
Malam ini Bagas baru saja pulang dari kantor wajahnya terlihat kusut seperti pakaian yang belum di setrika.
matanya serasa mengantuk, ingin rasanya segera di bawa untuk tidur.
"kak Bagas udah pulang"
sapa Kiran yang kini menghampiri Bagas
"iyah"
Bagas hanya menjawab singkat
"kak besok Wekeend kita jalan-jalan yuk kak"
Kiran sangat semangat mengatakan hal itu.
"besok kakak mau istirahat Kiran. kakak capek banget"
tolak Bagas
"ayo dong kak, sekedar ke mall"
Kiran menarik lengan Bagas
"Kiran kakak mau istirahat "
Bagas pergi meninggalkan Kiran yang masih mencebikkan bibirnya .
Bagas meletakkan jasnya di sofa dekat tempat tidurnya.
ia kemudian menghempaskan tubuhnya ke ranjang.perlahan matanya tertutup
"Kak ayo dong "
suara Kiran terdengar membuat Bagas membuka matanya. ternyata Kiran sudah berada di samping Bagas.
"Kiran kakak capek mau istirahat. kamu besok pergi sama mamah aja yah"
Bagas berusaha membujuk Kiran
"tapi Kiran maunya sama kakak. sama kak Zahra juga"
rengek Kiran
"kak Zahra lagi jagain ayahnya, jadi ga bisa pergi Kiran"
ucap Bagas.
terlihat mata Kiran berkaca-kaca seakan hendak menangis. kebiasaan Kiran ketika permintaannya tidak di turuti pastinya dia akan menangis.
"Yaudah kalau kakak ga mau ajak Kiran jalan-jalan "
Kiran terlihat sudah menangis ia melangkah pergi meninggalkan kamar Bagas. tangannya sedang menghapus air mata.
"Haaaaaaaaa"
Bagas menghela nafasnya, ia sangat tidak bisa jika melihat adik ke sayangannya bersedih.
Bagas pun beranjak menuju kamar mandi, ia hendak mandi.
Sementara Kiran menangis di dalam kamarnya.
"kak Bagas mah gitu, Kiran kan cuma ngajak in ke mall"
rutuk Kiran sambil menggesekan kakinya di tempat tidur seperti anak kecil yang sedang ngambek.
ia pun berinisiatif menelpon Zahra.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat di hubungi mohon periksa kembali nomor tujuan anda"
"kok ga bisa di telpon sih"
Kiran mencoba menelpon kembali nomor Zahra ,namun hasilnya tetap sama. nomor Zahra tidak bisa di hubungi.
"Yaudah deh ah"
Kiran melempar ponselnya ke kasur.
Bagas yang baru selesai mandi pun menghampiri kamar adiknya. ia tahu pasti Kiran sedang ngambek.
"Kiran"
panggil Bagas
"kakak boleh masuk gak? "
tidak ada sahutan dari Kiran membuat Bagas memilih untuk masuk. terlihat Kiran sedang duduk di tepi ranjang sambil bersidekap dada.
"Kiran, kakak manggil ko ga di jawab"
Bagas duduk di samping Kiran terlihat dari raut wajah Kiran ia sedang marah.
"jangan ngambek dong"
Bagas menyibakkan rambut Kiran
"ngapain kakak di sini, kakak balik aja ke kamar kakak. urusin laptop kesayangan kakak yang selalu kakak Pandangin itu"
"sekalian biar jatuh cinta sama laptop"
ucap Kiran kesal membuat Bagas tersenyum, sang adik jika marah terlihat lucu sama seperti Zahra.
"ga bisa dong kakak jatuh cinta sama laptop. kakak kan udah jatuh cinta sama kak Zahra"
Bagas semakin semangat menjahili sang adik.
ucapan Bagas membuat Kiran tambah kesal dan melirik tajam ke arahnya.
"kakak kan udah ga sayang Kiran lagi, ga perhatian sama Kiran"
ucap Kiran ketus.
"loh Kiran ko ngomong gitu? "
"buktinya kakak lupa ulang tahun Kiran, kakak juga ga mau ajak Kiran ke mall"
Bagas membulatkan matanya ia benar-benar lupa jika 2 hari yang lalu adalah ulang tahun Kiran.
"Kiran... maafin kakak yah kakak beneran lupa soalnya kan kemarin kakak sibuk urusin kepindahan kak Zahra"
Bagas mengelus kepala Kiran namun di tepis oleh Kiran
"kakak beralasan. Kiran mau tidur "
"kakak keluar aja"
Kiran merebahkan tubuhnya dan membelakangi Bagas.
Bagas hanya mengusak rambutnya jika sudah begini Kiran sukar untuk di bujuk.
"Kiran.. jangan ngambek yah, Yaudah besok kita ke mall kita ajakin kak Zahra"
bujuk Bagas namun tak ada jawaban dari Kiran.
"Kiran beneran ngambek yah sama kakak?"
Lagi-lagi Kiran tidak menjawab.
"Yaudah deh kalau ga mau di ajak ke mall, kakak sama kak Zahra aja perginya"
Bagas memancing Kiran
"hiks... hiks..."
terdengar suara isakan dari Kiran membuat Bagas semakin bingung
"padahal it.. itu hari spesial bu.. buat Kiran tapi ga ada yang ingat bahkan sekedar ngucapin"
Kiran berbicara terbata karena isakannya.
"Kakak beneran lupa, kan baru kali ini kakak lupa tahun kemarin selalu ingat kan "
Bagas kembali mengelus kepala sang adik
"kan kemarin pada sibuk, kakak juga harus bolak balik ke rumah kak Zahra yang jaraknya jauh. kasihan kan kak Zahra dia lagi berduka"
"jadi kakak minta maaf yah kalau lupa"
Bagas benar-benar lupa karena terlalu sibuk. sementara Kiran berusaha memaklumi hal itu.
"benar yang di katakan kak Bagas ,kak Zahra juga pasti butuh dia"
Gumam Kiran dalam hati
"besok kita ke mall yah kita ajak kak Zahra"
Bujuk Bagas membuat Kiran bangkit dari tidurnya dan menatap Bagas
" janji"
Kiran mengacungkan jari kelingkingnya
"iyah , kakak janji"
Bahasa mengaitkan kelingkingnya di kelingking Kiran
"udah jangan nangis, kakak selalu sayang sama kamu kok. maafin kakak kalau sudah buat kamu sedih"
Bagas mengusak rambut Kiran dan mencium kening sang adik.
"yasudah kamu tidur yah udah malam, besok kita ke rumah kak Zahra buat ajak dia ke mall"
Kiran pun tersenyum sampai kedua matanya menyipit.
"iyah kak"
Kiran pun kembali merebahkan tubuhnya.
Sementara Bagas menyelimuti tubuh sang adik dan mengecup kembali kening Kiran.
__ADS_1
…
Pagi ini Kiran sudah bersiap-siap hendak pergi ke mall bersama Bagas.
terlihat dari senyumnya ia sangat bersemangat sebab hari ini mereka akan mengajak Zahra.
"udah siap? "
Tanya Bagas
"udah kak"
Kiran menjawab dengan semangat
Mereka pun menuju rumah Zahra.
Sekitar 20 menit perjalanan sampailah mobil Bagas di depan rumah Zahra.
Kiran langsung berlari menuju pintu utama.
"tok…tok…tok"
"kak Zahra"
panggil Kiran
Bagas turut di belakang Kiran
"iyah sebentar "
terdengar suara seorang perempuan dari dalam rumah
"Den Bagas"
ternyata bi Darmi yang membuka kan pintu
"bi, Zahranya ada? "
tanya Bagas pada bi Darmi
"ada den. mari silakan masuk den"
Bi Darmi pun mempersilahkan Bagas dan Kiran untuk masuk.
"ini rumah baru kak Zahra yah kak"
tanya Kiran sambil mengedarkan pandangannya
"iyahh"
ucap Bagas.
"Kirann"
panggil Zahra yang baru datang dengan mendorong kursi roda Adam.
"kak Zahraaaaa"
Kiran berlari dan memeluk kakak kesayangannya.
"Kiran kangen"
rengek Kiran
"Hahaha kakak juga kangen kamu"
Zahra membalas pelukan Kiran.
Bagas yang ikut berdiri di belakang Kiran hanya memijat kepalanya melihat tingkah manja adiknya jika sudah bertemu Zahra.
Adam hanya tersenyum melihat Kiran, ia belum kenal siapa gadis kecil ini.
Kiran melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya ke arah Adam.
"kak Zahra, Om ini siapa? "
tanya Kiran , seab ia belum pernah bertemu Adam pada saat itu Adam masih berada di rumah sakit.
"ini ayah kakak"
ucap Zahra
"ayah? bukannya papah kakak itu om Brammmmenmmm"
Bagas menutup mulut Kiran ia tidak enak hati dengan Adam
"Ehh maaf yah Ra, pak,. adik saya suka begitu kalau ngomong gak ada remnya. "
Kiran melepaskan bekaman tangan Bagas di mulutnya ia mencebikkan bibirnya.
"Hahaha iyah ga apa-apa nak Bagas"
ucap Adam
"Kiran ini ayah kakak kalau Om Bramantio itu papanya kakak "
Zahra berusaha memberi penjelasan
"Hallo Om, aku Kiran calon adik iparnya kak Zahra"
Kiran menyalami tangan Adam dan menciumnya.
Bagas yang mendengar kata adik ipar dari bibir Kiran hanya menepuk jidatnya.
"Oh iya. nama om, Om Adam"
ucap Adam sambil mengelus kepala Kiran.
"Oh iya om, Kiran sama kak Bagas kesini mau ajak kak Zahra ke mall. boleh ga om? "
tanya Kiran pada Adam
"boleh kok sayang"
ucap Adam
"yuk kak kita ke mall"
ajak Kiran
"Kiran, maaf yah kakak ga bisa soalnya kakak lagi jagain ayah kakak"
Zahra tidak mungkin meninggalkan ayahnya
"Zahra, pergi lah nak ayah tidak perlu kau khawatirkan. "
"tapi yah,...? "
ucapan Zahra terpotong
"pergilah, toh ada bi Darmi kan? "
ucap Adam.
"Om juga ikut yah"
ajak Kiran membuat Zahra menoleh ke arahnya
"kalian saja om di rumah, om tidak bisa berjalan "
ucap Adam
"gak apa-apa pak kan kita naik mobil, "
Bagas turut membantu Kiran membujuk Adam
"mau yah Om"
Kiran memasang wajah puppy eyes
"ayah mau?"
tanya Zahra
"apa ayah tidak merepotkan? "
Adam takut akan mengganggu waktu jalan-jalan mereka.
"kan ada Kiran yang bakal jagain om juga"
Kiran terus berusaha membujuk
"baik lah , om ikut"
Adam tersenyum membuat Kiran kegirangan
"yasudah kakak sama ayah mau siap-siap dulu yah"
ucap Zahra
"ok kak"
…
Mereka berempat sampai di sebuah mall yang biasa di kunjungi Kiran. Zahra setia mendorong kursi roda milik Adam.
"biar aku aja"
Bagas mengambil alih kursi roda, ia bergantian mendorong kursi roda tersebut.
sementara Kiran menggandeng tangan Zahra.
"kita mau kemana? "
tanya Zahra pada Kiran
"kita keliling aja dulu kak "
Kiran menjawab dengan santai sembari ia mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
"kakak mau ice cream?"
tanya Kiran pada Zahra
"boleh"
Kiran menghampiri salah satu booth penjual ice cream.
Bagas yang masih mendorong kursi roda milik Adam pun turut mengikuti kedua wanita itu.
"kakak mau rasa apa? "
Kiran sibuk memilih varian rasa ice cream
"Cokelat aja deh"
jawab Zahra
"Om mau ice cream?"
tanya Kiran pada Adam
"boleh"
ucap Adam tersenyum
"kita varian rasanya sama ya Om, Strawbery"
Kiran tersenyum
"kakak ga di tawarin? "
protes Bagas saat Kiran tidak menawarkan ice cream padanya.
"Kiran udah tahu kakak mau rasa cokelat kan"
Kiran sudah hapal kesukaan kakaknya
Setelah Zahra dan Kiran membawa dua cup ice cream mereka memilih duduk di salah satu tempat duduk di samping booth penjual ice cream tersebut.
"nih Om ice creamnya"
Kiran menyerahkan cup berisikan ice cream pada Adam.
"terimakasih"
ucap Adam
"enak kan Om. "
"wah iya beneran enak"
ucap Adam saat menikmati ice cream
"Om paling suka Varian rasa apa? "
"Ehmm Strawbery "
Adam dan Kiran terus mengobrol, mereka terlihat akrab.
Sementara Zahra duduk di samping Bagas mereka sama-sama menikmati ice cream.
"kalau makan jangan belepotan ih "
Bagas mengelap sudut bibir Zahra dengan punggung tangannya.
"ga kelihatan kak"
Zahra juga turut mengelap sudut bibirnya.
"yah Pelan-pelan makannya"
Bagas merapikan rambut Zahra yang berserakan
"ga bawa ikat rambut yank"
tanya Bagas lembut pada Zahra
"engga la buru-buru tadi, jadi lupa"
Zahra merasa nyaman saat Bagas memberikan perhatian kecil ke Zahra.
"Uhuk-uhuk"
"aduh Om, Kiran kesedak lihat orang mesra-mesraan "
ledek Kiran
Adam hanya tertawa melihat gadis kecil ini
"Bocil syirik aja"
ucap Bagas kesal pada Kiran.
"Yeee Abisnya kalau udah sama kak Zahra dunia terasa milik kakak berdua, kita kaya ngontrak yakan om"
Kiran mencari dukungan dari Adam
Zahra merasa malu saat di ledek oleh Kiran.
"Om kita ke Caffe itu yuk, Kiran laper"
Kiran mengajak Adam untuk ke salah satu Caffe
"kok cuma Om Adam yang di ajak, kakak engga"
Lagi-lagi Bagas protes
"ga mau ah, kakak sama kak Zahra aja. dari pada Kiran sama om Adam disini jadi anti nyamuk. yakan om"
"hahahah iyah Kiran benar. "
Adam turut membantu Kiran
Zahra mencebikkan bibirnya karena turut di ledek oleh ayahnya.
"Yaudah yah kakak, Kiran ke Caffe itu yah mau makan "
ucap Kiran.
"Yaudah kamu hati-hati jagain om Adam awas kalau kamu tinggalin, kakak gantung kamu "
ancam Bagas pada adiknya
"yee kakak galak bener, ga mungkin donk Kiran ninggalin om Adam"
ucap Kiran
"Yaudah yuk Om kita kesana"
"ayuk"
Kiran mendorong kursi roda milik Adam mereka masuk ke dalam sebuah Caffe. terlihat Kiran begitu akrab dengan Adam.
"itu bocah kok akrab banget yah sama ayah kamu"
tanya Bagas pada Zahra
"Hahaha. Abisnya Kiran lucu ga canggung jadi ayah juga suka lihatnya"
Zahra masih memperhatikan Kiran dan Adam yang kini sudah di dalam Caffe.
"sayang"
panggil Bagas lembut
"iyah"
Zahra menatap manik mata Bagas
"kemarin itu ulang tahun Kiran loh"
"Oh iyah? kakak ko ga bilang"
Zahra membenarkan posisi duduknya menghadap ke Bagas
"aku juga lupa tadi malam dia ngambek.makanya sekarang minta jalan-jalan "
"gara-gara aku yah? makanya kamu lupa sama Ultah Kiran? "
Zahra merasa bersalah
"engga kok sayang bukan karena kamu. Lagian entar malam di rumah ada kejutan pesta kecil untuk Kiran"
"serius kak? "
tanya Zahra
"iyah serius. aku juga undang Eza sama bu Sinta buat ke rumah sekalian bantuin siapin surprise buat Kiran. ada pak Bramantio juga"
"wah asyik dong"
Zahra sangat antusias mendengarnya.
"kalau gitu sekarang kita surprise in Kiran yuk Kita beli kue tart sekalian cari kado. mumpung dia lagi sama ayah"
Zahra mengajak Bagas.
"Yaudah yuk, "
Bagas menggandeng tangan Zahra
mereka hendak mencari kado serta kue ulang tahun untuk Kiran.
……………
Terimakasih yah guys buat masukannya entar bakal Author up deh soal Bramantio sama buu Sinta
kali ini part Kiran dulu yah kasian si bocil lagi Ulang tahun soalnya.. hahahahah
__ADS_1
jangan lupa like and vote donk
terimakasih