya kiran yang kini sudah duduk di tepi ranjang Bagas yang berukuran king size.


"kakak gak kenapa-kenapa"


jawab Bagas ia sedang merebahkan dirinya di ranjang tanpa membuka baju kerjanya.


"kayak lagi putus cinta aja"


"isss kamu masih bocah tahu apa soal cinta"


Kiran mencebikkan bibirnya karena kesal di sebut bocah


"atau kakak galau karena di jodohkan dengan wanita puding itu? "


Bagas bangkit dari acara rebahannya setelah mendengar ucapan Kiran.


"siapa wanita puding? "


kening Bagas berkerut karena keheranan


"isss kak Vera lah. wanita puding yang lentur dan dingin"


Bagas tertawa mendengar penuturan adiknya


"kamu bisa aja sih, tahu darimana kamu soal itu? "


"tau lah kak mamah sama papah sering berdebat soal perjodohan kakak"


dengan polosnya Kiran bercerita, ia memang selalu mengadu apapun yang terjadi di rumah pada kakaknya.


Bagas sebenarnya sangat tak menginginkan perjodohan ini terjadi, dia tak mencintai Kiran. tapi dirinya bingung bagaimana caranya menjelaskan ke mamahnya.


bagaiman bisa Bagas terjebak di situasi seperti ini


"kak? "


Kiran mengibaskan tangannya di depan wajah Bagas


"Ehh iyah kenapa? "


"kakak kenapa kok malah bengong"

__ADS_1


gadis cantik itu mengerjapkan matanya


"gak apa-apa kok"


"Kiran tahu kakak gak suka sama kak Vera, Kiran juga tahu kakak pasti sedih kan kalau di jodohin"


Kiran menunduk sedih, ia turut merasakan hal yang di rasakan kakaknya.


"Cucup Kiran jangan sedih yah biar masalah ini kakak yang urus"


Bagas mengelus surai rambut Kiran.


"Kiran bakal bantu kakak untuk batalin acara makan malam besok. Kiran juga gak mau kakak di jodohkan sama wanita puding itu kak"


Kiran merengek tak rela jika sang kakak harus di sandingkan dengan wanita yang sama sekali tak bagus menurutnya.


Bagas baru ingat besok ada acara makan malam keluarga untuk menyambut kepulangan Vera.


sudah jelas di pastikan akan ada pembahasan lebih lanjut soal perjodohan ini.


"Kiran mau bantu apa? "


Bagas terheran melihat sang adik yang tiba-tiba tersenyum


"ada deh lihat saja besok acara makan malam itu tak akan pernah terjadi"


Kiran tersenyum miring sambil beranjak pergi keluar dari kamar Bagas


sepertinya adik Bagas sedang memiliki rencana tapi entah apa yang di rencanakan bocah itu.


Bagas tahu sang adik sangat tak menyukai Vera, sebab Vera terlalu cuek terhadapnya.


mengapa harus gadis seperti Vera yang menjadi anak pak Bramantio, sikapnya jauh berbeda dengan sang ayah.


pak Bramantio terkesan baik ramah dan lembut sementara Vera manja, cuek, keras kepala bahkan selalu berkata seenaknya.


menurut Bagas Vera gadis yang biasa saja tak ada letak keistimewaan di diri gadis itu.


Bagas melepas dasi yang melingkar di lehernya ia beranjak menuju kamar mandi.


Bagas hendak membersihkan badanya yang gerah dan lengket.


badannya terasa lelah karena seharian di kantor banyak sekali kerjaan .di tambah pikirannya kalut memikirkan Zahra


Alarm Bagas berdering membuat Bagas membuka mata.


suara kicauan burung sudah terdengar bersamaan dengan sambutan hangat cahaya mentari pagi yang menyelusup masuk ke dalam kamarnya.


Tiba-tiba sayup terdengar suara teriakan yang semakin lama semakin jelas.


suara itu sepertinya suara mamahnya Bagas


"papahhhhh"


"papahhhh"


Bagas yang mendengar teriakan sang mamah pun langsung bangkit dari tempat tidurnya.


**********


Kan di jedaa lagi 😂


dasar Author isenggg 😂


harap sabar bagi para readers.. dan jangan kendor like dan votenya


terimakasih


salam manis Author


~EtyRamadhii 🤗

__ADS_1


__ADS_2