
Bang Ranggi merenung merasa sangat bersalah harus meninggalkan Hana. Bukannya ia tidak percaya dengan adik perempuannya, tapi sudah pasti arah pikiran Hana dan Zani yang sepaham membuatnya cemas sampai ia meminta Bang Gazha untuk sesekali mengawasi Hana dan Zani.
"Sudahlah.. percayakan sama Zani. Ada Tegar juga yang mengawasi" kata Bang Ares.
"Itulah sebabnya aku minta Bang Gazha mengawasi Zani. Kelinciku yang itu mulai melirik Tegar"
"Biar saja lah. Sama-sama belum ada pasangan khan?" tanya Bang Ares.
"Masalahnya aku nggak mau Zani kecentilan. Geli sekali aku lihatnya"
"Dulu kita lihat yang bohay begitu santai aja. Giliran sekarang punya adik perempuan malah takut setengah mati, apalagi punya anak perempuan.. nyeri bro.. sampai ulu hati" jawab Bang Ares.
"Ya Allah.. aku kepikiran perempuan-perempuan ku" Bang Ranggi mengusap wajahnya. Hatinya gusar.
//
Ayah Rico tak habis pikir dengan ulah anak gadisnya.
"Boleh ya Ayaahh.. Ayah ganteng deh" bujuk Zani.
"Nggak.. mau apa kamu minta nomer telepon Tegar. Jangan centil Zani. Nggak baik..!!" tolak Ayah Rico mentah-mentah.
"Iihh ayah. Sekarang tuh jamannya perempuan boleh mengeluarkan suara dan pendapat. Masa kenalan aja nggak boleh????" protes Hana.
"Khusus yang satu itu nggak boleh dek. Misi mu apa sih??" Bang Gazha sampai ikut dipusingkan dengan ulah adik perempuannya.
"Misinya ya punya pacar."
"Nggak baik pacaran, apalagi pacaran lama-lama. Banyak setannya. Kamu khan takut setan" jawab Bang Gazha.
"Ayah sama Abang sama saja.. Nggak asyik..!!!" Zani pun pergi keluar rumah.
"Allahu Akbar.. kamu dulu ngidam apa sih Ma waktu hamil.. Anakmu itu keterlaluan sekali. Siapa lah orang bodoh yang mau pacaran sama anak gadismu itu" Ayah Rico bersandar tak sanggup lagi memikirkan tingkah putri bungsunya.
"Mungkin minta adik lagi Ric. Biasanya anak pecicilan kalau di kasih adik langsung anteng" kata Opa Garin.
"Ada-ada saja Papa ini. Kalau Zani masih TK sih aku buatkan adik. Sekarang ini waktunya kita pikir cucu Pa. Ranggi punya dua, sebentar lagi istri Gazha mau melahirkan. Tiga Pa.. generasi kecil kita lahir"
"Kalau ada yang mau kawinkan saja lah, Zani onar sekali. Entah dapat turunan dari siapa?" ucap Opa Garin dengan santainya yang seketika mendapatkan lirikan dari seluruh anggota keluarga.
...
Bang Tegar menoleh ke sekeliling Mess nya. Tidak ada yang makan rambutan tapi bijinya berjatuhan dari atas. "Darimana datangnya biji rambutan ini. Tak mungkin khan dari penunggu pohon ini??" gumamnya.
Saat mendongak ke atas, ia kembali tersentil biji rambutan. "Aduuhh.. siapa di atas???"
"Aku.."
"Aku itu siapa?? Cepat turun..!!" bentak Bang Tegar.
__ADS_1
Zani pun berniat turun, tapi naas kakinya salah berpijak dan terperosok jatuh menimpa Bang Tegar dengan keras.
bruugghh..
"Lailaha Illallah.. tertimpa apa nih??" gerutu Bang Tegar memercing kesakitan.
"Ya ampun Bang.. maaf nggak sengaja" kata Zani merasa sangat bersalah.
"Kalau nggak sengaja tuh cepat minggir dek. Malah duduk di benda keramat lagi"
Zani berdiri dan celingukan mencari sekiranya benda apa yang tengah di persoalkan Bang Tegar.
Ya ampun Tegar.. kamu nggak apa-apa?" Bang Gazha membantu juniornya itu untuk berdiri.
"Siap.. Ijin..Nggak apa-apa sih Bang, tapi sepertinya perabotan saya ada yang retak" saat mencoba untuk berdiri, terlihat jelas Bang Tegar sangat kesulitan sampai memercing sekuatnya. "Aduuh Bang, nggak kuat berdiri"
Bang Gazha akhirnya meminta tolong beberapa rekan anggota di Batalyon Bang Ranggi untuk membantu mengantar Letda Tegar ke rumah Bang Ranggi.
//
"Ampuuunn.. sakit pakdeeee..!!!!!" Bang Tegar berteriak kesakitan saat keluarga memanggilkan tukang urut Batalyon karena ulah Zani.
~
"Kamu dengar itu Zani??? Buat apa kamu panjat pohon dan buat keributan sampai perwira Batalyon celaka???"
"Zani terpeleset Yah. Lagipula jatuhnya nggak kencang kok. Buktinya Zani juga nggak sakit" kata Zani.
Zani menghentak kaki tak terima karena seluruh keluarganya menyalahkan dirinya akibat musibah yang di terima Bang Tegar. Ia pun menerobos masuk ke dalam kamar tengah.
"Sepertinya tadi Zani jatuhnya pelan" protes Zani membuat Bang Tegar kaget setengah mati. Ia langsung menyambar kaos untuk menutupi sebagian tubuhnya.
"Di mana-mana orang yang tertimpa itu yang kesakitan" jawab Bang Tegar, tangannya sibuk menutupi tubuhnya.
"Halaaahh alasan" Zani berlari kemudian menimpa Bang Tegar lagi.
buugghhhhh..
"Hgghh.. Gusti Allah" Bang Tegar sampai tak sanggup berkata-kata merasakan sakitnya.
"Zaniiiiiiiiiii.." suara Ayah Rico menggelegar ke seluruh ruang kamar.
...
Seluruh keluarga membiarkan Bang Tegar tidur di kamar tengah. Mama Jihan sudah memberikan perawatan untuk Bang Tegar.
"Benar-benar keterlaluan kamu Zani..!!! Nggak kasihan kamu sama Bang Tegar???"
Zani terdiam dan tidak lagi berani bicara karena Ayah Rico sudah sangat marah padanya.
__ADS_1
"Kamu harus rawat Bang Tegar sampai sembuh. Pergelangan kaki terkilir sampai pinggang. Badannya kamu timpa sekalian. Karena ulahmu itu pasti Bang Tegar sulit untuk beraktivitas" kata Ayah Rico.
...
Zani membawakan makan malam ke dalam kamar. "Makan dulu Bang..!!"
"Terima kasih" jawab Bang Tegar datar.
Zani melirik Bang Tegar sedang membalas chat pribadi dengan nomer kontak yang di beri nama '❤️'. Zani pun menghela nafas. "Zani minta maaf"
"Sudah di maafkan" jawab Bang Tegar singkat.
"Jangan balas 'love' Abang terus. Zani minta maaf..!!"
Bang Tegar meletakan ponselnya lalu menatap mata Zani. "Kenapa?? Kamu cemburu?? Kamu jatuh cinta sama Abang??" tanya Bang Tegar.
"Iya.." jawab Zani tanpa sungkan.
Bang Tegar menyembunyikan rasa geli menghadapi gadis pecicilan di hadapannya.
"Ada syarat kalau mau jatuh cinta sama Abang"
" 'Love' nya Abang bagaimana?" tanya Zani.
"Itu urusan Abang. Berani nggak?"
"Zani nggak mau jadi pelakor" jawab Zani.
"Memang laki-laki menang memilih, perempuan menang menolak. Hidup adalah sebuah pilihan."
"Apa timbal balik kalau Zani lolos uji? Jadi pacar Abang???"
"Istri.. Abang butuh istri. Nggak butuh pacar" jawab Bang Tegar.
Lah.. terus si 'love' itu siapa kalau bukan pacar Bang Tegar????.
"Bagaimana?? Berani?? Lolos uji.. Abang naikan statusmu jadi Nyonya Tegar" tantang Bang Tegar.
gleekk..
Zani gelisah berdiri menatap kedua bola mata Bang Tegar yang masih terus memandangi wajahnya. Tangannya bertaut menata hati.
Bang Gazha dan Bang Ranggi marah nggak ya kalau Zani menikah. Duuuhh.. Zani khan hanya main-main.
.
.
.
__ADS_1
.