ALVIN Berusaha Bangkit

ALVIN Berusaha Bangkit
Bertemu


__ADS_3

...Happy Reading...


.....................


Alvin masuk ke dalam sebuah kafe yang sedang hits di kalangan remaja dan anak muda, kafe itu memang belum terlalu lama buka, hingga harga-harganya masih mendapatkan diskon yang luayan besar.


Suasana yang dibuat unik dan banyak tempat untuk berfoto, membuat kafe itu selalu ramai pengunjung, entah itu hanya sekedar nongkrong bersama teman-temannya, atau memang untuk makan.


Alvin mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Jani yang katanya sudah sampai lebih dulu. Hingga akhirnya dia bisa melihat keberadaan Jani di salah satu bangku yang berada di dekat kaca.


"Assalamualaikum, Jani. Maaf aku terlambat," ujar Alvin, begitu dia sampai di meja tempat Jani berada.


"Waalaikumsalam, gak apa kok, aku juga belum lama," jawab Jani, dengan senyum cerahnya.


Mata Jani tampak berbinar, melihat Alvin yang kini berada di depannya.


"Boleh aku duduk," ujar Alvin, dengan suara yang sedikit canggung.


"Boleh dong, silakan duduk," jawab Jani sambil mengulurkan salah satu tangannya memempersilahkan Alvin untuk duduk di depannya.


"Oh iya, ini baju milik papah kamu. Tolong sampaikan terima kasihku untuk Papah kamu." Alvin menyerahkan paper bag berisi baju yang sudah dia laundry sebelumnya.


"Ah iya, nanti akan aku sampaikan sama Papah." Jani tersenyum canggung, menerima paper bag dari Alvin lalu menaruhnya di kursi samping.


"Udah pesan?" tanya Alvin, sekedar basa-basi, melihat meja di sana masih kosong.


Jani menggeleng membuat Alvin langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan. Setelah pesanan beres, kini keduanya tampak duduk dengan rasa canggung.


Ini adalah kali pertamanya Alvin janji temu dengan perempuan dan hanya berdua, selama ini dia belum pernah sekali pun melakukan itu dengan siapa pun.


Alvin bingung untuk memulai obrolan, dia baru sadar kalau selama ini memang Jani yang selalu banyak bicara, hingga kini saat Jani tidak banyak bicara mereka seakan menjadi orang asing.


Jani yang merasa gugup karena bisa bertemu berdua di kampus, tanpa harus dia yang memaksa seperti biasa. Dia tidak menyangka kalau Alvin mengajaknya bertemu di luar kampus, walaupun alasannya hanya untuk mengembalikan baju ayahnya.


"Aku dengar kamu kuliah sambil kerja ya?" tanya Jani, akhirnya perempuan itu yang memulai pembicaraan lebih dulu, walaupun terdengar garing dan basa-basi.


Plis, jangan cuma bilang iya doang, aku bingung ini cari bahasan yang lain lagi. Kenapa otakku jadi gak bisa digunain gini sih, pas ketemu sama Alvin? batin Jani, memohon pada Alvin yang terkenal irit bicara dan dingin.


"Iya," jawab Alvin, yang langsung mematahkan harapan Jani.


"Oh, di mana?" tanya Jani.


Ah, kenapa jadi kayak orang lagi wawancara gini sih? Ish, ayolah Jani, mikir! Cari pembahasan yang lebih seru dan santai, batin Jani, menggerutu sendiri.

__ADS_1


"Di pembangunan gedung xx," jawab Alvin.


Jani manggut-manggut, dia tidak terkejut sama sekali, karena memang dirinya sudah tahu semua itu.


"Wah, hebat banget ya. Jadi apa kamu di sana?" tanya Jani dengan wajah sumringah, seakan pembahasan ini sangat menarik untuknya.


"Aku cuman jadi kuli," jawab Alvin tanpa rasa malu.


"Hah, kuli?" tanya Jani benar-benar terkejut, dia memang belum tahu apa pekerjaan Alvin di pembangunan gedung itu.


Alvin tampak tersenyum tipis, dia sudah tahu reaksi apa yang akan teman-teman kuliahnya perlihatkan saat tahu kalau pekerjaannya adalah seorang kuli bangunan.


"Kenapa, kaget?" tanya Alvin.


"Eh ... iya, hehehe." jani meringis, saat Alvin bisa menebak ekspresinya.


"Gak apa, udah biasa kok. Kalau kamu malu, aku bisa pergi sekarang," ujar Alvin.


Dia cukup sadar diri, dirinya dan Jani berbeda kasta yang sangat jauh, hingga membuatnya bahkan tidak pantas untuk sekedar berteman.


"Eeh, bukan gitu, aku gak mau kok. Memang kenapa kalau pekerjaan kamu, kuli bangunan? Yang penting kan uang yang kamu hasilkan uang halal," jawab Jani dengan begitu lugas, ditambah senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya.


Alvin kembali tersenyum. Dia tidak menyangka kalau Jani bisa menerimanya walau sudah tau pekerjaannya.


"Karena hanya itu pekerjaan yang bisa dengan mudah aku dapatkan dengan hanya bermodalkan ijazah SMA," jawab Alvin.


"Masalah pekerjaan, biarkan saja seperti ini dulu, aku juga masih mencari pengalaman. Umurku masih muda, jadi aku ingin memanfaatkannya untuk mencari ilmu dan pengalaman, sekaligus mencari uang untuk makan," sambung Alvin lai.


"Wah, kamu hebat banget sih, pikiran kamu juga ternyata lebih dewasa dari umur kamu," ujar Jani, menatap kagum laki-laki di hadapannya.


"Aku gak hebat, Jan, aku begini hanya karena dipaksa oleh keadaan," jawab Alvin.


Jani menghembuskan napas kasar, dia yakin ada kisah dibalik kerja keras Alvin yang ditutupi begitu rapat oleh laki-laki itu.


"Ya udah, itu kan keputusan kamu. Tapi, kalau suatu saat nanti kamu butuh bantuan hubungi aja aku," ujar Jani dengan tatapan penuh harap.


Alvin mengangguk. "Iya, nanti kalau aku butuh bantuan, pasti aku akan menghubungikamu."


Obrolan yang sudah mencair itu kini harus terdiam karena makanan yang mereka pesan, telah datang, membuat mereka yang sedang mengobrol tiba-tiba berhenti.


"Terima kasih, Mba," ujar Alvin dan Jani bersamaan.


Keduanya makan siang terlebih daulu, sambil terkadang berbicara santai tenatang materi kuliah, atau hanya Jani yang menceritakan kehidupannya.

__ADS_1


"Setelah lulus kuliah, mau lanjut ngapain?" tanya Alvin setelah mereka selesai makan.


"Mau nikah aja kayaknya," jawab Jani sambil terkekeh.


Alvin tersenyum, dia menatap wajah permpuan di hadapannya. "Nikah? Memang sudah ada calonnya?" tanya Alvin.


"Ada dong, ini yang di depanku salah satu kandidatnya." Jani tertawa kecil, sambil menunjuk Alvin.


Alvin melebarkan matanya, dia ke sini untuk meluruskan hubungan mereka dan mengajak Jani untuk beteman. Akan tetapi, kenapa sekarang mereka berdua malah membicarakan tentang pernikahan.


"Aku gak pantas, Jan, aku cuman kuli bangunan," jawab Alvin, mencoba untuk menolak secara halus.


"Gak apa, aku mau kok jadi istri tukang kuli bangunan, asal itu kamu," ujar Jani penuh percaya diri.


Alvin terkekeh, mana bisa Jani masuk ke dalam kehidupannya, saat helai baju yang Jani pakai saat ini saja, harganya sama dengan tiga bulan gajinya. Apalagi dengan berbagai drama orang menengah ke bawah yang lainnya.


"Kamu terlalu naif, Jan. HIdup kita bagaikan langit dan bumi, mereka tidak akan pernah bersama kecuali saat kiamat tiba, dan itu pun hanya akan menghancurkan keduanya," sangkal Alvin.


"Kamu kok gitu sih, Vin?" sungut Jani, mulai tidak suka dengan bahasa yang digunakan Alvin.


Alvin menghembuskan napasnya perlahan, dia kemudian menatap wajah cemberut Jani dengan serius.


"Jani, sebenarnya aku ke sini mempunyai niat lain selain mengembalikan baju Papah kamu," ujar pelan Alvin, yang membuat Jani merasa penasaran.


"Lalu, mau apa lagi?" tanya Jani.


"Aku ingin memperjelas hubungan di antara kita," jawab Alvin lagi.


Jani semakin dibuat penasaran, jantungnya sudah berdetak tidak karuhan, dia butuh sesuatu untuk menenangkan hatinya.


"Apa?" tanya Jani, menghampiri dia pasti akan tahu.


"Kamu sudah tau kan bagaimana caraku bertahan hidup. Aku bukanlah laki-laki sempurna yang pantas untuk kamu sukai bahkan sayang. TIngkat kita sangat berbeda, dan itu tidak mungkin untuk bersama."


"Selain itu, aku juga belum ada pikiran untuk menjalin hubungan dengan siapa pun, sekarang aku hanyaingin mencapai cita-cita, agar ibuku bisa bahagia, dan semua keluargaku bangga.'


"Aku senang kamu beri pehatian, laki-laki mana yang tidak suka, bila mendapatkan perhatian seperti itu. Akan tetpi, aku juga takut kalau nantinya kamu akan terus berharap padaku, sedangkan aku tidak bisa menjanjikan apa pun."


"Jadi, bagaimana kalau untuk saat ini kita berteman saja?" tanya Alvin, dari sekian kata panjangnya.


Ya, mungkin inilah kata terpanjang selama ini, setelah kejadian kecelakaan yang menewaskan ayah dan adiknya.


.........................

__ADS_1


Gimana nih reaksi Jani setelah dikasih ceramah dadakan Alvin🤔🤭 Jangan lupa komen dan likenya, mau nambah bunga atau kopi juga boleh 😁


__ADS_2