Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
S 2. 28. Ayu vs Huda ( 2 ).


__ADS_3

"Ayu.." sapa seorang pria.


Ayu pun menepis lengan Bang Huda lalu berlari dan bersembunyi di balik punggung pria tersebut.


"Selamat malam Abang" sapa Letnan Asnan.


"Selamat malam." jawab Bang Huda.


"Abang kenal?" bisik Ayu.


"Senior Abang dek" Bang Asnan balik berbisik.


"Ada apa kamu kesini?" tanya Bang Huda.


"Jemput calon saya Bang, Ayu"


Bang Huda mengangguk, tak tau kenapa hatinya terasa nyeri. "Oke.. lanjut saja"


"Siap.. ijin Abang, kalau boleh tau ada masalah apa sampai harus menarik tangan Ayu?" tanya Bang Asnan.


"Nggak ada apa-apa. Saya hanya ada urusan sedikit sama Ayu" jawab Bang Huda.


"Siap" jawab Bang Asnan tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.


~


Apa Asnan nggak tau kalau Ayu kerja 'di luar'? Asnan pastinya tau donk kalau Ayu adiknya Khaja sama Langsang? Kenapa hanya aku yang tidak tau apapun.


Bang Huda mengemudikan mobil, pikirannya tidak fokus sampai hampir menabrak seorang gadis. Secepatnya Bang Huda menginjak rem secara penuh.


"Heeehh, dimana matamu?? bisa nyetir mobil nggak??" teriak gadis itu.


"Maaf mbak, saya nggak sengaja" kata Bang Huda. "Lho.. Linda????" Bang Huda kaget karena mengenal gadis tersebut.


"Bang Huda?????" gadis itu tak kalah kagetnya saat bertemu dengan sahabat kekasihnya.


"Mau kemana kamu??"


"Pulang, habis kerja" jawab Belinda.


"Ayo naik.. Abang antar pulang..!!" kata Bang Huda.


:


Bang Huda tidak bisa menolak saat Belinda mengajaknya ngopi di karaoke room tempat Linda bekerja.


"Langsang sudah menikah"


"Masa Bang????" Belinda kaget dan seakan tak percaya mendengar nya. "Istrinya kerja atau nganggur??"


"Kerja, anggota Abang sendiri" jawab Bang Huda.


"Waahh.. Bang Langsang memang benar-benar memasang selera tinggi. Sebenarnya Bang Langsang sama rusaknya denganku.. di jaman sekarang mana ada gadis yang suci tapi Bang Langsang meminta barang segel. Aku jamin saat ini Bang Langsang sudah menyadari hal itu" kata Belinda. "Apa bagi kalian sebuah kepe***anan itu penting??"

__ADS_1


"Itu urusan Langsang dan istrinya. Tapi bagi kami.. bukan masalah per****nya yang menjadi pokok utama, hanya dalam segi kesiapan mental saja. Dia mampu menjaga diri atau tidak" Bang Huda menghembuskan rokoknya. Tak tau kenapa pikirannya selalu terbayang wajah Ayu, hatinya masih terasa berat dan sakit melihat Ayu adalah milik Asnan.


Saat Bang Huda sedang sibuk dalam pikirannya, Linda duduk membuka kaki di atas paha Bang Huda.


"Apa kau pun berpikir sama dengan Bang Langsang?" tanya Linda sambil membuka kancing bajunya di hadapan Bang Huda.


Bang Huda menghembuskan asap rokok ke wajah Linda. "Iya, karena Abang juga ingin ketenangan batin, ilmu, adab dan akhlak untuk anak-anak Abang nanti. Bapaknya sudah bejat.. Abang tidak mau ibunya pun tidak bisa di arahkan" jawab Bang Huda.


"Yakin kau tidak mau?? Ini cuma-cuma" kata Linda semakin menggoda. "Aku tidak minta apapun darimu, hanya butuh kamu malam ini Bang"


Bang Huda tersenyum. "Kalau aku minat, daritadi kamu sudah kuselesaikan. Sayangnya seleraku bukan kamu Linda"


Linda beranjak turun dan beralih duduk di samping Bang Huda. "Kalian laki-laki yang baik.. pantas saja kalian mendapatkan perempuan baik-baik" senyum Linda menunjukan bahwa wanita itu tidak seburuk pandangan orang. "Apa kamu mau mabuk sama aku Bang?" tanya Linda sembari mengusap tetes air matanya.


"Abang lagi malas minum" tolak Bang Huda.


"Biar aku saja..!!" Linda menenggak minuman di hadapannya.


Bang Huda hanya menggeleng.


Kenapa bayangmu selalu ada di mataku Ayuu.. aku tidak pernah membayangkan wanita sampai seperti ini.


Bang Huda begitu kacau, ia melihat sebotol lagi minuman keras di hadapannya dan akhirnya ikut menenggaknya.


//


"Andin mabuk berat Pa, nggak mungkin berangkat tugas juga selama kehamilannya..!!" kata Bang Langsang.


"Kalau begitu.. Sita di temani Ayu karena Indri ternyata di kabarkan positif hamil. Papa bingung harus bagaimana" kata Papa Ares.


"Seharusnya sama Huda, tapi Huda nggak bisa di hubungi. Jadi biar Asnan saja yang temani" jawab Papa Ares.


"Okee Pa" Ayu mengacungkan jempolnya.


"Hati-hati kamu Ayu, ini misi pertama mu di sini dan jangan gagal..!!" pesan Papa Ranggi.


"Iya Papa ku tersayang" Ayu memeluk Papa Ranggi. Ia tau betul Papanya itu sangat cemas padanya. "Kalau boleh.. Ayu daftar jadi tentara donk Pa..!!" pinta Ayu penuh permohonan. Berkali-kali Ayu meminta ijin pada Papanya itu tapi Papa Ranggi tidak pernah meloloskan inginnya.


"Kamu lihat itu, Mbak Andin tidak sengaja hamil sebelum penugasan karena Abangmu. Kalau kamu jadi pasukan juga.. kasihan suamimu jadi stress memikirkan kamu juga. Apa kamu belum puas dengan kegiatanmu yang sekarang?"


Bang Langsang terdiam, kali ini Papanya sepaham dengan dirinya. Memang ia akui memiliki istri seorang abdi negara juga bukan hal yang mudah.


"Ayu ingin pengalaman Pa. Tidak hanya angkat kaki karena suami bekerja keras. Ayu takut di tinggalkan laki-laki Pa" ucap jujur Ayu.


"Mama tidak punya pekerjaan tetap, Mama Dinar, Kak Cherry, Mbak Naya juga tidak. Apa kamu lihat Papa, Papa Ares, Bang Langsang juga Bang Khaja meninggalkan para istri?? Tidak khan??" kata Papa Ranggi. "Tidak bekerja di luar pun mereka tetap hebat. Membesarkan anak-anak penuh kasih dan rasa sabar. Itu sangat berharga Ayu"


Ayu masih terdiam dalam pelukan Papa.


"Buktinya Bang Asnan juga tidak menyakitimu, apa kurang semua bukti?" tanya Papa Ranggi lagi.


"Bang Asnan baik Pa, tapi Abang terlalu sibuk dengan hobbynya. Game, memancing, nongkrong sama teman-temannya. Ayu chat pagi di balas malam, chat malam.di balas pagi. Kenapa Ayu tidak berharga di matanya?" Ayu membenamkan wajah di dada Papa Ranggi. Kali ini sungguh ia mengeluarkan ungkapan rasa sedih yang tidak pernah ia ungkapkan selama ini.


Papa Ranggi melirik Bang Asnan, begitu juga Bang Khaja dan Bang Langsang. Terasa sekali ada hal yang di sembunyikan Ayu di balik kata-katanya.

__ADS_1


"Kami ini juga punya hobby, tapi kami pasti menyempatkan diri untuk menghubungi istri. Masa hanya untuk tanya keadaan saja tidak bisa" tegur Bang Khaja angkat bicara.


"Satu menit untuk tanya kabar saja apa susahnya sih As..!!!!!!" Bang Langsang pun ikut gemas. Memang semua adalah hal sepele tapi kalau semua itu ketergantungan dan akhirnya nanti akan merusak hubungan Asnan dan Ayu.. maka lebih baik semua di atasi dari awal.


Feeling Bang Khaja dan Bang Langsang mengatakan ada hal yang tidak beres.


"Cepat berangkat sekarang..!! Sekarang sudah semakin malam..!!" perintah Papa Ares.


***


Ayu mencari informasi tentang situasi pengeroyokan sesama anggota di cafe tersebut hingga cafe harus steril dari para anggota kurang lebih selama satu minggu lamanya selama masa penyelidikan gabungan.


"Terindikasi satu anggota berada di dalam karaoke room, satu orang anggota dan seorang wanita" lapor Bang Madya.


"Saya kesana sekarang" Ayu pun segera menghampiri tempat tersebut.


~


Ayu membuka tempat itu dan melihat Bang Huda sedang asyik mengapit rokok di sela jari sambil menegak minuman setan.


Ayu tersenyum sinis apalagi wanita di samping Ayu sungguh ia kenali.


"Ayu.. ada apa kamu disini??" tanya Bang Huda kaget.


"Kau tak tau ada info pergerakan gabungan di cafe ini?? Masa Batalyon mu tidak menyiarkan info?" jawab Ayu.


Bang Huda merogoh saku celananya. Benar saja, ponselnya mati.


Di belakang Ayu, muncul Bang Asnan. "Lindaa.. kamu mabuk???" refleks Bang Asnan menghampiri Linda. "Sadar kamu Linda, aku sudah bilang jangan minum lagi..!!!"


Mata Ayu berkaca-kaca. "Sebegitu sayangnya kah Abang sama mantan sampai tak mengingat ada Ayu disini??" tegur Ayu.


"Kamu jangan mempermasalahkan hal kecil. Kalau kamu mabuk pasti juga Abang tolong" kata Bang Asnan.


Bang Huda masih terdiam menerka situasi.


"Jika memang masa lalu tidak pernah menyakitkan, maka tidak akan pernah ada kata mantan. Ayu tau, selama ini Ayu hanya pelarian Abang saja" ucap Ayu.


"Jangan begitu, Linda ini wanita baik-baik" ucap keras Bang Asnan.


Ayu sudah tak tahan lagi, ia menyambar minuman setan di tangan Bang Huda lalu menenggaknya hingga habis tak bersisa.


Secepatnya Bang Huda mengambil paksa botol minuman tersebut. "Astaga.. dek, kamu kuat minum atau nggak?? Abang bisa di tempeleng Abangmu..!!!"


Belum sampai bibir Ayu tertutup.. Ayu sudah ambruk menimpa Bang Huda.


"Aseemm.. Abangmu ngerti malah ajur lebur awak ku dek..!!" Bang Huda segera mengangkat Ayu dan membawanya ke mobil meninggalkan Asnan yang masih sibuk menjaga Linda.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2