Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
17 salah paham


__ADS_3

Happy Reading 😊


****


Bagas melihat arloji di tangannya, menunjukkan pukul 09:30 malam. Meetingnya baru saja selesai ia pun menyusun semua dokumen yang berada di depannya.


"Pak Bagas kalau begitu kami permisi pulang yah, semoga kita bisa menjalin kerja sama dengan baik"


"Oke baik pak, terimakasih untuk hari ini"


Para klien Bagas pun pamit pulang begitu juga dengan karyawan Bagas.


"Pak Saya boleh pulang bareng bapak engga"


Tiba-tiba Mora menghampiri Bagas yang hendak melangkah keluar ruangan.


"Maaf Mora saya harus menjemput mama saya"


Bagas terpaksa berbohong untuk menghindari pulang dengan Mora.


"Ohh yaudah deh pak"


Mora memasang tampang kecewa karena penolakan yang di lontarkan Bagas.


"kalau begitu saya duluan, "


Bagas berlalu pergi meninggalkan Mora yang masih setia memandanginya.


Sesampainya di ruangan Bagas melihat Zahra yang sedang tertidur pulas di sofa, ia pun melangkah mendekati Zahra.


"bocah ini ternyata tidur"


Bagas mengamati wajah Zahra , tangan Bagas refleks menyentuh lembut pipi Zahra.


"wajah ini yang buat aku setiap malam susah tidur. kamu terlalu manis bocahku"


Bagas bergumam sendiri mengamati wajah manis Zahra yang masih setia terlelap.


"Ra... Zahra, bangun Ra, ayo kita pulang"


Bagas menepuk-nepuk lengan Zahra namun Zahra tak bergeming dan membuka mata.


Kembali Bagas menepu-nepuk pipi Zahra dengan jari telunjuknya hasilnya tetap sama Zahra tak kunjung bangun.


"Eungggggggghhhhhh"


Hanya lenguhan yang keluar dari bibir mungil Zahra namun matanya tak kunjung terbuka.

__ADS_1


"kasian banget ini bocah kayaknya lagi kecapek an banget sampe pulas tidurnya"


Bagas mematikan televisi yang sedari tadi masih menyala. dan mencoba mengangkat tubuh Zahra, untung saja hari ini Bagas membawa mobil.


Bagas mengangkat tubuh mungil Zahra ala Bride Style ,membawanya turun dari lantai 3 menuju parkiran.


beruntung tak ada satupun karyawan maupun satpam yang melihat Bagas membopong tubuh Zahra.


kaki Bagas telah menapak di area parkiran kantor, dengan bersusah payah dirinya membuka pintu mobil.


"untung saja bocah ini mungil"


Bagas menyeringai masih memandangi wajah Zahra yang barusan ia dudukan di bangku mobil, namun Zahra tetap pulas tertidur.


Bagas masuk kedalam mobil, dilihat wajah Zahra yang terlelap di sampingnya.


"ini bocah tidurnya ngebo banget"


Bagas hendak memasangkan sabuk pengaman perlahan ia mengambil sabuk pengaman yang ada di sebelah kiri Zahra, ia bergerak sangat pelan agar Zahra tidak terbangun.


wajah Bagas tepat di depan wajah Zahra.


Zahra yang masih tertidur perlahan sadar, ia merasakan hembusan nafas seseorang.


perlahan Zahra mengerjapkan mata dan membuka matanya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


"Plaakkkkk"


Bagas yang di dorong dengan kuat pun sampai terduduk di bangku kemudinya, serta tamparan yang mendarat sempurna di pipinya.pelakunya tak lain adalah Zahra.


"apa yang kakak lakuin?, kakak mau apain aku?.kakak mau macem-macem sama aku? "


Wajah Zahra shock hembusan nafasnya memburu.


"Ehhh.. Ra... ra tenang dulu, aku ga mau ngapa-ngapain kamu"


"terus apa yang kakak lakuin barusan? "


wajah Zahra memerah menahan marah.


"tenang dulu Ra, aku cuma mau pasangin sabuk pengaman buat kamu, kamu tadi tidur pulas banget.aku bangunin kamu ga bangun jadi aku bawa kamu ke mobil"


Bagas dengan wajah serius menjelaskan kepada Zahra.


"kakak ga bohongkan"

__ADS_1


"Sumpah Ra, aku gak bohong. aku gak mungkin berani macem-macem sama kamu"


Bagas mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V, mengisyaratkan dirinya tak berbohong.


"Huuuuuuu"


"Maaf kak Zahra kaget banget"


Zahra menghela nafas legah.


"iyah Ra gak apa-apa kok, tapi yah sakit juga kamu tampar"


Bagas mengelus pipinya yang terlihat merah. pasalnya tamparan Zahra cukup keras.


"ehhh ma.. maaf kak Zahra ga sengaja "


Refleks tangan Zahra memegang pipi Bagas.


"Deggg"


debaran jantung Bagas berpacu kencang, hatinya menghangat karena sentuhan tangan Zahra di pipinya.


pandangan mereka beradu saling menatap .


"Ehhh. maaf kak"


Zahra menarik tangannya dari pipi Bagas.


"ehm i.. iyah Ra"


suasana menjadi canggung dan hening. mereka berperang dengan pemikiran mereka masing-masing.


Bagas membuka suara dan mencoba mencairkan suasana.


"kita pulang yuk Ra"


"Ehmmm ayuk kak"


sepanjang perjalanan Bagas dan Zahra saling terdiam tanpa banyak bicara seperti biasanya. karena kecangguan atas kejadian yang barusan terjadi.


******


jangan lupa like and Vote yah guys


Salam manis Author


~

__ADS_1


EtyRamadhii


__ADS_2