
Alarm handpone Zahra berdering membuat Zahra tersontak kaget. ia pun memulai membuka mata dan mengumpulkan kesadaran jiwa dan raga (Sa ae Author 😂) .
Zahra mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina. jam di handphonenya menunjukkan pukul 05:20 pagi.
Zahra segera beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap pergi kerja seperti biasanya. hari ini Zahra dan Laras akan berangkat lebih awal. karena pagi ini kantor akan ada meeting bersama para investor besar.
bukan hanya para karyawan dan staff terpenting saja yang harus bersiap-siap namun para Cleanning servis juga kebagian sibuk.
Tak terasa hari ini sudah minggu kedua Zahra bekerja di kantor Bagas, namun semenjak Zahra mengetahui Bagas adalah direktur bahkan anak pemilik perusahaaan itu, Zahra menghindar dan berusaha tak bertemu dengan Bagas.
Zahra hanya ingin menjaga jarak dengan Bagas, karena tak ingin para karyawan salah mengartikan kedekatan mereka.
pukul 06:30 pagi Zahra sudah selesai, seperti biasanya Zahra menunggu laras. sambil menunggu Laras ,Zahra kewarung depan untuk sekedar membeli roti untuk sarapan.
saat pagi hari Zahra hanya sarapan dengan roti , karena Ia harus meminimalisir pengeluaran mengingat dirinya baru bekerja dan belum menerima gaji.
jika dirinya terlalu boros bisa jadi uang pegangannya akan habis sebelum tanggal gajian.
"Udah lama nunggu Ra"
tiba-tiba Laras menganggetkan Zahra yang sedang melamun.
"ehh lumayan deh Ras"
"yaudah yuk, itu angkotnya udah datang"
Laras dan Zahra pun berangkat bekerja menggunakan angkot seperti biasa.
Sesampainya di kantor , kami seluruh Cleanning servis berkutat dengan tugas masing-masing,tak ada waktu bercanda jika sudah keadaan seperti ini.
Zahra kebagian tugas mengepel ruangan Meeting.namun ketika hendak mengambil sapu pel di gudang dekat dapur, Zahra mendengar suara berisik dari arah Pantry. Zahra melihat Mora sedang memarahi Runi salah satu teman Zahra.
kondisi lantai dapur basah karena air teh dan pecahan gelas berserakan.
"aku bilang aku mintah teh hangat bukan panas, kamu tuli yah, kamu mau lidah ku terbakar"
__ADS_1
Mora mengibaskan tangannya di depan mulutnya karena kepanasan.
"maaf bu sa.. saya lu.. lupa"
Runi menjawab dengan terbata dan menunduk ketakutan di hadapan Mora.
Mora terlihat sangat emosi terlihat tangannya bergerak terangkat hendak menampar Runi, dengan cepat Zahra berlari dan mencekal tangan Mora dan menghempaskan kasar.
"Bisakah anda sopan dengan bawahan"
tegur Zahra tak suka pada Mora, nyalinya tak ciut menghadapi Mora.
"Heeii anak baru berani sekali dirimu menghalangiku, apa kau tak tau siapa yang di hadapanmu ini"
mata Mora membulat menggambarkan emosi, tatapannya seakan ingin menelan Zahra.
"saya tahu, anda adalah ibuk Mora terhormat sekretaris Direktur utama di perusahaan ini, sekaligus orang yang tak bisa menghargai orang lain dan tak bisa memperlakukan sesama manusia dengan baik"
tutur Zahra lantang di hadapannya.
seketika tangan Mora kembali terangkat hendak menampar Zahra, lagi-lagi Zahra mencekalnya pergelangan tangan Mora, namun kali ini tidak di hempaskan melainkan tetap di pegang sedikit kuat oleh Zahra.
mata Zahra menatap tajam ke arah Mora
"kedudukan anda tidak membuat anda di pandang tinggi jika attitude anda receh, atasan seperti anda tidak pantas di hargai para bawahan.ingat semua yang ada disini manusia bukan hewan yang bisa anda perlakukan sesuka hati"
Zahra melepaskan tangan Mora dengan kasar .
"Kurang ajar kamu yah, Awas kamu, aku pastikan kamu akan di pecat dari sini, Cam kan itu !"
Jari Mora menunjuk pas di wajah Zahra dan Mora berlalu pergi dengan wajah masih terbalut emosi.
"Zahra gi.. gimana ini, kalau Mora laporin kamu ke pak Bagas? "
terlihat wajah Runi ketakutan dan khawatir .
__ADS_1
"kamu tenang aja yah Run, semua bakal baik-baik aja kok"
Zahra mengelus punggung Runi meyakinkan semua akan baik-baik saja.
"yaudah kita beresin pecahan gelasnya"
Zahra membantu Runi memunguti pecahan gelas yang berserakan di lantai.
Matahari bersinar tepat di atas kepala, jam istirahat pun sudah tiba. para Cleanning servis seperti biasa makan bersama secara lesehan didapur kantor.
Zahra makan sepiring berdua dengan Laras, mereka menikmati makan siang sambil mengobrol.
tiba-tiba Erma memanggilku.
"Zahra, "
Yang namanya di sebut pun mendongak melihat sumber suara.
"kamu di panggil pak Bagas ke ruangannya"
Zahra yang mendengar seakan biasa saja dan beranjak bangkit.
Zahra melirik Runi, wajah Runi sangat khawatir mungkin saja Runi memikirkan Zahra yang di panggil karena masalah tadi pagi dengan Mora.
Zahra mengembangkan senyum ke arah Runi seakan mengatakan "aku baik-baik saja".
Zahra pun berlalu pergi ke ruangan Bagas.
********
kira-kira penasaran gak nih.. 😁
biar Author semangat lanjut up nya..
jangan lupa vote donk guys like juga.
__ADS_1
salam manis Author
~EtyRamadhii