
Zahra duduk di samping Kiran sementara Kiran tak mengalihkan pandangannya dari wajah Zahra.
"kakak anaknya om Bramantio yah? "
Tanya Kiran sambil mengamati wajah Zahra
"enggak kok, kakak ini Cleanning servis di kantor kakak kamu"
Zahra tersenyum mendengar pertanyaan gadis cantik ini.
"kok wajah kakak mirip banget sama om Bramantio?"
"sedangkan kak Vera aja yang anaknya, ga ada tuh mirip-miripnya sama om Bramantio "
Celoteh Kiran membuat jantung Zahra seketika berdegub.
entah mengapa di saat bocah ini mengatakan dirinya mirip dengan pak Bramantio hati Zahra merasakan hal aneh.
namun ,Zahra berusaha menepis jauh-jauh perasaan itu.
"itu perasaan kamu ajah. manusia kan banyak yang memiliki kemiripan wajah. bahkan dengan orang yang tidak memiliki hubungan darah sekalipun"
Zahra menjelaskan pada Kiran.Kiran pun mengangguk berusaha memahami.
"nama kamu siapa? "
Zahra mengulur kan tangan dan di balas oleh Kiran
"nama aku Kiran kak"
"wah nama yang bagus"
puji Zahra sambil tersenyum menampilkan gigi ginsulnya.
"kalau nama kakak siapa? "
"nama kakak Zahra"
Kiran yang mendengar nama tersebut pun terkejut membuat ia berusaha bangun dari posisi terbaring menjadi duduk.
"Ehh Kiran kamu harus istirahat kenapa kok tiba-tiba bangun? "
Zahra khawatir melihat gadis kecil ini tiba-tiba bangun dengan raut wajah terkejut.
"nama kakak beneran Zahra? "
tanya Kiran memastikan
"iyah nama kakak Zahra"
"nama lengkapnya kak Zahra Andriani yah kak? "
Kiran kembali bertanya untuk mencari kebenaran
"iyah nama kakak Zahra Andriani, kamu kok tahu? "
__ADS_1
Zahra terheran dari mana Kiran tahu nama asli dirinya.
"pantesan aja kak, dari tadi Kiran tuh lihatin kakak. Kiran kayak pernah lihat gitu"
"pernah lihat dimana? entar kamu salah orang atau ada yang mirip sama kakak"
"enggak kak, Kakak itu cewek yang ada di fotonya kak Bagas"
Kiran yakin gadis dewasa yang ada di hadapannya ini lah yang ada di foto itu.
"di fotonya kak Bagas?"
Zahra mengerutkan keningnya ia bingung apa maksud dari ucapan Kiran.
"iyah kak. kak Bagas itu menyimpan foto seorang gadis wajahnya sama kayak kakak di balik foto itu ada namanya Zahra Andriani. Kiran yang nemuin foto itu kak di kamar kak Bagas"
Wajah Kiran serius menjelaskan
"Kiran yakin gadis itu kakak,. wajah sama namanya juga sama"
Zahra pun berusaha mencerna ucapan Kiran
"kalau itu beneran kakak. terus buat apa kak Bagas menyimpan foto kakak dan dari mana dia mendapatkannya? "
Zahra masih bingung tapi ia percaya Kiran tak berbohong terlihat dari binar matanya.
"Kiran gak tahu kak dari mana kak Bagas dapatin foto kakak, soalnya Kiran tanya kak Bagas ga mau jawab"
Zahra berusaha mengingat untuk apa bosnya itu menyimpan fotonya
Zahra membulatkan matanya mendengar ucapan gadis kecil ini.
"ah Kiran bisa aja. mana mungkin kak Bagas suka sama kakak. kak Bagas itu bos kakak ,sementara kakak ini cuma Cleanning servis di kantor alias tukang bersih-bersih. jadi ga mungkin donk"
Zahra berusaha meyakinkan kan Kiran
"ihh kakak. kak Bagas itu ga pernah menyimpan foto gadis sebelumnya bahkan ia tak pernah dekat dengan perempuan "
"kalau cinta kan tak memandang status kak"
Kiran berbicara layaknya seorang dewasa yang paham arti cinta.
"uh.. uh kamu masih kecil tahu apa soal cinta? "
Zahra mencubit pipi Kiran gemas. sementara Kiran mencebikkan bibirnya
"kakak sama saja seperti kak Bagas setiap di tanya soal cinta pasti ngatain Kiran masih kecil"
Zahra tertawa melihat ekspresi Kiran
"yasudah kakak percaya Kiran deh"
Kiran pun tersenyum ke arah Zahra.
"Ouh iyah Kiran kelas berapa? "
__ADS_1
tanya Zahra mengalihkan pembicaraan
"Kiran kelas 1 SMP kak"
"rumah kak Zahra dimana? "
tanya Kiran penasaran
"rumah kakak jauh di luar kota. kakak disini nge kost"
"kakak juga ngekostnya di rumah tante kamu"
Kiran menaikkan sebelah alisnya
"maksud kakak tante Erin? "
Zahra mengangguk sambil memajukan bibirnya
"kok Kiran ga pernah liat kakak? Kiran sering main kerumah tante Erin"
tanya Kiran sambil mengerjapkan matanya. Zahra yang melihat hal itu pun menjadi gemas.
"kakak kan kerja perginya pagiii banget pulangnya terkadang malam. jadi mungkin Kiran ga pernah lihat kakak"
Kiran mengangguk mendengar penuturan Zahra.
"Kiran pengen deh punya kakak kayak kak Zahra"
Kiran tersenyum ke Zahra
"Ohh iyah. kakak juga pengen punya adik kayak Kiran"
"wah kita berdua ternyata sama dong kak"
mereka berdua tertawa bersamaan
"kapan-kapan Kiran main deh ke kost an kakak, atau gak kita jalan-jalan kak"
gadis kecil itu bersemangat ia melupakan kondisi tubuhnya yang masih terasa lemas.
"iyah kakak janji kalau Kiran sudah sembuh nanti kita jalan-jalan. tapi Kiran harus sembuh dulu"
"oke kak siap Kiran udah ga sabar banget"
Kiran merasa nyaman mengobrol dengan Zahra. mereka kelihatan akrab padahal Kiran tipikal anak yang sangat sulit akrab dengan orang baru.
*******
Terimakasih buat kalian yang masih setia sama Zahra. dan terimakasih sudah banyak yang mengapresiasi karya Author. Author terharu banget 😭
terimakasih juga yang sudah like, vote dan komen .Author merasa semangat banget karena support kalian
i Love you all ❤❤
salam manis Author
__ADS_1
~EtyRamadhii 🤗