Aku Yang Terbuang

Aku Yang Terbuang
77 syarat


__ADS_3

Baca part ini jangan sambil masak takutnya gosong jangan sambil makan juga yah takutnya kesedak.


Happy Reading😊


……


Malam ini Eza sudah berada di Minimarket, ia hendak membeli ice cream.


Eza berniat untuk menemui Rianda, karena yang Eza tahu gadis itu sangat menyukai ice cream.


bukan hanya itu, Eza juga sempat mampir ke salah satu Florist shop untuk membeli bunga untuk Rianda.


Eza sudah membulatkan tekadnya untuk bertemu Rianda malam ini.


ia pun mengendarai sepeda motornya untuk menuju rumah Rianda.


Tidak membutuhkan waktu lama, Eza sampai di depan rumah Rianda. rumah Rianda tampak sepi dan sedikit gelap, hanya ada cahaya lampu di ruangan tengah .


Eza melangkah kan kakinya menuju pintu rumah Rianda dan ia mengetuk pintu perlahan.


"tok…tok…tok"


Rianda yang baru saja terlelap pun tersadar kembali saat ia mendengar suara ketukan pintu.


Rianda hanya mengenakan baju tidur dengan celana selutut serta kondisi rambutnya yang acak-acakan.


"Hooaaaaammmm"


sesekali ia menguap, di lirik jam yang berada di nakas menunjukkan pukul 9 malam.


"siapa sih malam-malam bertamu"


Gumam Rianda dengan mata masih sedikit terkatup


"tok…tok…tok"


Eza terus mengetuk pintu rumah Rianda.


"iya sebentar"


Rianda mempercepat langkahnya . sembari tangannya mengikat rambutnya asal.


Perlahan Rianda membuka pintu, terlihat Eza sudah berdiri di hadapannya.


"Mas Eza"


seketika mata Rianda yang tadinya mengantuk kini membulat sempurna melihat Eza.


"hay…udah tidur ya? "


tanya Eza saat melihat Rianda sudah mengenakan stelan baju tidur. Eza bahkan merasa gemas ketika melihat Rianda berpenampilan seperti ini.


"ehm, iyah, Ehh enggak mas"


Rianda gugup saat melihat Eza, ia merasa segan setelah mengatakan hal itu siang tadi.


"apa aku mengganggu mu? "


Eza menaikkan kedua alisnya


"ohh enggak mas"


"mari, silahkan masuk mas"


Rianda mempersilahkan Eza masuk, sementara ia menghidupkan semua lampu ruangan agar tidak gelap.


Eza hanya memperhatikan Rianda, ia sangat gemas melihat Rianda.


baru kali ini Eza melihat Rianda mengenakan baju pendek serta celana pendek selutut yang menampilkan kulit putihnya.


biasanya Rianda selalu mengenakan celana panjang dan baju yang memiliki lengan yang panjang.


Rianda pun menuju dapur ia membuatkan segelas teh hangat untuk Eza.


"silahkan di minum mas"


ucap Rianda saat ia sudah kembali dari dapur dengan membawa segelas teh hangat.


"Oh iya terimakasih"


Eza tersenyum.


"ini buat kamu"


Eza menyerahkan bunga mawar dengan jumlah yang banyak dalam 1 rangkaian.


"bu…buat aku mas"


Rianda tak percaya atas apa yang di terimanya


"iyah buat kamu, kamu suka kan"


Rianda mengangguk perlahan ia memperhatikan rangkaian mawar nan cantik tersebut.

__ADS_1


"aku juga bawain ini, kesukaan kamu"


Eza menyerahkan bungkusan yang berisikan 2 cup ice cream berukuran besar.


Rianda tersenyum saat menyaksikan ice cream yang di berikan Eza.


ternyata Eza masih mengingat makanan kesukaan Rianda bahkan ia membeli ice cream yang sama persis ketika Eza membelinya di saat mereka berjalan-jalan di taman kota.


"masih ingat aja"


ucap Rianda lirih namun masih dapat di dengar Eza.


"tentu lah"


sahut Eza.


"ada perlu apa yah mas, malam-malam datang kesini"


Rianda penasaran maksud dari kedatangan Eza.


"Rianda, aku cuma mau nanya sesuatu hal sama kamu"


Eza menatap netra cokelat milik Rianda.


"apa mas? "


Rianda mengernyitkan keningnya


"Soal jawaban kamu siang tadi"


"apa kamu tidak memberikan aku satupun kesempatan ? "


tanya Eza dengan pandangan masih menatap Rianda


"aku tahu kamu juga mencintaiku tapi kenapa kamu menolak aku Rianda? "


Rianda hanya tertunduk. ia bingung harus bagaimana lagi menjelaskan kepada Eza.


"Hei lihat aku "


Eza mengangkat dagu Rianda dengan jarinya agar Rianda menatapnya.


"aku mencintaimu beri aku kesempatan Rianda untuk menjadi seseorang yang mengisi hari-hari mu"


Eza menggenggam tangan Rianda.


"Ak…aku ga bisa mas"


"aku ga pantas buat mas, bahkan aku sudah mengatakan hal itu pada mas"


Eza kembali meraih tangan Rianda


"kalau aku mengatakan, kamu sangat pantas bersanding denganku, bagaimana? "


tanya Eza


"itu tidak akan mugkin mas, sebab kamu lelaki baik sementara aku"


Rianda menatap Eza


"aku hanya wanita yang sudah tidak su…"


Ucapan Rianda tercekat karena Eza menempelkan jarinya di depan bibir Rianda.


"aku gak perduli dengan Masalalu kamu Rianda, yang aku tahu aku mencintaimu. beri aku kesempatan untuk bahagiakan kamu"


tatapan Eza serius, Rianda memperhatikan wajah Eza lekat-lekat.


"tapi mas…?"


"Rianda, sekarang jawab jujur, apa kamu juga mencintaiku? "


tanya Eza


Rianda hanya menganggukkan kepalanya


"pleasee Rianda beri aku kesempatan, aku berjanji tidak akan mengungkit masa lalu mu sampai kapanpun"


"izinkan aku untuk menjadikan kamu rencana terbesar di hidupku Rianda"


ucap Eza


mata Rianda berkaca-kaca,


"tes "


1 butir air matanya jatuh menetes di pipinya.


"aku mencintaimu mas, aku menolak karena aku takut kalau mas Eza akan kecewa di kemudian hari"


Eza tersenyum menghapus tetesan air mata di pipi Rianda.


"Rianda dengarin aku. kalau aku sudah memilih mu itu berarti aku harus siap menerima mu apapun keadaannya. aku tulus mencintaimu Rianda aku ga perduli bagaimana pun Masalalu mu"

__ADS_1


"izin kan aku untuk membantu mu melupakan kenangan pahit itu. aku mencintaimu Rianda"


ucap Eza berulang-ulang untuk meyakinkan Rianda, Eza paham tak mudah bagi Rianda untuk melupakan masa pahit itu.


"baiklah mas, aku mau. tapi dengan satu syarat"


ucap Rianda


"apa itu? "


Eza menatap Rianda menunggu kalimat yang akan di ucapkan Rianda.


"aku mohon jika suatu hari nanti kita bertengkar jangan sesekali mengungkit hal itu. lebih baik mas menyakiti fisikku dari pada harus mengungkit hal pedih itu"


"Greeeppp"


Eza memeluk Rianda erat saat mendengar syarat dari Rianda.


"aku berjanji padamu tidak akan mengungkit apapun perihal Masalalu kamu. dan ingat aku tidak akan pernah menyakiti hatimu apalagi fisikmu. kamu pilihan ku Rianda aku berjanji akan bahagiakan kamu"


"ingat Rianda kamu sangat berharga, jangan merasa kotor. aku tidak akan membiarkan mu kesepian dan menahan luka itu sendiri"


Rianda mengeratkan pelukannya dan menangis


"terimakasih mas, kamu sudah menerimaku apa adanya"


"sekarang kamu ga sendirian, kamu udah punya aku jadi jangan merasa hidup mu sendiri"


Eza melepaskan pelukannya .


"baik mas."


Rianda berusaha mengulas senyum di sela isakannya.


"jadi kita sekarang pacaran? "


tanya Eza sambil menaik turunkan alisnya, membuat Rianda tertunduk malu.


"iya mas"


ucap Rianda lirih


"udah dong jangan nangis lagi jelek tahu. ga keliatan muka galaknya"


ledek Eza sambil menghapus air mata Rianda. Rianda memegang tangan Eza yang kini berada di pipinya.


beberapa saat kemudian Rianda kembali memeluk Eza.


"terimakasih mas"


ucap Rianda lagi


"iyah, udah jangan terimakasih terus ih"


Eza mengeratkan kembali pelukannya untuk memberikan rasa nyaman pada Rianda.


jujur saja perasaan Rianda kini bahagia dan legah saat Eza sama sekali tidak mempermasalahkan masa lalunya.


Rianda melepaskan pelukannya.


sementara Eza tersenyum memandangi Rianda .membuat Rianda salah tingkah.


"kenapa mas? "


tanya Rianda


"aku suka lihat kamu manja begini jadi ga kelihatan galaknya"


Rianda yang mendengar hal itu pun mencebikkan bibirnya


"Rianda ga galak mas" protesnya.


"tahu ga dari tadi aku tuh nahan gemes lihat kamu pake baju tidur gini , kayak anak TK tahu gak "


"gemesin"


Eza mencubit pipi Rianda.


"mas Eza, sakit"


Rianda melepaskan cubitan tangan Eza dari pipinya


"Hahaha maaf sayang Abisnya kamu gemesin "


tangan Eza beralih mengusak lembut kepala Rianda.


Rianda merasa bahagia di perlakukan selembut ini oleh Eza.


………………


Skip sweet-Sweetnya ntar baper 😂


jangan lupa likenya yah.

__ADS_1


__ADS_2