Batalyon Cinta Mas Tentara

Batalyon Cinta Mas Tentara
S 2. 7. Tidak sadar semakin dekat.


__ADS_3

"Kamu bawa tumpukan berkas ini, temui Lettu Langsang di Batalyon sebelah..!!" perintah Dan Ares pada Andin.


"Siap Dan" jawab Serda Andini.


Hari ini semua seakan berbeda. Rekan kerjanya yang biasanya sangat 'ramai' menyapanya kini sedikit memberi batasan padanya. "Aku yang perasa atau bagaimana nih? Kenapa seakan mereka memberi jarak padaku? Aku salah apa?" gumam Andin.


...


"Selamat siang, Serda Andini ijin menghadap..!!"


"Masuk..!!"


Andini masuk dan melihat Bang Langsang di hadapannya. Andin menunduk karena berarti hari ini dirinya membuka kartu tentang identitas dirinya sendiri namun ternyata reaksi Bang Langsang hanya datar, dingin, kaku dan seolah tidak terjadi apapun di antara mereka.


"Ijin Dan. Ini berkas dari Markas"


"Letakan saja di meja" jawabnya tenang.


"Siap. Ijin.. Saya permisi keluar dulu Dan" pamit Andin dan bersiap keluar ruangan.


"Hari ini kamu ikut ke rumah sakit ya..!!" ajak Bang Langsang.


"Ijin.. ada apa Dan?"


"Pemeriksaan kesehatan rutin. Seluruh anggota team di bawah kepemimpinan saya harus cek kesehatan rutin." alasan Bang Langsang.


"Siap.. saya kesana sekarang Dan"


"Sama saya..!!" ucap tegas Bang Langsang.


...


Bang Langsang langsung menyimpan hasil pemeriksaan dokter, ia tidak ingin melihat hasil apapun meskipun dirinya telah ikhlas menerima apa adanya diri Andin.


"Makan dulu dek, Abang lapar"


"Iihh.. kenapa panggil dek disini?????" protes Andin.


"Ya sudah.. Ayo kita makan Ma" kata Bang Langsang semakin membuat Andin salah tingkah apalagi saat itu Papa Ares menghampiri mereka.


"Lang, suratmu dan Khaja sudah selesai. Susulkan saja ke berkas RH. Besok juga sudah final dari pusat" kata Papa Ares.


"Siap Pa, terima kasih"


"Selamat ya le, cepat dapat momongan ya kalian..!!" Papa Ares menepuk bahu Bang Langsang dan Andin.


~


"Aduuuhh.. darimana Dan Ares tau aku sudah menikah, aku bisa di hukum Mbak Indri karena masih dalam masa dinas" gerutu Andin.


"Makanya kalau bicara jangan mencla-mencle. Sebentar bilang calon, sebentar bilang suami. Kalau ada malaikat dengar.. Taulah akibatnya" jawab Bang Langsang.


"Oohh.. jadi Abang yang bermulut besar bilang ke Pak Ares kalau Andin sudah menikah???" tanya Andin dengan emosi.


"Iya, ada masalah??"

__ADS_1


Tak lama beberapa anggota melihat Bang Langsang sedang makan berdua dengan Andin.


"Selamat siang Dan, selamat siang ibu"


Andin jadi salah tingkah karena beberapa anggota memanggil namanya dengan sapaan yang sedikit asing di telinga.


"Cepat habiskan makannya. Jangan buang rejeki. Masih banyak orang yang lapar di luar sana" kata Bang Langsang.


Andin berusaha menghabiskan makan siang nya tapi rasanya perut itu masih terlalu penuh.


"Nggak enak?" tanya Bang Langsang.


"Enak kok Bang, Andin kekenyangan."


"Suapi Abang, tangan Abang sudah kotor kena sambal pecel lele"


"Tapi Bang...."


"Cepat dek, sebentar lagi apel..!!"


Mau tidak mau akhirnya Andin menyuapi Bang Langsang sampai makanan itu habis.


Maafin Andin ya Bang, Andin nggak bermaksud mengkhianati Abang.


Ada rasa tak terlukiskan, Andin merasa sedih menyadari dirinya 'mengkhianati' suaminya.


"Sudah berapa lama kamu masuk markas?" tanya Bang Langsang sambil menikmati suapan Andin.


"Lima bulan Bang, total baru satu bulan ini mengenal kantor" jawab Andin.


"Apa Bang??"


"Nggak.. itu lho.. soto ayamnya ternyata enak juga" jawab Bang Langsang.


∆∆∆


Bang Khaja lahap sekali menghabiskan makan siangnya. Ternyata Naya pintar memasak. Sambal goreng hati dan tumis kangkung lumayan juga untuk menu makan siangnya kali ini.


"Kalau makannya begini.. satu bulan lagi perut Abang jadi nggak sixpack lagi dek" kata Bang Khaja.


"Memangnya kenapa Bang?"


"Enak banget sayang" jawab Bang Khaja.


Naya menunduk malu mendengar pujian Bang Khaja.


Bang Khaja menggeleng geli melihat ekspresi Naya, istrinya itu memang kalem dan tidak banyak tingkah. Menurut apa yang di ucapkan meskipun kadang suka membuatnya gemas karena loading yang sedikit terlambat.


"Kamu sudah makan?" tanya Bang Khaja.


"Belum Bang, nanti saja"


Bang Khaja baru menyadari sedari tadi Naya hanya berdiri di sampingnya. "Kenapa kamu nggak duduk?" Bang Khaja memintanya duduk tapi Naya mundur beberapa langkah. Tangannya menyilang seakan takut dirinya akan menyakiti istrinya itu. "Ada apa?"


"Tidak boleh duduk bersama orang yang lebih tua" jawab Naya.

__ADS_1


"Apaa?? Siapa yang bilang begitu??"


Naya menunduk tak berani menjawab.


Bang Khaja langsung teringat nenek yang selama ini hidup bersama Naya.


"Astagfirullah.. duduk disini sama Abang..!!" Bang Khaja meminta Naya untuk duduk di sampingnya. Tangan Naya dingin dan gemetar.


Bang Khaja mengambil nasi lalu menyuapi Naya. "Dengar dek, sekarang kamu tidak tinggal bersama nenek lagi. Jangan kamu ingat masa lalu pahit yang sudah kamu lalui. Sekarang hal wajib kamu dengar dan kamu patuhi adalah perkataan Abang, selama ucapan Abang masih dalam garis yang benar.. kamu wajib patuh. Ada nama Abang di belakang namamu. Berjalanlah di samping Abang, tegak kan wajahmu dan katakan pada dunia.. kamu istri Lettu Khaja."


Naya menitikan air mata, rasanya ada seulas bahagia tak terkira. "Iya Bang."


"Ayo sekarang makan dulu..!! persiapan biar kuat" Bang Khaja pun menyuapi Naya.


"Kuat apa Bang?" tanya Naya.


Bang Khaja meringis gemas merasakan polosnya sang istri. "Kuat mental mikir kamu sayang" jawab Bang Khaja.


∆∆∆


Mbak Indri datang menemui Andin usai apel sore. "Kamu bisa jauhi Pak Langsang..!!"


"Ada apa ya Mbak? Saya tidak ada hubungan apapun dengan Pak Langsang." jawab Andin.


"Ada saja alasan mu. Bukannya kamu satu team dengan Pak Langsang?." kata Mbak Indri.


"Iya Mbak, tapi hanya satu rekan team saja"


"Buka telingamu bontot, kamu itu litting terakhir disini. Jangan melangkahi seniormu. Pak Langsang itu berniat melamar ku" kata mbak Indri.


Oohh.. jadi ini calon istri Bang Langsang. Pantas Bang Langsang tergoda, Mbak Indri cantik bukan main. Badannya pun juga bagus. Lelaki mana yang tidak melotot melihat body perempuan seindah Mbak Indri.


"Siap salah Mbak. Saya hanya profesional kerja saja dengan Pak Langsang. Tidak ada niat lain."


"Bagus..!! Awas saja kau. Dasar sok cantik" umpat Mbak Indri.


...


Bang Langsang berhenti di depan kantor Markas dan berniat menjemput Andin dengan motornya tapi malah Mbak Indri yang naik ke atas motor Bang Langsang.


"Ijin Pak, Indri ikut ya..!! Perut Indri sakit nih"


"Kamu kenapa? Saya pesankan ojeg online ya??" kata Bang Langsang menawari bantuan.


"Siap tidak Pak, minta tolong antar saya ke mess saja..!!" pinta Indri.


Terpaksa saat itu Bang Langsang melajukan motornya karena mengira Indri sangat membutuhkan bantuan sebab gadis itu melingkar tangannya dengan erat di pinggangnya.


Andin melihat semua itu di depan matanya. Tak tau sebabnya.. hatinya tiba-tiba nyeri dan jengkel bukan main. "Ya ampun Andiinn.. kenapa kamu kesal. Pak Langsang sudah mau menikah dan kamu sudah menikah. Sadar.. sadar.. sadar.. colok matamu sendiri, jangan kurang ajar tergoda laki orang..!!!" gumamnya menenangkan diri.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2