Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
38. Tragedi berdarah ( 2 ).


__ADS_3

braaakk..


Pintu kamar tertendang dengan kencang.


Bang Richi dan beberapa anggota lain refleks langsung berbalik badan.


"B******n kau Hasdiiin..!!!!!!!" Bang Ranggi langsung melayangkan tendangan dari sepatu PDLnya saat melihat Bang Hasdin menindih Hana.


Bang Ranggi langsung menarik selimut dan melepas seragam luarnya untuk menutupi tubuh sang istri yang jelas terpampang nyata di depan matanya. Dirinya begitu terpukul, ribuan rasa sakit menghujam relung hatinya. Ia menepis sesaat perasaannya kemudian menghampiri Bang Hasdin dan menarik kerah bajunya.


"Apa ini yang di namakan pria sejati Hasdin???" tanya Bang Ranggi. Matanya memerah menahan luka teramat dalam.


"Kau yang berlaku curang komandan. Kau menikung istriku.. tak salah khan aku mengincipnya kembali" jawab Bang Hasdin tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Bang Ranggi tak bisa menerima semua itu begitu saja. Ia menghajar dan menghantam Bang Hasdin berkali-kali dan Bang Hasdin pun mengimbangi setiap gerakan Bang Ranggi meskipun tidak terarah.


Melihat komandannya sedang bertikai, para anggota segera melerai. Tak lama Bang Ares datang dan melihat kekacauan serius antara kedua sahabatnya.. Hasdin sahabat sejak SMA sedangkan Ranggi sahabat sejak ia mendalami kegiatan olahraga dan beladiri usai jam sekolah.


"Ya Tuhan.. cobaan macam apa lagi ini????" Bang Ares menghantam keduanya untuk memisahkan kedua sahabatnya itu.. tapi saat itu Bang Ranggi yang terlihat kuat malah ambruk lebih dulu.


Bukan Bang Ranggi namanya kalau tidak bisa bangkit kembali. Tanpa kata, ia menggendong Hana yang setengah sadar menuju mobil dan melajukannya ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


Bang Ares pun menyeret kerah pakaian Bang Hasdin dan segera membawanya ke pom militer untuk di tangani.


Disana ibu sangat ketakutan mengintip dari balik dinding sudut ruangan. Ia pun berlari pergi.


...


Sepanjang perjalanan, Bang Ranggi mengusap kening Hana. Sesekali ia menghapus air matanya sendiri. Ia melirik selimut itu banyak terdapat bercak darah. Pikirannya berantakan, hatinya remuk redam. Ia merasa gagal karena lalai menjaga Hana.


"Eeghmm" Bang Ranggi menggigit bibirnya mengusap pinggangnya yang juga terdapat bercak darah.


...


"Ha_mil Bang???" tanya Bang Ranggi tak percaya dengan pendengarannya. Ada rasa tak terlukiskan dalam hatinya. Ia bingung tak dapat menerka perasaannya saat ini.


"Iya hamil Rang. Istrimu hamil muda." kata dokter senior disana.


Perlahan pandangan Bang Ranggi kabur.. menghitam dan kesadarannya menghilang.

__ADS_1


bruugghh..


"Ranggiii..!!!!!!"


...


Bang Ranggi memercing saat mulai tersadar dari pingsannya. Air matanya kembali meluncur. Ia bangun dan duduk perlahan.


"Ijin Dan.. ada yang bisa saya bantu?" tanya Pratu Richi.


"Saya mau sholat dulu" jawab Bang Ranggi.


"Biar saya bantu Dan"


:


Bang Ranggi benar-benar menangis dalam sujudnya. Hanya dirinya dan Tuhan saja yang tau betapa hatinya begitu terguncang, mental dan batinnya tertekan kuat menghadapi cobaan yang menimpanya saat ini.


"Astagfirullah hal adzim" ucapnya beristigfar dan berusaha tenang, tapi apa daya.. sakit itu sudah melampaui keadaan dirinya.


Bang Ranggi bersandar lemas menangisi semuanya. Sesak tak dapat ia uraikan. Akhirnya tangis itu tumpah ruah.


"Aku harus bagaimana Ya Allah.. kenapa aku tidak bisa menata batinku sendiri. Jangan buat aku lemah terhadap sesuatu yang aku belum tau jawabannya" pintanya lirih.


:


Bang Ranggi menarik nafasnya dalam-dalam, ia berusaha berpikir jernih, menyeimbangkan hati dan logika.


"Manis sekali mulut littingmu itu" jawab Bang Ranggi.


"Siap salah Dan"


Bang Ranggi menoleh dan menatap wajah Hana dalam-dalam. Wajah istrinya itu penuh luka, tubuhnya lebam dan sekitar bagian bawahnya pun lebam memar. Ia berusaha mengingat saat pertama menyentuh Hana. Ia akui, dirinya tidak menyelesaikan malam itu dengan benar, tapi ia masih mengingat dengan jelas saat dirinya menumpahkan rasa cintanya untuk Hana, istrinya itu sangat menikmati dan bersamaan dengannya hanya saja saat itu Cherry datang dan semua harus usai dengan tidak sempurna.


"Matamu bisa lihat istri saya sampai seperti ini, mana ada orang sukarela di hamili tapi sampai hancur seperti ini." ucap Bang Ranggi tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya pada keterangan Hasdin.


"Dengar baik-baik. Dalam rahim istri saya ini.. adalah benih Letda Ranggi.. bukan Pratu Hasdin. Jangan sebarkan rumor yang tidak pantas." ucap Bang Ranggi tegas dan jelas.


"Siap Dan.."

__ADS_1


"Satu lagi. Jangan ada berita apapun di dalam asrama tentang masalah ini.. apalagi sampai istri saya sendiri yang harus mendengarnya. Sampai ada trouble seperti itu.. saya sendiri yang akan menindak pelakunya beserta pendampingnya sekaligus..!! Paham???"


"Siap.. paham Dan.. akan kami perjelas" jawab Bang Richi.


-_-_-_-_-


Malam tiba.


Hana mulai sadar, kepalanya sakit.. perutnya pun juga terasa sangat sakit. Hal pertama yang di lihatnya adalah sosok Bang Ranggi dengan senyum yang terasa begitu di paksakan.


"Assalamualaikum sayang" sapa Bang Ranggi.


Bibir Hana tercekat dan hanya sanggup menjawabnya begitu pelan hampir tak terdengar.


"Badannya masih sakit?" tanya Bang Ranggi.


Hana menjauhkan tangannya dari Bang Ranggi yang menggenggam erat tangannya.


"Pergilah Bang..!!" pinta Hana pelan


"Abang baru datang. Masa si suruh pergi lagi?" jawab Bang Ranggi.


"Untuk apa Abang masih disini bersama Hana. Hana perempuan yang kotor. Tidak pantas mendampingi Abang" ucap Hana mulai terdengar frustasi.


Bang Ranggi berusaha menyentuh Hana tapi istrinya itu menghindar. Ingin rasanya Bang Ranggi menangis dan menjerit melihat ekspresi Hana yang kembali depresi karena ulah Hasdin.


.


.


.


.


Nara membuat cerita 'HANYA BAGI YANG SUKA SAJA'. Terima kasih 🥰🙏.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2