Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
37 Egois


__ADS_3

"Zahra"


panggil Bagas lirih membuat Zahra melepaskan pelukan tangan Bagas.


wajahnya terlihat sembab karena tangis, sesekali ia mengerjapkan matanya.


"aku bakal bantuan kamu buat cari ayah kandung kamu Ra"


ucap Bagas


"aku udah janji sama ibu kamu buat jagain kamu, aku harap mulai sekarang kamu gak merahasiakan apapun dari aku"


Bagas menangkupkan kedua tangannya di wajah Zahra


"karena sekarang kamu milikku, kamu tanggung jawab buat ku"


"tapi kak, bagaimana kalau kedua orang tua kakak tahu kakak memiliki hubungan sama Zahra? "


mata Zahra masih berbinar sedih, ada rasa khawatir di hatinya.


"aku bakal perjuangin kamu Ra, asal kamu tahu aku belom pernah ngerasain perasaan sayang sedalam ini ke seseorang Ra"


"jika orang tua ku tahu itu ga masalah buat ku Ra. bahkan jika mereka mencabut semua fasilitas dan jabatanku aku siap Ra. aku siap ninggalin kemewahan ini buat sama kamu"


Mata Bagas menatap Zahra


"jagan mengambil tindakan bodoh kak, jangan gegabah"


Zahra melepas tangan Bagas dari wajahnya.


"Zahra ga mau kak, permasalahan yang kakak hadapi itu semua karena Zahra"


"Ra, aku gak pernah main-main sama ucapanku Ra"


"tapi kak? "


Zahra yang hendak berbicara pun seketika terhenti saat ucapannya di potong oleh Bagas.


"Ra aku bakal buktiin ke kamu"


"Kamu aja yang perempuan bisa hidup mandiri tanpa harta orang tua, bahkan kamu bisa biayain hidup kamu sendiri di kota orang"


"aku juga sebagai laki-laki harus bisa mengambil keputusan Ra "


Zahra terdiam ,disituasi seperti ini dia bingung harus bahagia atau sedih.


"Ra aku sayang sama kamu"


"kasih aku kesempatan buat jagain kamu, menemani kamu, bahkan menjadi sandaran kamu di saat sulit. Kita perjuangin semua ini sama-sama Ra."


"aku bakal buktiin Ra, aku beneran cinta sama kamu,. aku bakal terima semua konsekuensinya Ra. "


Bagas menggenggam tangan Zahra. dirinya tak pernah menyatakan perasaan dan ke seriusannya pada seorang perempuan seperti ini.


"Haaah"


Zahra menghela nafas


"iyah kak. Zahra mau jalanin ini semua sama kakak"

__ADS_1


mata Zahra berkaca-kaca, hatinya merasakan sedikit legah.


"Terimakasih Ra"


Bagas mengeratkan genggaman tangannya, mata Zahra dan Bagas saling beradu dengan jarak yang sangat dekat


"cuup"


Bagas menempelkan bibirnya di bibir mungil Zahra.


Zahra membulatkan matanya karena terkejut.


Ada debaran aneh di hati keduanya, karena hal ini baru pertama kali bagi Zahra maupun Bagas.


Bagas melepaskan ciumannya.


dan seketika Zahra kembali menangis, membuat Bagas terheran.


"kenapa Ra kok kamu nangis lagi? "


Bagas mengerutkan keningnya dan menyelipkan rambut Zahra yang berantakan ke belakang daun telinganya.


"it…ituu"


Zahra berbicara terbata-bata karena isakannya .


Bagas semakin tak mengerti mengapa Zahra kembali menangis bahkan terisak .


Bagas pun berusaha mencari jawaban.


"itu apa Ra? kenapa? "


Zahra masih terisak, sementara Bagas bingung antara sedih dan ingin tertawa mendengar alasan Zahra kembali menangis.


hal itu baru pertama kali juga bagi Bagas.


"kamu tenang aja, itu juga First kiss aku ?"


Bagas mengelus kepala Zahra, sementara Zahra hanya mencebikkan bibirnya dan mengerjapkan mata seperti anak kecil.


………………


Bramantio berada di ruang tamu , bersama Yura istrinya yang sedang membaca majalah.


Vera yang baru keluar dari kamar pun menghampiri orang tuanya.


"papi, kapan sih pertunangan Vera sama Bagas di adain"


Vera memanyunkan bibirnya, karena ia kesal sampai saat ini belum ada kejelasan perihal perjodohan ini.


"kamu sabar dong Ver, Lagian Bagas juga belom ada mengatakan setuju soal ini"


Bramantio mengelus surai rambut Vera.


"kalau Bagas tidak menyetujui berarti kita juga ga harus meneruskan perjodohan ini, asal kamu tahu perjodohan ini bakal menuju ke jenjang pernikahan. dan itu artinya harus di dasari dengan cinta"


Bramantio menjelaskan pada putrinya


"mas cinta itu bisa tumbuh seiringnya bersama, mungkin sekarang Bagas tak mencintai Vera tapi nanti setelah mereka bersama dan hidup berdampingan cinta itu akan tumbuh sendiri. bahkan kita dulu juga di jodohkan"

__ADS_1


Yura menyahut


"iyah tapi kan harus ada persetujuan dari Bagas dong mi "


"yah bagaimana pun juga Bagas harus setuju dong pi"


Yura sedikit meninggikan nada bicaranya.


"pih ingat dong, papi yang sudah membantu keluarga Wijaya sampai bisa bangkit lagi seperti ini, bahkan papi investor terbesar di perusahaannya. jadi dengan alasan apalagi mereka menolak pi?"


Yura mengungkit semua yang di lakukan suaminya.


"Mi masalah perjodohan ini jangan di sangkut pautkan dengan masalah perusahaan"


Bramantio sedikit menegakkan posisi duduknya.


"Yahh harus ada dong pi, mereka harus tetap menyetujui perjodohan ini, harus! "


Yura juga memaksa kan kehendaknya ia tak ingin Vera anaknya kecewa.


"papi pokoknya perjodohan ini harus terjadi Bagas harus mau pi"


Vera merengek manja pada papinya


"pokoknya kalau Bagas menolak, papi harus tarik semua dana papi yang ada di perusahaan pak Wijaya"


"bila perlu papi juga harus blacklist


perusahaan itu"


Begitulah sifat Vera yang egois dan keras kepala.


"tapi sayang, papi gak mungkin lakuin itu. dan ga mungkin juga papi memaksakan perasaan seseorang"


Bramantio sebenarnya tahu Bagas tak menginginkan perjodohan ini.


sebab kemarin sewaktu Bagas dan Bramantio berbincang di rumah sakit Bagas sudah menceritakan semuanya.


Bagas takut jika di lanjutkan bahkan sampai ke jenjang pernikahan ,nantinya akan menyakiti hati Vera.


"pokoknya Vera gak mau tahu pi, kalau perjodohan ini batal papi harus lakuin itu. titik"


Vera beranjak pergi meninggalkan papi dan momy nya.


"pi, apa yang di katakan Vera itu benar. keluarga Wijaya banyak berhutang budi pada kita. perjodohan ini harus tetap di lanjutkan "


Yura membela sang anak.


Bramantio hanya mengusap wajahnya kasar ia tak habis pikir anak dan istrinya memiliki kesamaan sifat yang tak jauh berbeda.


………


Author yang buat cerita Author sendiri yang kesel sama Vera 😂😂😂


jangan lupa like dan votenya yah guys


salam manis Author


~EtyRamadhii 🤗

__ADS_1


__ADS_2