
Warning bagi yang tidak suka harap skip..!!
Terima kasih.
🌹🌹🌹
Menggunakan style celana jeans, kaos oblong distro berbalut jaket kulit hitam.. Bang Ranggi menggunakan kacamata hitam tak lupa sepatu kets sederhana namun semuanya terlihat sempurna dan gagah.
Bang Ranggi duduk di mini bar buatan para anggota sendiri. Disana Bang Ranggi merokok dan meneguk segelas 'minuman beralkohol tipis' yang sengaja ia pesan khusus untuk dirinya, meskipun tak bisa menghilangkan rasa penat dan gundah hatinya tapi kali ini sifat nakal dan pemburu nya sedikit terpancing karena ulah Hana.
Tak lama Hana masuk dengan gaya yang bisa di bilang membuat mata pria hampir melompat keluar. Termasuk Bang Ranggi yang melongo melihat gaya Hana. Dengan kaos hanya menutup sebatas dadanya saja dan rok super mini di tambah sepatu high heels yang semakin membuat jantungnya tak kuat.
"Heeehh.. opo iki dek??? Kamu jalan dari rumah ke sini pakai high heels dan baju terbuka seperti ini??? Abang hajar kamu ya..!!" nada Bang Ranggi keras penuh ancaman.
"Abang nggak suka?" tanya Hana sembari mengusap perutnya yang sedikit menyembul tapi tak sedikitpun mengurangi aura cantik sang istri.
"Sukaa.. tapi jangan begini juga donk. Kalau banyak anggota, terus di lirik bujangan gimana? Mikir lah kamu..!!" sambar Bang Ranggi.
Hana mengalungkan kedua tangan di belakang leher Bang Ranggi lalu berjinjit mengecup bibir pria tampan itu hingga asap rokok berhembus perlahan dari bibir Bang Ranggi.
"Apa seorang black mamba gagah sepertimu bisa gugup juga Bang?" goda Hana.
"Jangan bertingkah, disini Abang hanya ingin menunjukan suasana lain setelah itu kita pulang" ucap tegas Bang Ranggi mulai kelabakan dengan tingkah nakal Hana.
"Lalu Hana harus bertingkah sama siapa?" Hana memencet tombol di samping meja Bang Ranggi, ternyata disana Hana sudah meminta Om Richi untuk setting suasana agar lebih mirip dengan aslinya dan itu membuat Bang Ranggi semakin cemas juga terpancing unsur prianya.
"****.. kamu minta tolong siapa sampai bisa buat diskotik macam begini?? Mau jadi apa kamu dek?? Abang nggak ridho kamu seperti ini" bentak Bang Ranggi sampai melepas jaketnya dan menyampirkan di bahu Hana.
"Nggak usah semarah itu Bang, Hana pakai cardigan panjang kok dan baru Hana buka saat mau bertemu Abang" jawab Hana yang akhirnya luluh dengan segala perhatian Bang Ranggi dan perlahan emosi Hana mereda.
"Hanya Abang yang bisa melihat Hana seperti ini. Hana punya Abang"
"Darimana kamu belajar seperti ini dek. Jantung Abang mau copot. Dulu Abang senang lihat kelakuan seperti ini sampai lupa diri. Sekarang Abang takut sekali. Abang sudah muak jadi b******n, Abang nggak mau kamu dan Cherry di apa-apakan orang. Tolong tutup semua sayang. Nggak tahan Abang lihatnya" Bang Ranggi sampai memeluk erat tubuh Hana.
__ADS_1
"Terima kasih ya Bang, Abang sudah menjadi ayah dan suami yang baik, yang bertanggung jawab atas diri Hana juga Cherry" kata Hana.
"Jangan bicara begitu. Sudah sewajarnya Abang melakukan semua itu karena Abang benar-benar menginginkan kamu dan Cherry menjadi bagian dalam hidup Abang" jawab Bang Ranggi sembari menjauhkan jemarinya jauh dari Hana, rokok yang terselip hanya menjadi pemanis Bang Ranggi saja.
Lama semakin lama suasana menjadi semakin dingin dan mereka hanya berpelukan saja di balik suara musik yang berdentum kencang.
"Boleh nggak kalau Hana bersenang-senang malam ini?" tanya Hana.
"Boleh, tapi kamu nggak boleh melompat..!! Ingat ada terong Belanda di perutmu." akhirnya Bang Ranggi mengijinkan Hana dan pastinya dalam pengawasan dirinya yang begitu ketat.
"Yeeeeyy.. terima kasih Abaaang..!!"
Belum sampai mulut Bang Ranggi tertutup, Hana sudah berjingkrak kegirangan. Ia melupakan sedang memakai high heels, untung saja Bang Ranggi sigap menahannya.
"Astagaa Hanaa..!!! Pelan-pelan atau pulang..!!!!" ancam Bang Ranggi.
"Maaf Pa" rayu Hana.
"Astagfirullah.. lama-lama kamu buat Abang nggak karuan dek"
"Hati-hati yank.. Abang terima telepon dari Abangmu dulu" pamit Bang Ranggi.
~
Bang Ranggi masuk kembali ke dalam ruangan dan seketika itu juga Bang Ranggi kembali bagai tersambar listrik jutaan volt. Hana berlekuk begitu lentur membuat jantungnya berdesir kencang.
"Lailaha Illallah.. kamu minum ini dek?" Bang Ranggi mengambil botol dari tangan Hana tak hanya itu, rokok pun sudah terhisap oleh istri kecilnya.
"Pahiit Bang" Jawab Hana tapi masih berniat minum lagi.
"Alaah Gustii.. bojone sopo sih lancange ora umum" gerutu Bang Ranggi mengambil rokok tapi tangan Hana menghindar berputar-putar.
"Aseem tenan kowe iki dek?? Buka mata dulu, lihat Abang..!!" pinta Bang Ranggi.
__ADS_1
Hana semakin berlenggok mengikuti irama lagu dan Bang Ranggi terbenam suasana tak sanggup mencegah ulah Hana yang semakin menjadi. Matanya terus mengawasi Hana, ia ingin tau seberapa lepasnya Hana saat menjadi diri sendiri dan layaknya gadis seusianya, Hana memang seperti ABG pada umumnya dan bahkan ABG yang begitu menarik perhatian Bang Ranggi.
"Abang nggak bisa goyang ya?" ledek Hana.
"Bisa lah"
"Kenapa nggak goyang sama Hana?" tanya Hana.
"Kalau Abang goyang, bisa geger satu Batalyon" jawab Bang Ranggi santai sambil kembali menyulut rokok yang sudah terselip di bibirnya.
"Masa sih?? Jangan-jangan Abang memang nggak bakat goyang di diskotik"
Tak menjawab ocehan Hana, Bang Ranggi maju dan mendekap pinggang Hana.
"Cukup.. ini sudah di luar batas dek..!! Mau di goyang seperti apa kamu ini?" tegur Bang Ranggi.
"Tapi Hana maunya begini" aroma alkohol dan asap rokok menguar dari mulut Hana. Tangannya pun mulai memancing 'keteguhan' Bang Ranggi. Hana berjinjit hendak menyambar bibir Bang Ranggi dan Bang Ranggi setengah menghindar membawa senyum gemasnya.
"Hmmmm.." Bang Ranggi memonyongkan bibirnya menggoda Hana, tapi saat Hana mendekat, ia malah melipat bibirnya.
Hana kesal tapi tak kehilangan akal, ia beralih menggigit kecil sisi leher Bang Ranggi, jemari lentiknya pun berpetualang menjelajah tubuh Bang Ranggi hingga suami Hana itu mende*ah pelan tak tahan dengan perlakuan 'manis' dari Hana.
"Berani sekali kamu. Kamu harus tanggung jawab karena sudah mengganggu jam tidurnya black mamba" kata Bang Ranggi.
"Ini waktunya dia makan Paa" jawab Hana dengan suara manjanya.
"Okee.. dan ini waktunya kamu memanjakan peliharaan mu yang urakan Mama sayang..!!" Bang Ranggi tersenyum menyeringai agaknya kali ini ia tidak akan mengampuni Hana begitu saja.
.
.
.
__ADS_1
.