
Jam menunjukkan pukul 2 siang, seusai makan siang, para anggota seminar kembali memasuki gedung untuk melanjutkan pembahasan.
Tak terkecuali Zahra, kini ia merasa tidak nyaman jika harus berlama-lama di ruangan ini apalagi harus melihat wajah Alex.
“Drrrttt. ..Drrrttt”
Berulang kali ponsel milik Zahra bergetar. Menandakan ada panggilan suara.
Zahra bangkit dari duduknya ia hendak ke toilet sekaligus memastikan siapa yang meneleponnya sedari tadi.
Alex yang melihat Zahra terburu-buru keluar membuatnya penasaran. Ia juga beranjak pergi untuk mengikuti Zahra.
kebetulan saat ini rekan bisnisnya yang melanjutkan materi Seminar.
Di lihat Zahra menuju toilet sambil memegang ponsel miliknya.
Sementara Zahra berhenti di depan toilet wanita.
ia melihat ponselnya dan ada belasan panggilan tak terjawab dari Zahira. Segera ia melakukan video call.
“Zahra, bagaimana keadaanmu”
Ucap Zahira ketika sambungan video telah tersambung
“aku baik-baik saja”
“ada apa kau meneleponku? “
“apakah anakmu baik-baik saja? “
Tanya Zahra khawatir
“kenapa dia menangis? “
Zahra terus bertanya ketika mendengar suara bayi menangis.
“dia baik-baik saja, tapi sejak pagi tadi dia sangat rewel”
Zahira terlihat tengah menenangkan bayinya.
“apa mamah sudah pulang? “
“sudah ,sore nanti bakal kesini. Sekarang aku di temani bi Darmi ”
Sinta sengaja menemani Zahira dirumahnya sejak kepulangan keduanya malam tadi.
“apakah kau menemukan Alex? “
“Iyah, aku menemukannya. Dan benar dia narasumber di seminar ini”
Ucap Zahra dengan suara lemah.
“apakah kau sudah mengatakannya?”
“kau sudah memberitahukan soal anaknya? “
Zahra di serbu pertanyaan oleh Zahira.
“bagaimana aku menjelaskannya, tidak mungkin aku mengatakan jika Alex tak mengakui bayi itu”
Zahra merasa bingung, ia takut hati Zahira akan terluka.
Sementara Alex berada di belakang Zahra, ia mendengarkan semua percakapan Zahra dan Zahira.
Jantungnya berdegub kencang tatkala ada suara tangisan bayi di dalam sambungan video call tersebut.
“Zahra, mengapa kau melamun”
Suara Zahira membuyarkan lamunan Zahra.
“aa.. Aku ha..hanya bingung bagaimana menjelaskannya dengan Alex. Sebab aku belum menemuinya”
Ucap Zahra berbohong
“kenapa Ra? “
“yah karena seminarnya belum selesai Zahira, tapi kamu tenang saja aku bakal nemuin dia kamu jangan khawatir “
Zahra berusaha menenangkan Zahira
“baiklah Ra, kamu jaga diri disana yah”
“iyah, kamu juga. Jaga keponakankku dengan baik"
"Sedikit saja di di gigit nyamuk akan aku cubit kau”
Ancam Zahra sambil bercanda agar Zahira tersenyum.
“Hahaha kau lebih menyayanginya”
Sindir Zahira
“baiklah aku pasti akan menjaganya dengan baik, yasudah kau lanjutkan saja.”
“maaf aku mengganggumu”
__ADS_1
“ah tidak kau tidak mengganggu, yasudah kalau begitu”
“Assalamualaikum “
“Walaikum salam”
Sambungan video tersebut terputus.
Alex sedikit melangkah mendekati Zahra.
Sementara Zahra memasukkan ponselnya ke dalam tas miliknya. Ia hendak kembali ke dalam ruangan.
“Astaga!! “
Teriak Zahra saat ia membalikan badan dan tepat di belakangnya ada Alex yang tengah berdiri.
“apa yang anda lakukan disini? “
Tanya Zahra, napasnya memburu karena terkejut.
“apa itu tadi Zahira? “
Ucap Alex
“apa anda perduli? “
Zahra sedikit menjauh sebab ia merasa tidak nyaman jika berdekatan dengan Alex.
Alex terdiam, ia sedikit menghela nafas.
“a. .aku bersedia menjalani tes DNA, tapi? “
Ucapannya terhenti membuat Zahra mengerutkan keningnya.
“tapi apa? “
“bagaimana caranya aku mengatakan pada orang tuaku”
Ucap Alex lemah, membuat Zahra tersenyum sinis.
“seorang Yohana Alex Chandra tidak berani mengakui kesalahannya”
“oh ya ampun! “
Zahra melipat kedua tangannya di depan dada.
“hei, orang tuaku orang terpandang bagaimana jika mereka tahu aku memiliki anak sebelum menikah? “
Ucap Alex membuat Zahra semakin kesal.
“seharusnya sebelum kau berbuat kau memikirkan hal itu terlebih dahulu”
Ucap Zahra.
“jangan bilang kau hanya memanfaatkan Zahira? “
Selidik Zahra, membuat Alex mengalihkan pandangannya untuk menatap Zahra.
“tidak! “
“lalu, mengapa kau menghilang dan meninggalkannya setelah kau berbuat hal itu? “
Zahra mengintimidasi pemuda tersebut.
“aku tidak meninggalkannya melainkan aku di kirim orang tuaku ke sebuah desa terpencil di negara ini, untuk melakukan reset kuliner”
Tutur Alex.
“tidak bisa kah kau memberinya kabar? “
“lelaki macam apa dirimu”
Terlalu kesal rasanya jika berbicara lembut dengan pemuda ini.
“di desa itu tidak ada jaringan, lagipula waktu itu aku sibuk menyelesaikan skripsi”
“terserah apapun alasanmu, aku hanya minta kau bertanggung jawab pada Zahira”
Ucap Zahra
“aku siap bertanggung jawab, tapi bagaimana dengan orang tuaku? “
Keluh Alex, ia benar-benar bingung.
“berusahalah kau laki-laki , dan ingat waktu mu hanya sampai malam nanti jika tidak ada keputusan dari mu biarkan aku yang mencari dan mengatakannya pada orang tuamu”
Zahra melangkah pergi meninggalkan Alex
“Hei, kau jangan mengancamku !”
"bagaimana bisa kau menemukan orang tuaku?"
Teriak Alex namun Zahra tak menghentikan langkahnya.
"kau jangan meremehkan ku, buktinya saja aku bisa menemukanmu disini"
ucap Zahra tanpa menoleh
“apa yang harus aku lakukan”
Alex mengacak rambutnya, ia segera berlari mengejar Zahra.
"Hei tunggu"
teriak Alex membuat Zahra menghentikan langkahnya.
"apa kata-kata ku kurang jelas? "
tanya Zahra
"bisakah kau membantuku? "
pinta Alex memelas.
__ADS_1
"apa? "
"tadi kau meremehkan ku sekarang meminta bantuan? "
sindir Zahra sambil berkacak pinggang.
"bantu aku mengatakan hal ini pada orang tuaku, a.. aku tak sanggup jika mengatakannya sendiri "
ucap Alex
"baiklah, aku akan membantumu "
"tapi sebelum itu, bolehkah aku meminta nomor Zahira ?"
"aku ingin berbicara padanya"
ucap Alex pada Zahra
"biar aku saja yang menghubunginya"
"sebaiknya nanti saja setelah selesai acara seminar"
"baiklah kalau begitu"
Alex dan Zahra kembali masuk ke dalam ruangan Seminar.
--
Sekitar pukul 5 acara seminar telah usai, semua anggota boleh berswa foto untuk di jadikan kenangan.
Sementara Zahra sudah terlebih dahulu keluar, ia menemui Bagas.
"sudah selesai? "
tanya Bagas
"sudah kak"
"kita langsung siap-siap buat pulang kan? "
Bagas menyibakkan rambut Zahra yang berantakkan.
"kakak balik duluan aja yah"
Zahra sedikit ragu mengatakan hal itu
"loh kenapa begitu? "
"Ehmm soalnya Alex mau lakukan tes DNA asalkan aku membantunya untuk mengatakan hal ini ke orang tuanya"
Zahra meremas ujung jaketnya, ia takut Bagas marah.
"enggak! "
"kakak ga bakalan pulang kalau ga sama kamu"
tolak Bagas
"bagaimana mungkin kakak bisa meninggalkan kamu sendirian di negara ini, apalagi kamu akan bertemu dengan Alex "
"kakak ga bisa menjamin keselamatan kamu Ra"
Bagas terlihat marah, ia sangat overprotektif jika menyangkut keselamatan Zahra.
"tapi kak, lusa kan kakak sudah masuk kerja."
"Zahra kan janji hanya dua hari minta temanin kakak"
ucap Zahra
"Ra, kamu jangan keras kepala"
"bagaimana kakak akan menjelaskan ke papa dan ayah kamu jika kakak pulang tanpa kamu"
"kakak ga akan maafin diri kakak kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu Ra"
Bagas sangat menyayangi Zahra bahkan sedari pagi tadi ia menunggu Zahra di depan ruangan seminar.
tanpa sepengetahuan Zahra, Bagas juga mengikutinya ke toilet. dan melihat Zahra tengah berbicara dengan Alex.
ia bahkan terus mengawasi Zahra.
"tapi kak, Zahra harus bawa Alex ke Zahira"
"kasihan anaknya kak"
mata Zahra berkaca-kaca, melihat Bagas benar-benar marah.
"haaaaaa"
Bagas menghela nafasnya, jika sudah begini ia tak kuasa menolak ke mauan Zahra.
"kakak ga akan pulang tanpa kamu"
"kakak bakalan disini temanin kamu sampai urusannya selesai"
mendengar ucapan Bagas Zahra membulatkan matanya tak percaya.
"bagaimana dengan kerjaan kakak? "
tanya Zahra dengan suara parau menahan tangis.
"masalah kerjaan kakak bisa serahkan pada Mora "
"lagipula kakak bisa mengerjakan tugas kantor secara online"
ucap Bagas
"tapi kak? "
"ssssttt"
"ga ada tapi-tapian, nurut aja sama kakak sebelum kakak berubah pikiran"
Zahra langsung terdiam
"sudah jangan menangis, kakak minta maaf jika berbicara sedikit keras padamu. kakak hanya mengkhawatirkan mu"
Bagas memeluk Zahra
" Iyah kak, terimakasih kak"
Zahra mengeratkan pelukannya, ia sangat beruntung menemukan laki-laki seperti Bagas.
...............
Kritik sarannya masih di perlukan ya guys
jangan lupa mampir ke novel Author yang lain yah.
jangan lupa likenya dong biar semangat Author. terkadang mau up jadi males karena likenya sedikit bahkan ga ada votenya😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭.
__ADS_1