Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
89. Buah dari emosi.


__ADS_3

Acara penerjunan pun berakhir manis. Ibu manager yang sombong itu tak lagi di libatkan dalam acara tersebut.


"Kalian semua segera istirahat..!! Acara sudah selesai. Kegiatan off sampai jam kerja usai" perintah Bang Ranggi sebagai ketua team.


"Siap komandan"


...


Bang Ares jengkel sekali menatap kedua wajah sahabatnya masih saja tertekuk masam. "Sebenarnya kalian berdua itu kenapa? Kesal sekali aku lihatnya"


Bang Ranggi dan Bang Tegar melirik Bang Ares, mereka merasa terganggu dengan senyum bahagianya.


dddrrttt.. dddrrttt.. dddrrtttt..


"Waahh sayangku telepon nih. Ada apa ya?" gumam Bang Ares. "Assalamualaikum.. kenapa sayang?" tanya Bang Ares.


"Wa'alaikumsalam.. kapan Abang pulang?" tanya Dinar di seberang sana.


"Ini sudah di Batalyon.. sebentar lagi merapat pulang. Mau titip apa dek?"


"Titip Abang aja. Adek kangen" jawab Dinar.


Bang Ares pun gemas sampai salah tingkah mendengar permintaan sang istri tapi malah salah tingkahnya itu membuat Bang Ranggi dan Bang Tegar kesal setengah mati. Bang Ranggi berjalan menghampiri Bang Ares lalu mematikan sambungan teleponnya.


Bang Tegar ikut menghampiri. Mereka berdua memegang kedua lengan Bang Ares lalu menyeretnya sampai ke kolam ikan di belakang barak remaja dan melemparnya disana.


"Rasakan..!! Apa maksudmu pamer kemesraan sama Dinar?? Mentang-mentang Hana marah kudekati" ubun-ubun Bang Ranggi rasanya panas mendidih.


"Kau nggak punya perasaan?? Aku harus menahan diri sebelum surat pengajuan nikah selesai. Kau pikir terus berdekatan dengan target operasi itu mudah???" Bang Tegar tak kalah emosinya.


"Mana kutau kalian ternyata stress karena masalah perempuan. Makanya punya kepala tuh isinya jangan betina melulu" pekik Bang Ares kesal.


"Waahh.. benar-benar si Ares. Hajar Gar..!!"


"Heeehh.. awas kalian ya..!!!!"


***


Bang Ranggi semakin frustasi, entah sudah berapa lama Hana sama sekali tidak mau bicara dengannya. Parahnya lagi sekarang Hana dan Zani tidur dalam satu kamar. Tugas rumah memang selesai dengan baik, tapi tentu saja ada hal yang terbengkalai. Tak berbeda jauh dengan Bang Tegar.. Zani juga tak bisa di hubungi apalagi di temui.


"Adikmu kemana??" tanya Bang Tegar langsung menemui Bang Ranggi usai lari pagi.


"Ya di rumah, mau kemana lagi?" jawab Bang Ranggi ketus.


"Bilang sama adikmu yang judes itu, aku mau bertemu dengannya. Kalau dia nggak mau menemuiku.. akan ku hamili adikmu itu" ancam Bang Tegar.

__ADS_1


"Moncongmu kuwi lho..!! Ojo aneh-aneh omongmu..!!" tegur Bang Ranggi.


"Aku sudah stress memikirkan adikmu. Bagaimana aku bisa menaikan statusnya. Aku sama Zani harus menemui jajaran komandan dan segala test yang ada untuk persyaratan pengajuan. Kalau begini caranya.. kapan semua selesai???" Bang Tegar mulai emosi.


"Kau pikir.. kau saja yang stress??? Hana juga belum selesai ngambeknya.. sampai berasap kepalaku di buatnya" Bang Ranggi tak kalah emosinya. "Kalau nggak ingat anak masih merah, sudah ku buat hamil lagi tuh si demplon"


Sadar ucapannya hampir sama. Bang Ranggi dan Bang Tegar pun saling lirik. "Astagfirullah..!!"


"Astagfirullah..!!" keduanya pun ingat beristighfar. "Ayo sholat bro.. pikiran mulai ngawur" ajak Bang Tegar.


"Nggladrah tenan to" Bang Ranggi ikut berdiri dan secepatnya berjalan menuju masjid.


...


Jam istirahat siang sudah tiba. Bang Ranggi mendapatkan kabar bahwa keponakannya telah lahir. Garis senyum Bang Ranggi terangkat juga. "Akhirnya kamu lahir juga. Berapa bulan kamu betah di perut mamamu??" gumam Bang Ranggi sambil melihat foto keponakannya yang baru lahir.


Sedang fokus melihat ponsel, ada telepon dari piket depan.


"Iya.. ada apa?"


"Ijin Dan.. ibu dan Ibu Tegar mengalami kecelakaan di depan pos." lapor seorang petugas piket depan.


"Innalilahi.. anak saya bagaimana??" tanya Bang Ranggi panik membuat Bang Tegar ikut panik.


...


"Tolong share dan carikan saya telur puyuh yang bercorak unik, seperti bentuk huruf atau bintik nya jangan gandeng. Saya tunggu sampai Maghrib" perintah Bang Ranggi di sambungan telepon.


"Hana mau yang bulat, jangan lonjong..!!" pinta Hana sesenggukan menangisi telur puyuhnya yang pecah berhamburan di depan kesatrian.


"Iya.. ini masih Abang siarkan. Sabar ya" Bang Ranggi terus mengusap perut Hana.


Di samping Tirai ruang tindakan itu, Bang Tegar memegangi tangan Zani. "Adek mau apa? Jangan sakit to dek, Abang ngenes lihatnya" kata Bang Tegar.


"Ini gara-gara Abang...!!" Zani kembali menangis melihat wajah Bang Tegar.


"Iya.. Abang salah."


Tak lama Ayah Rico datang usai menjenguk istri Bang Gazha di kamar sebelah. Agaknya Ayah Rico sudah mendengar kecerobohan dua pria tersebut.


...


"Ya Allah.. dosa apa Ayah sampai punya anak dan mantu ceroboh begini???" Ayah Rico mengurut dadanya seakan kehabisan kata tapi berbanding terbalik dengan Opa Garin yang mengangkat dua jempol untuk Bang Ranggi dan Bang Tegar.


"Bukan nggak boleh. Tapi suratmu belum masuk di pusat le, status Zani bisa rancu. Kamu harus usahakan naik secepatnya dan tidak ada alasan Gar..!!!!!" kata Ayah Rico.

__ADS_1


"Iya Yah, segera" jawab Bang Tegar pasrah.


"Kamu lagi.. Ranggi..!!!!! Kenapa kamu dan kamu lagi yang berulah. Kemana pikiranmu sampai Hana bisa hamil lagi..??????" Ayah Rico geregetan ingin sekali menampari dan menghajar Bang Ranggi tapi ia sadari semua itu urusan rumah tangga putra putrinya.


Bang Ranggi menunduk lesu, bukan karena takut.. tapi rasa bersalahnya membuatnya kembali frustasi.


"Kamu ini.. Ya ampun Ranggi..!! Ayah stress mikir kamu" Ayah Rico sampai bersandar nyaris kehilangan tenaga.


"Nggak apa-apa. Kalian semua hebat. Laki-laki ya begitu.. pejantan tangguh" Opa Garin tak hentinya memuji Bang Ranggi dan Bang Tegar. "Opa minta kembar..!!!!!" kata Opa dengan lantang.


Seketika Bang Tegar menunduk menutupi wajahnya sedangkan Bang Ranggi tiba-tiba saja sesak nafas mengingat saat Hana melahirkan, wajahnya pucat pasi merasa ngeri.


.


.


.


.


-End-


.


.


.


.


Tetap stay bersama Nara. Tunggu kelanjutannya esok hari..!!


.


.


.


.


Rahasia yang belum terjawab akan berada di sesion 2. Thanks untuk pembaca Nara semua 😘😘😘😘


.


.

__ADS_1


__ADS_2