Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
28 Baper


__ADS_3

Diperjalanan pulang sesekali Bagas memperhatikan Zahra. mata gadis ini terlihat sembap bahkan dari tadi dia hanya diam.


"Ra"


Bagas memanggil Zahra


"iyah kak"


"kamu gak apa-apa? "


Bagas khawatir, Zahra yang di kenal selalu ceria sekarang berubah menjadi pendiam bahkan murung.


"Zahra gak apa-apa kak"


Zahra tersenyum sedikit di paksakan untuk menutupi kesedihannya. sulit baginya untuk bersikap biasa saja saat mengetahui dirinya bukan anak ayahnya.


"kak"


kini Zahra yang memanggil Bagas.


"iyah Ra"


"kakak tadi ngobrol apa sama kak Zahira? "


Zahra menatap Bagas menunggu jawaban


"gak ada kok cuma yahh ngobrol-ngobrol biasa aja"


Bagas tersenyum manis ke arah Zahra


"Ehmm gimana kak? "


"apanya yang gimana? "


Bagas mengerutkan keningnya


"kak Zahira, cantik gak? "


Zahra menanyakan hal tersebut sudah jelas ia sangat cemburu.


Kebiasaan seorang perempuan ketika cemburu selalu membandingkan dirinya dengan perempuan yang di cemburuinya.


"Ohh, iyah cantik kok"


Bagas menjawab seringan mungkin ia tak paham di balik pertanyaan Zahra.


"Hahhh sudah Zahra duga"


Ucapa Zahra lirih namun masih dapat di dengar oleh Bagas.


Entah mengapa Zahra kesal dengan jawaban Bagas padahal ia yang menanyakan hal tersebut terlebih dahulu.


Zahra mengalihkan pandangannya keluar jendela.


Bagas baru paham maksud dari pertanyaan Zahra.


"apa mungkin bocil ini cemburu"


Bagas bergumam sambil tersenyum ke pede an membayangkan wajah gemas Zahra yang sedang cemburu.


Bagas menepikan mobilnya di pinggir jalan dan berhenti.


"iyah Zahira cantik"


Bagas menghentikan ucapannya membuat Zahra menoleh ke arahnya.


"tapi kamu jauh lebih manis, Zahira gak ada apa-apanya di banding sama kamu"


mata Zahra membulat sempurna saat tangan Bagas meraih tangannya, mulutnya kelu tak sanggup mengucap sepatah kata pun.


"di mata aku kamu lebih sempurna, jangan pernah bandingin diri kamu sama orang lain yah"


"kamu terlalu berharga untuk di bandingin dengan siapapun"


Bagas berbicara tulus, tapi ia belum berani mengatakan kalau dirinya menyukai Zahra.


mereka saling beradu pandangan membuat Zahra tak bisa mengontrol detak jantungnya.


"udah jangan insecure lagi"

__ADS_1


Bagas melepaskan pegangan tangannya dan mengusak lembut kepala Zahra.


membuat pipi Zahra bersemu merah.


Bagas kembali menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan.


**********


Di kediaman Bramantio sedang menyambut kepulangan anak semata wayangnya. Ia memberi kejutan dengan menyulap ruang makan.


Vera terkejut melihat ruang makan di beri dekorasi dan hiasan nuansa pink dengan banyak balon di sekitarnya.


Vera terharu melihat ruang makan di rumahnya seperti ruang makan di istana hello kitty.


"Mommy"


Vera merentangkan tangannya dan memeluk Yura mommynya.


"anak mommy akhirnya pulang juga, mommy kangen"


"Vera juga kangen mommy"


mereka berdua saling berpelukan mengungkapkan kerinduan di hati mereka masing-masing


"Ehemmmm"


Bramantio yang berdiri di belakang Yura pun berdehem pasalnya anak dan ibu ini tak menyudahi pelukannya.


"Oh jadi kangennya sama mommy ajah, papi gak di kangenin"


Bramantio melipat kedua tangannya di depan dada


"ahh iyah, maaf papi.. Vera juga kangen papi"


Vera beralih menghampiri papinya dan memeluknya.


"anak papi sudah selesai studinya"


Bramantio mengusak rambut Vera lembut


"ini semua berkat papi"


"ahh sudah-sudah, acara kangen-kangennya sampai disini dulu sekarang kita makan. Mommy udah siapin makanan kesukaan anak mommy yang cantik ini"


mereka bertiga pun melangkah menuju meja makan.


"kamu sudah ketemu sama Bagas Ver? "


Tangan Yura sambil menyendok makanan ke dalam mulutnya, ia melirik sang anak.


"belum mah tadi cuma tante Hera yang jemput Vera"


"Bagas kemana kok ga ikut? "


Yura menghentikan suapan nasinya, sementara Bramantio hanya mendengarkan pembicaraan anak dan istrinya.


"kata tante Hera Bagas keluar kota ada kerjaan mah"


Vera sebenarnya kecewa Bagas tak menjemputnya tapi ia berusaha memaklumi kesibukkan Bagas.


***********


Belum genap 4 hari Zahra cuti, masih tersisa dua hari lagi tapi ia memutuskan masuk kerja hari ini.


dirinya tak betah jika harus berdiam diri berhari-hari di dalam kamar kostnya.


hal itu semakin membuatnya mengingat masalah yang di hadapinya.


Ia memilih masuk kerja setidaknya dirinya bisa bertemu dengan teman-temannya dan sedikit melupakan masalahnya.


Hari ini Zahra pergi ke kantor sendiri ia tak bersama Laras, sebab ia tak mengabari jika hari ini dirinya sudah masuk kerja.


Sesampainya Zahra di kantor ia melihat mobil mewah, yang tak pernah ia lihat sebelumnya ada terparkir di parkiran kantor.


"apa hari ini ada meeting yah kok pagi-pagi begini sudah ada mobil mewah?. mobil siapa ini? "


Zahra bertanya dalam hati dan meneruskan langkahnya.


sampai akhirnya di dalam kantor ia melihat pak Bramantio bersama gadis cantik dengan stelan baju drees biru sepanjang lutut dan menenteng tas Branded.

__ADS_1


Zahra sudah menduga itu pasti anaknya pak Bramantio


Zahra menuju dapur ia melihat mbak Jumi sedang menyeduh kopi.


"Loh sampean udah masuk to, kemaren kamu bilang ambil cuti"


Mbak Jumi heran melihat Zahra yang sudah masuk padahal waktu cuti yang ia ambil belum habis.


"Eh iya mbak,Zahra udah balik kok"


Zahra membantu mbak Jumi ia berdiri di samping Mbak Jumi


"mbak Jumi hari ini ada meeting yah? "


"ndak ada Ra. Nek ono meeting yo kita ra santai ngene"


"terus itu mobil warna hitam yang di parkiran punya siapa? "


Zahra memastikan itu mobil Pak Bramantio. tangan Zahra terus menggerakan serbet di gelas.


"ohh iku mobilnya Pak Bramantio dia hari ini datang sama anaknya yang model itu namanya mbak Vera"


Zahra mangguk-mangguk tebakannya tak salah, yang di lihatnya tadi benar itu anaknya Pak Bramantio


"ohh jadi namanya Vera. cakep banget yah mbak anaknya pak Bramantio itu"


"Yo jelas cakeplah nek ora cakep ra dadi model"


Tangan Mbak Jumi menyodorkan secangkir kopi susu yang di letak di nampan.


"nihh kamu anterin ke ruangan pak Bagas"


"Siap mbak Jumi And Ten"


kebiasaan Zahra menjahili Mbak Jumi


"jenengku Juminten ra pake and-and sepuloh"


Zahra nyengir sambil ngeloyor pergi sebelum di remas oleh Mbak Jumi.


Pagi ini Vera sengaja ikut dengan papinya ke kantor Bagas. ia ingin bertemu dengn Bagas.


"papi mau ke toilet sebentar yah, kamu duluan aja keruangan Bagas"


"iyah pi"


Vera sudah hapal dimana ruangan Bagas ,dahulu sebelum ia study ke luar negri ia sering datang ke kantor ini sekedar main.


sesampainya di ruangan Bagas, Vera melihat pintu Bagas tak tertutup terlihat pemuda tampan itu sedang berdiri sambil membaca sebuah berkas.


Tanpa basa basi Vera berhambur memeluk Bagas dengan erat


Bagas terkejut


"Bagas aku kangen"


rengek manja Vera pada Bagas


"Ver lepasin ehh.. entar ada yang liat gimana? ini di kantor"


Bagas berusaha melepaskan pelukan Vera namun Vera semakin erat memeluknya


"biarin aja sih kan aku kangen sama kamu"


sementara Zahra berjalan menuju ruangan Bagas terlihat pintu ruangan tak tertutup, Zahra memutuskan untuk langsung masuk


"Praaaannnnngggggg"


*********


Di jedaa 😂 biar penasaran.


sengaja yah di part ini tidak monoton tentang Bagas dan Zahra aja supaya ga bosen.


jangan lupa likenya yah


salam manis Author


~EtyRamadhii 🤗

__ADS_1


__ADS_2