Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
108.Alex menolak


__ADS_3

Zahra sangat antusia mendengarkan MC tersebut. Hingga beberapa saat kemudian MC tersebut memanggil narasumber di seminar kali ini


 


“Alright, to shorten the time, let's welcome our resource person this time, Yohana Alex Chandra"


(baiklah, untuk mempersingkat waktu marilah kita sambut narasumber kita kali ini Yohana Alex Chandra)”


Ucap MC tersebut dengan lantang


Hingga akhirnya pemuda yang mengenakan setelan formal jas hitam dengan kombinasi kemeja putih itu maju ke depan.


terdengar kasak kusuk peserta seminar yang mengatakan bahwa pemuda itu sangat tampan.


 


Wajah Zahra seketika terkejut,  ia buru-buru membuka layar ponselnya dan melihat foto yang di kirim Zahira kemarin.  Dan ternyata benar laki-laki  yang kini menjadi narasumber ini adalah Alex pacar Zahira.


 


“terimakasih ya allah  kau permudahkan jalanku untuk menemukannya”


Gumam Zahra ada rasa bahagia dan juga kesal di hati Zahra.


Ketika mengingat Zahira yang tengah berjuang sendirian untuk melahirkan anaknya,  sementara laki-laki  ini berkeliaran bebas tanpa tanggung jawab.


"hello my name is Yohana Alex Chandra”


(hello perkenalkan nama saya Yohana Alex Chandra)


“I am the owner of a fun restaurant”


(saya merupakan owner  fun reataurant)


"First of all, I would like to thank the seminar committee for appointing me as a resource person at this event, and thank you for the trust given to me"


(pertama saya ucapkan terimakasih kepada panitia seminar yang menunjuk saya sebagai narasumber di acara ini,  dan terimakasih atas kepercayaan yang di berikan kepada saya)


 


Ucap Alex memperkenalkan diri.


 


Alex terlihat sangat berwibawa,  terlihat dari cara ia menyampaikan penjelasan serta beberapa ilmu mengenai bisnis kuliner .


Jujur saja Zahra sendiri dapat dengan mudah memahami apa yang di sampaikan oleh Alex. Tak jarang Zahra mengajukan beberapa pertanyaan mengenai restaurantnya.


 


Menyelam sambil minum air. Mencari Alex sekaligus mencari ilmu. Begitulah menurut Zahra


 


 


Sekitar pukul 12 siang ada waktu jeda alias  waktu istirahat untuk makan siang.  Semua peserta sudah berhamburan keluar gedung namun Zahra masih duduk di bangkunya. 


Ia menunggu waktu yang tepat untuk menghampiri Alex.


Tak lama beberapa panitia sudah keluar begitu juga dengan Alex. Zahra langsung mengejar Alex


 


“Excuse me, Sir”


(permisi pak)


Panggil Zahra membuat Alex menghentikan langkahnya


 


"Yes, can I help you"


(iya, ada yang bisa saya bantu)


Tanya Alex ramah


"I have something to tell you sir "


(ada hal yang ingin saya sampaikan pak)


 


"ehmm what's the matter?"


(ehmm hal apa yah? )


 


"If you have a moment, we can talk together outside"


(kalau bapak ada waktu sebentar bisa kita bicara berdua di luar?)


Pinta Zahra,  ia mengesampingkan rasa malunya ,demi Zahira ia harus bisa  membawa Alex untuknya.


"okay . We'll talk in the front garden" 


(boleh. Kita bicara di taman depan)


Tutur Alex sembari menggulung baju kemejanya. ia sudah tak mengenakan jas,mungkin karena waktu istirahat.


 


Zahra pun mengangguk dan mengikuti langkah Alex.


 


“sudah selesai? “


Tanya Bagas saat berada di depan gedung membuat Zahra menghentikan langkahnya


 


“belum kak masih istirahat makan siang”


“kamu ga makan siang? “


Tanya Bagas


“entar kak soalnya itu Alex,  Zahra mau ngomong sebentar sama dia”


Tunjuk Zahra pada Alex yang sudah berjalan jauh dari  tempat Zahra berdiri.


 


“dimana? “


Tanya Bagas


 


“di taman depan kak”


 


“yasudah kakak ikut,  tapi mengawasi dari jauh.  Kakak takut terjadi apa-apa  sama kamu”


Ucap Bagas


 


“iyah kak terimakasih ya”


 

__ADS_1


“yasudah pergilah kakak akan menyusul”


 


Zahra pun sedikit berlari menyusul Alex yang sudah berada di  taman.


Alex duduk di sebuah bangku yang dekat dengan air mancur.


 


Zahra menghampirinya


"may I sit here ?"


(bolehkah saya duduk? )


Tanya Zahra


"Oh please"


(oh silahkan)


Alex sedikit bergeser untuk memberi ruang pada Zahra


 


"you are the member who asked the most questions"


(kamu peserta yang paling banyak mengajukan pertanyaankan?)


Ucap Alex membuka topik pembahasan,


Zahra hanya mengangguk


 


"You are a member from Indonesia, right?"


(Kamu anggota dari Indonesia kan,? )


 


"Yes Sir"


(Iyah pak )


“nama kamu siapa? “


Tanya Alex menggunakan bahasa Indonesia.


Zahra terkejut ia langsung menatap Alex,  seketika ia teringat bahwa Alex juga orang Indonesia.


 


“nama saya Zahra Andriani “


 


“nama yang bagus”


Puji Alex sambil tersenyum


“terimakasih”


 


“hal apa yang ingin kamu bicarakan? “


Alex menyandarkan duduknya.


 


Sementara Bagas ia mengawasi dari jauh dan memperhatikan gerak gerik Alex. Takut jika ada hal yang tidak di inginkan terjadi pada Zahra.


 


Ucap Zahra,  sontak membuat Alex menegakkan posisi duduknya.


“Zahira? “


Ulang Bagas


“iyah Zahira Amanda”


“bapak ingatkan dengan dia? “


 


Tanya Zahra menatap Alex  yang tampak kebingungan.


 


“darimana kamu tahu soal Zahira? “


Telisik Alex


“saya adik kandung Zahira”


“kedatangan saya disini  semata-mata bukan karena seminar tetapi karena Anda”


 


“adiknya? “


Alex terkejut ia baru tahu jika Zahira memiliki adik.


Sebab selama ini Zahira tidak bercerita soal Zahra


“apakah dia baik-baik  saja”


Tanya Alex.


 


“tidak”


 


“apa yang terjadi padanya?”


Tanya Alex


 


“Anda bertanya apa yang terjadi padanya?“


Ucap Zahra menahan kesal namun ia berusaha menahan.


 


Alex hanya mengangguk


“dia baru saja melahirkan anak anda”


Tutur Zahra ,membuat Alex membulatkan matanya


 


“anak saya? “


“itu tidak mungkin”


Sangkal Alex sebab sudah beberapa bulan ia tidak bertemu Zahira.


Semenjak orang tuanya mengirim dirinya ke salah satu desa terpencil untuk melakukan reset suatu kuliner tradisional untuk di kembangkan.

__ADS_1


 


Di desa tersebut juga tidak ada jaringan internet,  selain itu ia juga sibuk menyusun skripsi sampai ia tidak menghiraukan Zahira.


 


“apa maksud bapak? “


“apa bapak tak mengakuinya,  bapak lupa apa yang bapak lakukan dengan Zahira di flower apartemen kamar 021”


 


Ucap Zahra mengingatkan


 


Alex seketika terdiam ia ingat pada hari itu apa yang di lakukannya oleh Zahira.


Tapi apa itu mungkin?.


Bahkan Alex hanya sekali melakukan hal itu,  lagipula ia sudah berbulan-bulan tidak bertemu Zahira


 


“saya ingat tapi saya hanya melakukannya sekali”


“mungkin saja itu anak orang lain sebab sudah berbulan-bulan tidak bertemu dengannya”


“atau bisa saja Zahira melakukannya dengan orang lain sebab aku sudah tak memberikan dia uang “


 


Ucapan Alex membuat Zahra naik darah


“Plakkkk  !”


Satu tamparan mendarat di pipi Alex,  ia tak tahan mendengar Zahira di rendahkan.


“jangan kurang ajar anda !“


“sudah jelas anda yang melakukan tapi dengan ringannya anda mengatakan itu anak orang lain”


“anda waras? “


Tanya Zahra menatap Alex.


 


“jaga sikap mu! “


Sergah Alex, sambil memegangi pipinya yang terasa panas karena tamparan Zahra.  Jika bukan seorang wanita mungkin Alex sudah melayangkan satu bogeman di wajahnya.


Bagas terus memperhatikan dari jauh,  ia harus siaga takut jika Alex berbuat kasar pada Zahra.


 


“anda yang seharusnya menjaga ucapan anda”


“seharusnya anda malu dengan gelar dan juga kewibawaan yang anda sandang,  yang anda tunjukan di muka publik tapi kelakuan anda tidak mencerminkan hal itu”


“seharusnya jika anda laki-laki,anda Bertanggung jawab bukan pergi meninggalkan Zahira “


“dan sekarang anda justru menghinanya”


 


Nafas Zahira memburu ia sudah sangat emosi


 


“dengar yah  itu bukan anak ku”


“aku tak mau berdebat lagi denganmu”


Alex beranjak pergi meninggalkan Zahra


 


“seharusnya jika anda berpendidikan dan berilmu anda menawarkan tes DNA pada bayi itu untuk memastikan kebenarannya”


“bukan malah menghina dan seakan lari dari tanggung jawab anda”


Ucap Zahra lantang,  Alex menghentikan langkahnya sejenak namun ia kembali pergi.


 


Sementara Zahra. Ia kembali duduk di bangku tersebut . Entah mengapa rasanya sakit mendengar Zahira dihina seperti itu.


 


“apakah semua laki-laki seperti itu”


Gumamnya,air matanya menetes.


entahlah dia saja yang mendengarkan merasa sakit bagaimana jika Zahira yang mendengar secara langsung.


 


 


“kamu ga apa-apa? “


Bagas menghampiri Zahra yang tengah duduk melamun


“ga apa-apa kak”


 


“kenapa kamu berani menamparnya? “


Bagas ikut duduk di samping Zahra


“dia merendahkan Zahira kak,  menurutnya itu anak orang lain. Dan menurutnya mungkin saja Zahira melakukannya dengan org lain selain dia “


Nafas Zahra memburu mengingat ucapan Alex.


 


“kontrol emosi mu sayang, kita harus bisa membujuk Alex pulang”


Bagas mengelus bahu Zahra.


“iyah kak”


Zahra menurut ia mengjela nafasnya yang terasa sesak.


 ............


Maaf yah bahasa inggrisnya bule-potan


dan apa kabar semua.. semoga selalu sehat.


Terimakasih yang masih setia sama Zahra. Oh iyah buat para readers yang mau berikan masukan atau sejenisnya tentang Zahra boleh yah langsung coment di bawah. Jagan lupa like vote juga yah. bisa kasih saran nih .


Oh iyah jangan lupa mampir juga ke novel Author yang berjudul


-Jebakan hidup berujung Cinta


-Sahabat Yang Tak Terlihat.


bisa langsung klik nama pena Author


dan jika para readers mau kenal dekat atau mau curcol ,mau sedih bareng sama Author bisa langsung follow yah


ig :EtyRamadhii17

__ADS_1


fb :Ety Ramadhi


Author tunggu yah.


__ADS_2