Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
54. Kambuh lagi.


__ADS_3

"Memangnya Papa Ranggi kenapa?" tanya Bang Hasdin sambil melirik Bang Ranggi.


"Setiap Cherry bangun. Pasti Papa Ranggi nangis duduk di samping Mama" jawab Cherry.


"Eeehh.. Papa Ranggi bukan nangis karena Mama, tapi nangis karena habis lihat film drama Korea.. itu tuh yang kerennya seperti opa buyut" sambar Opa Garin menengahi perdebatan mereka.


"Oiya opa buyut. Cherry juga suka lihat sampai nangis sama mama. Soalnya Chen Thong di kasih bunga sama Bo im." jawab Cherry mulai antusias.


"Itu drama China sayang..!! Kalau begitu nanti lihat Drakor sama Opa buyut ya. Nanti kita beli camilan dan lihat sampai malam" ajak Opa Garin.


Cherry menyodorkan jempolnya tanda kesepakatan serius antara opa buyut dan Cherry.


Bang Ranggi masih belum bisa berkata apapun karena hatinya masih terasa sesak. Memang benar hampir setiap malam dirinya tidak bisa tidur karena memikirkan Hana.


"Ya sudah.. kita yang sudah opa lebih baik berada di luar dulu biar Cherry bisa ngobrol dengan Papa Mamanya.


...


Usai dari rumah tahanan, Hana pun tidak banyak bicara bahkan saat Bang Hasdin mencoba menyentuh tangannya.. ia pun menolaknya.


"Masih marah sama Abang ya?" tanya Bang Ranggi.


Hana tak menjawabnya. Tapi Bang Ranggi tetap memberikan perhatian sayangnya untuk Hana.


"Abang minta maaf, tidak berunding dulu sama kamu soal masalah ini." kata Bang Ranggi mencoba melunakan hati Hana yang mungkin saja sedang terluka.


"Hana nggak mau melihat wajah Bang Hasdin.. Hana nggak mau melihat wajahnya. Abang tidak tau sakitnya hati Hana saat dia melecehkan Hana" teriak Hana di dalam mobil padahal di mobil itu sedang ada Cherry, Ayah Rico, Mama Jihan, Opa Garin dan Oma Esa.


Seketika Bang Ranggi menepikan mobilnya lalu memeluk Hana.


"Iya Abang salah. Jangan teriak sayang..!! Kasihan Cherry" bujuk Bang Ranggi.


plaaaaakkk..


Hana menampar pipi Bang Ranggi dengan kuat. Sikapnya mulai tak terkendali.


Wajah Bang Ranggi berubah datar.


"Ayah.. tolong bawa mobilnya pulang ke rumah. Aku mau tenangkan Hana dulu." ucapnya pelan karena Cherry sedang tidur. Ia pun segera turun dan mengajak Hana keluar dari mobil karena takut Cherry akan terbangun oleh suara mamanya.


:

__ADS_1


"Kalau Abang memang sayang sama Hana.. kenapa Abang tidak penjarakan Bang Hasdin. Dia sudah melecehkanHana Bang." teriak Hana semakin histeris dan tak bisa melupakan kejadian naas itu.


"Kenapa Abang rela? dia sudah menodai Hana. Dia memperlakukan Hana seperti seorang p*****r murahan. Abang rela mendapat bekas dari Bang Hasdin??????" pekik Hana.


"Cukup Hana. Bisakah kamu diam????" bentak Bang Ranggi.


"Kamu membuat hati Abang sakit sekali Hanaaa..!!!!!" satu ruangan kamar hotel itu akhirnya terisi gema suara Bang Ranggi yang membuat hati Hana menciut.


Hati Bang Ranggi sungguh tak tega, tapi ia juga harus menyadarkan Hana dari segala pikiran buruknya.


"Kalau kamu memang pengen Abang membunuhnya sekarang.. pasti Abang bunuh, kalau masih kurang.. Abang remukan seluruh tubuhnya sampai rata dengan tanah. Tapi apa kamu bisa pikir efeknya untuk Cherry jika dia besar nanti?? Lalu pelajaran apa yang bisa Abang berikan untuk Cherry?? Pelajaran untuk membenci ayah kandungnya??? Apa jika setelah dia tau kenyataannya semua akan jadi lebih baik????" terpaksa Bang Ranggi menyadarkan Hana dengan caranya yang terbilang sedikit keras.


"P*****r???? Sekalipun itu terjadi, Abang akan tetap memilihmu, Abang akan menghapus jejak Hasdin dan kamu hanya akan merasakan jejak Abang saja seumur hidupmu" Bang Ranggi yang sudah emosi sudah berniat melampiaskan amarahnya, ia mendekap Hana dan berniat melepaskan beban hatinya dengan 'berbagi rasa' bersama Hana tapi ternyata Hana semakin marah dan memberontak saat Bang Ranggi menginginkan Hana.


"Hana nggak mauu..!!!!!!!" teriak Hana begitu marah saat Bang Ranggi mendekatinya.


Bang Ranggi mengarahkan wajah Hana agar bisa menatapnya lebih jelas.


"Lihat Abang..!! Ini Abang dek. Sampai kapan kamu mau terus mengingat Hasdin?? Suamimu itu Abang, bukan Hasdin. Hanya Abang yang akan selalu ada dalam hidupmu. Buang dia dari pikiran dan hatimu..!!" ucap keras Bang Ranggi.


Hana menurut dan menatap lekat wajah Bang Ranggi.


"Hana takut Bang, Hana jijik sama diri Hana sendiri. Hana ingin mati saja" Hana pun semakin histeris.


"Kenapa semua pria sama saja??? Hanya menginginkan tubuh Hana???"


"Abang suamimu dek. Apa salah kalau Abang memintanya dari kamu? Apa harus perempuan lain yang melayani hasrat Abang??" terlontar juga emosi Bang Ranggi namun seperti biasa.. ia segera menyadarinya.


"Astagfirullah...Ya Allah.." Bang Ranggi mengusap wajahnya yang sudah kusut.


"Kita nggak bisa begini terus sayang. Ayo sekarang ikut Abang..!!"


...


Sore itu Bang Ranggi membawa Hana ke dokter pribadi untuk memeriksa kejiwaan Hana. Perlahan tapi pasti, dokter sudah membuat Hana tenang.


"Saya sudah memakai metode yang terbaik. Istrimu sudah tenang. Kelak ia akan lupa segala perlakuan buruk di masa lalu tentang Hasdin. Nanti kalau istrimu sadar.. biarkan dia kembali menjadi dirinya sendiri, kamu hanya perlu mengimbanginya saja" kata dokter senior Bang Ranggi.


"Siap Abang."


~

__ADS_1


Hana menggeliat di ranjangnya. Sekeliling tempat itu hanya berwarna putih bermotif bunga sakura. Ia celingukan mencari sosok Bang Ranggi.


"Bang.. Abang.." sapanya lembut.


Tak lama Bang Ranggi masuk ke dalam kamar karena mendengar suara Hana yang memanggilnya.


"Eehh.. sudah bangun cantiknya Abang"


"Abang darimana saja? Kenapa Hana ada disini?"


"Kamu tadi mabuk dek. Makanya istirahat disini sebentar." Bang Ranggi mengusap perut Hana lalu menyodorkan sedotan agar Hana bisa minum.


"Sekarang Hana sudah nggak mual Bang" jawab Hana usai beberapa kali meneguk minuman.


"Ya sekarang mualnya pindah ke Abang." Bang Ranggi sedikit memercing karena memang dirinya merasa mual.


Hana mengembangkan senyumnya.


"Tapi ikhlas khan Bang?" tanya Hana.


"Ikhlas lah. Lahir batin Abang ikhlas yang penting kamu sama anak-anak kita sehat." jawab Bang Ranggi sembari meletakan botol air mineral di meja nakas.


"Idiiiihh.. Abang sok romantis" Hana tertawa mendengar ucap Bang Ranggi.


"Aneh kamu ini, perempuan itu mintanya di gombalin. Kamu kok malah tertawa?"


Hana pun menahan diri untuk tidak tertawa.


"Okee.. gombalin sekali lagi donk Bang..!!"


"Jangankan sekali. Seumur hidup Abang pakai untuk merayumu juga Abang mau" Bang Ranggi mencolek dagu Hana.


"Cah ayu, garwane kang mas.. jangan pernah sakit lagi ya sayang. Lihat kamu sakit dada Abang sesak, hati Abang nyeri. Papa sayang banget sama kamu ma.."


"Hana mau bunga yang banyak..!!" pinta Hana gemas.


"Abang kasih bunga Bank, awet.. kamu bisa senyum setiap hari" jawab Bang Ranggi serius.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2