Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
64. Kesal tertahan.


__ADS_3

"Kamu ini.. masa mantan saja kamu permasalahkan. Bukannya kamu ini orang yang paling santai ya soal mantan dan masa lalu?"


"Kali ini aku malas Res. Hatiku panas.. Kenapa kamu nggak cerita kalau Hana mantannya Bang Rahman?" tanya Bang Ranggi berkoar geram.


"Apa pentingnya? Lebih baik kamu jangan tanya" bisik Bang Ares serius.


Melihat raut wajah Bang Ares, Bang Ranggi menyudahi perdebatannya.


"Yowes.. kamu hutang penjelasan"


"Dan.. kamu batasi area komunikasi Hana dan Bang Rahman." kata Bang Ares.


"Kau mau jujur atau tidak? Aku tidak suka teka teki atau kuhantam wajahmu" ancam Bang Ranggi akhirnya geram.


"Bang Rahman memutuskan hubungan sepihak karena saat itu Hana mengandung anaknya Hasdin. Saat Hana masih sekolah, Bang Rahman sudah melamar Hana dan sekembalinya dari dinas luar.. Bang Rahman berniat menikahi Hana tapi musibah sudah lebih dulu menghampiri. Karena itu juga Hana menjadi stress dan depresi berat. Jika Hana sampai mengingat Bang Rahman, berarti masa lalu yang di ingat nya tidak begitu buruk tapi aku takut Bang Rahman akan memakinya meskipun dulu Bang Rahman tidak berkata keras atau kasar saat mengakhiri hubungan mereka" kata Bang Ares menjelaskan.


Ya Tuhan.. istriku.. berat sekali beban hidupmu sayang. Abang janji akan terus kuat di sampingmu, menutup mata dan telinga tentang masa lalumu dan Abang simpan rapat segalanya meskipun hati Abang terasa remuk dan hancur berkeping.


:


"Benar khan, Bang Rahman itu pacarnya Hana. Masa Abang lupa?"


"Bukannya lupa, Abang malas saja bersaing dengan pria yang sama sekali tidak punya ketampanan, tinggi hanya 178 cm, kulit hitam, apalagi rambutnya bagai rumput kena hujan. Klimis terus"


"Bukannya itu Abang???" kata Hana dengan malas.


"Oohh begitu ya, tapi Abang ini ganteng dek. Jadi rebutan perempuan di luar sana. Malah dulu ada yang rela mau Abang hamili asal bisa nikah sama Abang" jawab Bang Ranggi tanpa perhitungan.


"Imelda ya?"


"Naaaaahhh.. eehh.. maksudnya...... Abang sudah lupa siapa orangnya" Bang Ranggi kelabakan karena terjebak ucapannya sendiri.


"Sama donk seperti Bang Rahman.. kalau Hana mau mengandung anaknya, dunia akan dia petik untuk Hana" ucap Hana mengingat janji Bang Rahman dulu.


"Halaaahh.. bumper retak. Manis sekali moncongnya." Bang Ranggi kesal sekali melihat wajah Hana yang ceria mengingat kebersamaannya dengan Bang Rahman.


"Abang takut ya?"


"Jangankan satu Rahman.. sepuluh Rahman juga Abang hadapi. Biar dia lihat pakai mata kepalanya sendiri. Dia hanya angan-angan saja bisa menghamili kamu, tapi lihat itu....." Bang Ranggi menunjuk perut Hana.

__ADS_1


"Perutmu itu siapa yang buat???" tanya Bang Ranggi dengan sombongnya.


"Pria celamitan Bang" jawab Hana.


"Astaga.. Abang telan juga kamu ya..!!" Bang Ranggi mulai meradang mendengar segala ucap Hana.


...


Hana dan Bang Ranggi tiba di Batalyon Bang Rahman. Sudah tentu Hana sama sekali tak mengingat masa lalunya dan tinggalah Bang Ranggi cemas bukan main.


"Apa tidak sebaiknya kita batalkan saja pertemuan ini dek..!! Rasanya konyol sekali kalau Abang harus bertemu mantan pacarmu disini" kata Bang Ranggi.


Hana tertawa geli melihat ekspresi wajah Bang Ranggi, ia mengira Bang Ranggi takut bertemu dengan Bang Rahman yang notabene adalah senior suaminya itu.


"Apa sebegitu nya Abang takut kalah saing?" tanya Hana.


"Pertanyaan macam apa itu? jelas Abang malas bertemu manusia yang tidak ada apa-apa nya di banding Abang. Soal rupa.. Abang di atas rata-rata, soal kepandaian.. Abang pun punya IQ tinggi. Kurang nyaman apa kamu jadi istri Abang???" ucap Bang Ranggi tak tentu arah saking jengkelnya.


"Kurang lama di sayang Abang" jawab Hana ringan tapi merupakan 'sentilan' bagi Bang Ranggi.


Bang Ranggi tersenyum geram nakal.


"Siapa takut"


Bang Ranggi semakin menyimpan senyum licik.


:


Para anggota memberi penghormatan pada Bang Ranggi saat dirinya membeli minuman untuk Hana di koperasi milik Batalyon. Saat itu kebetulan Bang Rahman pun masuk ke dalam koperasi dan melihat Hana sedang membeli jamu sinom karena istri Ranggi itu sedang suka makanan dan minuman yang sedikit asam sejak mengandung.


"Hana??" sapa Bang Rahman tak percaya.


"Bang Rahman.. apa kabar?" tanya Hana.


"Alhamdulillah baik dek. Kamu kesini sama siapa? Mana anakmu?" Bang Rahman celingukan mencari kemungkinan ada buah hati Hana disana.


"Ada di rumah Bang" jawab Hana.


"Kenapa saat itu kamu minta mengakhiri hubungan kita? Abang khan sudah bilang sama kamu, akan tetap menerima apapun keadaanmu. Kenapa kamu menghindari Abang??" raut wajah Bang Rahman nampak masih menginginkan Hana seakan masih belum terima akan perpisahan mereka.

__ADS_1


Hana membalas dengan senyum kecut.


"Mana istri Abang?"


"Abang belum menikah. Abang juga tidak menjalin hubungan dengan siapapun setelah kamu memutuskan mengakhiri hubungan kita" kata Bang Rahman mencoba meraih tangan Hana tapi kemudian Bang Ranggi menepisnya.


"Selamat siang Abang" sapa Bang Ranggi dengan wajah tak bersahabat.


"Kamu disini?" Bang Rahman tampak bingung tapi sesaat kemudian raut wajahnya pun ikut berubah.


"Kalian pacaran??"


Pandangan mata Bang Rahman tertuju pada Hana, seketika emosinya menjulang. Ia menarik kerah seragam Bang Ranggi dan mengangkatnya tinggi.


"Kau tau Hana begitu polos, kenapa selalu saja ada laki-laki yang mempermainkan dia. Kalau kau hanya mau bermain-main saja.. lebih baik kau mundur..!! Biar Abang saja yang membimbingnya..!!!" bentak Bang Rahman memekakan telinga, memancing para anggota memisahkan keributan yang terjadi tapi Bang Ranggi masih santai saja seolah tak terjadi apapun.


"Hana tidak akan mau denganmu Bang" kata Bang Ranggi.


"Kau apakan dia??? Apa kau sudah mengancamnya?????"


"Jelas saja aku mengancamnya, kalau dia berani bermain api di belakangku.. aku akan memberinya pelajaran. Aku pun tak akan menyimpan wanita lain di hatiku.. karena Hana istriku" jawab Bang Ranggi.


"Astagfirullah.." Bang Rahman melonggarkan genggaman tangannya.


"Ma_af" ucapnya dengan hati yang tiba-tiba terasa nyeri.


"Saya kesini mau minta tolong sama Abang..!!'"


"Ada apa? Apa yang bisa Abang bantu?"


"Ijin Abang..!! Hana pengen perutnya di usap Abang" pinta Bang Ranggi memasang wajah tidak ikhlas bercampur kesal dan marah tertahan


"Ya salam.. piye to" Bang Rahman sedikit bingung karena saat ini keadaan sudah tidak sama seperti dulu. Tidak enak juga terlalu dekat dengan istri orang. Apalagi kini Hana istri dari seorang black mamba yang ia sendiri sudah tau siapa juniornya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2